Aplikasi Berita

Siapkan Pendanaan, Gredu Targetkan 1.000 Sekolah di Tahun 2021

Gredu-Founders

Gadgetren – Setelah berhasil mendapatkan pendanaan pra-seri A dari investor Singapura bernama Vertex Ventures di tahun 2020, kini perusahaan start up pendidikan asal Indonesia bernama Gredu sedang dalam proses penjajakan untuk pendanaan seri A.

Nantinya pendanaan seri A ini akan dilaksanakan pada pertengahan tahun 2021. Hal tersebut diungkapkan langsung oleh Theresia Andina selaku Sales Lead Gredu kemarin (07/01/2021) dalam acara Virtual Press Conference dengan mengusung tema Jauh Dekat Bersama Gredu.

Untuk mengetahui lebih lanjut, tim Gadgetren pun mengonfirmasi mengenai kabar tersebut kepada Mohammad Rizky Anies selaku Chief Executive Officer Gredu. Ia mengatakan bahwa pendanaan seri A masih dalam tahap awal dan pihaknya saat ini tengah melakukan roadshow dan perkenalan terhadap investor lain yang memiliki potensi besar.

“Saat ini kami melihat kemungkinan untuk membuka kesempatan terhadap keberadaan dan investor-investor baru guna memperluas jaringan dan sinergi yang ada,” ujarnya kepada tim Gadgetren.

Bila mengilas balik di tahun 2020, Gredu telah menggaet lebih dari 200 sekolah dan sekarang sudah ada 369 sekolah yang telah bergabung. Mulai dari sekolah dasar (SD) hingga sekolah menengah atas (SMA) baik negeri maupun swasta yang tersebar di Jabodetabek, Banten, Sumatera Barat, Kepulauan Riau, dan yang terbaru Ambon.

Mengawali tahun 2021, Gredu mempunyai resolusi untuk semakin mengembangkan perusahaan rintisannya itu yang dibentuk sejak tahun 2016. Rizky menuturkan bahwa pihaknya berencana untuk mengakuisisi lebih dari 1.000 sekolah di tahun 2021.

Di samping itu, Gredu akan terus mengembangkan dan menambahkan fitur untuk mendukung kegiatan belajar mengajar guru dan murid agar lebih baik ke depannya. Meskipun begitu, Gredu juga tetap melibatkan orang tua murid ke dalam proses kegiatan belajar mengajar.

CEO-Gredu-Mohammad-Rizky-Anies

Beberapa fitur yang sebelumnya dikembangkan di tahun 2020 seperti fitur pembayaran, penyimpanan data, dan sistem GPS saat ini sudah dapat diakses di dalam aplikasi Gredu secara menyeluruh. Fitur berikutnya yang akan dikembangkan Gredu ialah pendukung kegiatan sosial siswa.

Layanan platform Gredu mencakup ke dalam lima tema besar yang meliputi Teacher, Student, Parent, School Management, dan PPDB. Platform untuk guru (Teacher) menawarkan guru kemudahan dan menjadi asisten guru yang telah disesuaikan dengan ketentuan Kurikulum 2013 (Kurtilas).

Fitur-fitur pada platform guru dapat membantu guru dalam mengatur dan mencatat kegiatan belajar mengajar di sekolah seperti absensi, penilaian, dan mencetak rapor. Fitur-fitur yang dapat guru gunakan pada platform ini antara lain Penilaian, Pembelajaran, Absensi, Jadwal, Rapor, dan Kotak Pesan.

Teacher-Platform-Gredu

Selanjutnya platform untuk murid (Student) dapat memantau dan mendukung perkembangan belajar murid secara real-time yang sesuai dengan Kurikulum 2013 (Kurtilas).

Adapun fitur-fitur pada platform murid meliputi Beranda yang menyajikan Jadwal Kelas dan Ujian, Performa untuk memantau Detil Nilai, Sikap, Absensi, Pembelajaran, Daftar Tugas, Pengaduan, dan Perpustakaan.

Platform untuk orang tua (Parents) akan membantu orang tua memantau aktivitas dan prestasi anak di sekolah. Fitur-fiturnya meliputi Tugas Mendatang, Perkembangan Anak, Pembayaran, Pesan, Absensi, dan Jadwal.

Student-Platform-Gredu.

Sementara manajerial sekolah (School Management) menyediakan sebuah aplikasi administrasi untuk mengakses, mengolah, dan menyajikan data secara lebih ringkas. Fitur-fiturnya meliputi Dashboard, Pengaturan Pengguna, Pengaturan Akademik, Pembayaran, Perpustakaan, dan Pengaduan.

Terakhir ada Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) secara online yang menawarkan sebuah aplikasi untuk mempermudah orang tua mendaftarkan anak ke jenjang sekolah berikutnya. Fitur-fiturnya mencakup Pilih Sekolah, Formulir Pendaftaran, Biaya Formulir, Lihat Jadwal Seleksi, Lihat Hasil Pengumuman, Bayar Biaya Pendidikan, dan Lengkapi Dokumen.

Tinggalkan Komentar