Review Smartphone

Review Xiaomi Redmi 8A – Smartphone Murah dengan Baterai 5.000mAh yang Tahan Lama

Review Redmi 8A Feature

Gadgetren – Redmi 8A telah resmii hadir di Indonesia bersamaan dengan Redmi 8 sebagai perangkat Xiaomi terbaru di akhir tahun 2019.

Redmi 8A mempunyai harga yang lebih murah dibandingkan Redmi 8, namun tetap menawarkan kapasitas besar mencapai 5.000mAh. Pihak Xiaomi pun bahkan mengklaim bahwa daya baterainya dapat bertahan lama hingga lebih dari satu hari.

Walaupun harganya terbilang murah, produk ini punya desain yang menarik. Dengan fitur yang dimilikinya, apakah Redmi 8A mampu menjadi salah satu pilihan untuk smartphone kelas bawah di kisaran harga Rp 1 jutaan?

Xiaomi Redmi 8A
  • Layar - 8/10
    8/10
  • Performa - 6/10
    6/10
  • Kamera - 6/10
    6/10
  • Baterai - 10/10
    10/10
  • Software - 8/10
    8/10
  • Desain - 8/10
    8/10
7.7/10

Kesimpulan

Redmi 8A merupakan smartphone murah Rp 1 jutaan dari Xiaomi yang hadir pada akhir tahun 2019 di Indonesia. Produk ini mempunyai baterai 5.000mAh dengan daya tahan yang lama.

Pros

  • Daya tahan baterai lama
  • Face Unlock cepat
  • Slot SIM dan microSD terpisah
  • Desain belakang menarik
  • Harga murah

Cons

  • Kualitas Kamera belakang perlu peningkatan
  • Tidak ada sensor fingerprint
  • Tidak ada LED Notifikasi

Desain

Redmi-8A-Back-Full

Redmi 8A mempunyai bodi belakang berbahan plastik dengan desain embos berbentuk garis-garis S. Selain membuat smartphone terlihat cantik, desain ini juga membuat debu dan noda sidik jari sulit menempel.

Lengkungan di sisi kiri dan kanan bodi belakangnya membuat smartphone ini nyaman digenggam dengan satu tangan. Berbeda dengan Redmi 8, smartphone ini tidak dibekali dengan casing tambahan pada paket penjualan sehingga kamu harus membelinya secara terpisah.

Masih pada bagian belakang, terdapat satu kamera dan LED Flash yang disusun secara vertikal dengan tulisan Redmi dan Designed by Xiaomi. Beralih ke bagian depannya, terdapat layar penuh yang memiliki poni dengan bentuk tetesan air. Selain untuk meminimaisir bezel bagian atas, poni ini juga digunakan untuk menyimpan kamera depan.

Menuju bagian bawahnya, terdapat port jack audio 3,5mm, USB Type-C, dan lubang speaker. Sementara itu terdapat tombol volume dan power yang ditempatkan secara berdampingan pada bagian kanan. Terakhir, terdapat tiga slot di bagian sisi kirinya yang terdiri dari dua slot kartu SIM dan satu slot microSD.

Layar

Redmi-8A-Back-Display

Redmi 8A dibekali layar dengan lebar 6,22 inci yang mempunyai resolusi HD (1520 x 720 piksel) dan teknologi IPS LCD yang memungkinkan kamu masih dapat melihat konten pada layar hingga sudut kemiringan 178 derajat.

Sementara desain layarnya sudah memenuhi bagian depan dengan poni berbentuk tetesan air di atasnya. Untuk meminimalisir terjadinya goresan, kaca Corning Gorilla Glass 5 pun telah melapisi layar smartphone ini.

Terdapat juga fitur Reading Mode yang mampu mengurangi radiasi sinar biru untuk melindungi mata. Fitur yang satu ini dapat diaktifkan langsung dengan memilih menu berlambang mata di menu Quick Settings.

Kamera

Redmi-8A-Camera

Dibandingkan Redmi 8 yang menggunakan dua kamera belakang, smartphone yang satu ini hanya menggunakan satu kamera belakang beresolusi 12 MP dengan apertur f/1.8 dan LED Flash.

Sayangnya hasil foto kamera belakang dari Redmi 8 ini masih terdapat banyak noise saat pengambilan di malam hari. Sementara pada saat pengambilan di siang hari, hasil fotonya pun tidak terlalu terang.

Untuk kamera depannya mempunyai resolusi 8 MP yang dapat mengakomodasi foto selfie atau video call dengan lumayan baik. Menurut saya, sebaiknya Xiaomi fokus melakukan peningkatan pada kemampuan kamera belakangnya agar Redmi 8A menjadi lebih menarik.

Agar kamu bisa menilainya sendiri, berikut ini beberapa contoh hasil foto dari kamera belakang dan depan Redmi 8A. (Sentuh setiap foto untuk melihat resolusi aslinya)

Kamera belakang

Redmi-8A-Canvas

Redmi-8A-BungaUngu

Redmi-8A-MRTSenayan

Redmi-8A-BungaPutih

Redmi-8A-BNICity

Redmi-8A-MRT

Redmi-8A-JamSenayan

Redmi-8A-RusaPohon

Redmi-8A-Gedung

Redmi-8A-Den

Redmi-8A-MegaKuningan

Redmi-8A-LotteAvenue

Redmi-8A-DukuAtas

 

Kamera depan

Redmi-8A-SelfieNormalSelfie Normal

Redmi-8A-SelfieBokehSelfie Bokeh + Beauty

Performa

Redmi 8A Back diagonal

Smartphone ini mempunyai chipset yang sama dengan milik Redmi 8, yakni Qualcomm Snapdragon 439 Octa-Core. Bisa dibilang chipset yang satu ini mempunyai konsumsi daya baterai yang hemat.

Mendampingi kemampuan dari chipset tersebut, terdapat RAM 2 GB dan penyimpanan internal 32 GB. Untuk mengetahui kemampuan dari kombinasi hardware ini, saya pun membuka beragam aplikasi untuk aktivitas sehari-hari seperti telepon, SMS, email, editor dokumen, dan jejaring sosial.

Hasilnya, smartphone masih dapat menjalankan aplikasi secara multitasking dengan lancar. Namun kapasitas RAM yang dimilikinya terbilang kecil untuk perangkat masa kini sehingga animasi perpindahan aplikasi terasa patah-patah ketika kapasitas RAM yang digunakan hampir penuh.

Selain itu, saya pun melakukan pengujian yang lebih berat kepada Redmi 8A dengan memainkan beberapa game populer di Indonesia seperti Mobile Legends, PUBG Mobile, Call of Duty: Mobile, dan Final Fantasy XV Pocket Edition.

Meskipun spesifikasi hardware yang ditawarkan Redmi 8A memang untuk perangkat kelas entry-level, namun ternyata Call of Duty: Mobile dapat diatur pada grafis dan frame rate yang tinggi.

Sayangnya pada saat saya mengatur grafis dan frame rate game tersebut ke posisi tinggi, karakter terasa bergerak patah-patah saat permainan berlangsung seperti ketika bertemu teman dan musuh.

Untuk itu, saya sarankan sebaiknya kamu menggunakan grafis menengah ke bawah dan frame rate standar ke bawah agar bisa menjalankan game ini dengan lancar. Selanjutnya, PUBG Mobile mempunyai pilihan grafis hingga Balance dan frame rate hingga Medium.

Namun apabila kamu ingin memainkan PUBG Mobile secara lancar, maka sebaiknya menggunakan grafis Smooth dan frame rate rendah agar karakter yang dimainkan dapat bergerak dengan lancar.

Selanjutnya, Final Fantasy XV Pocket Edition secara otomatis akan memberikan pengaturan grafis Lite dan frame rate standar pada perangkat ini agar kamu bisa memainkannya dengan mulus.

Redmi 8A Benchmark AnTuTu

Saya juga menggunakan aplikasi AnTuTu Benchmark V8.0.4-OB dan Geekbench 4 pada Redmi 8A yang sudah biasa digunakan untuk melakukan benchmark performa terhadap smartphone. Hasilnya, perangkat ini mendapatkan skor AnTuTu yang mencapai 90.205 poin.

Sementara pada pengujian Geekbench 4, Redmi 8 mendapatkan skor 856 poin untuk pengujian Single-Core dan 2.907 poin untuk pengujian Multi-Core. Skor dari Redmi 8A ini sedikit lebih rendah dibandingkan dengan Redmi 8.

Hal ini bisa terjadi karena faktor penggunaan RAM 2 GB pada smartphone ini yang membuat proses multitasking sedikit terhambat karena kapasitasnya cepat penuh. Walaupun begitu, performa yang ditawarkan Redmi 8A sudah lumayan untuk smartphone dengan harga yang murah.

Baterai

Redmi 8A Front Box

Sebagai smartphone yang dijual dengan harga Rp 1 jutaan, Redmi 8A ini sudah dibekali dengan baterai 5.000mAh yang diklaim oleh Xiaomi mampu bertahan selama 3 hari dalam pemakaian normal.

Seperti biasanya, saya pun langsung menguji Redmi 8A dengan menggunakan mode Work 2.0 Battery pada aplikasi PC Mark for Android yang dimulai dari kondisi baterai 100% dan tingkat kecerahan layar sebesar 50%. Mode Work 2.0 Battery akan mensimulasikan pemakaian sehari-hari pada perangkat ini ketika proses benchmark sedang berlangsung.

Sebagai smartphone dengan baterai berkapasitas jumbo, Redmi 8A berhasil mendapatkan skor yang mencapai 17 jam 18 menit. Hal ini membuktikan bahwa smartphone ini mempunyai daya tahan baterai yang lama.

Redmi 8A Battery Benchmark

Smartphone ini juga mampu bertahan selama 33 jam 51 menit dengan Screen-on-Time mencapai 24 jam dari kondisi baterai 100% hingga 6% ketika saya menggunakannya dalam aktivitas sehari-hari dengan kondisi kecerahan layar 50%.

Dengan Screen-on-Time setinggi ini, dapat terlihat kalau Redmi 8A memang mampu digunakan dalam waktu lama hingga melebihi satu hari pemakaian normal. Namun untuk pengisian daya baterai dari Redmi 8A cukup lama, yakni mencapai 3 jam 20 menit dari kondisi 6% ke 100%.

Hal ini dikarenakan adaptor charger bawaan yang diberikan dalam paket penjualannya hanya mempunyai output 10 Watt (5V/2A). Dengan kata lain, apabila kamu ingin membuat pengisian daya baterainya menjadi lebih cepat maka harus membeli adaptor yang mendukung Quick Charge 3.0 18 Watt secara terpisah.

Kemungkinan besar waktu pengisian daya baterainya akan mendekati klaim Xiaomi yang mencapai 2,2 jam jika menggunakan adaptor tersebut.

Face Unlock

Redmi 8A Back Front

Untuk menekan harganya menjadi murah, Xiaomi terpaksa tidak menyematkan sensor fingerprint pada smartphone ini. Sebagai alternatifnya, fitur Face Unlock telah dihadirkan pada Redmi 8A yang memungkinkan saya dapat membuka kunci layar hanya menggunakan wajah.

Pada saat saya menghadapkan wajah ke kamera depan, fitur Face Unlock mampu mengenali wajah dengan cepat. Bahkan pada kondisi minim cahaya atau malam hari pun, fitur ini masih dapat mengenali wajah berkat tingkat kecerahan layar yang dinaikkan.

Meskipun smartphone ini tidak mempunyai sensor fingerprint, namun fitur Face Unlock dapat mempermudah saya untuk membuka kunci layar smartphone tanpa perlu memasukkan password, PIN, atau Pattern.

MIUI 11

Redmi 8A MIUI 11

Setelah saya mengaktifkan Redmi 8A, ternyata langsung muncul notifikasi untuk melakukan update secara OTA (Over-The-Air) dari MIUI 10 ke MIUI 11. Sekilas, MIUI 11 yang hadir pada perangkat ini masih menggunakan sistem operasi Android 9 Pie.

Saya sendiri tidak terlalu merasakan perubahan tampilan antarmuka dari MIUI 10 ke MIUI 11 karena terasa simpel dan mudah digunakan karena semua aplikasi terinstal akan hadir di homescreen akibat tidak adanya App Drawer.

Meskipun terdapat banyak tema untuk MIUI 11, namun saya lebih menyukai menggunakan tema bawaan yang terlihat sederhana. Selain itu, saya juga masih menggunakan fitur-fitur yang biasanya hadir di MIUI mulai dari dual-split multitasking, screenshot tiga jari, dan Dual Apps.

Fitur dual-split multitasking memungkinkan saya dapat menjalankan dua aplikasi secara bersamaan dalam satu layar. Misalnya saja saya dapat menjalankan WhatsApp sekaligus dengan YouTube secara berdampingan.

Namun perlu diingat, bahwa tidak semua aplikasi mendukung fitur ini. Untuk mempermudah aktivasi fitur dual-split multitasking maka kamu dapat mengatur tombol pintasannya seperti menekan lama tombol Recent, Home, atau Back sesuai selera kamu.

Sementara fitur screenshot tiga jari akan secara otomatis aktif sejak kamu pengaturan Redmi 8A pertama kali dilakukan. Dengan hadirnya fitur ini, saya dapat melakukan screenshot secara cepat dengan hanya menyapu layar dari bagian atas ke bawah menggunakan tiga jari yang dirapatkan.

Terakhir, Dual Apps merupakan salah satu fitur menarik yang sering saya gunakan karena memungkinkan aplikasi digandakan menjadi dua sehingga membuat saya dapat memasukkan dua akun jejaring sosial dalam satu smartphone saja. Tentu tidak semua aplikasi atau game mendukung fitur yang satu ini.

Kesimpulan

Saya merasakan bahwa Redmi 8A memang benar punya daya tahan baterai yang lama hingga lebih dari satu hari penuh setelah memakainya lebih dari seminggu. Dengan kata lain, saya tidak perlu membawa adaptor charger ketika melakukan pekerjaan sehari-hari.

Untuk smartphone dengan harga murah, Redmi 8A mempunyai performa yang cukup baik. Meskipun begitu, smartphone akan terasa lambat ketika menjalankan terlalu banyak aplikasi karena RAM yang hanya memiliki kapasitas 2 GB sehingga akan cepat terpakai penuh.

Untuk itu, sebaiknya kamu tidak terlalu banyak menjalankan aplikasi agar Redmi 8A dapat berjalan dengan lancar. Sementara itu, game berat dapat dijalankan secara lancar dengan menggunakan grafis yang paling rendah.

Sayangnya sensor fingerprint tidak hadir pada perangkat yang satu ini sehingga kamu hanya bisa mengandalkan Face Unlock apabila ingin membuka kunci layar Redmi 8A tanpa perlu memasukkan pattern, password, maupun pin.

Fitur Face Unlock ini bisa memindai wajah dalam kondisi minim cahaya sekalipun karena Xiaomi mengakalinya dengan meningkatkan kecerahan layar untuk membuat wajah terlihat. Namun, kemampuan kamera belakangnya dalam mengambil foto di siang dan malam hari perlu ditingkatkan lagi oleh pihak Xiaomi agar hasil fotonya lebih minim noise.

Dengan harga yang mencapai Rp1.449.000, saya rasa Redmi 8A masih bisa menjadi smartphone pilihan bagi yang menginginkan smartphone dengan harga terjangkau. Apalagi Redmi 8A hadir dengan baterai berkapasitas 5.000mAh yang tahan lama.

Tinggalkan Komentar

2 Komentar