Berita

Alasan Privasi Dan Keamanan, Ponsel Huawei Tidak Akan Bisa Akses Layanan Aplikasi Google

Huawei P30 Lite Feature

Gadgetren – Baru saja mendapat masalah atas pemblokiran pasokan chipset Kirin oleh pemerintah Amerika Serikat, kini Huawei bakal terancam tidak bisa mempunyai akses ke layanan Google.

Bila kita mengingat kembali tahun lalu, pemerintahan Donald Trump telah melarang perusahaan di Amerika Serikat bekerja sama dengan Huawei dan memasukkannya ke daftar hitam karena menjadi ancaman bagi keamanan nasional AS yang bermuara pada dugaan hubungan dekat dengan pemerintah komunis Tiongkok.

Huawei pun langsung dilarang mengakses rantai pasokan AS yang menghabiskan $11 miliar pada tahun 2018. Berkat larangan tersebut, Huawei pun tidak memiliki lagi sertifikasi lisensi dari Google untuk produk ponselnya.

Pada hari Jumat malam minggu lalu, Google telah menerbitkan sebuah artikel untuk mengklarifikasi situasi yang sedang berlangsung dengan Huawei. Artikel tersebut ditulis oleh Tristan Ostrowski selaku Direktur Hukum untuk Android dan Google Play.

Dalam artikel tersebut menjelaskan alasan Google tidak memberikan akses kepada ponsel buatan Huawei dikarenakan mereka ingin memfokuskan keamanan konsumen Google.

Kondisi hukum di AS saat ini hanya memperbolehkan akses ke layanan Google untuk ponsel Huawei yang diproduksi sebelum tanggal 16 Mei 2019. Misalnya, HUAWEI Mate 30 Pro tidak dapat menggunakan versi Google Mobile Services dari Android karena meluncur pada bulan Desember 2019.

Bahkan aplikasi-aplikasi yang mengandalkan layanan Google tersebut pun tidak akan bisa dipasang secara sideload atau install manual akibat pembatasan yang dilakukan pemerintah AS kepada Huawei.

Dalam artikel itu, Google juga mengatakan bahwa langkah ini diambil untuk melindungi privasi data pengguna, keamanan, dan menjaga penggunaan secara menyeluruh dari Google Play Store, Google Play Protect, dan aplikasi Google (termasuk Gmail, YouTube, Maps, dan lainnya) yang hanya tersedia di perangkat bersertifikat Play Protect.

Perangkat bersertifikasi Play Protect akan melalui pemeriksaan keamanan ketat dan proses pengujian kompatibilitas yang dilakukan oleh Google sendiri. Tindakan ini untuk memastikan data pengguna dan informasi aplikasi tetap aman dan terjaga.

Namun meskipun larangan ini sudah mencuat sejak tahun lalu, Huawei masih berhasil mengapalkan 240 juta handset pada tahun 2019 lalu dan berhasil menduduki posisi peringkat kedua di bawah Samsung dalam hal total pengapalan di dunia.

Tinggalkan Komentar