
Review Formula V Line Crystal Z7
- Rating
Kesimpulan
Case Formula V Line Crystal Z7 seharga Rp1,1 jutaan menawarkan value yang sangat menarik mengingat tampilannya premium, proses perakitannya mudah, manajemen kabelnya rapi, dan kipas bawaan sudah lengkap.
Yang Disukai
- Desain premium
- Manajemen kabel yang mudah dan rapi
- Airflow yang baik
- Ada port USB Type-C
- Dilengkapi kipas ARGB
Yang Tidak Disukai
- Bagian cover putar agak tipis bahannya
- Stiker logo di kipas agak mencolok
Gadgetren – Formula V Line, brand asal Taiwan yang berfokus pada aksesori komputer dan gaming, memiliki sebuah case komputer yang menarik yaitu Crystal Z7.
Case bergaya akuarium ini dilengkapi panel kaca di dua sisinya sehingga komponen internal komputer bisa dipamerkan dengan maksimal. Sayang juga rasanya kalau sudah membeli motherboard, kartu grafis, atau RAM dengan desain keren tetapi hanya bisa dilihat saat panel case dibuka.
Desain Crystal Z7 sendiri terlihat clean dan simpel, tidak terlalu kental nuansa gaming sehingga cocok diletakkan di berbagai sudut ruangan. Case ini tersedia dalam dua pilihan warna yaitu hitam dan putih seperti unit yang saya gunakan untuk review.
Tampilannya pun terasa premium berkat lekukan serta garis-garis pada panel depan. Di bagian ini juga tersedia tombol power, tombol reset, audio jack, port USB Type-C, dan USB 3.0.
Setelah melihat hasil akhirnya saat sudah terpasang penuh, sekarang saatnya masuk ke bagian yang paling seru: bagaimana proses perakitannya?
Sejak pertama dibuka dari kardusnya, panel kaca case ini sudah dilindungi plastik pelindung sehingga permukaannya tetap kinclong. Sebelum mulai merakit, plastik ini perlu dilepas satu per satu agar kaca tidak terlihat buram.
Setelah itu, panel samping bisa langsung dilepas. Menariknya proses ini tidak membutuhkan obeng ataupun memutar baut karena panel memang dirancang dapat dibuka hanya dengan tangan. Cukup tarik sedikit dengan tenaga yang pas dan panel langsung terlepas.
Di balik panel tersebut terdapat cover yang bisa diputar untuk menyembunyikan kompartemen kabel. Area kompartemen ini cukup luas sehingga manajemen kabel jadi lebih mudah dan tidak berantakan.

Untuk build kali ini, saya menggunakan power supply Formula V Line FV-750BD yang bisa dibeli terpisah. PSU ini memakai kapasitor Jepang dan dibekali garansi selama lima tahun. Karena bukan model modular, semua kabelnya sudah terpasang dari bawaan.
Memasang power supply di case ini juga terasa mudah karena area dudukannya terbuka lebar jadi tidak perlu manuver yang merepotkan. Posisi kipas PSU juga langsung membuang panas ke ventilasi pada panel samping case.
Selanjutnya saya memasang motherboard. Untuk itu, panel kaca utama di sisi case perlu dilepas terlebih dahulu. Mekanismenya sama seperti panel samping, tidak memerlukan obeng maupun baut, cukup ditarik hingga panel terlepas.

Kaca tempered glass yang digunakan terasa kokoh. Formula V Line juga mengklaim kaca ini memiliki tingkat transmisi cahaya hingga 97% sehingga isi case dapat terlihat dengan sangat jelas. Dan ya, sejauh ini memang terlihat bening.
Tapi perlu dicatat, di sisi dalam panel kaca masih terdapat lapisan plastik pelindung yang juga perlu dilepas agar tampilannya benar-benar jernih.
Di dalam case sendiri sudah tersedia lima kipas ARGB PWM 120 mm bawaan, jadi tidak perlu lagi membeli kipas tambahan.
Crystal Z7 mendukung berbagai ukuran motherboard mulai dari E-ATX, BTF, ATX, micro-ATX, hingga mini-ITX. Pada review ini saya menggunakan motherboard berukuran ATX.

Case ini juga dilengkapi GPU bracket bawaan yang minimalis dan dapat digeser maupun dilepas. Pada motherboard yang saya gunakan, bracket ini posisinya cukup dekat dengan konektor SATA. Meski masih menyisakan sedikit ruang, perlu melepas bracket terlebih dahulu agar proses pemasangan motherboard lebih mudah.
Di bagian belakang tersedia tujuh slot PCI cover yang bisa dilepas sesuai kebutuhan. Karena kartu grafis yang saya gunakan berukuran besar, saya perlu melepas tiga cover. GPU bracket bawaan yang ada pun sangat membantu menopang bobot kartu grafis agar tidak melengkung tanpa mengganggu tampilan keseluruhan.
Untuk media penyimpanan, kompartemen HDD dan SSD berada di sisi kanan case. Di bawah PSU terdapat sebuah bracket yang bisa dilepas dan mampu menampung dua HDD 3,5 inci atau dikonfigurasi untuk HDD maupun SSD 2,5 inci.

Masih ada dua slot SSD 2,5 inci tambahan pada cover samping berbahan besi. Cover ini juga bisa dilepas dengan mudah sehingga proses pemasangan SSD terasa lebih praktis.
Sebenarnya, bagian bawah cover ini juga memiliki lubang baut untuk HDD 3,5 inci. Namun karena material covernya cukup tipis, saya kurang menyarankan memasang HDD berukuran besar di sana karena berpotensi membuat cover sedikit melengkung dalam jangka panjang. Area ini lebih cocok digunakan untuk SSD 2,5 inci.
Setelah SSD terpasang, cover tinggal dipasang kembali dan seluruh penyimpanan serta kabel pun langsung tersembunyi dengan rapi saat cover ditutup.

Nah sekarang masuk ke bagian yang paling saya suka yaitu manajemen kabel. Pada case bergaya akuarium seperti ini, kabel yang berantakan tentu akan mengurangi keindahan tampilannya. Untungnya Crystal Z7 punya sistem manajemen kabel yang menurut saya sangat baik.
Tersedia beberapa lubang kabel dengan karet lembut yang memudahkan jalur kabel dari kompartemen belakang menuju ruang utama. Selain membuat kabel lebih rapi, jalur ini juga membuat kabel hampir tidak terlihat dari sisi panel kaca.
Formula V Line juga menyediakan lubang khusus untuk jalur kabel tertentu lengkap dengan titik pengikat kabel agar proses manajemen kabel semakin mudah.
Hasilnya, proses merapikan kabel terasa menyenangkan dan tidak merepotkan. Terlihat jelas bahwa Crystal Z7 memang dirancang agar pengguna lebih mudah melakukan manajemen kabel.
Setelah semuanya selesai, tinggal putar cover untuk menutup kompartemen kabel. Hasilnya langsung terlihat jauh lebih rapi. Panel besi maupun panel kaca juga sangat mudah dipasang kembali, cukup ditekan hingga mengunci pada tempatnya.

Inilah hasil akhirnya. Komputer saya kini tampil lebih rapi dan minimalis di dalam Crystal Z7. Meski menggunakan case putih dengan komponen berwarna hitam, menurut saya kombinasi ini justru menghasilkan kontras yang menarik.
Sirkulasi udaranya juga terasa baik berkat banyaknya ventilasi pada bodi case. Tiga kipas Performance ARGB PWM di bagian depan diposisikan sedikit miring sehingga aliran udara langsung mengarah ke kartu grafis lalu dibuang oleh dua kipas di bagian belakang.
Kipas bawaannya sendiri sudah bagus, hanya saja saya kurang menyukai stiker Formula V Line berwarna putih di bagian tengah kipas yang cukup mencolok. Menurut saya tampilannya akan lebih elegan jika ukuran stiker dibuat lebih kecil dengan warna yang menyatu dengan bodi kipas.
Di bagian bawah case masih tersedia ruang untuk memasang tiga kipas 120 mm tambahan. Sementara bagian atas juga mendukung tiga kipas 120 mm atau radiator hingga ukuran 360 mm.

Untuk urusan perawatan, bagian atas case dilengkapi filter debu magnetik yang mudah dilepas dan dipasang kembali. Filter debu pada panel depan juga dapat dibersihkan dengan melepas panelnya.
Di Indonesia, Formula V Line Crystal Z7 dijual di kisaran Rp1,1 jutaan dan sudah termasuk lima kipas ARGB PWM bawaan. Menurut saya, penawaran ini memiliki value yang sangat menarik mengingat tampilannya premium, proses perakitannya mudah, manajemen kabelnya rapi, dan kipas bawaan sudah lengkap tanpa perlu membeli tambahan lagi.
Meski begitu, Crystal Z7 tetap memiliki beberapa catatan. Untungnya semuanya masih tergolong minor seperti material besi cover SSD yang terasa agak tipis serta stiker logo Formula V Line di bagian tengah kipas yang menurut saya kurang estetik.


Tinggalkan Komentar