Berita

Berharap Kembali Dapat Menggunakan Aplikasi Google, Huawei Buat HMS Jadi Plan B

Huawei Mobile Services Header

Gadgetren – Masih hangat kabar bahwa Huawei mengalami masa sulit sejak pemerintah Amerika Serikat memerintah perusahaan-perusahaan di sana untuk meninggalkan bisnis mereka dengan Huawei.

Akibatnya, Huawei telah kehilangan lisensi Google Mobile Service (GMS) untuk Android sehingga mereka harus membuat layanan aplikasi secara mandiri yang dikenal dengan Huawei Mobile Service (HMS).

Menyikapi hal ini, Huawei yang baru saja meluncurkan P40 Pro tentunya akan menjadi tantangan sendiri memperkenalkan layanan HMS kepada pengguna Indonesia dalam ponsel pintar tersebut. Apakah ke depannya Huawei akan ada kemungkinan balikan lagi dengan GMS?

Lo Khing Seng selaku Deputy Country Director Huawei Consumer Business Groups Indonesia pun menanggapi permasalahan ini. Ia menuturkan bahwa Huawei dengan Google sendiri tidak ada isu.

“Isunya dari pemerintah Amerika Serikat yang mengharuskan adanya izin khusus. HMS adalah plan B dari hal itu,” ujarnya kepada tim Gadgetren setelah peluncuran HUAWEI P40 Pro melalui telekonferensi Zoom.

Regulasi Amerika Serikat dirasa Huawei cukup mengancam sehingga HMS akan tetap dipertahankan ke depannya. Huawei berencana akan membentuk HMS sebagai fitur jangka panjang untuk sistem operasi yang ada.

“HMS adalah investasi jangka panjang Huawei dimasa depan yang saat ini sedang kita lakukan dan terus dikembangkan. Sehingga kita bisa melihat sejauh mana ini akan bekerja secara efektif untuk ponsel-ponsel kita,” ungkapnya.

Huawei-Logo-MWC-2019-Fitur

Tampaknya kondisi yang menyulitkan Huawei ini berdampak juga pada penjualan mereka jika melihat hasil riset pasar Strategy Analytics yang keluar bulan lalu. Riset ini mengungkapkan bahwa penjualan Huawei di bulan Februari 2020 telah menurun.

Pengapalan ponsel pintar Huawei secara global sepanjang bulan Februari 2020 turun sebanyak 38% atau 62 juta unit dari tahun ke tahun. Penjualannya juga turun 39% dengan 65 juta unit dari tahun ke tahun.

Akibat dari data presentase penuruan penjualan, Xiaomi akhirnya menyusul Huawei sebagai pembuat ponsel pintar terbesar ketiga pada Februari 2020 meskipun pengiriman dan penjualannya masing-masing meningkat 32% dan 29% dari tahun ke tahun.

Adapun Samsung telah merebut posisi teratas pada Februari 2020 dengan 18,2 juta unit dan diikuti oleh Apple dengan 10,2 juta unit. Kemudian, di posisi kelima dan keenam diakuisisi oleh OPPO dan vivo yang masing-masing mengapalkan 4 juta dan 3,6 juta unit.

* Catatan editor: ada perbaikan pada judul artikel agar tidak terjadi mispersepsi mengenai Huawei akan kembali ke GMS

Tinggalkan Komentar