
Review ASUS ExpertBook P1 PM1403CDA
- Rating
Kesimpulan
ASUS ExpertBook P1 berhasil mencentang hampir seluruh tuntutan yang saya cari dari sebuah laptop untuk kerja mulai dari performa, desain, ketangguhan, portabilitas, daya tahan baterai, hingga dukungan yang dibawanya.
Yang Disukai
- Performa cepat dari Ryzen 7 170
- Mudah upgrade SSD dan RAM
- Desain terlihat premium
- Durabilitas bodi tersertifikasi
- Baterai mumpuni untuk keseharian
- Konektivitas lengkap
Yang Tidak Disukai
- Layar biasa saja
- Area WASD bisa cukup hangat
Gadgetren – ASUS memiliki rangkaian laptop di berbagai segmen yang menyasar pengguna berbeda termasuk kelas bisnis maupun para pekerja.
ASUS ExpertBook P1 menjadi salah satu yang ditawarkan dimana tidak hanya akan menghadirkan performa yang memadai melainkan ketangguhan yang membuatnya bisa diandalkan untuk bekerja dengan nyaman.
Tim Gadgetren pun berkesempatan untuk menguji ASUS ExpertBook P1 PM1403CDA dengan konfigurasi Ryzen 7 170 yang dibanderol kisaran Rp13 jutaan. Seperti apa pengalaman yang ditawarkannya? Berikut ini ulasan dari saya setelah menggunakannya selama beberapa minggu.
Desain
ExpertBook P1 tampil membawa desain minimalis dengan balutan warna silver yang memberikan kesan seperti terbuat dari metal walaupun sebenarnya secara keseluruhan dari plastik. Walaupun begitu bodinya terlihat premium

Pada bagian penutup terdapat logo Expertbook yang tidak terlihat mencolok, namun juga tidak membuat laptop terlalu sepi. Desain laptop ini memang terlihat profesional sehingga bakal cocok untuk dibawa bekerja maupun situasi formal lainnya seperti meeting bersama klien.
Sebagai laptop ukuran 14 inci, bodinya terasa cukup ramping dan ringkas baik itu untuk dibawa-bawa dengan dijinjing maupun disimpan dalam tas. Berdasarkan halaman resminya, laptop ini memang memiliki ketebalan hanya 1,97 cm dengan bobot sekitar 1,4 kg saja.

Sebagai laptop bisnis, dukungan port yang dihadirkan pun sudah cukup lengkap untuk mengurangi ketergantungan terhadap dongle. Di sisi kanan sedikit sepi karena hanya terdapat USB-A 3.2 Gen 1, RJ45 Gigabit, dan kensington lock.
Sementara di sisi kiri lebih lengkap lagi dengan dua USB-C 3.2 Gen 2 (salah satunya untuk daya), HDMI 1.4, USB-A 3.2 Gen 1, dan 3.5mm audio jack. Untuk konektivitas nirkabel menyediakan WiFi 6E dan Bluetooth 5.4.

Sementara itu, ASUS juga memosisikan ventilasi pembuangan udara panas ke arah belakang bawah yang mana membantu buat pengguna yang suka menggunakan mouse eksternal karena tidak akan terkena udara panas yang dibuang ke samping seperti beberapa laptop.
Hanya saja untuk pengambilan udara mengandalkan ventilasi yang ada di bawah sehingga perlu memastikan laptop berada di permukaan datar yang tidak mengganggu aliran udara untuk memastikan pendinginan yang optimal.

Yang tidak kalah penting, ExpertBook P1 memiliki sertifikasi militer MIL-STD-810H serta sudah melewati pengujian ASUS Superior Durability untuk memastikannya ketangguhannya karena sudah melewati berbagai pengujian ekstrem mulai dari suhu, jatuh, guncangan, dan lainnya.
Ketahanan tentunya penting bagi pelaku bisnis yang membutuhkan laptop yang bisa selalu diandalkan dalam kondisi apapun dan tidak perlu khawatir saat digunakan dalam keseharian. Selama saya gunakan, laptop ini memang memberikan rasa percaya bahwa tidak masalah dan aman untuk dibawa bepergian.
Layar dan Audio
ExpertBook P1 dibekali layar LED berukuran 14 inci yang mampu menampilkan gambar Full HD 1920×1080 piksel dalam rasio 16:9 serta cakupan warna 45% NTSC. Layarnya pun sudah memiliki lapisan anti glare serta rasio layar-ke-bodi mencapai 87% untuk memberikan pengalaman visual yang lebih nyaman.
Engsel layarnya pun dapat dibentangkan hingga 180 derajat dan cukup mudah untuk diangkat dengan hanya satu jari. Jujur saja sebagai pengguna yang sebelumnya menggunakan laptop Vivobook dengan panel OLED, layar yang dimiliki oleh ExpertBook P1 terasa kurang cerah dan warna yang sedikit pucat. Namun hal ini memang dikarenakan panel OLED yang punya kontras lebih baik.

Walaupun begitu, saya dengan cepat melupakan hal tersebut karena sisi positifnya saya jadi bisa lebih fleksible menggunakan tema Light atau Dark di Windows yang mana menjadi angin segar setelah menggunakan OLED. Apalagi latar putih akan membuat mengetik dan membaca teks terasa lebih jelas.
Selain itu, kecerahan layarnya juga membuat saya lebih nyaman dalam menatap layar dalam waktu yang lama karena mata jadi tidak mudah cepat lelah. Ditambah lagi lapisan anti glare membuat gambar dan konten tetap dapat terlihat dengan baik di berbagai kondisi pencahayaan ruangan.
Sementara di sisi audio, ExpertBook P1 dibekali speaker yang ditenagai oleh Dirac. Kualitasnya bisa dikatakan cukup mumpuni dengan bass yang dalam dan detail yang baik. Saya bisa lebih dapat mendengarkan musik atau dialog di video dengan lebih jelas bahkan di volume tinggi sekalipun tanpa suaranya menjadi pecah.
Keyboard, Touchpad, dan Kamera
ExpertBook P1 memiliki chiclet keyboard dengan 1,45 mm key travel yang mana membuatnya cukup nyaman untuk digunakan mengetik sehari-hari. Jarang antar setiap tuts juga cukup baik sehingga saya dapat mengetik dokumen dengan cukup akurat tanpa perlu terlalu lama untuk menyesuaikan diri.
Adanya lampu backlit berwarna putih membuat keyboard tetap dapat digunakan dengan nyaman saat berada di ruang gelap. Selain itu keyboard ini juga diklaim tahan terhadap tumpahan cairan seperti minuman yang bisa terjadi secara tidak sengaja saat beraktivitas.

Selain ada tombol Copilot untuk memanggil asisten Copilot secara cepat, keyboard laptop ini juga memiliki dua tombol tepatnya F10 dan F11 yang bisa dikustomisasi fungsinya lewat ASUS ExpertWidget ketika menekan FN seperti membuka aplikasi maupun menjalankan perintah lainnya.
Di samping itu berbagai tombol fungsi juga lebih difokusikan untuk kebutuhan konferensi seperti volume, mute, mematikan mikrofon, hingga mengatur AI Noise Cancelling. Yang tidak kalah menarik tombol Power yang berada di samping tombol Delete lebih keras untuk ditekan, mungkin untuk mencegah tertekan tidak sengaja yang mana sangat mungkin terjadi di laptop lain dengan letak tombol Power serupa.

Di bawah keyboard terdapat touchpad dengan permukaan halus sehingga memungkinkan jari dapat meluncur dengan optimal. Di pojok kanan atas terdapat fingerprint sensor untuk memudahkan proses otentikasi biometrik seperti Windows Hello.
Sebagai laptop yang menyasar segmen bisnis, laptop ini sudah dilengkapi webcam 720p yang mampu menangkap gambar dengan cukup baik serta terdapat privacy shutter fisik untuk menutupnya sebagai bentuk keamanan. Mikrofonnya juga memungkinkan suara tertangkap jelas terutama ketika mengaktifkan noise cancelling.
Uji Performa
ASUS ExpertBook P1 tersedia dalam berbagai varian, namun untuk model yang saya gunakan ini mengandalkan AMD Ryzen 7 170 sebagai pusat dapur pacunya. Prosesor tersebut memiliki 8 cores dan 16 threads berkecepatan hingga 4,75 GHz.

Prosesor tersebut kemudian ditemani oleh SO-DIMM RAM DDR5 berkapasitas 16GB dan penyimpanan NVMe SSD PCIe 4.0 berkapasitas 512GB yang mana untuk kebutuhan masa kini sudah memadai terutama jika memang hanya bekerja yang berurusan dengan dokumen.
Untungnya baik RAM maupun SSD dapat ditingkatkan karena ASUS menyediakan dua slot SO-DIMM hingga kapasitas 64GB sementara untuk SSD memiliki ukuran yang sedikit berbeda tersedia M.2 2280 dan M.2 2230 hingga 1TB.

Kombinasi spesifikasi yang ditawarkan terlihat sangat menjanjikan untuk menjalankan berbagai aktivitas digital masa kini maupun bekerja sehari-hari. Berdasarkan pengujian dari Cinebench 2026, prosesornya berhasil mendapatkan skor 353 poin untuk Single Thread dan 2.231 poin untuk Multi Thread.

Sementara untuk kinerja yang lebih menyeluruh, PCMark 10 mencatatkan skor 5.865 poin dengan pembagian 9.344 poin untuk Essentials, 8.761 poin untuk Productivity, dan 6.688 poin untuk Digital Content Creation yang mana tergolong mumpuni di kelasnya.

Dalam penggunaan sehari-hari, saya selama pengujian belum pernah mengalami kendala sama sekali dari segi performa. Mulai dari browsing dan membuat dokumen untuk bekerja hingga melakukan edit video bisa dilakukan dengan lancar. Sistem pun berjalan responsif serta waktu booting terbilang singkat.
Tentunya saya pun penasaran dengan kemampuan gaming walaupun memang tidak terlalu berekspektasi banyak. Hasilnya, laptop ini masih mampu menjalankan Shadow of Tomb Raider dengan rata-rata 30 FPS di pengaturan grafis Low dan resolusi 900p.

Sebagai catatan, kipas yang ada di laptop ini sering kali cukup terdengar ketika melakukan aktivitas intensif selama saya gunakan sehari-hari. Walaupun begitu menurut saya tidak sampai tingkat mengganggu, namun juga tidak bisa dikatakan senyap dan kipas bisa cukup kencang saat CPU dipacu penuh dengan suhu yang lebih dari 80°C.
Satu hal yang perlu diperhatikan, sisi kiri laptop ini kisaran tombol WASD bisa terasa sangat hangat ketika laptop bekerja keras maupun digunakan sambil mengisi daya. Walaupun masih sebatas hangat dan masih belum mencapai panas, namun bagi sebagian orang mungkin akan terasa sedikt mengganggu.
Baterai
ASUS membenamkan baterai berkapasitas 50WHr dalam bodinya yang ramping untuk menyeimbangi prosesornya yang bertenaga karena bisa cukup mengonsumsi daya saat kerja intensif. Lalu seperti apa hasilnya ketika diuji?
Berdasarkan pengujian menggunakan PCMark 10 mode Work, laptop ini berhasil mendapatkan skor hingga 9 jam 56 menit dengan kondisi kecerahan layar 50%, backlit keyboard mati, dan baterai dari 100%. Angka tersebut cukup bersaing dengan laptop lainnya di kelas ini.

Dalam penggunaan secara nyata, saya bisa mendapatkan masa penggunaan yang bisa dikatakan rata-rata sekitar 8-9 jam tergantung seberapa besar beban kerja yang dilakukan. Selama menggunakan laptop ini, setidaknya saya hanya perlu mengisi daya sehari sekali saja ketimbang beberapa kali saat dibawa untuk bekerja.
Untuk pengisian dayanya mengandalkan adapter 65W yang dihubungkan melalui port USB-C. Saya hanya perlu menunggu waktu sekitar 2 jam dari 17% ke 100% ketika mengaktifkan fitur Instant Full Charge sebelum bepergian.
ASUS juga memberikan fitur Battery Care Mode yang membatasi pengisian daya hanya 80% saja untuk lebih menjaga kesehatannya ketika harus terhubung ke sumber daya terus menerus. Namun terdapat pula fitur instant charge ketika buuth mengisi daya ke 100%.

Menariknya hal ini membuat laptop dapat diisi pula menggunakan charger lain selama sanggup untuk menyuplai daya minimal 65W serta kabel USB-C yang mendukung. Dengan begitu dapat mengurangi charger yang perlu dibawa saat bepergian. Saya pun menggunakan charger UGREEN Nexode 65W untuk mengisi daya dari laptop ini sehingga kini hanya perlu membawa satu charger saya di tas.
Namun memang kalau dayanya kurang akan membuat pengisian daya baterai tidak optimal atau hanya bisa saat kondisi mati saja sehingga perlu dipastikan bahwa charger memang menunjang. Apalagi charger masa kini memiliki beberapa port untuk mengisi daya perangkat bersamaan yang mana akan mengurangi kemampuan aliran daya dari setiap port.
Fitur Lainnya
ExpertBook P1 dilengkapi berbagai fitur penunjang yang bermanfaat untuk kebutuhan bisnis seperti video konferensi. Melalui ASUS ExpertPanel, saya dapat membubuhkan Screen Watermark pada layar yang akan menampilkan teks atau gambar sebagai penanda ketika berbagai informasi rahasia.

Sayangnya untuk fitur Webcam Watermark maupun ASUS AiSense tidak tersedia di laptop ini. Namun untuk AI ClearVoice dan AI Noise Cancelling tetap bisa dimanfaatkan supaya suara terdengar oleh lawan bicara secara jelas.
Keduanya bisa diatur melalui aplikasi MyASUS yang mana juga menjadi pusat untuk berbagai fitur lainnya mulai dari baterai, layar, profil kipas, diagnosa sistem, hingga melalukan pembaruan driver. Kehadiran MyASUS membuat berbagai kebutuhan dapat dilakukan lebih pratis karena sudah dalam satu tempat terpadu.

Tak ketinggalan dalam laptop ini selain sudah menjalankan Windows 11 Home, ASUS juga memberikan Microsoft Office 2024 dan Microsoft 365 Basic yang bisa diklaim melalui Microsoft Store. Selain itu juga ada antivirus McAfee selama 1 tahun bagi yang membutuhkan keamanan tambahan.
ASUS juga memberikan backpack dalam paket penjualan laptop ini. Sementara itu juga ada garansi selama 3 tahun dimana 1 tahun awal termasuk Accidental Damage Protection yang bermanfaat jika terjadi sesuatu yang tidak diinginkan.
Secara keseluruhan saya puas dengan apa yang ditawarkan oleh ASUS ExpertBook P1 mulai dari performa, desain, ketangguhan, portabilitas, daya tahan baterai, hingga dukungan yang dibawanya karena sudah sangat menunjang untuk kebutuhan digital saya mulai dari bekerja maupun menikmati konten.
Sebagai pekerja yang lebih memprioritaskan keandalan laptop dan tidak ingin dipusingkan oleh hal lain saat bekerja, ASUS ExpertBook P1 berhasil mencentang hampir seluruh tuntutan yang saya cari dari sebuah laptop.


Tinggalkan Komentar