ASUS Vivobook 14 Flip TP3407
Review Handphone

Review Samsung Galaxy Fold 8 – Layar Lebarnya Bikin Ketagihan

Review Samsung Galaxy Fold 8 - Layar Lebarnya Bikin Ketagihan

  • Rating
4

Summary

Galaxy Z Fold 8 adalah foldable yang sangat mengasyikkan untuk digunakan berkat bodinya yang ringkas, layar utama dengan rasio yang terasa pas untuk menikmati konten, serta performa yang gegas.

Yang Disukai

  • Form factor yang mengasyikkan
  • Dukungan software yang ok
  • Layarnya memuaskan
  • Performa gegas

Yang Tidak Disukai

  • Harga yang mahal
  • Kamera yang agak kurang di kelasnya

Gadgetren – Awalnya saya mengira bentuk lebar Galaxy Z Fold 8 hanya sekadar gimmick. Namun setelah menggunakan handphone yang satu ini selama sebulan, saya justru jatuh hati dengan form factornya.

Saya cukup yakin pengguna Galaxy Z Fold 8 pada akhirnya akan bersinggungan dengan Galaxy Z Flip 8. Pasalnya handphone ini menawarkan ukuran yang tetap ringkas tetapi memberikan pengalaman yang mengasyikkan untuk mengambil foto maupun mengonsumsi konten.

Memang harganya tergolong mahal untuk sebuah handphone. Galaxy Z Fold 8 dibanderol mulai dari Rp28.499.000 untuk varian terendahnya.

Namun kalau kamu mencari foldable yang ringkas sekaligus asyik digunakan untuk menikmati berbagai konten, Galaxy Z Fold 8 menurut saya sangat menarik untuk dilirik.

Desain

Samsung Galaxy Z Fold 8

Galaxy Z Fold 8 punya bentuk yang cukup unik karena bodinya dibuat lebih lebar dibandingkan Galaxy Z Fold generasi sebelumnya. Lalu, apakah bentuk yang lebih lebar ini tetap nyaman digenggam, apalagi dengan bobotnya yang mencapai 201 gram?

Selama saya gunakan, jawabannya masih nyaman-nyaman saja.

Namun perlu dicatat bahwa pengalaman tersebut saya rasakan ketika menggunakan handphone ini tanpa case. Jika menggunakan case terutama yang cukup tebal, bodi Galaxy Z Fold 8 yang lebar kemungkinan akan membuat tangan terasa sedikit lebih canggung saat menggenggamnya.

Frame metal yang mengelilingi bodi handphone ini juga terasa kokoh saat disentuh. Layar bagian depannya dilindungi Gorilla Glass Ceramic 3 sedangkan bagian belakangnya yang menggunakan material kaca mendapatkan perlindungan Gorilla Glass Victus 2.

Walaupun merupakan sebuah foldable, Galaxy Z Fold 8 sudah mengantongi sertifikasi IP48 sehingga tahan terhadap air dan debu berukuran besar. Namun debu halus atau pasir masih berpotensi masuk ke dalam perangkat.

Samsung Galaxy Z Fold 8

Di sisi kanan terdapat tombol pengatur volume serta tombol power yang sekaligus berfungsi sebagai pemindai sidik jari untuk autentikasi. Sementara itu slot kartu SIM ditempatkan di bagian atas.

Berkat penggunaan teknologi Flex Titanium yang baru, Galaxy Z Fold 8 terasa sangat tipis ketika dibuka. Proses membuka dan menutup perangkat ini juga terasa cukup memuaskan.

Hanya saja desain tersebut membuat Galaxy Z Fold 8 cukup sulit dipertahankan pada posisi terbuka di atas 90 derajat. Saat melewati sudut tersebut, engselnya cenderung mendorong layar hingga akhirnya terbuka telentang sepenuhnya.

Jika kamu gemar menggunakan Flex Mode pada Galaxy Z Fold generasi sebelumnya, hal ini mungkin perlu dipertimbangkan. Namun bagi saya pribadi, hal tersebut bukan masalah besar.

Layar

Samsung Galaxy Z Fold 8

Salah satu hal yang membuat Galaxy Z Fold 8 menarik dan berbeda dibandingkan foldable lainnya adalah layarnya.

Berkat dimensinya yang lebih lebar, layar cover Galaxy Z Fold 8 memiliki rasio 10:16 ketika perangkat dalam kondisi tertutup. Sementara saat dibuka, layar utamanya memiliki rasio 4:3.

Rasio 10:16 pada cover screen terasa cocok untuk sekadar browsing atau membuka media sosial tanpa perlu membuka perangkat. Sementara itu layar utama dengan rasio 4:3 membuat Galaxy Z Fold 8 seolah berubah menjadi sebuah tablet mini ketika dibuka.

Rasio layar utama ini sangat pas untuk membaca buku, menonton film, hingga membaca komik. Kalau kamu gemar membaca komik melalui aplikasi seperti Manga Plus misalnya, panel kiri dan kanan halaman komik bisa ditampilkan sekaligus. Rasanya seperti benar-benar sedang membaca komik dalam ukuran aslinya.

Samsung Galaxy Z Fold 8

Saat ingin browsing website atau media sosial menggunakan layar utama, saya tinggal memutar perangkat secara vertikal. Dengan begitu, guliran konten terasa lebih mudah dibaca.

Sejujurnya saya justru lebih senang menggunakan layar utama Galaxy Z Fold 8 untuk mengonsumsi konten dibandingkan Galaxy Z Fold 8 Ultra maupun generasi sebelumnya. Rasanya lebih natural dan benar-benar seperti membawa sebuah tablet mini yang bisa dilipat.

Namun layar Galaxy Z Fold 8 yang lebih natural ini juga memiliki kompromi. Untuk multitasking dengan beberapa aplikasi sekaligus dalam satu layar, rasanya justru lebih nyaman menggunakan layar utama Galaxy Z Fold 8 Ultra. Pada Galaxy Z Fold 8, ruang yang tersedia terasa sedikit lebih sempit untuk menjalankan beberapa aplikasi secara bersamaan.

Untuk kualitas tampilannya sendiri, baik cover screen maupun layar utama sama-sama mampu menghasilkan gambar yang tajam, cerah, dan penuh warna. Hal ini berkat penggunaan panel Dynamic AMOLED 2X pada kedua layarnya yang juga mendukung refresh rate dinamis 1-120Hz.

Lalu, bagaimana dengan lekukan pada layar utama?

Sejauh penggunaan saya, lekukannya memang terasa cukup minim dan sama sekali tidak mengganggu. Dari sudut tertentu, lekukan tersebut memang masih bisa terlihat tetapi menurut saya sudah berada pada level yang tidak lagi mengganggu penggunaan sehari-hari.

Performa dan Baterai

Samsung Galaxy Z Fold 8

Sebagai foldable flagship Samsung, Galaxy Z Fold 8 tentu dibekali chipset kelas flagship yaitu Snapdragon 8 Elite Gen 5 for Galaxy.

Dipadukan dengan RAM mulai dari 12GB dan penyimpanan internal mulai dari 256GB, berbagai aktivitas yang saya lakukan di handphone ini terasa lancar tanpa kendala.

Digunakan untuk bermain game pun terasa mulus dan mengasyikkan. Selain berkat performanya yang gegas, rasio layar utama yang lebih natural juga membuat pengalaman bermain game terasa lebih menyenangkan.

Galaxy Z Fold 8 membawa baterai berkapasitas 4.800mAh yang menurut saya masih cukup untuk menemani penggunaan sehari-hari. Untuk aktivitas seperti menonton film, browsing, atau berjejaring sosial, baterainya biasanya masih mampu bertahan hingga malam hari.

Dalam penggunaan harian saya, screen-on time yang didapatkan berada di kisaran 4 jam sebelum perlu diisi ulang. Angka ini menurut saya masih cukup standar untuk pola penggunaan harian saya.

Untuk pengisian daya, baterainya mendukung pengisian melalui kabel hingga 45W dan pengisian daya nirkabel hingga 20W.

Kamera

Samsung Galaxy Z Fold 8

Untuk kamera belakang, Galaxy Z Fold 8 mengusung dua kamera 50MP yang terdiri dari kamera utama dan ultra wide. Sementara itu, kamera pada cover screen dan kamera depan sama-sama memiliki resolusi 10MP.

Entah kenapa untuk handphone dengan harga semahal ini, Samsung tidak menyematkan kamera utama 200MP yang ditemukan pada Galaxy Z Fold 8 Ultra.

Meski begitu, kamera utama maupun ultra wide pada Galaxy Z Fold 8 tetap mampu menghasilkan foto yang bagus dan sudah cukup untuk kebutuhan sehari-hari.

Menariknya form factor foldable juga membuat saya bisa melakukan selfie dengan lebih mudah menggunakan kamera belakang. Hasilnya tentu lebih bagus dibandingkan menggunakan kamera selfie biasa.

Bahkan, sampai sekarang saya lebih sering menggunakan kamera depan Galaxy Z Fold 8 hanya untuk melakukan panggilan video.

Samsung Galaxy Z Fold 8 - Hasil Foto

Samsung Galaxy Z Fold 8 - Hasil Foto

Samsung Galaxy Z Fold 8 - Hasil Foto

Samsung Galaxy Z Fold 8 - Hasil Foto

Samsung Galaxy Z Fold 8 - Hasil Foto

Samsung Galaxy Z Fold 8 - Hasil Foto

Samsung Galaxy Z Fold 8 - Hasil Foto

Ultrawide

Samsung Galaxy Z Fold 8 - Hasil Foto

Ultrawide

Samsung Galaxy Z Fold 8 - Hasil Foto

Ultrawide

Untuk perekaman video, kamera Galaxy Z Fold 8 juga sudah cukup mumpuni karena mendukung resolusi hingga 8K pada 30FPS. Namun untuk penggunaan sehari-hari, menurut saya resolusi 4K sebenarnya sudah lebih dari cukup.

Software

Galaxy Z Fold 8 sudah menggunakan One UI 9 berbasis Android 17 sejak pertama kali disiapkan. Samsung juga menjanjikan dukungan pembaruan hingga 7 generasi Android serta 7 tahun pembaruan keamanan.

Kalau kamu sudah terbiasa menggunakan One UI di handphone Samsung, One UI 9 akan terasa sangat familiar. Tidak ada perubahan yang terlalu radikal, baik dari sisi tampilan antarmuka maupun fitur yang ditawarkan.

Namun, ada satu fitur menarik yang dibawa One UI 9 yaitu My FanCam.

Dengan fitur ini, hasil rekaman video dapat mengikuti subjek tertentu yang ada di dalam video. Misalnya ketika merekam konser sebuah band, kita bisa meminta handphone untuk menyoroti pergerakan vokalis saja.

Di luar itu, Galaxy Z Fold 8 masih membawa berbagai fitur menarik khas Samsung yang sudah ada sebelumnya mulai dari Horizontal Lock, Galaxy AI, hingga fitur untuk menghapus objek yang tidak diinginkan dari foto.

Kesimpulan

Samsung Galaxy Z Fold 8

Sejujurnya saya cukup terkejut dengan kegunaan Samsung Galaxy Z Fold 8. Awalnya saya cukup sangsi dengan bentuknya yang lebih lebar.

Namun setelah menggunakannya selama sebulan, saya justru menjadi suka menggunakannya sehari-hari karena pengalaman layar utamanya terasa seperti membawa tablet mini yang bisa dilipat.

Menurut saya, Galaxy Z Fold 8 mengisi celah bagi pengguna yang menyukai keringkasan Galaxy Z Flip 8 tetapi tidak menyukai layar utamanya yang terlalu ramping. Di sisi lain, handphone ini juga bisa menjadi pilihan bagi mereka yang tertarik dengan Galaxy Z Fold 8 Ultra, tetapi merasa layar utamanya terlalu kotak ketika dibuka.

Secara keseluruhan, Galaxy Z Fold 8 merupakan foldable yang sangat mengasyikkan untuk digunakan berkat bodinya yang ringkas, layar utama dengan rasio yang terasa pas untuk menikmati konten, serta performa yang gegas.

Namun dengan harga yang mencapai Rp26.499.000, kamera Galaxy Z Fold 8 menurut saya masih terasa kurang untuk di kelas harganya.

ASUS Vivobook 14 Flip TP3407

Tentang penulis

Firman Nugraha

Editor-in-Chief Gadgetren yang sudah belasan tahun berpengalaman di dunia teknologi khususnya handphone. Awalnya ia pernah menjadi developer aplikasi Android di Nexian dan kini terjun ke dunia media.

Tinggalkan Komentar