Berita

Ericsson Prediksi Lebih dari 220 Juta Orang Berlangganan 5G di Dunia Pada Akhir 2020

Ericsson Network World

Gadgetren – Sebagai salah satu penyedia layanan komunikasi besar di dunia, Ericsson sudah menghadirkan beragam inovasi teknologinya mulai dari jaringan, layanan digital, layanan terkelola, dan Emerging Business yang dirancang untuk membantu banyak orang beralih ke digital.

Menariknya, Ericsson telah merilis prediksinya mengenai perkembangan jaringan 5G pada tahun 2020 di dunia. Perusahaan ini telah meluncurkan laporan bertajuk Ericsson Mobility Report edisi November 2020 yang mengungkapkan bahwa laju pengimplementasian teknologi 5G dalam hal langganan dan cakupan populasi lebih cepat dibandingkan 4G-LTE.

Laporan ini memperkirakan bahwa pada akhir 2020, lebih dari 1 miliar orang atau 15% dari penduduk di seluruh dunia akan tinggal di wilayah dengan cakupan jaringan 5G. Sementara prediksi lainnya mengungkapkan bahwa diperkirakan terdapat lebih dari 220 juta pelanggan 5G di dunia.

Nantinya pada tahun 2026, Ericsson memprediksi bahwa 60% penduduk dunia akan memiliki akses ke layanan 5G dengan pelanggan yang diperkirakan mencapai 3,5 miliar atau dengan kata lain menyumbang lebih dari 50% lalu lintas data seluler pada saat itu.

Di Asia Tenggara dan Oseania, 5G diperkirakan menjadi teknologi terpopuler kedua setelah LTE pada tahun 2026 dengan jumlah pelanggan lebih dari 380 juta dan menyumbang 32% dari semua pelanggan seluler di dunia.

Ericsson AR

Jerry Soper selaku Head of Ericsson Indonesia menyatakan bahwa di Asia Tenggara dan Oseania, lalu lintas data seluler terus tumbuh secara stabil dengan laju pertumbuhan tahunan majemuk (CAGR) sebesar 33% untuk jangkau waktu tersebut. Lalu lintas data seluler diperkirakan mencapai 32 EB (Exabyte) per bulan pada 2026 atau setara dengan 33GB per bulan per handphone.

“Pertumbuhan konsumsi data seluler telah dikonversikan ke dalam paket data yang lebih beragam dan besar dari operator seluler di berbagai belahan dunia. Di Indonesia, 5G akan berperan penting dalam mengelola lalu lintas data yang efisien bagi penyedia layanan serta memungkinkan mereka untuk meningkatkan layanan digital yang telah ada maupun use case seperti video streaming, sports streaming, mobile gaming, dan layanan smarthome,” tambah Jerry.

Sementara itu, Ericsson ConsumerLab melakukan studi potensi bisnis 5G di Indonesia yang menggambarkan transformasi berbasis ICT skala besar yang dihadapi oleh semua industri secara vertikal memungkinkan pendapatan digitalisasi sebesar Rp 44,2 miliar pada tahun 2030, dimana 39% nilainya dimungkinkan oleh teknologi 5G.

Ericsson Curve Line

Jerry menambahkan bahwa penerapan 5G di Indonesia akan memainkan peran penting dalam menciptakan pendapatan bagi layanan melalui konsumen dan perusahaan serta mendukung agenda transformasi digital pemerintah. Ericsson akan berkomitmen untuk terus mengembangkan ekosistem teknologi seluler Indonesia melalui solusi 5G yang dimilikinya.

Sebagai catatan, Ericsson Mobility Report sendiri menyajikan berbagai proyeksi atau forecast di industri telekomunikasi mobile dan analisis tren-tren terkini. Data dari laporan ini datang dari berbagai sumber yang sudah divalidasi dengan data internal Ericsson.

Sementara untuk prediksi ke depan atau forecast, Ericsson Mobility Report juga memanfaatkan data-data tren makroekonomi dan konsumen, laporan analisis industri, serta masih banyak lagi agar informasi yang disampaikan menjadi lebih rinci.

Tinggalkan Komentar