Review Laptop / PC

Review ASUS Vivobook 13 Slate OLED T3300 – Jagokan Layar yang Sangat Memanjakan Mata

Review ASUS Vivobook Slate 13 OLED T3300KA Header

Gadgetren – Laptop Vivobook 13 Slate OLED menjadi upaya ASUS dalam memberikan perangkat yang bisa dinikmati untuk hiburan dan menumpahkan kreativitas.

ASUS tidak henti-hentinya menghadirkan laptop unik dan menarik yang menyasar segmen tertentu. Seperti yang terlihat pada Vivobook 13 Slate OLED lewat desain berbeda dari laptop pada umumnya yang mana bentuknya dapat disesuaikan dengan ragam skenario penggunaan.

Untuk melihat lebih jauh seperti apa keunggulana yang dihadirkan oleh ASUS Vivobook 13 Slate OLED T3300, berikut ulasan dari Tim Gadgetren.

Review ASUS Vivobook 13 Slate OLED T3300
  • Layar - 10/10
    10/10
  • Performa - 8/10
    8/10
  • Baterai - 9/10
    9/10
  • Fitur - 8/10
    8/10
  • Desain - 9/10
    9/10
8.8/10

Kesimpulan

ASUS Vivobook 13 Slate OLED T3300 membawa form factor unik dengan layar luar biasa untuk pengalaman visual terbaik dalam menikmati konten hiburan.

Pros

  • Layar OLED yang menawan
  • Keyboard dan touchpad nyaman
  • Baterai tahan lama
  • Desain fleksibel dan portabel
  • Konstruksi dan material berkualitas

Cons

  • Hanya ada 2 port USB-C
  • Penopang layar sedikit ribet
  • Prosesor yang biasa saja


ASUS Vivobook 13 Slate OLED seperti yang sudah saya sebutkan di awal mempunyai desain yang sangat berbeda dibandingkan laptop konvensional. Bahkan desainnya pun terbilang unik untuk sebuah laptop 2-in-1.

Vivobook 13 Slate OLED utamanya menyatukan seluruh komponen di dalam sebuah layar menjadi layaknya perangkat tablet. Sementara bagaian keyboard dapat dilepas atau dipasang sesuai dengan kebutuhan yang tentunya akan sangat membantu ketika hanya sekadar ingin menikmati konten hiburan.

Secara keseluruhan, Vivobook 13 Slate OLED terbagi menjadi tiga bagian yang meliputi bodi utama, keyboard, dan penyangga belakang. Ketiga bagian tersebut dapat dilepas pasang dengan memanfaatkan sistem magnetik yang cukup kuat dan keyboard memiliki pin konektor khusus untuk terhubung ke bagian bawah laptop.

ASUS Vivobook Slate 13 OLED T3300KA (8)

Bodi utamanya dibalut bahan metal berwarna abu gelap sementara bagian penopang belakang menggunakan polikarbonat yang kokoh. Bahan serupa juga digunakan untuk bagian keyboard, namun dengan tambahan lapisan doff.

ASUS pun memberikan sedikit aksen di penjuru bodi dan aksesoris Vivobook 13 Slate OLED seperti ikon dan tulisan berwarna hijau dengan tambahan warna abu muda di beberapa bagian yang terlihat modern dan trendi.

Bodi utama dari laptop ini punya profil dimensi yang sangat ramping dan cukup tipis dengan ketebalan 7,9mm sehingga mudah untuk dibawa ke mana saja dan digunakan di mana saja. Oleh karena itu portabilitas menjadi salah satu nilai jual utama dari laptop ini berkat fleksibilitas penggunaan yang tinggi.

ASUS Vivobook Slate 13 OLED T3300KA (7)

Mau dipakai seperti laptop konvensional atau seperti tablet, Vivobook 13 Slate OLED bisa memenuhinya sesuai dengan keinginan pengguna. Selama menguji laptop ini, saya pun dapat bersantai menikmati konten hiburan maupun membaca buku digital dengan lebih nyaman dalam mode tablet dan langsung mengubahnya jadi mode laptop saat ingin bekerja.

Hanya saja, saya kurang nyaman dengan solusi penopang yang ASUS hadirkan. Ini dikarenakan Vivobook 13 Slate OLED layaknya laptop 2-in-1 serupa, sebagian besar beban berada di bagian layar sehingga menggunakan penopang menjadi hal wajib saat ingin menggunakannya dalam mode laptop.

Desain 2-in-1 seperti ini tentu membuatnya tidak sepraktis laptop konvensional dimana saya tinggal mengangkat layar untuk langsung menggunakannya. Berbeda pada Vivobook 13 Slate OLED yang mengharuskan saya menyesuaikan penopang terlebih dahulu sebelum beraktivitas pada mode laptop.

ASUS Vivobook Slate 13 OLED T3300KA (9)

Sisi baiknya, memang tingkat sudut penopang yang dapat disesuaikan terbilang luas. Bahkan penyangganya dapat membuat layar ditidurkan sekitar 170 derajat sehingga memudahkan navigasi maupun saat ingin menuangkan kreativitas dalam bentuk sketsa dan corat coret dengan memanfaatkan ASUS Pen 2.0 (pembelian terpisah).

Oleh karena itu, saya lebih sering menggunakan Vivobook 13 Slate OLED dalam bentuk tablet dengan penyangga selalu tertempel di bagian belakang agar selalu siap untuk dimanfaatkan. Memang sistem magnetik pada penyangga cukup kuat, namun masih sedikit ada rasa khawatir akan lepas tiba-tiba walaupun selama saya gunakan hal tersebut tidak pernah terjadi.

Di samping itu, seluruh port tersedia di bagian bodi utama yang mana terdiri dari dua port USB-C dan microSD. Sangat terbatas sekali port yang disediakan sehingga dipastikan bakal butuh dongle untuk menghubungkan perangkat USB-A maupun lainnya.

ASUS Vivobook Slate 13 OLED T3300KA (4)

Keterbatasan port dan solusi desain saat mode laptop menjadi dua hal yang kerap menghambat saya ketika menggunakan Vivobook 13 Slate OLED dan perlu ASUS tingkatkan pada iterasi berikutnya. Nah dengan sudah disisihkannya dua hal tersebut, saya masih tergolong menyukai apa yang ditawarkan oleh laptop mutakhir buatan ASUS yang satu ini secara keseluruhan.

Mulai dari tampilan depannya, Vivobook 13 Slate OLED sesuai namanya membawa layar berpanel OLED dengan ukuran 13,3 inci yang didukung resolusi Full HD 1080p, tingkat kecerahan 550 nits, 100% DCI-P3 dengan PANTONE Validation, Dolby Vision, dan sertifikasi VESA DisplayHDR 500 True Black.

Hadinya dukungan HDR tentu memungkinkan konten-konten diputar dalam format HDR yang mana memiliki rentang dinamis warna lebih baik dibandingkan konten SDR. Warna hitam semakin gelap dan bagian yang cerah pun tidak berlebihan sehingga memberikan pengalaman visual lebih baik.

ASUS Vivobook Slate 13 OLED T3300KA (10)

Oleh karena itu, layar laptop ini dapat menyajikan visual dengan kualitas sangat menawan yang pastinya sangat memanjakan mata. Berkat warna yang terlihat cerah dan akurat, menonton video atau melihat gambar seni digital bakal jadi makin asik.

Layar menjadi salah satu kekuatan utama dari Vivobook 13 Slate OLED karena memang benar-benar mampu menampilkan pengalaman visual yang sulit ditandingi oleh laptop mainstream. Apalagi berbeda dari tablet, layarnya tetap membawa rasio 16:9 yang mana umum digunakan pada konten video dan gambar sehingga dapat dilihat secara full screen tanpa adanya bar hitam.

Layar dengan kualitas tinggi dijamin bakal berimbas ke segalanya karena layar menjadi sarana utama untuk melihat konten. Baik itu saat menikmati konten hiburan maupun sekadar berselancar media sosial, layar Vivobook 13 Slate OLED bakal memberikan pengalaman yang lebih baik.

ASUS Vivobook Slate 13 OLED T3300KA (11)

Ditambah lagi layar dari Vivobook 13 Slate OLED sudah mendapatkan sertifikasi dari TUV Rheiland karena telah mengurangi emisi cahaya biru hingga 70% tanpa mempengaruhi akurasi warna sehingga lebih aman di mata ketika menggunakannya dalam waktu lama.

ASUS memang menghadirkan Vivobook 13 Slate OLED secara khusus agar penggunanya mendapatkan pengalaman terbaik saat mengonsumsi konten hiburan. Oleh karena itu, ASUS pun memberikan dukungan audio empat speaker dengan Dolby Atmos untuk menemani visual mumpuni tersebut.

Dalam bodi yang sangat ramping, ASUS kemudian memberikan prosesor Intel Pentium Silver N6000 yang memiliki 4 Cores dengan kecepatan hingga 3.3 GHz serta Intel UHD Graphics untuk kebutuhan olah grafis. Sementara itu terdapat juga RAM LPDDR4X 8GB dan penyimpanan 256GB M.2 NVMe SSD.

ASUS Vivobook Slate 13 OLED T3300KA Spesifikasi

Dapur pacu yang ada di dalam Vivobook 13 Slate OLED memang bukan yang terbaik maupun sangat bertenaga, namun sudah cukup memadai untuk penggunaan sehari-hari berdasarkan pengalaman saya. Tidak ada kendala sama sekali ketika saya browsing internet, nonton YouTube, hingga membuat dokumen untuk pekerjaan.

Untuk memastikan seperti apa kemampuannya, saya pun melakukan benchmark menggunakan beberapa aplikasi populer. Vivobook 13 Slate OLED mendapatkan skor mencapai 2.267 poin pada PCMark 10 dan 2.709 poin pada PCMark 8. Sementara pada Cinebench R23 mendapatkan angka 574 poin untuk Single-Core dan 912 poin untuk Multi-Core.

Dengan performa seperti itu, laptop 2-in-1 ini hanya dapat dibawa bermain game kasual yang tidak  membutuhkan beban komputasi besar. Oleh karena itu jangan terlalu berharap bisa membawa laptop yang satu ini untuk memenuhi hasrat bermain game. Lebih baik kamu melirik lini ASUS ROG maupun TUF Gaming jika gaming menjadi fokus utama.

ASUS Vivobook Slate 13 OLED T3300KA Benchmark

Walaupun begitu, performa yang dihadirkan oleh Vivobook 13 Slate OLED sudah terbilang memadai untuk digunakan dikeseharian secara lancar, baik itu untuk browsing maupun bekerja. Saya dapat membuka banyak tab di browser sambil mengetik tanpa adanya kendala yang mengganggu.

Ini tentu sesuai dengan tujuan ASUS yang memang menghadirkan Vivobook 13 Slate OLED lebih untuk perangkat hiburan dengan fungsional tambahan ketika ingin menuangkan kreativitas. Ditambah lagi Vivobook 13 Slate OLED sudah dibekali WiFi 6 802.11ax dan Bluetooth 5.2 sehingga untuk konektivitas nirkabel yang mana suda sangat cepat untuk streaming atau lainnya.

Untungnya lagi, dapur pacu Vivobook 13 Slate OLED yang terbilang efisien dalam menggunakan daya akan memberikan waktu penggunaan yang lebih bisa diandalkan dibandingkan laptop konvensional. Berbekal baterai berkapasitas 50Wh, Vivobook 13 Slate OLED memiliki daya tahan baterai yang terbilang cukup mumpuni.

Dalam pengujian yang saya lakukan menggunakan PCMark 8 pada mode Home dengan tingkat kecerahan layar 50%, laptop ini berhasil mendapatkan skor mencapai 5 jam 37 menit. Angka yang sudah di atas rata-rata laptop mainstream yang biasanya bertahan hanya sekitar 2 jam saja.

ASUS Vivobook Slate 13 OLED T3300KA Benchmark Baterai

Selain itu, Vivobook 13 Slate OLED juga mendukung pengisian cepat 65 Watt yang dapat mengisi baterai hingga 60% dalam waktu 39 menit saja melalui port USB-C. Hal ini juga berarti laptop dapat diisi ulang menggunakan powerbank saat darurat.

Menariknya lagi, aplikasi MyASUS memungkinkan pengisian baterai dibatasi hanya menjadi 60% atau 80% sebagai solusi untuk memperpanjang kesehatan baterai ketika harus terhubung ke sumber listrik secara terus menerus ketika digunakan.

Satu hal yang perlu menjadi catatan, bodi dari Vivobook 13 Slate OLED khususnya pada sisi kiri belakang akan terasa cukup hangat saat digunakan beraktivitas sambil mengisi daya. Mungkin akan sedikit mengganggu dalam mode tablet, namun untungnya tidak terasa sama sekali saat menggunakan mode laptop.

ASUS Vivobook Slate 13 OLED T3300KA (5)

Untungnya desain tanpa kipas yang dihadirkan oleh ASUS membuat perangkat ini sangat senyap tanpa terdengar suara sama sekali ketika digunakan bekerja maksimal sekalipun. Jadi Vivobook 13 Slate OLED bakal tetap aman digunakan di ruang umum karena tidak akan ada suara yang mengganggu sekitar.

Saya pun cukup betah menggunakan Vivobook 13 Slate OLED dalam keseharian berkat kemampuan yang ditawarkannya. Laptop senyap dengan layar memukau serta performa yang sudah cukup untuk mengetik terbilang pas dengan kebutuhan saya.

Apalagi ASUS juga menyediakan keyboard dan touchpad yang nyaman. Ukuran touchpad yang luas dengan permukaan sangat halus membuat ujung jari dapat menelusur secara mulus ketika menggerakkan kursor. Tersedia pula sensor fingerprint di tombol Power untuk autentikasi biometrik menggunakan Windows Hello.

ASUS Vivobook Slate 13 OLED T3300KA (3)

Selama menggunakan Vivobook 13 Slate OLED, saya jarang sekali merasa harus menggunakan mouse eksternal karena touchpad yang dihadirkan memang sudah sangat nyaman. Ditambah lagi saya juga lebih sering menyentuh layar untuk navigasi umum karena terasa lebih praktis.

Sementara itu, keyboard yang dihadirkan walaupun punya profil tipis ternyata tetap menawarkan pengalaman mengetik yang baik. Dengan key travel 1,4mm, setiap tombol benar-benar terasa tertekan yang mana membuat pengetikan jadi akurat.

Untuk menunjang aktivitas sehari-hari, Vivobook 13 Slate OLED dibekali dua kamera yang terbagi menjadi lensa depan 5MP dan lensa belakang 13MP. Untuk kualitasnya sendiri menurut saya sudah mencukupi untuk melakukan video call dengan jelas walau memang masih jauh dibandingkan handphone yang ada saat ini.

ASUS Vivobook Slate 13 OLED T3300KA Kamera Depan

Kamera Depan 5MP

ASUS Vivobook Slate 13 OLED T3300KA Kamera Belakang

Kamera Belakang 13MP

Profil warna tergolong sedikit pudar saat digunakan memotret dengan aplikasi kamera bawaan Windows 11. Namun dalam kondisi pencahayaan optimal, saya rasa kualitas gambar yang diberikan, khususnya oleh kamera depan sudah terbilang oke untuk video call.

Ditambah lagi ASUS membenamkan fitur ClearVoice Mic di aplikasi MyASUS yang mengandalkan kecerdasan buatan untuk mengurangi gangguan suara saat tengah berkomunikasi bersama rekan. Selain sudah langsung menjalankan sistem operasi Windows 11 Home, ASUS juga menyediakan Office Home & Students di dalam laptop ini.

Aplikasi MyASUS menyediakan banyak sekali opsi pengaturan yang bisa digunakan sesuai preferensi mulai dari pengecasan, peredam bising, layar, hingga prioritas bandwidth untuk aplikasi tertentu.

ASUS Vivobook Slate 13 OLED T3300KA (12)

Secara keseluruhan, saya cukup suka dengan Vivobook 13 Slate OLED T3300 terutama di sisi layar yang sangat jempolan serta kenyamanan saat digunakan mengetik berkat keyboard yang taktil dan touchpad yang luas.

Masih ada beberapa hal yang menurut saya bisa ASUS tingkatkan untuk membuat laptop ini semakin memikat seperti desain penyangga yang lebih baik maupun port yang lebih banyak. Di samping itu semua, Vivobook 13 Slate OLED sangat layak sekali untuk menjadi perangkat utama dalam menikmati konten hiburan dengan fungsional tambahan untuk menunjang produktivitas.

Tinggalkan Komentar