
Review Samsung Galaxy Watch Ultra 2
- Rating
Kesimpulan
Samsung Galaxy Watch Ultra 2 adalah smartwatch yang sangat kapabel untuk menjadi pendamping aktivitas sehari-hari, baik untuk berolahraga, mencatat kesehatan, ataupun sekadar menambah kecanggihan perangkat yang kita gunakan.
Yang Disukai
- Desain premium dan kokoh
- Lebih nyaman digunakan
- Baterai tahan lama
- Fitur lengkap
- Integrasi mulus dengan handphone Android
Yang Tidak Disukai
- Semakin mahal
Gadgetren – Sudah lebih dari satu tahun saya menggunakan Galaxy Watch Ultra generasi pertama untuk sehari-hari. Oleh karena itu saya cukup menanti suksesornya yakni Galaxy Watch Ultra 2.
Smartwatch yang satu ini sekilas terlihat mirip dengan pendahulunya namun sebetulnya menyajikan berbagai pembaruan yang membuatnya semakin nyaman digunakan untuk sehari-hari.
Dibanderol seharga Rp10.499.000, apakah Galaxy Watch Ultra 2 worth it untuk menemani aktivitas harian? Ini hasil pengalaman saya.
Makin Tipis, Makin Nyaman

Galaxy Watch Ultra 2 masih mengusung desain yang tidak berbeda jauh dibandingkan generasi pertamanya. Namun jika diperhatikan dengan saksama, ada beberapa perbedaan yang bisa langsung terlihat.
Smartwatch ini kini lebih kalem dalam menggunakan aksen oranye. Warna tersebut hanya terlihat pada simbol penanda angka 12 dan area sekeliling tombol cepat.
Lingkaran bezel yang menonjol juga kini diberikan ukiran angka 1 hingga 11 untuk membantu menandakan posisi jam.
Material bodi smartwatch ini masih menggunakan titanium di hampir keseluruhan bodinya kecuali bagian tengah yang menggunakan kombinasi plastik dan titanium.
Finishing titaniumnya menggunakan jenis matte yang terlihat menarik sekaligus membuatnya tidak mudah kotor. Bagian yang mengilap kini juga tampaknya diminimalisir dan hanya terdapat pada sedikit area di bagian sisi bodinya.

Untuk ketiga tombol di sisi kanan bodi smartwatch juga terdapat perubahan. Kini tiap tombol dilindungi lapisan plastik yang mencuat dari bodi smartwatch.
Sejujurnya saya lebih menyukai desain tombol generasi sebelumnya dibandingkan yang baru ini. Apalagi terlihat ada sedikit celah antara lapisan polikarbonat pelindung tombol cepat dengan frame titaniumnya. Agak gimana gitu kalau dilihat dengan saksama.
Yang saya suka, smartwatch ini kini lebih tipis dengan ketebalan 10,7mm. Walaupun secara angka tidak terlihat signifikan, menggunakan Galaxy Watch Ultra 2 terasa lebih nyaman dibandingkan generasi pertamanya setelah saya coba.
Kenyamanan tersebut juga ditambah dengan tali jam bawaan Marine Band model baru yang sekarang lebih lembut dan tipis. Tali jamnya tidak lagi tebal dan berongga seperti sebelumnya.
Jika pada Galaxy Watch Ultra kita mendapatkan tali jam berwarna oranye ngejreng, kali ini Samsung memadukannya dengan tali jam berwarna hitam untuk varian Titanium Gray. Jadi tampilannya lebih cocok untuk banyak orang.

Sistem pengait tali jamnya masih menggunakan format yang sama dengan Galaxy Watch Ultra generasi pertama. Jadi jika kamu sudah mengoleksi tali jam untuk Galaxy Watch Ultra, kamu tetap dapat menggunakannya kembali di generasi terbaru ini.
Satu hal lagi yang baru dari desain Galaxy Watch Ultra 2 adalah smartwatch ini kini tersertifikasi IP69K dan EN13319 yang berarti tahan air tekanan tinggi dan bisa diajak scuba diving.
Selain itu, smartwatch ini masih tahan air hingga kedalaman 10 ATM dan lulus uji durabilitas standar militer MIL-STD-810H.
Layar Makin Luas, Makin Puas

Di sektor layar, Samsung berhasil membuat ukuran layar Galaxy Watch Ultra 2 sedikit lebih luas padahal ukuran bodi smartwatch-nya masih mirip dengan pendahulunya.
Smartwatch ini mengusung layar Super AMOLED 1,52″ dengan resolusi 498 x 498 yang mampu memberikan tampilan tajam dan penuh warna.
Kecerahan layarnya pun ditingkatkan hingga 5.000 nit. Selama saya gunakan, saya tidak pernah kesulitan melihat tampilan layar, bahkan di bawah terik sinar matahari.
Layar smartwatch ini menggunakan material Sapphire Crystal yang tahan baret. Untuk Galaxy Watch Ultra 2 ini, untungnya saya belum pernah tidak sengaja membenturnya dengan keras.
Namun sepengalaman saya menggunakan Galaxy Watch Ultra pertama yang sudah beberapa kali terbentur keras, baik bodi jam maupun layarnya masih tetap mulus.
Always On Display yang OK

Smartwatch tanpa fitur Always On Display yang baik menurut saya adalah kekurangan besar, karena fungsi smartwatch bagi saya adalah harus tetap bisa melihat jam setiap saat. Nah, Galaxy Watch Ultra 2 memberikan tampilan Always On Display yang sangat oke.
Yang saya suka, tampilan Always On Display-nya terlihat mirip dengan watch face ketika layar aktif. Hanya saja, warnanya dibuat menjadi hitam putih dan tidak ada animasi yang bergerak. Tentunya ini agar tidak terlalu boros baterai.
Saat smartwatch ini sedang tidak digunakan di pergelangan tangan, fitur Always On Display-nya juga secara otomatis dimatikan.
Wear OS 7 yang Mulus dan Penuh Fitur
Sebagai smartwatch yang menjalankan sistem operasi Wear OS 7 yang dibalut antarmuka One UI Watch 9, Galaxy Watch Ultra 2 menghadirkan beragam fitur pintar dan koneksi yang seamless dengan perangkat Android.
Keunggulan utama Wear OS 7 adalah integrasinya yang kuat dengan perangkat Android yang terhubung, berbeda dengan sistem operasi smartwatch yang dibuat di luar Google. Kekurangannya, smartwatch ini hanya kompatibel dengan perangkat Android.

Banyak aplikasi yang bisa diinstal di smartwatch ini dan semuanya dapat dilakukan dengan mudah melalui Google Play Store. Bahkan aplikasi seperti WhatsApp atau myBCA bisa diinstal di smartwatch ini.
Notifikasi yang muncul di smartwatch ini seperti pesan WhatsApp hingga email, juga bisa dilihat detailnya dan direspons langsung.
Yang paling saya suka, ketika saya melakukan navigasi Google Maps di handphone, secara otomatis navigasi tersebut akan muncul juga di Galaxy Watch Ultra 2.
Ini sangat bermanfaat saat saya sedang naik ojek online ataupun membawa koper ketika bepergian karena saya tinggal melihat rute melalui smartwatch di pergelangan tangan. Akan cukup merepotkan jika dalam kondisi tersebut saya harus membuka layar handphone.
Omong-omong soal Google Maps, kita juga bahkan bisa menyimpan peta offline di perangkat ini. Dengan penyimpanan internal berkapasitas 64GB, menyimpan beberapa data peta offline dan aplikasi tambahan bisa di-handle dengan baik oleh smartwatch ini.
Berbagai aplikasi yang saya gunakan di Galaxy Watch Ultra 2 juga terasa mulus performanya, yang tidak lepas dari chipset Snapdragon Wear Elite Platform dan RAM 2GB yang dibenamkan di dalamnya.
Pencatatan Kesehatan dan Olahraga yang Luas

Galaxy Watch Ultra 2 mendukung berbagai macam pencatatan aktivitas olahraga mulai dari yang umum seperti jalan kaki, berlari, dan bersepeda hingga yang lebih niche seperti pilates dan snorkeling.
Di dalam smartwatch ini sudah tersedia GPS internal, jadi tidak perlu terhubung dengan handphone untuk dapat merekam data olahraga dengan lebih detail.
Hasil rekaman GPS-nya pun cukup akurat ketika diperlihatkan di peta. Rute olahraga sepeda saya terekam dengan baik.
Yang menarik, Galaxy Watch Ultra 2 bisa mendeteksi saat kita sedang melakukan olahraga tertentu misalnya berjalan kaki jarak jauh atau bersepeda. Setelah itu pencatatan olahraga akan otomatis diaktifkan tanpa perlu kita lakukan secara manual.
Ini bermanfaat untuk saya yang sering kali mendadak berolahraga tanpa mengoprek smartwatch terlebih dahulu.
Yang menarik lagi, saat misalnya bersepeda dan kita berhenti beristirahat sejenak, ada fitur auto pause yang akan menghentikan pencatatan sementara dan kembali aktif saat kita bergerak.
Dengan begitu, data pencatatan olahraga kita bisa lebih akurat mendekati kondisi sebenarnya.
Untuk pencatatan data kesehatan tubuh, Galaxy Watch Ultra 2 tentunya mampu merekam data yang umum seperti detak jantung dan kadar oksigen dalam darah.
Namun di luar itu, perangkat yang satu ini juga bisa mengecek suhu tubuh, EKG, tekanan darah, dan bahkan komposisi tubuh.
Smartwatch ini juga dapat memberikan skor tidur dan skor energi yang dikemas dengan menarik serta mudah dipahami. Dengan begitu kita bisa lebih mudah mengetahui kondisi tubuh saat ini.
Kontrol Mudah Melalui Aplikasi di Handphone

Dalam mengontrol berbagai fitur dan setelan Galaxy Watch Ultra 2, hampir semuanya bisa dilakukan melalui antarmuka jam itu sendiri. Namun untuk kontrol yang lebih mendalam dan praktis, kita bisa melakukannya melalui aplikasi Samsung Wearable.
Menggunakan aplikasi ini untuk mengontrol Galaxy Watch Ultra 2 terasa mudah, apalagi jika sebelumnya kita sudah familiar dengan antarmuka handphone Samsung karena gaya desainnya dibuat selaras.
Untuk data kesehatan dan olahraga yang tercatat beserta analisanya, kita bisa mengaksesnya melalui aplikasi Samsung Health yang kini hadir dengan antarmuka yang lebih segar.
Ada satu aplikasi lagi yang diperlukan, yakni Samsung Health Monitor yang khusus digunakan untuk melakukan pengecekan EKG dan tekanan darah.
Entah kenapa Samsung tidak membuatnya menyatu saja dengan Samsung Health, mungkin ada kaitannya dengan regulasi atau semacamnya.
Baterai

Sebagai sumber dayanya, Galaxy Watch Ultra 2 menggunakan baterai berkapasitas 800mAh, yang sekitar 1/3 lebih besar dibandingkan generasi sebelumnya.
Secara teori, ini seharusnya bisa memberikan peningkatan daya tahan baterai yang signifikan. Namun realitanya tidak begitu.
Dalam penggunaan sehari-hari dengan Always On Display aktif, pencatatan SpO2 dan suhu tubuh aktif saat tidur, serta lebih sering digunakan sebagai smartwatch dan bukan untuk rutin berolahraga, Galaxy Watch Ultra 2 bisa bertahan selama hampir 3 hari 21 jam hingga baterai tersisa 2%.
Memang daya tahan ini sudah cukup impresif untuk sebuah smartwatch Android dengan fitur melimpah. Namun Galaxy Watch Ultra generasi pertama yang pernah saya review memiliki daya tahan baterai yang terbilang mirip, padahal kapasitas baterainya lebih kecil.
Ada kemungkinan hal ini terjadi karena kecerahan layar Galaxy Watch Ultra 2 yang meningkat serta chipset baru yang digunakannya.
Satu hal yang perlu dicatat, jika fitur Raise to Talk untuk berbicara dengan AI Gemini setiap kali mendeteksi gerakan mengecek jam disetel aktif, penggunaan daya baterainya menjadi lebih boros.
Menurut saya fitur ini sebaiknya dimatikan saja, kecuali kalau kamu memang senang berbicara dengan AI setiap saat.
Untuk pengisian daya, Galaxy Watch Ultra 2 dilakukan secara nirkabel. Samsung menyediakan kabel charging khusus dengan pelat magnetik untuk mengisi daya smartwatch ini.
Dibutuhkan waktu total 1 jam 39 menit untuk mengisi baterai Galaxy Watch Ultra 2 dari level 5% hingga penuh.
Kesimpulan

Samsung Galaxy Watch Ultra 2 adalah smartwatch yang sangat kapabel untuk menjadi pendamping aktivitas sehari-hari, baik untuk berolahraga, mencatat kesehatan, ataupun sekadar menambah kecanggihan perangkat yang kita gunakan.
Baterainya yang cukup tahan lama membuatnya tidak perlu diisi daya setiap hari. Dukungan ekosistem Android juga membuat smartwatch ini punya akses luas ke ekosistem aplikasi serta koneksi yang seamless ke handphone Android, ditambah berbagai fitur pencatatan olahraga dan kesehatan yang lengkap.
Namun, di balik kecanggihannya, perlu menggelontorkan dana yang cukup lumayan untuk meminang Galaxy Watch Ultra 2, yakni Rp10.499.000.
Sebagai perbandingan, harganya ini bersaing dengan handphone kelas budget flagship seperti Galaxy S25 FE. Tapi lagi-lagi, harganya masih lebih murah dibandingkan pesaingnya, Apple Watch Ultra 3.


Tinggalkan Komentar