
Review Samsung Galaxy Watch 9
- Rating
Kesimpulan
Smartwatch ini cocok untuk penggiat olahraga, memperluas fungsi handphone, atau sekadar menikmati smartwatch dengan fitur lengkap.
Yang Disukai
- Fitur lengkap
- Insight kesehatan menarik
- Nyaman digunakan
- Dukungan aplikasi Android luas
- Integrasi baik dengan handphone Android
Yang Tidak Disukai
- Pengisian baterai sangat lama
- Layar minim perlindungan ekstra
Gadgetren – Bagi sebagian orang, jam tangan bukan sekadar aksesori untuk melihat waktu. Karena itu, ketika smartwatch semakin pintar dan bisa menangani berbagai kebutuhan sehari-hari, menggunakannya terasa seperti evolusi yang natural.
Samsung pun konsisten menghadirkan smartwatch baru setiap tahunnya dan yang terbaru adalah Galaxy Watch 9.
Namun dibandingkan generasi sebelumnya, Galaxy Watch 9 tidak membawa banyak perubahan besar. Samsung lebih memilih memberikan sejumlah pembaruan kecil di beberapa sektor.
Dengan harga mulai dari Rp5.999.000, apakah berbagai pembaruan tersebut cukup untuk membuat Galaxy Watch 9 layak dimiliki? Berikut reviewnya.
Desain

Galaxy Watch 9 tampil dengan desain squircle minimalis yang sangat mirip dengan pendahulunya. Tampilannya terlihat kalem dan tidak mencolok sehingga cocok digunakan di berbagai situasi.
Bodi smartwatch ini menggunakan material aluminium dengan finishing brushed metal yang membuatnya terlihat semakin menawan sekaligus tidak mudah kotor.
Di sisi kanan smartwatch terdapat dua tombol untuk mengoperasikan smartwatch sedangkan di sisi kiri terdapat lubang speaker. Untuk sensor-sensor kesehatan, seperti biasa, terletak di bagian bawah bodi smartwatch.
Galaxy Watch 9 dibekali sertifikasi IP68 serta 5 ATM yang membuatnya dapat digunakan untuk berenang di air tawar dan juga di tempat yang berdebu. Selain itu smartwatch ini juga sudah lolos uji standar militer MIL-STD-810H.

Sejauh ini, saya beberapa kali tidak sengaja membenturkan bodi smartwatch secara ringan dan masih terlihat mulus. Lain cerita jika benturannya lebih keras, tapi untungnya hingga saat ini belum pernah terjadi.
Yang saya tidak suka dari desain Galaxy Watch 9 adalah layarnya yang mencuat ke atas tanpa perlindungan ekstra. Memang hal ini membuatnya terlihat minimalis namun juga membuat kaca lebih rentan rusak walaupun sudah menggunakan kristal safir.
Galaxy Watch 9 tersedia dalam dua ukuran yakni 40mm dan 44mm. Keduanya sama-sama hadir dalam varian warna Graphite namun untuk warna yang lebih cerah memiliki perbedaan yakni 40mm dengan Cream dan 44mm dengan Silver.

Untuk review ini, saya menggunakan model 40mm berwarna Graphite. Bentuknya cukup mungil untuk pergelangan tangan saya yang tidak kecil namun juga tidak terlalu besar untuk standar laki-laki. Meski begitu, bobotnya ringan sehingga tidak begitu terasa saat digunakan.
Untuk tali jamnya, Galaxy Watch 9 menggunakan mekanisme pengait khusus sehingga tidak bisa sembarangan menggunakan tali jam.
Tapi ada kabar baiknya, tali jam Galaxy Watch 8 kompatibel dengan Galaxy Watch 9. Jadi jika punya yang lama bisa langsung dipakai.
Melepas dan memasang tali jam dilakukan melalui dua tombol yang ada di bagian belakang bodi jam. Proses lepas-pasangnya tergolong mudah walau tombolnya terkadang perlu benar-benar ditekan.
Tali jam bawaan Galaxy Watch 9 menggunakan material karet lentur yang selama saya gunakan terasa nyaman di pergelangan tangan. Namun tali jam bawaannya ini agak kekecilan untuk pergelangan tangan saya karena hanya tersisa dua lubang saja.
Layar dan Speaker

Galaxy Watch 9 40mm mengusung layar AMOLED 1,34 inci dengan resolusi 438 × 438 piksel dan kecerahan hingga 3.000 nits.
Ukurannya memang tidak besar namun layar ini dapat menghasilkan tampilan yang memuaskan dengan gambar yang tajam, cerah, dan penuh warna.
Menavigasikan antarmuka One UI 9 berbasis Wear OS 7 dengan jari terasa mudah. Namun saat memerlukan input yang lebih presisi seperti mengetik karakter di keyboard virtual, prosesnya jadi agak sedikit sulit karena layarnya yang mungil.
Di dalam Galaxy Watch 9 juga terdapat speaker yang dapat digunakan untuk mendengarkan musik ataupun memberikan notifikasi saat berolahraga. Untuk ukuran speaker smartwatch, output yang dihasilkan tergolong oke.
Fitur

Galaxy Watch 9 punya fitur yang sangat lengkap dan didukung chipset Qualcomm SDW6100 sehingga performanya terasa lancar dalam berbagai penggunaan.
Tentunya sebagai smartwatch, Galaxy Watch 9 memiliki fitur standar seperti notifikasi. Fitur notifikasinya cukup mendalam karena kita bisa membaca detail isi email atau membalas dengan cepat pesan yang masuk.
Selain itu terdapat Always on Display agar smartwatch tetap dapat menampilkan informasi penting setiap saat. Yang saya suka, tampilan Always on Display-nya bisa selaras dengan watchface yang sedang digunakan sehingga tidak terlihat janggal.
Karena Galaxy Watch 9 menggunakan Wear OS 7, smartwatch ini otomatis bisa dipasangi beragam aplikasi dari ekosistem Android.
Bahkan terdapat asisten AI Gemini untuk kita ajak berinteraksi melalui smartwatch dan juga bisa dipasang aplikasi myBCA untuk transaksi nontunai melalui NFC di Galaxy Watch 9.

Untuk pencatatan kesehatan, Galaxy Watch 9 mendukung berbagai jenis olahraga. Berkat adanya GPS internal, pencatatan aktivitas olahraga juga tidak perlu harus terhubung ke handphone pendamping.
Olahraga tertentu, misalnya jalan kaki atau bersepeda, bahkan bisa aktif secara otomatis saat mendeteksi gerakan kita ketika lupa menjalankan tracking olahraga.
Saat berolahraga dan berhenti sejenak, pencatatan olahraga juga bisa berhenti secara otomatis dan kemudian berlanjut saat kita kembali bergerak.
Pencatatan Kesehatan

Satu hal lain yang saya suka dari Galaxy Watch 9 adalah bagaimana Samsung memasukkan berbagai macam sensor kesehatan ke dalam smartwatch ini dan mengemas hasilnya menjadi informasi yang menarik serta mudah dipahami melalui aplikasi Samsung Health.
Dengan menggunakan Galaxy Watch 9, kita bisa mengukur detak jantung, suhu tubuh, kadar oksigen dalam darah, komposisi tubuh, tekanan darah, hingga melakukan ECG.
Tentunya jika hanya membaca angka mentah dari hasil sensor kesehatan Galaxy Watch 9, akan cukup sulit untuk dicerna. Karena itu Samsung mengemas informasinya dalam bentuk skor yang mudah dibaca beserta referensi pembandingnya.
Beberapa skor yang menarik adalah Fitness Index yang memberikan gambaran kebugaran secara menyeluruh. Tampilannya berupa skor grafis yang membuat saya serasa menjadi karakter RPG yang ingin terus level up.
Selain itu ada Vitals yang menganalisis berbagai faktor kesehatan selama tidur dan dapat memberitahukan jika ada yang perlu diperbaiki.
Ada juga Heart Health Score yang sesuai namanya menunjukkan kondisi kesehatan jantung secara keseluruhan. Terakhir, ada Daily Cardio Load yang membantu kita mengatur target aktivitas olahraga harian.
Baterai

Soal ketahanan daya baterai, Galaxy Watch 9 bisa saya gunakan hingga hampir 30 jam dari baterai penuh hingga tersisa 5%.
Ini dengan penggunaan yang lebih banyak untuk fitur smartwatch, Always on Display aktif, tracking aktivitas tidur aktif, dan sesekali berolahraga.
Daya tahan baterai ini tergolong lumayan untuk sebuah smartwatch Android Wear dengan fitur yang lengkap. Namun tentu akan lebih baik jika saya tidak perlu selalu mengisi daya Galaxy Watch 9 setiap hari.
Bisa saja saya mematikan berbagai fitur agar daya tahan baterainya lebih lama namun hal ini tentunya membuat fungsinya jadi lebih minim.
Daya tahan baterai yang biasa saja ini sayangnya dikombinasikan dengan pengisian daya yang sangat lama. Biasanya saya memerlukan waktu sekitar 3 jam dari baterai 5% hingga penuh. Ini pun sudah menggunakan kepala charger Samsung yang saya punya.
Perbedaan lama pengisian daya baterainya cukup jomplang dibandingkan saat saya mengetes Galaxy Watch Ultra 2 yang bisa mengisi daya dua kali lebih cepat padahal kapasitas baterainya lebih besar.
Saya curiga pengisian daya baterainya sering kali dibatasi karena saat disentuh, bodi smartwatch terasa hangat. Saya berharap hal ini bisa diperbaiki Samsung ke depannya melalui pembaruan firmware.
Kesimpulan

Pada akhirnya, Galaxy Watch 9 masih menjadi salah satu smartwatch Android yang lengkap untuk menemani aktivitas sehari-hari.
Fitur kesehatan dan olahraganya beragam, dukungan aplikasinya luas, dan integrasinya sebagai pendamping handphone Android juga terasa matang.
Bagi mereka yang aktif berolahraga, ingin memperluas kemampuan handphone ke pergelangan tangan, ataupun sekadar menginginkan smartwatch dengan fitur lengkap, Galaxy Watch 9 bisa memenuhi kebutuhan tersebut dengan baik.
Sayangnya, Galaxy Watch 9 tidak kebal dari kenaikan biaya komponen karena harganya kini menjadi Rp5.999.000 untuk ukuran 40mm dan Rp6.499.000 untuk 44mm. Ini naik Rp500.000 walaupun tidak ada upgrade signifikan dibandingkan generasi sebelumnya.
Selain itu baterai Galaxy Watch 9 masih belum bisa bertahan berhari-hari dan hal ini diperparah dengan pengisian daya yang sangat lama.


Tinggalkan Komentar