Berita

Ericsson: Tahun 2027, 5G di Dunia Diprediksi Bakal Semakin Lumrah Diakses

ilustrasi-ericsson-mobility.

Gadgetren – Melalui laporan 10 tahunannya, Ericsson Mobility mengungkapkan temuan riset terbarunya beserta perkiraan terkait penggunaan lalu lintas data seluler pada jaringan 5G secara global hingga tahun 2027.

Dalam sebuah grafis yang diperlihatkan oleh Ronni Nurmal selaku VP of Network Solution Ericsson Indonesia & Timor Leste memaparkan bahwa selama periode 2 tahun jaringan 5G di dunia sejak kemunculannya memberikan fakta-fakta menarik.

Antara lain menurut data GSA Oktober 2021, terdapat 182 jaringan yang aktif 5G, sebanyak 1.060 perangkat 5G telah dipasarkan, dan 25 persen populasi dunia sudah menikmati jaringan 5G. Kemudian, di Korea Selatan telah menggunakan kuota data sebesar 25 GB untuk masuk ke jaringan 5G serta sebanyak 57 persen penduduknya menggunakan 5G di bulan Agustus 2021.

Laporan Ericsson juga menyebutkan bahwa di dunia yang berlangganan 5G tumbuh dua kali lipat di tahun 2021. Sebagai contoh Negara Tiongkok dan Korea Selatan sudah mengadopsi 5G di negaranya masing-masing sekitar 25-35 persen, sedangkan pasar lainnya secara umum mencapai lebih dari 10 persen.

5G-subscriptions-global-2x-lipat-meningkat-2021

Dengan begitu, Ericsson memprediksi negara-negara yang akan menyusul berlangganan 5G bakal semakin banyak melebihi tren LTE sebelumnya pada waktu itu. Ericsson mengestimasi langganan 5G akan mampu menjangkau 1 milyar pengguna di mana 2 tahun lebih cepat dibandingkan dengan penetrasi 4G pada masanya.

Dari data-data terbarunya itu, Ericsson juga memperkirakan 5G di tahun 2027 bakal lumrah digunakan oleh semua orang, kurang lebih sekitar 8,9 milyar pengguna dengan presentase 45 persen khusus untuk wilayah Asia Tenggara dan Oceania.

Fredrik Jejdling selaku Executive Vice President and Head of Networks, Ericsson menyampaikan bahwa komunikasi seluler telah memberikan dampak luar biasa pada masyarakat dan bisnis selama sepuluh tahun terakhir.

“Ketika kita memperkirakan apa yang akan terjadi pada tahun 2027, jaringan seluler akan menjadi lebih integral dari sebelumnya seperti halnya bagaimana kita berinteraksi, beraktivitas, dan bekerja. Ericsson Mobility Report terbaru kami menunjukkan bahwa laju perubahan semakin cepat dan teknologi memainkan peranan penting,” ujarnya.

5G-data-traffic-2027-prediction.

Adapun jumlah langganan seluler di Asia Tenggara dan Oseania telah melebihi 1,1 miliar orang, di mana Indonesia berada di urutan kedua secara global berdasarkan pemasukan bersih atau net additions selama kuartal III 2021.

Untuk langganan 5G di wilayah tersebut diperkirakan akan mencapai hampir 15 juta pada akhir tahun 2021 dan tumbuh selama beberapa tahun ke depan dengan perkiraan total sekitar 560 juta pada tahun 2027.

Asia Tenggara dan Oseania juga akan mengalami peningkatan lalu lintas data seluler  per handphone tercepat secara global mencapai 46 GB per bulan pada tahun 2027 dengan pertumbuhan tahunan majemuk (Compound Annual Growth Rate, CAGR) 34 persen.

Selanjutnya, total lalu lintas data seluler akan tumbuh sesuai dengan data tersebut, pada CAGR 39 persen, mencapai 46EB per bulan. Hal ini didorong oleh pertumbuhan berkelanjutan dalam langganan 4G dan penyerapan 5G di pasar tempat 5G diluncurkan.

Tinggalkan Komentar