Gadgetren – Apple senantiasa menyegarkan jajaran laptop besutan mereka dalam beberapa model berbeda. Termasuk dalam hal ini, pengguna dapat menjumpai lini MacBook Air maupun MacBook Pro.
Keduanya sama-sama menarik buat siapa saja yang membutuhkan sebuah laptop mumpuni dalam menjalani rutinitas sehari-hari. Tersedia sebagai solusi premium, keduanya mengemas berbagai inovasi dan teknologi terbaru besutan Apple.
Hanya saja di balik berbagai kemiripan yang diusung, kedua lini perangkat ini sebenarnya dirancang untuk menyasar pasar yang sedikit berlainan. MacBook Air hadir sebagai alternatif perangkat yang terjangkau sementara MacBook Pro ditujukan buat mereka yang ingin beraktivitas secara lebih maksimal.
Bedanya MacBook Air vs MacBook Pro
Dari berbagai perbedaan yang ditawarkan, sektor layar termasuk salah satu di antaranya. Apple menggunakan teknologi panel yang umumnya cukup berbeda pada kedua lini perangkat mereka.
Selaras dengan banderol harga yang ditawarkan, MacBook Pro umumnya menawarkan teknologi yang lebih tinggi. Versi terbaru dari perangkat ini telah dilengkapi dengan panel Liquid Retina XDR sedangkan MacBook Air masih mengandalkan Liquid Retina standar.
Secara teknis, layar Liquid Retina XDR menawarkan tampilan yang lebih cerah dan tajam. Panel tersebut menawarkan tingkat kecerahan maupun resolusi gambar yang jauh lebih tinggi ketimbang Liquid Retina standar.
Tampilan animasi layar yang ditawarkan MacBook Pro juga lebih mulus. Saat layar MacBook Air hanya mendukung refresh rate standar atau sampai 60Hz, panelnya sudah membawa teknologi ProMotion hingga 120Hz.
Ukuran layar yang tersedia di sisi lain cukup berlainan. Pada generasi terbarunya, MacBook Air hadir dengan panel 13 inci dan 15 inci sementara MacBook Pro meluncur dalam 14 inci dan 16 inci.
Tawarkan Kinerja yang Berlainan
Dalam mencoba menghadirkan pengalaman yang lebih maksimal, MacBook Pro biasanya turut dilengkapi dengan seri prosesor Apple Silicon yang lebih bertenaga. Kinerja pemrosesannya jauh lebih unggul dengan basis inti maupun pemroses grafis yang lebih banyak.
Kalaupun menggunakan prosesor yang sama, kemampuan MacBook Pro umumnya masih akan berada di atas MacBook Air. Lini perangkat ini sudah dilengkapi dengan sistem pendingin aktif di dalam cangkangnya.
Sistem pendingin aktif mempunyai kipas internal tertanam yang mampu membantu menjaga suhu perangkat. Dengannya, MacBook Pro dapat beroperasi secara lebih dingin dan stabil dalam waktu lama.
Berbekal dukungan tersebut, MacBook Pro secara teknis bakal mampu mengeluarkan seluruh kemampuannya saat mengerjakan berbagai tugas. MacBook Air dengan sistem pendingin pasif di sisi lain akan menekan kinerjanya supaya tetap stabil dan dingin dalam jangka waktu lama.
Dukungan Penunjang Turut Jadi Pembeda
Bersama kinerjanya yang jauh lebih mumpuni, MacBook Pro umumnya turut dilengkapi dengan ketahanan daya yang lebih baik. Pengguna dapat memakainya untuk beraktivitas dalam waktu yang lebih lama ketimbang MacBook Air.
Sebagai penunjang, teknologi pengisian daya yang disematkan biasanya juga lebih cepat daripada milik MacBook Air. Pengguna masih bisa mengisi secara lebih singkat meski baterainya lebih besar.
Konektivitas yang ditawarkan oleh MacBook Pro pun tercatat lebih lengkap. Generasi terbarunya menawarkan 3 port Thunderbolt 4, port HDMI, serta slot kartu SDXC saat MacBook Air hanya 2 port Thunderbolt 4.
Menariknya dengan baterai lebih kecil, dukungan konektivitas lebih terbatas, dan sistem pendingin pasif, MacBook Air tampil dengan bodi yang lebih ramping dan ringan. Perangkat ini dapat menjadi alternatif ideal buat pengguna dengan mobilitas tinggi.


Tinggalkan Komentar