ASUS ZenBook Pro 14 Duo OLED UX8402
Review Headphone

Review JBL Soundgear Sense, Praktis dan Fleksibel Digunakan

JBL Soundgear Sense (1)

Review JBL Soundgear Sense
  • Rating
4

Kesimpulan

JBL Soundgear Sense membawa desain open-ear yang fleksibel untuk digunakan di mana saja dengan daya tahan baterai seharian

Yang Disukai

  • Praktis digunakan
  • Desain open-air yang pas
  • Profil suara lebih netral
  • Kustomisasi Equalizer mumpuni
  • Sudah IP54

Yang Tidak Disukai

  • Bisa bikin daun telinga nyeri
  • Casing yang tergolong besar

JBL sebagai salah satu pembuat perangkat audio ternama telah menghadirkan JBL Soundgear Sense yang menyasar para kamu yang ingin selalu fleksibel

JBL Soundgear Sense merupakan True Wireless Stereo yang mengusung desain open-ear agar dapat memberikan kenyamanan lebih walaupun digunakan dalam waktu yang lama.

Saat ini JBL Soundgear Sense sudah tersedia di Indonesia seharga Rp2.639.000 melalui halaman web resmi JBL maupun e-commerce dengan pilihan warna putih dan hitam.

Daftar Konten

Desain

Tampilan Luar

Untuk varian yang diuji, JBL Soundgear Sense tampil dengan balutan warna hitam matte yang membuatnya tampak minimalis dan tidak terlalu menonjol. Pada bagian atas case terdapat logo JBL yang diembos serta tulisan Soundgear Sense di bagian belakang yang mana juga berwarna hitam namun dengan tekstur glossy.

Selain itu di bagian belakangnya juga terdapat port USB-C untuk kebutuhan pengisian daya dari case. Untuk mengetahui kondisi baterai maupun proses pengisian daya, terdapat lampu LED berwarna putih di bagian depan yang akan menyala ketika port USB-C terhubung maupun case dibuka.

JBL Soundgear Sense (2)

Secara keseluruhan tidak terlalu banyak pernak pernik yang menghiasi casing. Bodi case tergolong lebar dibandingkan kompetitor, namun sedikit pipih sehingga membuatnya tetap mudah untuk dimasukkan ke dalam saku celana. Bobotnya pun hanya 69,5 gram yang mana masih cukup ringan.

Selain ada kabel USB-A ke USB-C, dalam paket penjualan juga terdapat neckband yang bisa dipasang pada kedua earpiece JBL Soundgear Sense untuk keamanan lebih. Namun neckband ini terasa sedikit primitif karena seperti plastik kaku dan sulit untuk memasangkan earpiece.

JBL Soundgear Sense (4)

Untuk kedua earpiece sendiri membawa gaya desain yang serasi dengan case lewat balutan warna hitam matte. Di samping logo JBL terdapat lampu indikator berwarna biru di kedua earpiece yang berfungsi untuk mengetahui status koneksi maupun pairing.

Tidak ada tombol fisik di kedua earpiece dikarenakan JBL memberikan dukungan sentuhan pada kedua earpiece. Dengan melakukan gerakan sentuhan tertentu, perintah maupun navigasi dapat diberikan.

JBL Soundgear Sense (5)

Kedua earpiece juga memiliki pengait di bagian atas yang bisa sedikit posisinya untuk menyesuaikan dengan bentuk telinga dan tingkat kerapatannya menempel. Pengait tersebut dapat di maju-mundurkan maupun dibuka ke samping.

Sementara pada bagian dalam earpiece akan terlihat speaker yang ditandai R dan L sebagai indikator posisi pemakaian maupun saat ditempatkan dalam case. Selain itu juga ada dua buah pin di setiap earpiece untuk mengisi daya di dalam case.

Kenyamanan dan Durabilitas

JBL Soundgear Sense seperti yang sudah disebutkan sebelumnya membawa desain open-ear yang mana berarti earpiece hanya akan menempel di telinga saja. Pada bagian atasnya terdapat pengait ke daun telinga yang dapat diatur posisinya.

Dengan begitu, earpiece dapat menempel dengan baik dan tidak mudah berubah posisi sehingga spaker selalu mengarah ke telinga. Sebagai pengguna yang kurang menyukai desain in-ear, JBL Soundgear Sense menjadi angin segar di segmen TWS.

Pasanya ke kebanyakan TWS yang tersedia saat ini di pasar Indonesia mengusung desain in-ear yang mana terasa lebih intrusif. Hanya saja memang JBL Soundgear Sense benar-benar terasa menggantung di telinga, berbeda dengan TWS in-ear yang biasanya bisa sangat ringan hingga tidak terasa.

JBL Soundgear Sense (6)

Pengaitnya juga memang membuat earpiece dapat terpasang dengan baik bahkan ketika aktif bergerak sekalipun sehingga tidak khawatir akan terlepas atau jatuh. Namun bagian atas daun telinga bisa menjadi terasa sedikit nyeri setelah dikenakan dalam waktu lama akibat terjepit antara pengait dan earpiece.

Hal ini terjadi ketika saya mendengarkan musik dengan JBL Soundgear Sense selama 6 jam secara terus menerus untuk pengujian baterai. Akan tetapi saat digunakan normal antara 2-3 jam saja, tidak ada terasa nyeri atau apapun. Hal ini akan berbeda untuk setiap orang, namun menurut saya JBL Soundgear Sense lebih nyaman dibanding TWS in-ear karena telinga masih mendapatkan udara segar.

Soal ketahanan, material bodinya yang bermaterial plastik terasa cukup kokoh dan tidak terasa murahan sama sekali baik itu pada charging case maupun earpiece. Ditambah lagi ada rating IP54 yang mana tahan terhadap percikan air dan debu sehingga bisa digunakan untuk olah raga,

Pengalaman Audio

Kualitas Suara

JBL Soundgear Sense mengandalkan driver berkuran 16.2mm pada kedua earpiece yang memiliki kemampuan rentang dinamis respon frekuensi antara 20 Hz – 20 kHz. Dengan desain yang open-ear, TWS ini menghadirkan profil suara yang cenderung netral.

Walaupun begitu suara Bass masih tetap dominan sehingga terdengar mendetak untuk musik-musik jenis EDM dan sejenisnya. Namun tentunya tidak sekuat TWS in-ear karena udara tidak terisolasi yang mana membuatnya jadi menghadirkan suara yang lebih seimbang.

JBL Soundgear Sense (3)

Suara dari lingkungan sekitar pun akan terdengar, tapi selama pengujian tidak terlalu mengganggu lantunan lagu. Pasalnya teknologi OpenSound yang dibenamkan perlu diakui membuat suara benar-benar terarah ke lubang telinga.

Dengan begitu JBL Soundgear Sense tidak hanya seperti speaker yang didekatkan ke telinga saja melainkan memang terdengar seperti TWS dengan suara yang terfokus. Bahkan menariknya hampir tidak ada suara bocor keluar, kecuali volume diatur ke tingkat tinggi atau maksimal.

Konektivitas dan Mikrofon

Selain itu JBL soundgear Sense juga menggunakan Bluetooth 5.3 yang punya latensi rendah dan kualitas koneksi yang baik sehingga tidak ada gangguan audio yang terjadi seperti terputus-putus atau sejenisnya.

Berkat adanya empat mikrofon, JBL Soundgear Sense mampu menangkap suara dengan baik sehingga panggilan telepon dapat terdengar dengan cukup jelas. Memang untuk kualitasnya bukan yang terbaik, namun sudah mencukupi untuk panggilan telepon dalam keseharian.

Software

Aplikasi My JBL

Proses pairing untuk JBL Soundgear Sense terbilang sangat mudah sekali karena langsung terdeteksi oleh PC maupun ponsel saat membuka case. Tinggal menekan tombol konfirmasi yang muncul untuk pairing dan secara otomatis earpiece langsung bisa digunakan.

Namun untuk ponsel sebaiknya juga mengunduh aplikasi My JBL untuk mendapatkan fitur dan pengaturan yang lebih lengkap. Begitu juga untuk update firmware dari JBL Soundgear Sense bisa dilakukan melalui aplikasi ini.

JBL Soundgear Sense Pairing

Jika proses pairing otomatis tidak muncul, maka bisa memilih secara manual JBL Soundgear Sense dari daftar perangkat yang ada di aplikasi My JBL. Setelah itu, pada bagian Home akan muncul JBL Soundgear Sense yang mana bisa diketuk untuk memunculkan pengaturan yang ada.

Seluruh pengaturan sudah terpampang di bagian dengan informasi yang jelas sehingga memudahkan akses tanpa perlu masuk ke banyak menu. Bisa dikatakan baik proses pairing hingga penggunaan aplikasi My JBL tergolong praktis dan mudah.

Fitur dan Opsi Pengaturan

Pada aplikasi My JBL tersedia berbagai pengaturan yang bisa digunakan untuk membuat penggunaan lebih praktis dan optimal. Salah satunya fitur gesture untuk setiap earpiece baik kiri dan kanan dapat diatur untuk fungsi yang berbeda.

Misalnya 1x ketuk di earpiece kanan untuk play/pause, namun 1x ketuk di earpiece kiri untuk meningkatkan volume. Gesture yang didukung meliputi 1x ketuk, 2x ketuk, 3x ketuk, serta tahan yang mana seluruhnya dapat diatur.

JBL Soundgear Sense Fitur Gesture

Selain gesture, terdapat juga opsi Equalizer yang dapat dipilih pada aplikasi My JBL untuk menyesuaikan dengan genre musik dan konten yang didengarkan hingga membatasi maksimal volume untuk menjaga pendengaran.

Selain itu ada fitur Smart Audio dan Video yang dapat digunakan untuk meningkatkan pengalaman. Tak ketinggalan fitur Find My Buds juga tersedia untuk membantu ketika earpiece hilang atau lupa disimpan di mana.

JBL Soundgear Sense Equalizer

Sayangnya tidak ada fitur play/pause otomatis ketika dilepas karena tidak ada sensor proximity di JBL Soundgear Sense. Akan tetap tersedia fitur Auto Power Off yang akan mematikan earpiece ketika tidak digunakan dalam waktu tertentu.

Menariknya lagi JBL Soundgear Sense memiliki fitur Dual Connect yang memungkinkan earpiece berfungsi secara terpisah. Namun rasanya fitur ini malah membuat saya sedikit merasa bingung karena jadi tidak tersinkron.

Daya Tahan Baterai

JBL mengklaim bahwa TWS ini secara total dapat digunakan hingga 24 jam, termasuk dengan daya dari case. Selama pengujian, saya bisa menggunakannya untuk mendengarkan musik LoFi, nonton YouTube, dan bermain game selama sekitar 7 jam 3 menit hingga akhirnya baterai tersisa 6% dan 7% untuk earpiece kiri dan kanan secara berurutan.

Volume diatur pada kisaran antara 30% hingga 50% tergantung dari jenis konten yang didengarkan. Daya tahannya saat pengujian sedikit lebih tinggi dibandingkan klaim JBL yang mana disebut selama 6 jam. Namun tentunya hasil akan berbeda-beda tergantung dari tingkat volume maupun jenis konten yang didengarkan.

JBL Soundgear Sense (7)

Sementara saat disimpan pada case untuk diisi dayanya menghabiskan sekitar 25% agar kembali penuh lagi. Berarti setidaknya JBL Soundgear Sense dimungkinkan untuk diisi ulang dayanya pada case sebanyak empat kali.

Untuk pengisian daya case sendiri hanya melalui port USB-C yang ada di belakang saja. Tidak ada dukungan Wireless Charging untuk pengisian daya secara nirkabel.

Cocok Untuk Siapa?

JBL Soundgear Sense merupakan opsi menarik buat kamu yang mencari perangkat TWS alternatif selain in-ear. Desain yang dihadirkannya cukup nyaman dan fleksibel untuk digunakan dalam beraktivitas tanpa memberikan hambatan.

Memang dari tampilan luar tidak terlalu menarik perhatian, namun kesan minimalis yang diberikan membuatnya serasi dengan berbagai gaya. Soal kualitas audio, JBL Soundgear Sense dengan desain open-ear berhasil memberikan pengalaman audio yang baik dengan kualitas suara lebih netral.

Walaupun ada fitur TWS pada umumnya yang absen di JBL Soundgear Sense, namun secara keseluruhan tidak terlalu berpengaruh dalam penggunaan sehari-hari. Dengan daya tahan baterai yang cukup lama, JBL Soundgear Sense rasanya cocok bagi kamu yang tidak ingin ribet, suka praktis, dan fleksibel sambil tetap mendapatkan pengalaman audio yang mumpuni.

Tentang penulis

Fauzi Rasyad

Editor Gadgetren yang telah berkecimpung sebagai penulis seputar teknologi sejak tahun 2015. Dunia komputer hingga smartphone sudah cukup lama ia geluti karena memang tertarik melihat perkembangan teknologi yang semakin canggih dari tahun ke tahun.

Tinggalkan Komentar