ASUS Zenbook S14 OLED UX5406AA
Review Handphone

Review Samsung Galaxy A57 5G – Desain Makin Ringan dan Nyaman, Tapi Ada yang Kurang

Review Samsung Galaxy A57 5G - Desain Makin Ringan dan Nyaman, Tapi Ada yang Kurang

Review Samsung Galaxy A57 5G
  • Rating
4

Kesimpulan

Samsung Galaxy A57 5G adalah handphone kelas menengah yang solid dengan layar memukau, desain premium, dan kamera mumpuni. Fitur AI-nya berguna untuk sehari-hari ditambah dukungan update panjang jadi nilai lebih.

Yang Disukai

  • Desain makin premium
  • Layar cerah & tajam
  • Kamera utama mumpuni
  • Update software panjang

Yang Tidak Disukai

  • Bezel layar belum simetris
  • Storage varian dasar terasa terbatas

Gadgetren – Handphone kelas menengah Samsung kembali hadir lewat generasi terbarunya yaitu Samsung Galaxy A57 5G.

Secara keseluruhan, tidak ada perubahan besar dibandingkan pendahulunya. Samsung masih mempertahankan formula yang sama namun menghadirkan sejumlah peningkatan kecil di berbagai aspek.

Perbedaan yang paling terasa justru ada pada kenyamanan penggunaan. Kini bodinya dibuat lebih tipis dan ringan sehingga lebih enak digenggam untuk pemakaian sehari-hari.

Desain

Samsung Galaxy A57 5G

Samsung Galaxy A57 5G tampil sangat menarik, baik saat digenggam maupun dilihat. Desain belakangnya kini terasa lebih selaras dengan lini premium Galaxy S26 dengan penggunaan material kaca dan modul kamera berbentuk elips.

Yang sedikit berbeda, modul kameranya dibuat semi transparan sehingga memberi sentuhan visual yang unik.

Dari sisi dimensi, ketebalannya hanya 6,9 mm dengan bobot 179 gram. Kombinasi ini membuatnya terasa ringan dan nyaman digunakan dalam waktu lama. Apalagi bagian sudut dan sisi frame dibuat sedikit melengkung sehingga tidak terasa tajam di tangan.

Frame sampingnya menggunakan material aluminium yang terasa kokoh. Perlindungannya juga semakin baik berkat lapisan Corning Gorilla Glass Victus+ di bagian depan dan belakang.

Untuk ketahanan, handphone ini sudah mengantongi sertifikasi IP68 jadi lebih aman digunakan di lingkungan berdebu maupun terkena air.

Di area tombol volume dan power, terdapat sedikit tonjolan pada frame yang memberikan kesan berbeda.

Sementara di bagian bawah, tersedia slot kartu SIM ganda tanpa dukungan microSD, lubang speaker, dan port USB Type-C. Hanya saja posisi port USB yang tidak berada pas di tengah terasa sedikit mengganggu secara visual.

Layar

Samsung Galaxy A57 5G

Untuk sektor layar, Samsung Galaxy A57 5G dibekali panel datar 6,7 inci Super AMOLED+ dengan resolusi 1080 x 2340 piksel, refresh rate 120Hz, dan tingkat kecerahan maksimal hingga 1.900 nit.

Secara kualitas, layarnya sudah tergolong sangat baik. Tampilan terlihat cerah, tajam, dan detail sehingga nyaman digunakan untuk berbagai aktivitas mulai dari scrolling media sosial, main game, hingga menonton konten.

Namun ada satu hal yang cukup terasa: bezel bagian bawah masih sedikit lebih tebal dibandingkan sisi lainnya. Di tahun 2026, apalagi dengan harga yang sudah menyentuh 7 jutaan, bezel yang simetris sebenarnya mulai jadi standar. Penggunaan desain bezel seperti ini sedikit mengurangi kesan premium saat dilihat dari depan.

Performa

Samsung Galaxy A57 5G

Di sektor performa, Samsung Galaxy A57 5G ditenagai chipset Exynos 1680 terbaru yang sudah tergolong tangguh untuk penggunaan sehari-hari.

Selama pemakaian, performanya terasa mulus tanpa hambatan untuk berbagai kebutuhan. Ini bahkan saya rasakan saat menggunakan varian RAM dan storage paling rendah.

Untuk pilihan memori, handphone ini tersedia mulai dari 8GB/128GB hingga 12GB/512GB. Namun menurut saya, kapasitas 128GB sudah mulai terasa sempit jika ingin menginstal banyak aplikasi. Idealnya, varian 256GB jadi pilihan yang lebih aman.

Saat digunakan bermain Honor of Kings dengan setelan grafis Quality Mode, FPS High, dan Resolution Standard, game dapat berjalan lancar bahkan setelah dimainkan sekitar 30 menit tanpa henti.

Hasil Benchmark Samsung Galaxy A57 5G

  • AnTuTu: 1.345.859
  • 3DMark Wild Life Extreme: 1.702
  • Geekbench 6: 1.367 (single core),  4.425 (multi core)

Kamera

Samsung Galaxy A57 5G

Untuk sektor kamera, Samsung Galaxy A57 5G dibekali konfigurasi kamera utama 50MP dengan OIS, kamera ultra-wide 12MP, kamera makro 5MP serta kamera depan 12MP.

Yang paling menonjol tentu ada di kamera utamanya. Hasil fotonya terlihat vibrant, cerah, dan tetap detail di berbagai kondisi. Saat digunakan untuk foto portrait, detail wajah bisa tertangkap dengan baik dan efek bokehnya pun terlihat rapi.

Samsung Galaxy A57 5G - Hasil Foto

Samsung Galaxy A57 5G - Hasil Foto

Samsung Galaxy A57 5G - Hasil Foto

Samsung Galaxy A57 5G - Hasil Foto

Kamera ultra-wide-nya mampu menangkap bidang pandang yang luas, cocok untuk foto pemandangan, dengan hasil yang tergolong memuaskan.

Samsung Galaxy A57 5G - Hasil Foto

Ultrawide

Samsung Galaxy A57 5G - Hasil Foto

Ultrawide

Sementara itu, kamera makronya terasa biasa saja. Cukup sulit mendapatkan hasil foto yang benar-benar tajam dan bebas blur, sehingga butuh sedikit usaha ekstra saat menggunakannya.

Samsung Galaxy A57 5G - Hasil Foto

Makro

Samsung Galaxy A57 5G - Hasil Foto

Makro

Untuk kamera depan, kualitasnya juga sudah cukup baik untuk selfie. Di mode portrait, efek bokeh yang dihasilkan pun sering terlihat mulus.

Samsung Galaxy A57 5G - Hasil Foto

Kamera Depan

Samsung Galaxy A57 5G - Hasil Foto

Kamera Depan

Beralih ke perekaman video, handphone ini mendukung hingga resolusi 4K di 30 FPS baik untuk kamera belakang maupun depan. Jika ingin merekam di 60 FPS dengan kamera belakang, resolusinya perlu diturunkan ke Full HD.

Baterai

Samsung Galaxy A57 5G

Berbekal baterai 5.000mAh, Samsung Galaxy A57 5G mampu menemani aktivitas harian dengan cukup baik. Dalam penggunaan saya, handphone ini mencatat screen on time sekitar 6 jam 30 menit dengan sisa baterai 10% dari kondisi awal penuh.

Untuk pemakaian normal, daya tahannya tergolong cukup. Tidak istimewa, tapi juga tidak mengecewakan. Setidaknya saya tidak perlu repot mengisi daya di tengah hari.

Dalam pengujian lab Gadgetren, handphone ini mencatat skor ketahanan baterai hingga 21 jam 55 menit. Andai Samsung memberikan kapasitas baterai yang lebih besar, hasilnya kemungkinan bisa lebih maksimal.

Untuk pengisian daya, handphone ini sudah mendukung fast charging hingga 45W. Namun charger-nya perlu dibeli terpisah dan harganya cukup mahal jika memilih yang resmi dari Samsung.

Saat saya menggunakan charger 45W Samsung, waktu pengisian dari 5% hingga penuh membutuhkan sekitar 1 jam 17 menit. Hasil ini memang belum bisa dibilang sangat cepat tetapi masih tergolong cukup untuk penggunaan sehari-hari.

Fitur

Samsung Galaxy A57 5G

Antarmuka Samsung Galaxy A57 5G menjalankan One UI 8.5 berbasis Android 16. Samsung juga menjanjikan dukungan pembaruan sistem operasi hingga 6 generasi dan update keamanan sampai 6 tahun.

Dukungan software yang panjang ini tentu jadi nilai tambah terutama bagi pengguna yang tidak sering mengganti handphone.

Menariknya handphone ini sudah mendukung tiga asisten AI yaitu Gemini dari Google, Bixby dari Samsung, dan Perplexity. Kehadiran opsi ini memberi fleksibilitas lebih dalam penggunaan sehari-hari.

Selain itu, berbagai fitur berbasis Galaxy AI juga turut dihadirkan. Salah satu yang cukup berguna adalah Voice Transcription yang dapat mengubah rekaman suara menjadi teks secara otomatis.

Sayangnya hasil transkripsinya terkadang masih kurang akurat. Meski bisa dikirim ke Samsung Notes, hasilnya belum bisa dirangkum otomatis seperti yang tersedia di seri Galaxy S.

Samsung Galaxy A57 5G

Fitur lain yang menarik adalah Auto Trim yang mampu memotong dan menyusun klip video secara otomatis sehingga memudahkan proses editing sederhana langsung dari handphone.

Ada juga Best Face yang memungkinkan foto dengan mata tertutup diubah menjadi terbuka agar hasilnya lebih maksimal. Untuk menggunakan fitur ini, mode Motion Photo perlu diaktifkan terlebih dahulu.

Fitur Circle to Search juga kembali hadir untuk mempermudah pencarian informasi langsung dari tampilan layar.

Terakhir, terdapat Object Eraser untuk menghapus objek yang tidak diinginkan di foto. Namun hasilnya masih belum serapi fitur serupa di seri Galaxy S.

Kesimpulan

Samsung Galaxy A57 5G

Samsung Galaxy A57 5G merupakan handphone kelas menengah yang kapabel dengan layar yang memukau, build quality dan desain premium, serta kamera utama yang mumpuni.

Sayangnya bezel layarnya masih belum simetris sehingga sedikit mengurangi kesan premium saat dilihat dari depan.

Fitur-fitur AI yang dihadirkan juga terasa bermanfaat untuk kebutuhan sehari-hari, meski memang belum secanggih yang ada di lini Galaxy S. Namun komitmen update jangka panjang dari Samsung menjadi nilai plus yang patut dipertimbangkan.

Dari sisi harga, memang ada kenaikan yang cukup terasa dibandingkan generasi sebelumnya. Varian terendahnya kini dibanderol Rp7.599.000 dan itupun penyimpanan internal hanya 128GB yang rasanya kurang untuk jaman sekarang. Meski begitu kondisi ini bisa dimaklumi karena kenaikan harga komponen yang turut berdampak pada banyak handphone baru saat ini.

ASUS Zenbook S14 OLED UX5406AA

Tentang penulis

Firman Nugraha

Editor-in-Chief Gadgetren yang sudah belasan tahun berpengalaman di dunia teknologi khususnya handphone. Awalnya ia pernah menjadi developer aplikasi Android di Nexian dan kini terjun ke dunia media.

Tinggalkan Komentar