Mading Tekno

Mengenal Teknologi HDR10, HDR, dan SDR yang Dipakai di Layar

Mengenal Apa Itu HDR10 HDR SDR Header

Gadgetren – Layar sebuah perangkat tak hanya akan dibedakan berdasarkan jenis panel maupun resolusi yang ditawarkan, melainkan juga dukungan rentang dinamis miliknya seperti HDR10, HDR, atau SDR.

Dikarenakan produksi gambar untuk setiap standar bakal berbeda-beda, kita pun perlu mempertimbangkan dukungan tersebut ketika sedang mencari sebuah perangkat supaya nanti bisa menikmati tayangan secara lebih maksimal.

Di bidang fotografi dan videografi, dynamic range atau rentang dinamis secara khusus merujuk langsung kepada rentang nilai dari bagian tergelap dan terterang pada potongan sebuah gambar. Biasanya juga disebut dengan luminosity atau cakupan pencahayaan.

Dynamic range akan menentukan bagaimana sebuah detail ditampilkan saat rona gelap dan terang bekerja bersamaan pada sebuah potongan gambar. Apakah nantinya terlihat jelas, overexposed (terlalu terang), atau justru underexposed (terlalu gelap).

Namun untuk menghasilkan tampilan yang sesuai, perangkat yang digunakan harus mendukung teknologi dynamic range dari konten terkait. Adapun dalam hal ini secara umum dapat dibedakan menjadi dua kategori, yaitu HDR dan SDR.

Mengenal Apa Itu HDR?

HDR yang mempunyai kepanjangan kata High Dynamic Range merupakan sebuah teknologi pencitraan yang memungkinkan sebuah konten gambar dapat menampilkan detail pada bagian gelap dan terang secara lebih baik.

Didukung oleh perangkat yang tepat, sebuah konten yang mempunyai dynamic range tinggi soalnya bakalan mempunyai kontras cukup baik untuk menampilkan rona gelap dan terang dalam satu potongan gambar.

Dengan mengadopsi teknologi pencitraan ini, sebuah konten diharapkan dapat menampilkan gambar secara lebih jelas dan mampu mengakomodasi rentang warna lebih luas. Jadi nanti pada akhirnya bisa terlihat lebih natural.

Ada tiga standar yang sekarang sering dipakai oleh perusahaan teknologi untuk mengakomodasi dukungan HDR ke dalam konten maupun perangkat. Termasuk di antaranya meliputi HDR10, HDR10+, dan Dolby Vision.

HDR10

Dikembangkan oleh Consumer Technology Association pada tahun 2015 silam, HDR10 merupakan standar HDR yang paling umum digunakan. Perusahaan apa saja soalnya bisa mengadopsinya secara lebih leluasa tanpa perlu membayar biaya royalti.

HDR10 dirancang untuk panel dengan palet warna 10bit. Di atas kertas, standar ini bisa mengakomodasi tingkat kecerahan hingga 10.000nit dengan dukungan yang umum diterapkan berkisar antara 500 hingga 4.000nit.

Mengenal HDR10, HDR, SDR

Hanya saja standar ini sayangnya masih menggunakan metadata statis di mana pemetaan tingkat kecerahan maupun corak warna akan selalu sama dari awal hingga akhir saat menayangkan sebuah konten. Selain itu, HDR10 pun tidak membawa dukungan ke belakang untuk SDR.

Kita dapat menjumpai berbagai macam perangkat yang mendukung HDR10 mulai dari konsol, laptop, monitor, hingga televisi. Sebagian di antaranya bahkan sudah meluncur dengan sertifikat khusus DisplayHDR dari VESA sehingga bisa lebih terjamin.

HDR10+

Bisa dianggap bahwa HDR10+ merupakan peningkatan dari HDR10. Perbedaan utamanya terletak pada dukungan metadata dinamis yang memungkinkan pengaturan kecerahan dan warna berubah-ubah setiap adegan dari sebuah konten sehingga nantinya bisa lebih pas.

Selain itu, HDR10+ juga mendukung palet warna hingga 12bit walaupun belum ada konten yang mencapainya. Standar ini pun umumnya sudah tersedia dengan tingkat kecerahan 1.000nit hingga 4.000nit meskipun puncaknya sama-sama bisa mencapai 10.000nit.

Sebagai sebuah peningkatan, HDR10+ untungnya masih tersedia secara terbuka sehingga bisa dipakai oleh perusahaan apa saja tanpa perlu membayar royalti. Hanya saja ada dukungan ke belakang untuk SDR maupun HDR10 itu sendiri.

Dolby Vision

Berbeda dari HDR10 maupun HDR10+, Dolby Vision merupakan standar eksklusif untuk teknologi HDR yang dikembangkan oleh Dolby untuk perangkat-perangkat dengan chip buatannya. Jadi umumnya tidak akan tersedia secara umum.

Mengenal HDR10, HDR, SDR - 1

Meskipun begitu, Dolby Vision mempunyai dukungan yang hampir mirip dengan HDR10+. Standar ini misalnya membawa metadata yang dinamis dan sudah tersedia secara umum dalam kecerahan dari 1.000nit hingga 4.000nit dengan puncak 10.000nit.

Dolby Vision pun sudah mengakomodasi palet hingga 12bit warna. Selain itu, biasanya juga mengusung dukungan ke belakang untuk SDR dan HDR10 meskipun menggunakan teknologi yang cukup berbeda dalam melakukannya.

Mengenal Apa Itu SDR?

SDR merupakan singkatan kata dari Standard Dynamic Range di mana kurang lebih bisa diartikan sebagai teknologi pencitraan yang paling standar untuk pengembangan berbagai macam konten maupun perangkat sekarang ini.

Sesuai dengan namanya, SDR tentu memiliki dukungan yang lebih terbatas. Dynamic range yang ditawarkan lebih sempit dari HDR sehingga beberapa gambar dengan perpaduan rona gelap dan terang bisa saja kehilangan beberapa detailnya.

Rentang warna untuk SDR biasanya juga lebih terbatas. Berbeda dengan HDR yang sudah mengakomodasi Wide Color Gamut (WCG) seperti DCI-P3, teknologi ini soalnya masih mengenakan gamut warna standar seperti sRGB.

Beberapa hal tersebut dikarenakan karakteristik warna, kontras, dan kecerahan dari teknologi SDR sendiri biasanya didasarkan pada keterbatasan panel layar berjenis Cathode Ray Tube (CRT) yang mana sebenarnya kini sudah banyak ditinggalkan.


Dapatkan berita teknologi pilihan dari Gadgetren langsung ke handphone kamu di aplikasi Telegram: https://t.me/gadgetren

Tinggalkan Komentar