Berita Smartphone

Chipset Unisoc Mulai Sering Digunakan, Ini Kata Produsen Handphone

Unisoc

Gadgetren – Bila diperhatikan, produsen handphone kini semakin sering menggunakan chipset Unisoc untuk handphone maupun tablet terbarunya ketimbang chipset yang sudah populer di telinga seperti MediaTek atau Qualcomm.

Di Indonesia sendiri Unisoc sudah banyak digunakan di beberapa handphone maupun tablet yang kebanyakan masih di segmen kelas pemula. Meskipun begitu banyak orang yang belum mengenal chipset yang dibuat di Tiongkok ini.

Belakangan ini keberadaan dan nama Unisoc menjadi lebih diperhitungkan karena telah berhasil mengalahkan Huawei di lima besar pasar chipset secara global pada tahun 2021. Beberapa produsen handphone yang mempunyai nama pun kini mulai melirik chipset Unisoc.

Sebut saja Samsung yang baru-baru ini mengeluarkan tablet handphone untuk kelas pemula yakni Galaxy Tab A8 dan Galaxy A03. Sebelumnya Samsung juga telah memasarkan Galaxy A03 Core di tahun 2021 yang juga menggunakan chipset keluaran Unisoc.

Dibalik penggunaan chipset Unisoc dibandingkan yang lain tentu ada alasan sendiri bagi setiap vendor. Dalam acara daring mengupas Galaxy A03, Ricky Bunardi selaku Product Marketing Manager Mobile Experience, Samsung Electronics Indonesia menjelaskan bahwa pihaknya ingin mencoba berkolaborasi dengan beragam brand chipset.

“Sebenarnya yang kita lakukan apakah chipset prosesor ini mampu mengakomodir kebutuhan penting mereka. Dengan prosesor Unisoc yang memiliki octa-core ini sudah bisa melakukan berbagai macam hal seperti bermain game dan membuka aplikasi. Jadi tidak perlu khawatir, kita memang memperkenalkan Unisoc ini sebagai bagian dari ekosistem yang kita punya,” ujarnya.

realme C25Y Blue

Selain Samsung, vendor yang menggunakan chipset Unisoc untuk handphone entri-nya adalah realme melalui C25Y. J.J. Kwan selaku Senior Product Marketing Manager realme menyampaikan bahwa chipset Unisoc sebenarnya sama seperti MediaTek dan Qualcomm pada awal-awal kemunculannya, belum banyak orang yang tahu.

“Sekitar 5 tahun lalu orang-orang menggunakan Qualcomm dan akhirnya sekarang orang-orang percaya dengan Qualcomm. Begitu juga dengan MediaTek, perlahan-lahan orang-orang mengakui kemampuannya. Sama halnya dengan Unisoc, jadi kami melihat potensi dari Unisoc sehingga kami memutuskan menggunakannya sebagai chipset di C series kami saat ini,” ujar Kwan.

Hal senada juga dikatakan oleh Palson Yi selaku Marketing Director realme Indonesia yang menjelaskan bahwa tim produk pihaknya sebelumnya sudah mempelajari terlebih dahulu mengenai prosesor dari Unisoc yang bisa menghasilkan performa stabil.

“Hasil skor AnTuTu yang berada di kisaran 191.000-193.000 pada realme C25Y cukup mumpuni untuk smartphone di rentang harganya,” ujar Palson. Palso menilai Unisoc T610 pada C25Y bisa memberikan performa yang kurang lebih sama dengan MediaTek G80.


Dapatkan berita teknologi pilihan dari Gadgetren langsung ke handphone kamu di aplikasi Telegram: https://t.me/gadgetren

Tinggalkan Komentar