ASUS Zenbook DUO UX8407
Review Aksesoris

Review DJI Mic Mini 2 – Mikrofon Wireless yang Sangat Worth It

Review DJI Mic Mini 2 - Mikrofon Wireless yang Sangat Worth It

Review DJI Mic Mini 2
  • Rating
5

Kesimpulan

DJI Mic Mini 2 adalah mikrofon nirkabel yang sangat memuaskan untuk keperluan pembuatna konten. Bobotnya ringan, kualitas rekaman suaranya terdengar jelas, dan didukung banyak fitur bermanfaat.

Yang Disukai

  • Mungil dan ringan
  • Mik-nya bisa dipasang di berbagai mode
  • Kualitas suara sangat baik
  • Dilengkapi fitur-fitur bermanfaat
  • Aksesoris lengkap
  • Harga terjangkau

Yang Tidak Disukai

  • Receiver versi standar agak canggung saat terpasang di handphone

Sekarang sudah bukan zamannya lagi menggunakan kabel untuk perlengkapan pembuatan konten. Selain lebih praktis, perangkat nirkabel juga lebih mudah dipasang di berbagai situasi tanpa perlu khawatir terganggu oleh kabel yang menjuntai.

Menariknya harga perlengkapan nirkabel untuk membuat konten kini semakin terjangkau, termasuk DJI Mic Mini 2. Mikrofon nirkabel ini dibanderol mulai dari Rp887.000 untuk paket paling terjangkau yang berisi 1 transmitter dan 1 mobile receiver.

Belakangan ini, saya pun aktif menggunakan DJI Mic Mini 2 untuk kebutuhan pembuatan konten Gadgetren sehari-hari. Dan sejauh ini, ada satu kata yang langsung terlintas saat menggunakannya: wow.

Desain

Varian DJI Mic Mini 2 yang saya gunakan adalah paket dengan 2 transmitter dan 1 receiver. Dalam paket penjualannya juga sudah tersedia dua windscreen, kabel audio 3,5 mm, magnet untuk transmitter, adapter USB-C, serta charging case.

Seluruh perlengkapan tersebut bisa disimpan dalam charging case sehingga saya tidak perlu repot merapikan atau mencari aksesori yang tercecer.

DJI Mic Mini 2

DJI juga menyertakan pouch untuk membawa perangkat ini ke mana-mana, kabel USB-C, dan cover warna-warni untuk transmitter.

Ya, cover pada tiap transmitter DJI Mic Mini 2 bisa dilepas dan dipasang sesuai selera. Pilihan warnanya cukup beragam, mulai dari dua cover hitam dan dua cover putih hingga warna-warna lain seperti ungu, hijau, dan jingga.

Berbeda dari generasi sebelumnya, bodi transmitter Mic Mini 2 kini menggunakan desain abu-abu semi transparan. Cover-nya pun mengusung konsep serupa dengan warna semi transparan yang mengikuti warna masing-masing cover.

Hal yang paling saya sukai adalah bobot transmitternya yang sangat ringan, hanya sekitar 11 gram. Saat dipasang di kerah baju, perangkat ini hampir tidak terasa dan tidak membuat baju menjadi melorot.

DJI Mic Mini 2

Mekanisme pemasangannya juga praktis karena menggunakan magnet. Transmitter bisa dipasang dengan cara dijepit menggunakan klip bawaan atau direkatkan menggunakan magnet. Bahkan tersedia magnet alternatif untuk pemasangan yang terlihat lebih rapi dan minimalis.

Di bagian bawah transmitter terdapat plat magnetik yang memudahkan pemasangan sekaligus pengisian daya di dalam case.

Sementara pada bagian atasnya terdapat lampu indikator, lubang mikrofon, dan slot untuk memasang windscreen. Pada sisi kanan transmitter tersedia tombol power dan tombol pairing.

Untuk receiver, DJI menyediakan dua pilihan yaitu versi standar dan versi mobile. Perbedaannya, receiver mobile hanya mendukung koneksi langsung ke handphone sedangkan receiver standar dapat digunakan baik dengan handphone maupun kamera.

Saya sendiri menggunakan receiver versi standar. Ukurannya memang tergolong agak besar jika dipasangkan ke handphone dan perlu menggunakan adapter USB-C.

DJI Mic Mini 2

Saat terhubung ke port USB-C handphone, posisi receiver akan berdiri tegak lurus dari bodi perangkat. Akibatnya perangkat ini terasa sedikit rentan tersenggol dan tampilannya juga kurang rapi.

Meski begitu, ukuran tersebut justru menjadi keunggulan saat digunakan dengan kamera. Receiver dapat terpasang pas di slot shoe karena klip pada bagian bawahnya memang dirancang mengikuti ukuran standar shoe kamera.

Di samping slot adapter USB-C, tersedia plat magnetik dan port USB-C untuk pengisian daya. DJI juga menyematkan port audio 3,5 mm yang memungkinkan receiver dihubungkan ke perangkat lain seperti kamera menggunakan kabel audio 3,5mm.

Sama seperti transmitter, receiver juga memiliki tombol power dan pairing. Khusus untuk receiver versi standar, DJI menambahkan sebuah dial yang berfungsi untuk mengatur audio gain mikrofon.

Fitur ini sangat membantu selama penggunaan saya. Saat merekam di area yang ramai dan mengharuskan saya berbicara lebih keras, gain dapat dengan cepat diturunkan agar suara tidak pecah. Sebaliknya, ketika merekam di ruangan yang tenang seperti studio, gain bisa dinaikkan untuk menangkap suara dengan lebih optimal.

Pengoperasian dengan Handphone

DJI Mic Mini 2

Saat digunakan untuk merekam konten, DJI Mic Mini 2 menawarkan beberapa opsi koneksi yang bisa disesuaikan dengan kebutuhan.

Jika menggunakan handphone atau perangkat DJI lain seperti lini Osmo Pocket, transmitter dapat langsung terhubung melalui Bluetooth tanpa perlu menggunakan receiver.

Namun perlu diperhatikan bahwa tidak semua handphone mendukung input audio dari mikrofon Bluetooth secara bawaan.

Sebagai contoh, handphone Samsung seperti Galaxy S26 Ultra yang saya gunakan sudah menyediakan opsi untuk menggunakan input audio dari mikrofon Bluetooth baik di aplikasi perekam suara maupun kamera bawaan.

Perlu dicatat juga, jika transmitter sudah terhubung langsung ke handphone melalui Bluetooth, maka proses pairing perlu dilakukan kembali ketika ingin menghubungkannya ke receiver.

Bagi yang menginginkan kompatibilitas lebih luas dengan berbagai jenis handphone, receiver bisa langsung disambungkan ke perangkat melalui port USB-C. Dengan cara ini, handphone akan secara otomatis menggunakan input audio dari DJI Mic Mini 2.

Saat receiver terhubung ke handphone, kita juga bisa mengakses berbagai pengaturan tambahan melalui aplikasi DJI Mimo yang tersedia untuk Android dan iOS.

Melalui aplikasi ini, pengguna dapat memilih format rekaman mono atau stereo, mengatur tingkat peredaman suara bising, menyesuaikan karakter suara, hingga memperbarui firmware DJI Mic Mini 2.

Pengoperasian dengan Kamera dan Komputer

DJI Mic Mini 2

Untuk koneksi ke kamera seperti mirrorless, caranya sangat mudah. Tinggal pasang receiver ke shoe kamera atau tripod, lalu hubungkan ke kamera menggunakan kabel audio 3,5 mm. Setelah itu perangkat siap digunakan tanpa proses yang rumit.

Menariknya DJI Mic Mini 2 juga mendukung koneksi ke komputer baik desktop PC maupun laptop. Koneksi ini dapat dilakukan menggunakan adapter maupun kabel USB-C.

Ada satu hal yang perlu diperhatikan. Jika menggunakan kabel USB-C, adapter USB-C tidak boleh sedang terpasang pada receiver karena perangkat tidak akan terdeteksi oleh komputer.

Saat saya menghubungkan receiver DJI Mic Mini 2 ke laptop, perangkat langsung muncul sebagai pilihan input audio di pengaturan Windows. Dengan begitu saya bisa langsung menggunakannya untuk kebutuhan voice over maupun perekaman suara lainnya.

Sayangnya DJI belum menyediakan aplikasi khusus untuk komputer. Dengan begitu opsi pengaturan mikrofon yang tersedia di PC atau laptop masih tergolong terbatas dibandingkan saat menggunakan aplikasi DJI Mimo di handphone.

Hasil Rekaman

DJI Mic Mini 2

Karakter suara hasil rekaman pada DJI Mic Mini 2 dapat disesuaikan melalui tiga mode berbeda yaitu Regular, Rich, dan Bright. Mode Rich akan menonjolkan frekuensi rendah, sementara Bright lebih menekankan frekuensi tinggi.

Saat saya mencoba merekam suara menggunakan ketiga mode tersebut, perbedaannya cukup terasa. Masing-masing menghadirkan karakter suara yang berbeda. Dari ketiganya, saya pribadi paling menyukai mode Rich karena membuat suara terdengar lebih dalam.

Fitur lain yang menjadi favorit saya adalah dukungan mode Stereo. Untuk memanfaatkan fitur ini, kita perlu menggunakan dua transmitter sekaligus. Jika hanya menggunakan satu transmitter, maka hanya satu kanal audio yang akan terekam sehingga hasilnya terdengar kurang natural saat diputar.

Hasil rekaman dalam mode Stereo memang terasa lebih memuaskan. Suara terdengar lebih hidup dan penempatan audio dari sisi kiri maupun kanan terasa lebih natural, mendekati kondisi aslinya.

Saat receiver terhubung ke handphone, kita juga tetap bisa mengisi daya perangkat melalui port USB-C yang tersedia pada receiver. Namun berdasarkan pengujian saya di Galaxy S26 Ultra dan OPPO Find X9 Ultra, pengisian daya melalui metode ini tidak terdeteksi sebagai fast charging.

Untuk urusan jangkauan, performanya juga meyakinkan. Saat saya mengujinya pada jarak sekitar 18 meter dari handphone, baik menggunakan receiver maupun koneksi Bluetooth langsung, suara masih terekam dengan jelas tanpa gangguan atau suara kresek.

Meski begitu, saya menemukan bahwa kualitas rekaman saat menggunakan receiver terdengar lebih baik dibandingkan koneksi Bluetooth langsung.

Menariknya lagi, DJI Mic Mini 2 dibekali fitur peredaman suara bising yang sangat membantu saat merekam di luar ruangan. Tersedia dua tingkat peredaman yaitu Basic dan Strong.

Dalam pengujian saya, mode Strong mampu mengurangi cukup banyak suara bising di sekitar sehingga suara utama terdengar lebih jelas dan mudah dipahami.

Fitur ini dapat diaktifkan melalui aplikasi DJI Mimo atau dengan menekan tombol power pada transmitter dua kali secara cepat.

Soal daya tahan baterai, saya rasa pengguna tidak perlu terlalu khawatir. Selama beberapa kali penggunaan untuk kebutuhan produksi konten sehari-hari, konsumsi dayanya terasa sangat irit. Bahkan indikator baterai pada charging case masih menunjukkan kapasitas yang nyaris penuh.

Kesimpulan

DJI Mic Mini 2

Setelah menggunakan DJI Mic Mini 2 untuk berbagai kebutuhan perekaman konten, termasuk saat meliput Computex 2026 beberapa waktu lalu, saya bisa bilang bahwa pengalaman yang ditawarkannya sangat memuaskan.

Bobot transmitternya yang ringan membuat baju tidak mudah melorot saat digunakan. Kualitas rekaman suaranya juga terdengar jelas, didukung fitur peredaman kebisingan yang efektif serta proses penggunaan yang sederhana dan mudah dipahami.

DJI juga sudah menyertakan berbagai aksesori pendukung di dalam paket penjualan sehingga saya tidak perlu membeli perlengkapan tambahan untuk langsung menggunakannya.

Dengan harga yang masih tergolong terjangkau untuk sebuah mikrofon nirkabel, DJI Mic Mini 2 menjadi salah satu perangkat yang sangat saya rekomendasikan bagi siapa saja yang gemar membuat konten.

ASUS Zenbook DUO UX8407

Tentang penulis

Firman Nugraha

Editor-in-Chief Gadgetren yang sudah belasan tahun berpengalaman di dunia teknologi khususnya handphone. Awalnya ia pernah menjadi developer aplikasi Android di Nexian dan kini terjun ke dunia media.

Tinggalkan Komentar