
Review ASUS Zenbook S14 OLED (UX5406AA)
- Rating
Kesimpulan
ASUS Zenbook S14 OLED (UX5406AA) adalah laptop yang sangat solid untuk menunjang aktivitas kerja sehari-hari dengan balutan desain premium. Baterainya tahan lama dan performanya pun sangat gegas.
Yang Disukai
- Desain premium
- Baterai tahan lama
- Performa ngebut
- Layar tajam plus touch screen
Yang Tidak Disukai
- Harga semakin mahal
- GPU kurang bertenaga di kelas harganya
Jika mencari laptop Windows premium, lini Zenbook dari ASUS adalah pilihan yang jarang salah sasaran. Laptop ASUS Zenbook S14 OLED (UX5406AA) yang baru dirilis ini pun bisa jadi opsi yang sangat menarik.
Di balik bodinya yang super tipis, laptop ini dipersenjatai spesifikasi tinggi untuk menunjang aktivitas harian dengan lancar mulai dari prosesor Intel Core Ultra Series 3 hingga layar OLED yang tajam.
Namun ada satu hal yang mungkin akan membuat sedikit kaget: harganya menyentuh Rp44.999.000. Angka ini jelas menempatkannya di segmen premium. Apakah dengan harga segitu laptop ini worth it? Mari kita bahas.
Desain

Sentuhan pertama langsung memancarkan aura premium dari material yang digunakan. ASUS menggunakan teknologi Ceraluminum yang memadukan ketangguhan aluminium dengan durabilitas keramik.
Hasilnya, meski bobotnya hanya 1,2 kg dan setipis 1,1 cm, laptop ini terasa sangat kokoh dan tidak mleyot saat ditekan-tekan.
Dibalut warna Scandinavian White yang minimalis, desainnya tampil elegan untuk digunakan di berbagai situasi tanpa terkesan mencolok.
Bagian dalamnya tak kalah menawan. Terdapat aksen garis cekung yang memisahkan area keyboard dari bodi utama ditambah lubang kisi geometris di atasnya yang estetis sekaligus membantu manajemen suhu.

Setiap tombol keyboard-nya berukuran besar dengan permukaan yang terasa sangat nyaman di jari, lembut namun agak kesat.
Permukaan tombol ini diklaim tahan noda dan sejauh pengujian memang selalu terlihat bersih dari bekas sidik jari. Key travel-nya terasa pas untuk mengetik cepat, lengkap dengan lampu backlit untuk membantu visibilitas di kondisi gelap.
Area touchpad-nya cukup lega sehingga jari bisa bergerak leluasa. Permukaannya pun mulus dan sangat responsif terhadap sentuhan.

Untuk urusan konektivitas, sisi kiri laptop ini menyediakan dua port Thunderbolt 4, HDMI 2.1, dan audio jack. Sementara di sisi kanan terdapat satu port USB 3.2 Gen 2 Type-A. Wi-Fi 7 dan Bluetooth 6.0 hadir melengkapi sektor konektivititas nirkabel.
Tentu saja seperti laptop ASUS lainnya, laptop ini sudah mengantongi sertifikasi militer US MIL-STD 810H yang membuktikan durabilitasnya.
Layar

Keunggulan utama lainnya ada pada panel OLED 14″ beresolusi tinggi 2880 x 1800 yang membuat visual sangat tajam.
Layar ini memanjakan mata dengan tingkat kecerahan maksimal hingga 1.100 nit di mode HDR ditambah refresh rate 120Hz yang membuat setiap animasi terasa mulus.
Bagi yang suka berinteraksi langsung dengan layar, laptop ini mendukung input sentuhan maupun stylus. Memang engselnya tidak bisa ditekuk rata 180 derajat, tapi bagi saya itu sama sekali bukan masalah.
Nilai plus lainnya, seluruh permukaan layar menggunakan material kaca dengan bezel minim dan perlindungan bingkai plastik minimalis di tiap sisinya. Selain itu layarnya bisa dibuka dengan mulus hanya menggunakan satu jari.
Performa

Sebagai laptop terbaru, ASUS membenamkan prosesor Intel Core Ultra 9 386H dari keluarga Core Ultra Series 3. Spesifikasinya makin gahar berkat RAM LPDDR5X 32GB dan penyimpanan SSD M.2 NVMe PCIe 4.0 berkapasitas 1TB yang bisa diupgrade.
Dengan Kombinasi tersebut, Zenbook S14 OLED bisa melibas berbagai tuntutan kerja. Multitasking aplikasi pekerjaan berjalan sangat mulus.
Memproses transfer banyak file berukuran puluhan ratus gigabyte pun dieksekusi dengan cepat tanpa ada kendala throttling atau “ngos-ngosan” yang parah di tengah jalan, seperti yang kadang terjadi pada laptop lain.
Untuk urusan kreatif seperti editing video 4K di DaVinci Resolve, performanya terasa lancar. Grafis terintegrasi Intel bawaannya masih sanggup diajak bermain game walau memang untuk di kelas harganya terasa agak kurang.
Saat dites menjalankan Shadow of the Tomb Raider di resolusi 1920 x 1200 dengan preset Lowest, laptop ini mampu meraih rata-rata 43 FPS.
Laptop ini jelas bukan untuk gaming rata kanan, tapi sudah cukup oke untuk rehat sejenak. Selama pengujian pun, suhunya tergolong adem dan kipasnya jarang sekali berisik.
Fitur

Prosesor Intel Core Ultra 9 386H pada laptop ini membawa NPU yang sanggup menyajikan kinerja hingga 50 TOPS. Ini membuatnya siap mendukung berbagai fitur AI Copilot seperti Cocreator di aplikasi Paint.
Webcam FHD yang disematkan sudah memadai untuk kebutuhan video call, meski absennya penutup kamera fisik mungkin jadi catatan bagi yang mementingkan privasi.
Sektor audionya patut diacungi jempol. Empat speaker bawaannya menyajikan kualitas suara yang sangat baik sehingga mendengarkan musik sambil bekerja tidak perlu repot menyambungkan speaker eksternal atau earphone.
Untuk komunikasi, ada fitur AI Noise Canceling Microphone andalan ASUS yang efektif meredam kebisingan saat kita berada di tempat ramai.
Secara software, laptop ini sudah sangat siap pakai berkat lisensi Windows 11 Home dan Microsoft Office Home 2024 gratis.
Sebagai nilai tambah, ASUS juga menyertakan lisensi Microsoft 365 Basic selama setahun dan Xbox Game Pass selama 3 bulan.
Ada pula StoryCube, aplikasi galeri foto pintar dari ASUS yang otomatis mengelompokkan foto berdasarkan orang atau menampilkan lokasinya di peta.
Baterai

Kapasitas baterai 77WHrs pada laptop ini luar biasa memuaskan. Saya bisa memakainya bekerja non-stop selama hampir 9 jam, membebaskan dari keharusan mencari colokan charger seharian.
Saat dites menggunakan PCMark 10, skor ketahanan dayanya bahkan menyentuh 20 jam 11 menit, berada di atas rata-rata laptop yang pernah diuji di Gadgetren.
Meski kecepatan pengisian dayanya tidak sempat diuji karena unit review ini datang tanpa charger bawaan, versi ritelnya menyertakan charger mini 68W. Laptop ini sendiri sudah mendukung teknologi pengisian daya hingga 100W.
Kesimpulan

ASUS Zenbook S14 OLED (UX5406AA) adalah laptop yang sangat solid untuk menunjang aktivitas kerja sehari-hari dengan balutan desain premium. Baterainya tahan lama dan performanya pun sangat gegas.
Laptop ini tampaknya difokuskan untuk profesional mengingat harganya yang mencapai Rp44.999.000 membuatnya kurang relevan untuk pelajar serta absennya GPU diskret yang membuatnya nanggung untuk gamer.
Layanan purnajualnya pun memanjakan pengguna dengan garansi internasional 3 tahun dan ASUS VIP Perfect Warranty 3 tahun yang mencakup kelalaian pengguna.
Selain itu ada ASUS Premium Service yang menanggung biaya antar-jemput, perawatan gratis, hingga antrean prioritas saat servis.


Tinggalkan Komentar