Perangkat Pintar Review

Review Xiaomi Mi TV 4 55 – Smart TV dengan Resolusi 4K yang Cocok Untuk Menemani Diam di Rumah

Xiaomi Mi TV 4 55"

Xiaomi selain dikenal sebagai merek ponsel juga sebetulnya aktif merilis produk non-ponsel mereka di Indonesia dan salah satunya adalah Mi TV 4 55. Seperti layaknya produk keluaran Xiaomi, Mi TV 4 55 menyajikan fitur wah dengan harga yang ekonomis.

TV ini mampu menampilkan gambar dengan resolusi 4K dan menggunakan sistem operasi Android TV sehingga dapat melakukan berbagai hal tidak seperti TV biasa. Kesemuanya dikemas dengan harga hanya Rp4.999.000, harga yang sangat kompetitif untuk sebuah TV pintar berukuran 55″.

Selama saya menggunakan Mi TV 4 55, saya cukup terpukau dengan apa yang ditawarkan. Performanya cepat, tampilan layar tajam serta besar, dan beragam konten yang disediakan membuat hiburan di rumah menjadi lebih asyik.

Xiaomi Mi TV 4 55"

Sesuai namanya Mi TV 4 55 adalah TV berukuran cukup besar, perlu meja yang lebarnya minimal 120cm untuk menyangga TV ini. Desain TV-nya terlihat menarik dengan bezel tipis dan material yang kokoh. Namun TV-nya agak berat, saya sendiri kesulitan merakit TV ini jika hanya seorang diri.

TV-nya cukup ramping untuk sebuah Smart TV. Di bagian belakangnya tersedia port 2 HDMI, 1 HDMI ARC, 2 USB 2.0, AV, Ethernet, S/PDIF, dan Antenna. Untuk koneksi nirkabel disediakan koneksi Wi-Fi dan Bluetooth.

Sekilas tidak terlihat ada tombol fisik di TV-nya namun sebetulnya tersedia tombol power di bagian bawah TV tepatnya di bawah logo Mi. Tombol Power ini perlu dipencet ketika menyalakan TV untuk pertama kalinya, untuk selanjutnya bisa menyalakan TV melalui remote bawaan setelah dilakukan proses pairing.

Xiaomi Mi TV 4 55"

Mi TV 4 55 menggunakan remote khusus minimalis yang hanya tersedia sedikit tombol. Ada 2 tombol yang didedikasikan khusus untuk menjalankan aplikasi Netflix dan Amazon Prime Video. Sayangnya jika menggunakan penyedia layanan internet tertentu, tombol aplikasi Netflix otomatis tidak berguna karena aplikasinya diblokir.

Di bagian atas remote-nya terdapat lubang mikrofon yang digunakan untuk pengenalan suara khususnya ketika menggunakan Google Assistant atau input teks dengan suara. Pengenalan suara dengan Google Assistant berlangsung dengan lancar namun tidak untuk input teks dengan suara, sering kali hasilnya salah dan proses pengenalan suaranya juga lambat

Xiaomi Mi TV 4 55"

Layar TV-nya berukuran 55″ dan menggunakan teknologi DLED dengan resolusi gambar 3840 x 2160 piksel, sudut pandang 178°, dukungan HDR, dan refresh rate 60Hz. Layarnya sekilas cukup cerah dan tajam namun agak mantul terutama di siang hari sehingga bayangan saya sering kali terlihat ketika saya menonton.

Proses penyetelan awal TV-nya mudah karena dipandu menggunakan ponsel Android. Untuk mengontrol TV-nya dapat menggunakan remote bawaan maupun menggunakan ponsel Android melalui aplikasi Android Remote TV Control.

Sebagai pusat kinerjanya, Mi TV 4 55 menggunakan porsesor Amlogic Cortex A53 quad-core dan GPU Mali-450 MP3 yang dikombinasikan dengan ruang penyimpanan 8GB dan memori 2GB RAM. Sayangnya ruang penyimpanannya 8GB yang tersedia untuk pengguna hanya 4,7GB.

TV ini menggunakan sistem operasi Android 9 dan antar muka Patchwall 3.0 buatan Xiaomi yang menyatukan konten dari berbagai layanan ke satu tempat.

Ketika TV-nya baru dinyalakan performa TV-nya terasa agak lambat namun setelah sedikit menunggu performanya menjadi lancar. Animasi pada antarmuka TV terlihat cukup halus walau untuk beberapa jenis pengoperasian TV saya melihat ada lag dan animasi yang patah-patah terutama ketika browsing Google Play Store.

Koneksi WiFi pada Mi TV 4 55 lancar selama masa uji coba. Untuk speaker-nya dapat menghasilkan volume yang tinggi namun kualitas keluaran suaranya standar saja layaknya TV biasa.

Xiaomi Mi TV 4 55"

Mi TV 4 55 dapat memainkan video 4K beresolusi tinggi dengan 60 FPS dengan lancar. Walaupun TV-nya berukuran besar untungnya video 720p masih bisa saya nikmati dengan baik di TV-nya selama kualitas dasar videonya sudah bagus.

Streaming video 4K sendiri membutuhkan kecepatan internet yang cukup tinggi dan tentu biaya internet yang mahal. Berdasarkan data dari Netflix, streaming video 4K akan membutuhkan koneksi internet dengan kecepatan minimal 25 Mbps dan dapat memakan data 7 GB per jam.

Mencari konten video di Mi TV 4 55 dapat dengan mudah dilakukan melalui antarmuka PatchWall. PatchWall mengombinasikan konten video dari Netflix, Vidio, CATCHPLAY+, dan iflix. Konten yang ditampilkan ada yang berbayar dan ada juga yang gratis.

Konten favorit saya pribadi di PatchWall adalah Live TV di mana berbagai siaran TV nasional ditampilkan secara gratis di sini dengan kualitas video yang bagus. Ini membuat saya tidak perlu memasang antena eksternal yang mana biasanya kualitas videonya kurang bagus.

Mi TV 4 55 juga dapat digunakan bermain game dan menginstal berbagai aplikasi melalui Google Play Store. Namun jumlah aplikasi dan game-nya tidak sebanyak dengan yang ada di ponsel Android.

Beberapa game perlu menggunakan gamepad untuk dimainkan, untungnya gamepad seperti kontroler Xbox dapat digunakan untuk ini. Tidak semua game dapat dimainkan dengan lancar, game berat seperti Asphalt 8 sangat terasa stutter pada animasinya. Beberapa game juga ada yang tidak kompatibel dengan ukuran layar TV-nya atau malah meminta input sentuhan.

Xiaomi Mi TV 4 55"

Mi TV 4 55 adalah Smart TV dengan harga ekonomis yang cocok digunakan untuk sehari-hari. Apalagi di situasi sekarang yang mana perlu banyak berdiam diri di rumah. Dengan harga yang hanya Rp4.999.000, saya tidak ada komplain berarti untuk Mi TV 4 55.

Agar lebih puas menggunakan Mi TV 4 55 dan dapat menikmati konten layaknya seperti di bioskop, perlu menggunakan layanan internet yang kencang dan speaker eksternal tambahan.

Kelebihan

  • Layar besar dan kualitas ok
  • Resolusi 4K
  • Harga ekonomis

Kekurangan

  • Agak Berat
  • Kualitas speaker standar
Mi TV 4 55
  • Editor Rating
  • Rated 4 stars
  • 80%

  • Mi TV 4 55
  • Diulas oleh:
  • Dirilis pada:
  • Terakhir diperbarui: Mei 4, 2020
  • Layar
    Editor: 80%
  • Performa
    Editor: 80%
  • Desain
    Editor: 80%

Tinggalkan Komentar