Berita Smartphone

IDC Buka-Bukaan Soal Performa Penjualan Handphone Q4 2020 di Indonesia, Siapa Juaranya?

Vivo All Smartphone

Gadgetren – International Data Corporation (IDC) telah melaporkan riset terbaru yang berjudul Quarterly Mobile Phone Tracker dimana berisi analisis performa pasar handphone Android di Indonesia pada kuartal empat tahun 2020.

IDC yang diwakilkan oleh Risky Febrian selaku Market Analyst for Client Devices, IDC Indonesia mengungkapkan bahwa kebutuhan handphone melonjak, baik itu untuk mendukung bekerja jarak jauh, belajar dari rumah, layanan streaming hiburan, dan berkomunikasi secara virtual.

Dalam laporannya, IDC memaparkan pada kuartal empat tahun 2020 terjadi pengiriman handphone di Indonesia mencapai 11,7 juta unit dan di penghujung tahun 2020 memiliki total 36,8 juta unit. Menariknya, ternyata penerapan regulasi registrasi IMEI menunjukkan hasil yang positif dalam meminimalisir peredaran handphone ilegal di pasaran.

“Faktor ini diharapkan memainkan peran besar untuk pemulihan lebih lanjut di tahun 2021 dan seterusnya, dimana kami memperkirakan pasar akan tumbuh sekitar 20% setiap tahun, ” ujar Risky.

Namun begitu, IDC juga menyebutkan bahwa pertumbuhan tahunan pasar handphone di Indonesia hanya 1% dan mengalami penurunan tajam sebanyak 18% YoY di paruh pertama tahun 2020 lantaran kebijakan lockdown atau di rumah saja yang telah diterapkan, tetapi dapat pulih dengan cepat di paruh kedua tahun 2020 dengan mencatatkan pertumbuhan 19% YoY.

Hal ini dikarenakan daya beli konsumen yang lebih rendah dan kebutuhan akan handphone yang layak mendorong pertumbuhan segmen entri level mencapai 65% dari 45% pada tahun 2019. IDC turut memperlihatkan grafik performa pangsa pasar penjualan handphone Android di kuartal empat tahun 2020 pada lima produsen besar di Indonesia seperti vivo, OPPO, Xiaomi, realme, dan Samsung.

Samsung Galaxy A02sSamsung Galaxy A02s

Hasilnya dapat kamu amati juga, Samsung yang sudah turun di kuartal tiga tahun 2020 semakin terpuruk di kuartal empat tahun 2020. Meskipun begitu, Samsung sendiri pada tahun 2020 telah mencoba memperkuat posisinya melalui segmen entri level dimana menyumbang dua pertiga dari pengirimannya pada tahun 2020 sembari bersaing dalam segmen kelas menengah.

Berbeda dengan Xiaomi yang menanjak di kuartal tiga tahun 2020, namun melandai di kuartal empat tahun 2020. Bila kamu mengikuti media sosial Xiaomi Indonesia tentunya tahu bahwa mereka gencar memperluas jaringan distribusinya dengan membuka 30 Mi Shop.

Hadirnya Mi Shop baru ini disebutkan IDC untuk memastikan ketersediaan produknya di daerah pelosok. Ditambah Xiaomi telah merambah pasar di segmen kelas menengah seperti seri Redmi Note 9 Pro dan juga melebarkan sayap dengan produk lainnya lewat POCO.

Kemudian, realme yang sempat terjun bebas di kuartal pertama tahun 2020 tampaknya mencoba bertahan di tengah pandemi dengan grafik yang statis tidak naik ataupun turun hingga akhir tahun 2020.

vivo-V20-HandsOnBackVerticalvivo V20

Sebelumnya pihak realme Indonesia di beberapa kesempatan peluncuran handphone telah mengonfirmasi bahwa pandemi COVID-19 berdampak pada masalah pasokan yang terbatas di kuartal pertama tahun 2020. realme pun tak berhenti dan terus meluncurkan produk entri level melalui C-Series di tahun 2020 dengan metode pemasaran yang agresif menyasar anak muda.

Sementara vivo yang meningkat di awal tahun 2020 tidak menampilkan penurunan yang tajam hingga akhir tahun 2020. Menurut IDC, keberhasilan vivo mempertahankan posisinya sebagai pemimpin pasar sepanjang tahun 2020 karena mengandalkan jaringan luas toko ritel yang masih beroperasi selama penutupan saat pandemi terutama untuk segmen entri level.

Demikian pula dengan OPPO yang berhasil perlahan-lahan menanjak mulai dari kuartal dua tahun hingga akhir tahun 2020. OPPO memegang dominasinya di segmen kelas menengah lewat seri A53 dan Reno yang bagi IDC cepat menarik konsumen melalui pemasaran secara online.

Tinggalkan Komentar