Review Smartphone

Review Samsung Galaxy S21 Ultra – Handphone Galaxy S Pertama dengan Dukungan S Pen

Samsung Galaxy S21 Ultra

Samsung Galaxy S21 Ultra menorehkan sejarah baru ketika dirilis, handphone ini adalah handphone Galaxy S pertama yang mendukung S Pen dan handphone Samsung pertama di Indonesia yang mendukung jaringan 5G.

Galaxy S21 Ultra juga menyajikan daya tahan baterai yang lama berkat digunakannya chipset Exynos terbaru Samsung yang lebih hemat daya.

Sayang Samsung kini tidak menyediakan selot microSD dan kepala charger bawaan di Galaxy S21 Ultra. Dan kameranya walau menghadirkan berbagai peningkatan namun kualitasnya agak mengecewakan di kondisi minim cahaya.

Samsung Galaxy S21 Ultra
  • Layar - 10/10
    10/10
  • Performa - 9/10
    9/10
  • Kamera - 9/10
    9/10
  • Baterai - 9/10
    9/10
  • Software - 9/10
    9/10
  • Desain - 9/10
    9/10
9.2/10

Ringkasan

Galaxy S21 Ultra terlihat menarik dengan desain kamera yang menyatu dengan rangka handphone-nya. Baterainya pun tahan lama ditambah dengan performa yang kencang. Kameranya walaupun membawa berbagai peningkatan sayangnya kurang bagus di kondisi minim cahaya.

Pros

  • Baterai tahan lama
  • Desain menarik
  • Dukungan S Pen dan 5G
  • Kamera telephoto ganda
  • Foto jarak dekat yang bagus
  • Performa kencang

Cons

  • Kamera di kondisi redup kurang memuaskan
  • Tidak ada selot MicroSD
  • Tidak ada charger dan earphone bawaan
  • Mahal

Desain

Samsung Galaxy S21 Ultra

Tersedia dua pilihan warna Galaxy S21 Ultra di Indonesia yaitu Phantom Black dan Phantom Silver. Warna Phantom Black yang saya gunakan untuk ulasan ini terlihat elegan dengan warna hitam matte.

Saya lebih senang dengan model matte seperti ini dibandingkan model reflektif. Ditambah lagi berkat warna hitam matte ini sidik jari menjadi tidak mudah menempel dan handphone tidak mudah nyelip.

Galaxy S21 Ultra menghadirkan gaya desain baru dengan area tonjolan kamera belakang yang kini menyatu dengan frame aluminium di sisi handphone. Ini membuat area kamera terlihat lebih selaras tampilannya dengan desain keseluruhan handphone.

Samsung Galaxy S21 Ultra

Samsung juga kembali membawa gaya desain dekorasi lensa kamera berbentuk cincin di Galaxy Note 20 Ultra ke Galaxy S21 Ultra. Kameranya menjadi terlihat menarik, bukan hanya sebuah lubang kamera saja seperti yang ditemukan di Galaxy S20 Ultra.

Namun entah kenapa area cincin lensa kamera belakang ini rentan terselip bulu-bulu halus. Saya yang memelihara kucing di rumah beberapa kali melihat ada sehelai bulu kucing yang nyangkut di bagian tersebut. Untungnya ini mudah untuk dibersihkan.

Samsung Galaxy S21 Ultra

Dimensi Galaxy S21 Ultra bisa dibilang besar dan tebal. Bagian sudut-sudut handphone-nya berbentuk melengkung sehingga membuat Galaxy S21 Ultra tetap dapat dengan nyaman saya genggam.

Hanya saja beratnya yang mencapai 227 gram membuat tangan saya lebih cepat pegal ketika menggunakan Galaxy S2 Ultra untuk waktu yang lama. Untungnya beratnya cukup merata di seluruh bagian handphone sehingga sedikit meminimalisir masalah ini.

Di bagian sisi handphone selain tidak ditemukan headphone jack seperti kebanyakan handphone jaman sekarang, tidak ditemukan juga selot kartu MicroSD. Ini membuat pengguna Galaxy S21 Ultra tidak dapat menambah kapasitas internal handphone-nya.

Kapasitas internal terkecil dari Galaxy S21 Ultra yang mana 128GB sebetulnya sudah cukup. Namun jika sering digunakan untuk foto-foto, merekam video, atau menyimpan banyak film akan lebih baik menggunakan varian penyimpanan internal 256GB ke atas.

Samsung Galaxy S21 Ultra

Pada boks kemasan Galaxy S21 Ultra terlihat ada perbedaan yang mencolok dibanding generasi-generasi sebelumnya. Tampilannya jauh lebih tipis dibanding biasanya.

Ini karena Samsung kini telah mengikuti langkap Apple dalam menghilangkan kepala charger dan earphone bawaan. Padahal awalnya Samsung sempat mengolok-olok Apple ketika menghilangkan komponen tersebut.

Di dalam boks Galaxy S21 Ultra kini hanya ada perangkat handphone itu sendiri, kabel USB-C, buku panduan, dan SIM ejector.

Layar

Samsung Galaxy S21 Ultra

Galaxy S21 Ultra menggunakan teknologi layar yang mirip dengan Galaxy S20 Ultra yaitu Dynamic AMOLED 2X dengan dukungan refresh rate 120Hz dan HDR10.

Yang membedakan adalah layar Galaxy S21 Ultra sedikit lebih cerah dan lebih hemat daya. Layar Galaxy S21 Ultra pun dilindungi dengan Gorilla Glass Victus, begitu juga dengan kaca di bagian belakang handphone.

Ukuran layar Galaxy S21 Ultra mencapai 6,8″. Namun karena sudut handphone yang melengkung membuat konten video layar lebar sedikit terpotong.

Refresh rate 120Hz di Galaxy S21 Ultra diaktifkan dengan mode adaptive yang mana artinya refresh rate menyesuaikan dengan kondisi tampilan layar agar lebih hemat daya baterai.

Implementasi adaptive refresh rate di Galaxy S21 Ultra terasa lebih optimal dibandingkan dengan Galaxy Note 20 Ultra. Selama saya menggunakan handphone ini dengan adaptive refresh rate, daya tahan baterai tetap tahan lama.

Saya biasanya ujung-ujungnya mematikan refresh rate 120 Hz karena menyedot baterai lumayan, baru kali ini saya membiarkannya terus aktif di Galaxy S21 Ultra.

Adaptive refresh rate ini juga dapat dikombinasikan dengan resolusi layar WQHD+. Namun jika kedua fitur ini diaktifkan bersamaan akan lebih cepat menyedot daya baterai handphone.

Performa

Samsung Galaxy S21 Ultra

Galaxy S21 Ultra menggunakan chipset terbaru Samsung yaitu Exynos 2100 yang dikombinasikan dengan RAM 12GB (16GB jika varian kapasitas internalnya 512GB).

Sebelumnya banyak pengguna handphone chipset Exynos yang mengeluhkan performa dan daya tahan baterai yang kurang dibandingkan dengan versi Snapdragon. Samsung tampaknya berhasil sedikit memperbaiki masalah tersebut di chipset Exynos 2100 ini.

Selama saya gunakan, performa Galaxy S21 Ultra sudah kencang walau secara kasar masih kalah dibandingkan Snapdragon 888 yang memiliki skor benchmark lebih tinggi.

Saya belum pernah mengalami lag atau stutter selama mengoperasikan Galaxy S21 Ultra untuk aktivitas sehari-hari. Ketika digunakan untuk bermain berbagai game pun lancar performanya.

Peningkatan berikutnya di Galaxy S21 Ultra adalah Samsung kini akhirnya menghadirkan pemindai sidik jari ultrasonik versi baru. Pemindaian sidik jari berlangsung dengan cepat dan jarang gagal.

Galaxy S21 Ultra sudah mendukung jaringan 5G namun karena jaringan ini belum teresedia di Indonesia sehingga fitur ini agak mubazir. Mungkin dalam 2-3 tahun ke depan setelah jaringan 5G mulai terimplementasi baru terasa manfaatnya.

Dukungan S Pen

Samsung Galaxy S21 Ultra

Galaxy S21 Ultra menjadi handphone Galaxy S pertama yang mendukung S Pen. Sebelumnya S Pen hanya ditemukan di lini Galaxy Note dan Galaxy Tab.

Ini membuat banyak orang bertanya apakah seri Galaxy Note akan dimatikan atau tidak oleh Samsung. Entahlah, jawaban ini baru akan terlihat pada akhir tahun 2021 nanti.

Fitur S Pen yang ada di Galaxy S21 Ultra tidak secanggih Galaxy Note terbaru. Bisa dibilang fitur saat ini lebih menyerupai fitur Galaxy Note seri lama yang S Pen-nya belum menggunakan teknologi Bluetooth.

Berbagai hal dapat dilakukan dengan S Pen di Galaxy S21 ultra mulai dari coret mencoret hingga smart select. Yang tidak bisa dilakukan adalah fitur-fitur S Pen yang perlu Bluetooth seperti remote control atau gestur.

Samsung menyediakan S Pen khusus untuk Galaxy S21 Ultra yang sepaket dengan pelindung handphone dan dibanderol dengan harga yang cukup mahal yaitu Rp899.000 untuk varian termurahnya.

Galaxy S21 Ultra sebetulnya kompatibel dengan S Pen yang sudah ada sebelumnya di seri Galaxy Tab dan Galaxy Note. Saya sendiri berhasil menggunakan S Pen Galaxy Note 20 Ultra dan Galaxy Tab S3 di handphone ini yang harga aksesoris S Pen-nya lebih murah.

Kamera

Samsung Galaxy S21 Ultra

Galaxy S21 Ultra menggunakan konfigurasi empat kamera belakang yang terdiri dari lensa wide 108MP, lensa ultra-wide 12MP, dan lensa telephoto ganda 10MP. Selain itu terdapat sensor laser auto focus dan kamera depan 40MP.

Menurut saya ada tiga peningkatan utama di kamera Galaxy S21 Ultra yaitu fokus yang cepat, kualitas foto jarak dekat yang lebih bagus dan bahkan bisa melakukan foto makro, serta zoom optik di dua level pembesaran yang berbeda.

Kamera utamanya sangat bagus dalam merekam foto. Hasil fotonya detail dengan warna yang cukup akurat serta dynamic range yang baik.

Kamera utama Galaxy S21 Ultra juga mampu memfoto objek di jarak dekat tanpa ada bagian foto yang kabur berlebihan di luar fokus foto.

Pengalaman saya menggunakan Galaxy S20 Ultra dan Galaxy Note 20 Ultra yang menggunakan sensor 108MP generasi sebelumnya, foto jarak dekat menjadi mudah buram karena depth of field yang dangkal. Masalah ini cukup teratasi di Galaxy S21 Ultra.

Samsung Galaxy S21 Ultra - 01Normal

Focus Enhancer

Ditambah lagi, lensa ultra-wide-nya kini menghadirkan dual pixel auto focus. Ini membuat kameranya dapat digunakan untuk memfoto dengan jarak sangat dekat melalui fitur Focus Enhancer.

Focus Enhancer akan secara otomatis aktif pada aplikasi kamera Galaxy S21 Ultra jika mendeteksi objek foto jaraknya sangat dekat dengan kamera. Fitur ini bisa dinonaktifkan secara manual jika diinginkan.

Samsung Galaxy S21 Ultra - 02 Focus Enchancer

Foto dengan Focus Enhancer menyajikan detail yang tetap terjaga di jarak sangat dekat namun dengan kekurangan fotonya terlihat terlalu dipertajam.

Di kondisi minim cahaya, fitur Focus Enhancer sayangnya menghasilkan foto yang buruk sehingga sebaiknya dimatikan dan menggunakan kamera utama saja pada situasi tersebut.

Hasil foto kamera Ultra Wide di Galaxy S21 Ultra tetap bagus seperti generasi-generasi sebelumnya. Kameranya mampu menangkap gambar dengan sudut pandang 120°.

Samsung Galaxy S21 Ultra - 29 Zoom 1xZoom 1x

Zoom 3x

Zoom 10x

Zoom 100x

Galaxy S21 Ultra menggunakan konfigurasi kamera telephoto yang unik yaitu dua kamera telephoto yang mampu melakukan pembesaran optik sebesar 3x dan 10x.

Dengan dua jenis pembesaran optik ini, kualitas foto menjadi tetap terjaga baik ketika melakukan pembesaran jarak jauh atau jarak dekat.

Galaxy S21 Ultra juga dapat melakukan pembesaran hybrid hingga 100x walau menurut saya kurang bermanfaat dan hasilnya kurang baik.

Samsung Galaxy S21 Ultra - 27Selfie

Selfie Portrait

Jika biasanya Samsung lebih condong mencerahkan foto selfie, kini disediakan opsi untuk menghasilkan foto selfie yang lebih natural. Opsi ini bisa dipilih ketika pertama kali melakukan selfie atau melalui menu setelan di aplikasi kamera.

Untuk ulasan ini saya menggunakan opsi natural yang lebih saya sukai. Dan benar saja warna kulit wajah saya terlihat lebih natural di sini. Detail muka saya juga terekam dengan baik.

Mode portrait di kamera depan Galaxy S21 Ultra menghasilkan foto dengan efek bokeh yang rapi. Tekstur permukaan wajah saya juga terlihat lebih detail dibandingkan dengan mode normal.

Normal

Ultra Wide

Dibalik berbagai peningkatan kamera di Galaxy S21 Ultra, sayangnya terdapat satu kekurangan besar yang saya temukan yaitu pada kualitas foto di kondisi cahaya yang redup atau ketika di malam hari.

Sering kali saya melihat noise di area-area foto yang gelap dan ini terjadi baik ketika melakukan foto maupun perekaman video. Masalah ini juga makin buruk jika menggunakan lensa ultra wide.

Samsung Galaxy S21 Ultra - 45

Fokus foto juga agak kacau ketika memfoto seseorang di malam hari. Sering kali fokus foto malah ke latar foto. Saya perlu menyentuh area fokus diinginkan dan percobaan beberapa kali untuk mendapatkan foto yang lebih baik fokusnya.

Samsung Galaxy S21 Ultra - 40Normal

Samsung Galaxy S21 Ultra - 40 Night ModeNight Mode

Mode Night di Galaxy S21 Ultra agak mengatasi masalah noise di foto malam hari.  Selain itu mode ini juga dapat menampilkan detail foto malam yang lebih baik.

Namun mode Night ini perlu menunggu beberapa detik untuk selesai memproses fotonya. Dan terkadang saya melihat hasil fotonya terlalu terang di area-area yang terkena cahaya.

Samsung Galaxy S21 Ultra - 38 Selfie Portrait

Tidak seperti kamera belakangnya, kamera depan Galaxy S21 Ultra agak lebih baik dalam merekam foto di kondisi minim cahaya.

Untuk perekaman video, kamera Galaxy S21 Ultra mampu menghasilkan video dengan kualitas yang baik namun masalah noise kembali terlihat. Video review di bawah ini saya buat seluruhnya menggunakan kamera Galaxy S21 Ultra.





Di malam hari masalah noise pada perekeman video oleh Galaxy S21 Ultra terlihat lebih parah seperti yang dapat dilihat pada video di bawah ini:





Melihat kecanggihan kamera Galaxy S21 Ultra di atas kertas, ada kemungkinan masalah noise ini terletak di sisi software yang mungkin dapat diperbaiki oleh Samsung melalui update firmware.

Untuk foto-foto lebih lengkap dengan resolusi asli yang saya potret menggunakan Galaxy S21 Ultra, bisa dilihat di tautan berikut: gtren.id/sgs21uphoto

Baterai

Samsung Galaxy S21 Ultra

Satu aspek terakhir dari Galaxy S21 Ultra yang sangat memuaskan bagi saya adalah baterainya. Ini berkat digunakannya chipset Exynos 2100 yang lebih hemat daya dibandingkan generasi sebelumnya.

Galaxy S21 Ultra dapat bertahan selama lebih dari satu hari penggunaan. Di mode adaptive refresh rate, saya bisa mendapatkan Screen on Time selama 5 jam 3 menit dari baterai 100% ke 10%. Jika menggunakan mode refresh rate 60Hz tentu akan lebih tahan lama lagi.

Samsung Galaxy S21 Ultra PC MarkHasil benchmark PC Mark. Kiri: adaptive refresh rate, kanan: 60Hz.

Ketika saya uji coba baterainya menggunakan aplikasi PC Mark dengan setelan pencahayaan di 50%, baterai 100%, dan adaptive refresh rate, skor yang dihasilkan adalah 10 jam 7 menit. Di pengetesan berbeda dengan refresh rate 60Hz, skor yang dihasilkan 11 jam 35 menit.

Untuk pengecasannya Galaxy S21 Ultra mendukung fast charging 25W dan fast wireless charging 15W. Karena tidak disediakan kepala charger bawaan, saya menggunakan charger 25W dari Galaxy Note 20 Ultra. Dengan charger tersebut hanya memerlukan waktu 1 jam 10 menit untuk mengisi daya baterai dari 10% ke 100%.

Kesimpulan

Samsung Galaxy S21 Ultra

Galaxy S21 Ultra terlihat menarik dengan desain kamera yang menyatu dengan rangka handphone-nya. Baterainya pun tahan lama ditambah dengan performa yang kencang.

Dukungan S Pen membuat handphone ini dapat menyajikan produktivitas yang lebih baik dan konektivitas 5G membuatnya lebih layak digunakan untuk beberapa tahun ke depan.

Kamera Galaxy S21 Ultra walau menghadirkan berbagai peningkatan namun sayangnya kurang bagus digunakan di situasi yang minim cahaya. Galaxy S21 Ultra juga tidak menyediakan selot MicroSD dan kepala charger bawaan.

Harganya untuk varian termurah cukup mahal yaitu Rp18.999.000 dan mencapai Rp21.999.000 untuk varian tertinggi. Namun di toko-toko online harganya kini jauh lebih murah mencapai 15 jutaan untuk varian terendah.

Harga dan Spesifikasi Samsung Galaxy S21 Ultra 5G

Dimensi & Berat75,6 x 165,1 x 8,9mm, 227g
WarnaPhantom Black, Phantom Silver
LayarDynamic AMOLED 2x 6,8″
1440 x 3200 piksel, adaptive refresh rate 120Hz
Sistem OperasiAndroid 11 (One UI 3.1)
MemoriRAM 12GB dengan penyimpanan internal 128GB / 256GB
RAM 16GB dengan penyimpanan internal 512GB
ChipsetExynos 2100 (5 nm)
CPU Octa-core (1×2.9 GHz Cortex-X1, 3×2.80 GHz Cortex-A78, 4×2.2 GHz Cortex-A55)
GPU Mali-G78 MP14
Kamera Belakang108MP wide-angle, 0.8µm, F1.8 (83°), PDAF, OIS
12MP ultra wide, 1.4µm, F2.2 (120°), dual pixel PDAF
10MP telephoto, 1.22µm, F2.4 (35°), OIS, 3x zoom optik, dual pixel PDAF
10MP telephoto, 1.22µm, F4.9 (10°), OIS, 10x zoom optik, dual pixel PDAF
Laser AutoFocus
Kamera Depan40 MP, 0.7µm, F2.2 (80°), PDAF
Baterai5.000mAh, fast charging 25W, fast wireless charging 15W
Konektivitas5G, Wi-Fi 6E, Ultra Wideband
KonektorUSB-C
SensorPemindai sidik jari ultrasonik, akeselerometer, barometer, Gyro sensor, Geomagnetic sensor, Hall sensor, Proximity sensor, Ambient Light Sensor
GPSA-GPS, Galileo, Glonass, BDS
SpeakerSpeaker stereo
FiturIP68
HargaRp18.999.000 (12/128GB), Rp19.999.000 (12/256GB), Rp21.999.000 (16/512GB)

Tinggalkan Komentar