
Review Samsung Galaxy A08
- Layar
Kesimpulan
Samsung Galaxy A08 berada di posisi yang membingungkan. Chipset bertenaga, baterai besar, dan dijanjikan update OS sangat panjang yang jadi keunggulannya terhambat oleh kapasitas memori yang kecil. Lebih cocok untuk pengguna tertentu saja, seperti ponsel pertama remaja.
Yang Disukai
- Helio G99+ yang bertenaga
- Baterai besar tahan lama
- Sudah IP64
- Update OS hingga 6 tahun
- Layar jelas di berbagai kondisi
Yang Tidak Disukai
- Kapasitas memori kecil
- Tidak ada NFC
Gadgetren – Meramaikan segmen entri level, Samsung Galaxy A08 telah hadir dengan menjanjikan masa penggunaan yang lama di kelasnya.
Galaxy A08 meluncur di tahun yang terbilang sulit karena krisis memori yang membuat harga melambung tinggi. Maka dari itu Galaxy A08 terlihat lebih mahal dibandingkan pendahulunya dengan harga banderol mulai dari Rp2.999.000.
Samsung pun menawarkan bundling accessory package seperti Travel Adapter Charger 25W, earphone, hingga case untuk membuatnya lebih menarik. Lalu seperti apa pengalaman menggunakan Galaxy A08? Ini ulasan dari saya.
Desain
Galaxy A08 tampil membawa desain yang rasanya sudah menjadi ciri khas tersendiri untuk lini ini dengan bagian belakang yang terlihat minimalis ditambah permainan tekstur untuk memberikan gradasi maupun kilauan pada warnanya supaya terlihat dinamis.
Untuk varian yang saya uji merupakan warna Silver, namun Samsung juga memberikan opsi warna lainnya berupa Dark Blue dan Green. Untuk warna Silver terlihat cukup oke karena memberikan kesan kalem dan lembut yang mana saya memang suka warna ini di ponsel.

Bagian belakangnya ketika terkena cahaya dari sudut tertentu akan menciptakan garis-garis kilauan yang seperti bergerak. Material polikarbonat yang digunakan memiliki tekstur halus saat disentuh dan tidak mudah kotor akibat sidik jari.
Pada warna ini, tulisan Samsung hampir tidak terlihat sama sekali yang membuat bagian belakangnya terlihat lebih polos. Bersamaan dengan itu terdapat modul kamera berbentuk pil vertikal sebagai rumah dari dua lensa yang dibawanya.

Di sisi kanan tepatnya di bawah tombol Volume terdapat tombol Power yang juga berfungsi sebagai sensor pemindai sidik jari untuk otentikasi biometrik. Sensor ini terbilang fungsional saja karena dapat membaca sidik jari saya dengan baik walaupun memang tidak instan.
Kemudian di sisi kiri terdapat tray untuk dua kartu SIM dan microSD dengan dukungan kapasitas hingga 2 TB. Lalu pada sisi bawah terdapat speaker, port USB-C dan menariknya juga ada 3.5mm audio jack mengingat aksesori earphone kabel yang diberikan menggunakan USB-C.

Bersamaan dengan itu, dalam paket penjualan juga terdapat 25W Power Adapter dan Clear Case Galaxy A08. Tak ketinggalan juga ada bonus kartu perdana AXIS yang bisa digunakan untuk mendapatkan penawaran paket data khusus.
Layar dan Audio
Galaxy A08 memang membawa desain bagian belakang yang bisa dikatakan sudah masuk sebagai ponsel modern. Sayangnya ilusi tersebut jadi goyang ketika melihat layar yang menghiasi tampilan depannya.
Pasalnya ponsel ini memiliki bezel yang cukup tebal mengelilingi layarnya, terutama pada bagian dagu. Selain itu juga gaya yang digunakan masih berupa Infinity-U atau notch berbentuk U untuk kamera depan yang mana tergolong sudah ketinggalan dibandingkan gaya punch-hole.

Untungnya layar yang dimiliki oleh Galaxy A08 sudah sangat memadai pengalaman visual sehari-hari. Berbekal panel PLS LCD berukuran 6,7 inci dengan resolusi HD+ 1600×720 piksel membuatnya mampu menampilkan gambar dengan kualitas yang jernih.
Saat digunakan di bawah terik matahari pun saya masih dapat melihat jelas konten yang tengah ditampilkan. Ditambah lagi layarnya juga sudah mendukung mode Adative dengan refresh rate hingga 90Hz untuk membuat gerakan dan animasi jadi terasa lebih mulus.
Menggunakan Galaxy A08 untuk menonton YouTube, seri, atau konten sosial media sudah memberikan pengalaman visual yang menurut saya memadai dalam keseharian tanpa ada momen yang membuat saya merasa kurang puas terhadap layarnya.

Bersamaan dengan itu, ponsel ini hanya memiliki satu speaker di bagian bawah yang sudah cukup jika hanya sekadar ada suara yang bisa didengar. Saya sendiri biasanya menyetel volume maksimal di 50-60% saja karena di atas itu berpotensi membuat audio jadi tajam ke telinga walaupun memang tergolong sangat lantang saat volume maksimal.
Namun tentunya opsi untuk menikmati audio terbuka lebar pada Galaxy A08 karena selain disediakan earphone USB-C dalam accessory package, terdapat port 3.5mm audio jack jika punya perangkat audio kabel lainnya atau menggunakan Bluetooth untuk perangkat nirkabel.
Uji Performa
Dapur pacu Galaxy A08 ditenagai oleh chipset MediaTek Helio G99+ dengan delapan inti berkecepatan 2,2 GHz yang mana menjadi salah satu keunggulan utamanya dibandingkan dengan ponsel lain di kelas ini.
Ketika di uji menggunakan AnTuTu V12, ponsel ini berhasil mendapatkan skor mencapai 647,627 poin yang mana cukup menjanjikan. Sementara pada Geekbench 7 tercatat 663 poin untuk Single Core dan 2.089 poin untuk Multi Core.

Alhasil Galaxy A08 tergolong cukup lancar untuk menjalankan berbagai aplikasi sehari-hari seperti sosial media maupun komunikasi. Selama penggunaan, saya tidak merasakan adanya kendala di sisi kelancaran berkat performa dari chipset ini Helio G99+.
Hanya saja untuk Galaxy A08 yang saya uji merupakan varian RAM 4 GB dan penyimpanan 64 GB yang mana memang terasa kurang untuk masa kini. Walaupun memang ada fitur RAM Plus hingga 4 GB untuk membantu multitasking, namun tetap tidak akan bisa menggantikan RAM sebenarnya.
Sementara penyimpanan 64 GB pun terbilang sangat terbatas karena sekitar hampir setengahnya sudah terpakai oleh sistem. Setelah ditambah aplikasi, file media, foto dan cache yang akan menumpuk selama penggunaan akan membuat penyimpanannya cepat habis. Oleh karena itu saya lebih menyarankan untuk mengambil varian penyimpanan 128GB jika memungkinkan.

Rasanya chipset Helio G99+ yang bertenaga harus terhalang oleh RAM dan penyimpanan yang sudah tergolong kecil di era sekarang ini sehingga Galaxy A08 memiliki opsi penggunaan yang lebih terbatas dan tidak sefleksibel seharusnya.
Apalagi Helio G99+ punya GPU yang terbilang mumpuni untuk pengolahan grafis. Pengujian menggunakan 3DMark Wilfe Life Extreme Stress Test memperlihatkan bahwa skornya bisa mencapai 378 poin dengan kestabilan 98,9%.
Saat diajak bermain game secara langsung, saya bisa menjalankan Mobile Legends: Bang Bang di pengaturan grafis HD dengan lancar selama pertandingan. Baik itu bertempur 1v1 maupun bersama tim dapat berlangsung tanpa adanya kendala maupun lag.

Namun kembali lagi ke kapasitas penyimpanan yang hanya 64GB, saya tidak bisa install terlalu banyak game karena ruang yang tidak cukup. Saya pun jadi tidak dapat memasang banyak game apalagi jika berukuran besar seperti Wuthering Waves. Jadi jika soal lancar atau tidak, Galaxy A08 dengan Helio G99+ punya performa yang sudah memadai.
Galaxy A08 pun terbilang cukup adem ketika saya gunakan bermain beberapa pertandingan secara beruntun. Pastinya jika untuk penggunaan umum sehari-hari, ponsel ini dapat memberikan pengalaman yang sudah nyaman dengan batasan yang ada.
Uji Baterai
Ponsel di kelas ini mulai banyak yang menawarkan baterai berkapasitas besar supaya dapat lebih lama digunakan dalam sekali pengisian daya. Begitu juga dengan Galaxy A08 yang membawa baterai 6.000mAh.
Seperti biasa saya pun menguji daya tahan baterainya dengan memutar video YouTube dengan kecerahan layar 50% dan baterai 100%. Hasilnya ponsel ini mampu terus menyala hingga sekitar 15 jam 55 menit hingga baterai hanya tersisa 3% saja.

Angka tersebut terlihat cukup menjanjikan, namun tentunya akan berbeda-beda tergantung beban penggunaan. Dengan daya tahan tersebut tentunya akan sudah cukup untuk menemani aktivitas dari pagi hingga malam hari.
Sementara untuk pengisian dayanya mendukung 25W Fast Charging yang mana adaptor diberikan pada accessory package. Menariknya untuk mengisi baterai dari yang tadinya tersisa 2% untuk kembali penuh hanya membutuhkan waktu sekitar 90 menit saja.
Jadi tidak perlu menunggu waktu terlalu lama agar Galaxy A08 bisa digunakan kembali. Kombinasi baterai besar dan pengisian daya cepat menjadi salah satu keunggulan yang membuat pengalaman penggunaan Galaxy A08 lebih nyaman.
Kamera
Galaxy A08 sebagai ponsel entri level sudah dibekali kamera belakang 50MP + 2MP serta kamera depan 8MP. Resolusi besar pada kamera utama membuatnya dapat menghasilkan foto dengan hasil lebih tajam.

Secara keseluruhan Galaxy A08 dapat mengambil gambar dengan kualitas yang sudah terbilang jelas kondisi pencahayaan optimal walaupun memang perlu menjaga ekspektasi mengingat ponsel ini masuk sebagai entri level.
Rentang dinamisnya terlihat terbatas ketika ada latar atau objek lebih terang dari yang lain. Foto yang diambil pun memiliki sharpness yang tinggi sehingga memberikan kesan yang terlalu diproses. Untuk kondisi rendah cahaya, noise tidak begitu tampak jika dilihat sekilas.
OS dan Fitur
Sudah menjalankan OneUI 9 berbasis Android 17 secara bawaan, Galaxy A08 dijanjikan update sistem operasi hingga 6 pembaruan dan perlindungan keamanan hingga 6 tahun. Hal ini tentunya membuat ponsel ini bakal punya masa penggunaan yang lama dibandingkan ponsel lain yang hanya 2 tahun.
Dukungan sistem operasi yang panjang mengartikan setidaknya ponsel ini bakal tetap relevan dan kompatibel dengan aplikasi-aplikasi populer hingga bertahun-tahun sejak awal peluncurannya jika tidak ada kendala di sisi komponen.
Bahkan tidak menutup kemungkinan Galaxy A08 bisa digunakan lebih lama lagi walaupun sistem operasi sudah berhenti mendapatkan update. Hal ini bisa dikatakan menjadi salah satu keunggulan dari Samsung karena masih sangat jarang merek lain yang berani menjanjikan hal serupa.

Tidak hanya itu saja, Galaxy A08 juga sudah mendapatkan sertifikasi IP64 yang berarti tahan dari debu dan cipratan air yang mana risiko terjadi saat digunakan dalam keseharian. Perlindungan ini tentunya juga dapat memperpanjang masa pakai dari ponsel ini.
Tak ketinggalan terdapat pula fitur Circle to Search untuk memudahkan mencari informasi dengan hanya melingkari objek yang tampil di layar. Nantinya akan dimunculkan hasil pencarian Google secara langsung tanpa perlu berpindah aplikasi.
Berbagai fitur-fitur Samsung untuk membantu aktivitas seperti Quick Share, SmartThings, Knox Vault, hingga device manager turut tersedia seperti yang ada pada ponsel Galaxy A Series lainnya. Sayangnya ponsel ini tidak memiliki NFC yang padahal sudah mulai dibutuhkan banyak orang.
Kesimpulan
Galaxy A08 berada di posisi yang bisa dikatakan sedikit membingungkan. Di satu sisi chipset yang dibawanya tergolong bertenaga untuk kelasnya, namun potensinya terbatasi oleh kapasitas RAM dan penyimpanan.
Apalagi dukungan sistem operasi yang panjang membuatnya berpotensi untuk digunakan dalam waktu yang lama sehingga kapasitas RAM dan penyimpanan jadi semakin penting untuk aplikasi yang terpasang.

Walaupun memang untuk aktivitas sehari-hari tetap lancar ketika saya gunakan serta baterainya pun tergolong tahan lama. Layarnya pun jelas untuk melihat berbagai jenis konten dengan kualitas visual yang memadai.
Rasanya Galaxy A08 akan sangat cocok untuk para pengguna yang tidak terlalu punya banyak kebutuhan seperti ponsel pertama untuk pelajar remaja, orang tua untuk berkomunikasi, maupun ponsel sekunder untuk sosial media dan toko online.
Pastinya saya sangat menyarankan untuk memilih varian penyimpanan 128GB jika memungkinkan karena akan membuat Galaxy A08 menjadi punya spesifikasi yang lebih seimbang. Accessory packaging yang diberikan juga menjadi nilai tambah tersendiri yang membuatnya cocok untuk ponsel pertama pengguna tertentu.















Tinggalkan Komentar