Berita

Google Doodle Hadirkan Ilustrator Tanah Air Rayakan Sistem Irigasi Bali

Google Doodle Subak

Gadgetren –¬†Ada yang berbeda pada Google Doodle hari ini, lantaran hadir dengan sebuah ilustrasi indah karya ilustrator Tanah Air bernama Hana Augustine yang menggambarkan warisan budaya asal Bali yang dikenal dengan sebutan Subak.

Subak merupakan sistem irigasi Indonesia yang \sering digunakan oleh petani setempat untuk mengairi area persawahan di Provinsi Bali. Melalui sistem irigasi Subak, jaringan kanal, terowongan, dan bendungan telah memungkinkan masyarakat di pulau Bali untuk mempertahankan sawah agar tetap subur dan hidup seccara simbiosis dengan alam semesta selama lebih dari seribu tahun lamanya.

Adapun kata Subak tidak hanya merujuk pada infrastruktur irigasi saja, namun juga pada tradisi sosial koperasi yang mengelilinginya. Melalui sistem ini, pasokan air yang terbatas mampu dikelola dengan baik secara kolektif atau bersama melalui 1.200 individu petani.

Bila bicara soal tradisi lisan dan tulisan budaya Bali, Subak juga dianggap sebagai cerminan dari filosofi Bali Kuno yang disebut Tri Hita Karana yang memiliki arti Tiga Penyebab Kesejahteraan yang menggambarkan manusia dengan Tuhannya/Dewa-Dewi, antar sesama manusia, dan manusia dengan alam semesta.

Dari akar kuat dalam ideologi inilah ajaran warisan budaya Subak diturunkan dari generasi ke generasi melalui tradisi lisan dan tulisan (naskah kuno) yang telah dibentuk pada awal abad ke-9. Hingga kini sistem irigasi Subak Bali telah berhasil mempertahankan keseimbangan yang harmonis antara tanah dan komunitas petani yang menuai banyak manfaat untuk masyarakat Bali.

UNESCO-Subak-Bali

Pada akhirnya praktek Subak telah menciptakan sebuah lanskap megah dan berlimpah yang mana bila kita melihat persawahan hijau di Bali begitu indah bertingkat yang memenuhi hektar demi hektar areanya dan merupakan fenomena yang tidak dapat ditiru oleh negara lainnya.

Sistem Irigasi Subak sendiri telah masuk dalam daftar situs Warisan Dunia UNESCO tahun 2012 yang pada waktu itu diumumkan oleh Wakil Menteri Pendidikan dan Budaya, Windu Nuryanti.

Sebagai tambahan informasi, Subak ditetapkan sebagai warisan dunia melalui sidang Ketok palu di St Pittsbiurg, Rusia pada tanggal 20 Juni 2012. Perjuangan Subak menjadi warisan dunia dilakukan setelah melalui proses panjang selama 12 tahun dan dunia pun ikut berbangga kepada Indonesia.

Tinggalkan Komentar