
Review TTRacing Maxx Pro
- Rating
Kesimpulan
TTRacing Maxx Pro merupakan kursi gaming premium yang juga nyaman digunakan untuk bekerja sehari-hari berkat dukungan fitur penyesuaian yang lengkap, desain menarik, dan kenyamanan ergonomis.
Yang Disukai
- Ergonomis dengan bantal memory foam yang nyaman
- Desain premium
- Sandaran tangan 5D yang fleksibel
- Dilengkapi sandaran kaki
Yang Tidak Disukai
- Pemasangan side cover cukup menyulitkan
- Tuas pengatur ketinggian kursi kurang responsif
Gadgetren – Saat membangun setup komputer atau gaming, kursi sering kali menjadi komponen yang kurang diprioritaskan. Kebanyakan orang lebih fokus memilih prosesor atau kartu grafis.
Padahal, kursi yang nyaman merupakan salah satu faktor penting agar kita bisa duduk lebih lama tanpa membuat punggung cepat pegal terutama jika sering bekerja atau bermain game di depan komputer.
Belum lama ini perhatian saya tertuju pada TTRacing. Brand asal Malaysia tersebut baru saja membuka flagship store di Kemang, Jakarta, sekaligus memamerkan kursi gaming flagship mereka TTRacing Maxx Pro.
Dibanderol di kisaran Rp6,5 jutaan saat review ini dibuat, TTRacing Maxx Pro menawarkan desain premium dengan berbagai fitur menarik, mulai dari sandaran tangan yang sangat fleksibel hingga sandaran kaki untuk posisi duduk yang lebih santai.
Perakitan yang Mudah, Meski Ada Sedikit Tantangan
Sebelum membahas kursinya, saya rasa lebih baik membahas proses perakitannya terlebih dahulu karena TTRacing Maxx Pro memang dikirim dalam kondisi belum dirakit seperti kebanyakan kursi pada umumnya.
Untungnya proses perakitannya tidak terlalu sulit. Komponen yang harus dipasang tidak terlalu banyak dan TTRacing juga menyediakan panduan yang lengkap baik dalam bentuk buku petunjuk di dalam kemasan maupun video tutorial di situs resminya.
Hampir semua baut sudah terpasang pada masing-masing komponen sehingga kita hanya perlu melepasnya lalu memasangnya kembali saat semua bagian disatukan.
Kunci L juga sudah disediakan, jadi selama proses perakitan saya sama sekali tidak perlu menggunakan alat tambahan.

Dari seluruh proses perakitan, hanya ada satu bagian yang menurut saya cukup menyulitkan yaitu pemasangan side cover. Bahkan bagian ini sempat membuat saya hampir menyerah.
Baut yang digunakan terasa sedikit terlalu pendek sehingga pemasangannya harus benar-benar presisi.
Kalau kamu mengalami kesulitan saat memasang side cover, saya sarankan pastikan area lubang baut terkena cahaya agar posisi lubangnya terlihat jelas.
Setelah itu tekan side cover agar tidak terdorong oleh bantalan kursi, lalu putar baut sambil sedikit menggeser posisinya hingga akhirnya baut masuk dengan sempurna.
Saya sendiri menghabiskan waktu hampir setengah jam hanya untuk bagian ini. Di luar itu, seluruh proses perakitan berjalan lancar.
Desain Premium yang Cocok untuk Gaming dan Bekerja

Meski masuk kategori kursi gaming, TTRacing Maxx Pro tidak tampil terlalu mencolok. Desainnya justru cukup elegan sehingga tetap cocok digunakan di ruang kerja.
Kursi ini tersedia dalam beberapa pilihan warna mulai dari Obsidian yang serba hitam, Crimson yang lebih berkesan gaming, Blossom yang lebih berwarna, hingga varian Ivory yang saya gunakan pada review ini.
Saya memilih varian Ivory karena tampilannya terasa lebih profesional sehingga cocok digunakan baik untuk bekerja maupun bermain game.
Sebelumnya saya memang sudah terbiasa menggunakan kursi gaming sebagai kursi kerja sehingga mencoba TTRacing Maxx Pro untuk aktivitas harian terasa cukup menyenangkan.
Warna Ivory sendiri menghadirkan nuansa putih gading yang lembut pada hampir seluruh bagian kursi, kemudian dipadukan dengan aksen abu-abu sehingga tampil lebih menarik.

Varian ini menggunakan material kulit sintetis hibrida yang terasa premium saat disentuh. Sebenarnya tersedia juga varian dengan material kain Air Threads yang menawarkan sirkulasi udara lebih baik tetapi hanya tersedia pada pilihan warna tertentu seperti Blossom.
Pada area sandaran punggung terdapat lubang-lubang kecil yang diklaim membantu sirkulasi udara. Namun lubang tersebut tidak tembus hingga bagian belakang kursi sehingga tentu tidak seefektif kursi kantor berbahan mesh.
Selama saya gunakan dalam waktu lama di ruangan tanpa AC, punggung memang terasa sedikit berkeringat. Hal ini masih cukup wajar mengingat material kulit sintetis memang akan lebih nyaman digunakan di ruangan yang sejuk.
Ergonomis dengan Fitur Penyesuaian yang Lengkap

Dari segi kenyamanan, baik dudukan maupun sandarannya terasa cukup padat sehingga tubuh tidak mudah tenggelam saat duduk. Ukuran dudukannya juga terasa pas untuk postur tubuh saya.
TTRacing Maxx Pro memang tidak memiliki lumbar support yang terintegrasi pada sandaran, tetapi sebagai gantinya sudah disertakan dua bantal memory foam yaitu bantal pinggang dan bantal leher.
Yang menarik, bantal leher menggunakan sistem magnet sehingga bisa dipasang dan digeser dengan mudah di bagian atas sandaran. Kedua bantal tersebut dibungkus kain velour yang lembut sehingga terasa nyaman digunakan.
Selama pemakaian, kedua bantal ini benar-benar meningkatkan kenyamanan dan hampir selalu saya gunakan setiap hari.

Fitur lain yang paling saya sukai adalah sandaran tangan 5D yang empuk dan juga dilapisi material velour. Sandaran tangan ini bisa diatur ketinggiannya, digeser, diputar, bahkan diperlebar.
Saya pribadi kurang nyaman jika sandaran tangan terlalu maju ke depan. Untungnya fitur ini memungkinkan saya menggesernya sedikit ke belakang sehingga hanya menopang siku. Posisi tersebut terasa lebih nyaman saat digunakan bekerja.
Sayangnya mekanisme ini juga membuat sandaran tangan cukup mudah berputar tanpa sengaja. Akan lebih baik jika tersedia mekanisme pengunci agar posisinya tidak mudah berubah.

Layaknya kursi gaming pada umumnya, sandaran punggung dapat direbahkan hingga 135° menggunakan tuas di sisi kanan kursi. Ketinggian kursi dan kemiringan dudukan dapat diatur melalui tuas di bagian bawah.
Sayangnya tuas untuk mengatur ketinggian kursi terasa sedikit kurang responsif. Seringkali saya harus menarik atau mendorongnya dengan cukup kuat agar ketinggian kursi bisa berubah.
Fitur menarik lain dari kursi ini adalah keberadaan sandaran kaki yang dapat ditarik keluar dari bawah dudukan. Dengan begitu saya bisa bersandar hampir telentang untuk beristirahat sejenak sambil bermain handphone.

Bahkan posisi ini juga nyaman digunakan saat bekerja santai, seolah sedang duduk di kursi lounge. Saat menulis artikel review ini pun saya beberapa kali menggunakan posisi tersebut.
Saya merasa aman saat menggunakan kursi ini sembari rebahan karena konstruksinya terasa kokoh sehingga saya tidak khawatir kursi akan terbalik ke belakang.
Kesimpulan

Selama digunakan untuk bekerja maupun bermain game setiap hari, TTRacing Maxx Pro berhasil memberikan kenyamanan yang sangat baik.
Beragam fitur penyesuaian yang dimilikinya membuat saya bisa mengatur posisi duduk sesuai kebutuhan. Selain ergonomis, tampilannya juga sangat menarik berkat pilihan warna yang beragam.
Kekurangan yang paling terasa menurut saya adalah proses pemasangan side cover yang cukup menyulitkan dan tuas ketinggian kursi yang kurang responsif.
Dengan harga di kisaran Rp6,5 jutaan, TTRacing Maxx Pro memang bukan kursi yang murah. Namun untuk sebuah kursi premium yang ditujukan untuk penggunaan serius, baik bekerja maupun bermain game, harganya masih cukup masuk akal.
Apalagi bagi saya yang kini sudah menginjak kepala tiga, memilih kursi yang nyaman bukan lagi sekadar soal kenyamanan tetapi juga untuk menjaga tubuh dari dampak buruk duduk terlalu lama.


Tinggalkan Komentar