Review Smartphone

Review ZenFone 6 – Ponsel Flagship ASUS dengan Kamera Rotasi yang Unik

ASUS Zenfone 6 - Featured

ASUS terkenal sebagai vendor ponsel yang kerap menghadirkan ponsel flagship dengan harga yang ramah dompet dan ini tetap mereka lakukan di tahun 2019 dengan dirilisnya ponsel ZenFone 6.

Jika 2 seri terakhir ZenFone kelas atas yang diluncurkan di Indonesia sebelumnya terasa ada yang kurang terutama dari sisi inovasi, apakah ZenFone 6 terbaru dari ASUS ini cukup menghadirkan inovasi yang menggebrak pasar?

Sejujurnya, ZenFone 6 berhasil menghadirkan sesuatu yang berbeda dibandingkan dengan ZenFone sebelumnya. Ada 2 keunggulan utama ZenFone 6 yang patut diapresiasi yaitu baterai 5.000 mAh yang bisa dibilang terbesar untuk ponsel flagship di Indonesia pada tahun 2019 ini dan kamera rotasinya yang dapat berfungsi sebagai kamera standar dan juga selfie.

Dari sisi desain, terdapat perubahan signifikan dari ZenFone 5 ke ZenFone 6. Layar ZenFone 6 kini terlihat memenuhi bagian depan ponsel tanpa ada poni yang mengganggu.

Saya senang akhirnya ASUS juga turut ikut serta dalam menghilangkan poni dari layar ponsel. Jika kamu sering bermain game atau menonton video, pasti tahu seberapa sebalnya ketika tampilan konten terpotong oleh poni.

Desain ponselnya terlihat agak kelaki-lakian menurut saya untuk varian warna hitam. Apalagi ditambah dengan teks ASUS di bagian belakang ponsel yang berwarna biru neon. Varian warna putih dari ponsel ini mungkin akan lebih menjangkau berbagai jenis pengguna.

ASUS Zenfone 6 - Bodi Belakang 2

Ukuran ponsel ZenFone 6 cukup besar. Jika disandingkan dengan Samsung Galaxy S10 Plus, ukuran ZenFone 6 terlihat sedikit lebih besar. Ponselnya juga terasa agak berat dan tebal. Ini mungkin dikarenakan oleh baterainya yang berkapasitas besar.

Mengikuti ukuran ponselnya, ukuran layar di ZenFone 6 pun besar juga yaitu 6,4″. Layarnya sudah dilindungi oleh Gorilla Glass 6 sehingga tahan baretan.

Bagian belakang ponselnya menggunakan kombinasi material aluminium dan kaca yang juga dilindungi oleh Gorilla Glass. Warna hitamnya terlihat pekat dan terdapat tulisan ASUS berwarna biru neon yang kontras dengan warna bodi ponsel.

Bagian sisi ponsel terasa agak kurang halus ketika digenggam namun masih cukup nyaman. Terdapat tombol khusus untuk Google Assistant di bagian sisi kanan atas ponsel. Posisinya yang agak tinggi membuatnya agak repot dipencet ketika menggunakan ponsel dengan satu tangan.

ASUS Zenfone 6 - Flip Camera

Kualitas tampilan layarnya ok walau agak sulit bersaing dengan layar ponsel flagship lain yang harganya lebih mahal. Ditambah lagi, sudut penglihatan layarnya kurang luas. Jika dilihat dari sudut tertentu, tampilan di layar akan mulai terlihat tidak jernih.

Agar layarnya dapat memenuhi seluruh bagian depan ponsel, ASUS menggunakan teknologi Flip Camera yang baru pertama kali mereka gunakan untuk ponsel keluaran mereka. Dengan teknologi ini, kameranya mampu berotasi hingga 180 derajat.

Jika akan melakukan selfie melalui aplikasi di ponsel, secara otomatis kamera belakang ZenFone 6 akan berotasi menjadi kamera selfie dan muncul menonjol di atas ponsel, agak terlihat aneh di awal namun setelah sering digunakan saya jadi terbiasa. Dibutuhkan waktu sekitar 1,5 detik untuk proses perubahan mode kameranya.

Uniknya, rotasi kamera di ZenFone 6 juga dapat dilakukan secara manual. Kamu dapat mengeset sudut kamera yang diinginkan. Fitur ini mungkin akan bermanfaat untuk penggunaan tertentu seperti ketika ingin memoto bagian kolong atau foto dengan ketinggian rendah.

Zenfone 6 Flip Camera Animated

Jika tidak sengaja menjatuhkan ZenFone 6 dalam keadaan kamera di mode selfie, secara otomatis kameranya akan kembali ke mode normal untuk memproteksi kamera dari benturan. Ketika saya tes, mode proteksi ini berjalan dengan lancar hanya saja setelah itu kameranya agak kurang responsif untuk beberapa saat saja.

Walau sistem rotasi kamera ini menarik, namun bukan berarti tanpa kelemahan. Debu dapat dengan mudah nyelip di area belakang kamera dan untuk saat ini masih ada bug di software ponsel yang menyebabkan kameranya kadang tidak dapat berotasi secara sempurna.

Dan, sistem rotasi kameranya agak berisik dan getarannya cukup terasa. Jika sedang merekam video dan kameranya dirotasikan, suara mekanik rotasi kamera juga akan ikut terekam di videonya.

Untuk kameranya sendiri mengusung konfigurasi kamera ganda dengan kamera utama bersolusi 48 MP bersensor Sony IMX586 dan kamera kedua ultrawide 18 MP dengan sudut tangkapan 125°.

Kamera di ZenFone 6 mampu menghasilkan foto dengan baik di berbagai kondisi, hanya saja kadang setelan otomatis aplikasi kameranya membuat hasil foto menjadi overexposure. Masalah ini mungkin nanti akan diperbaiki oleh ASUS melalui pembaruan software atau dapat menggunakan mode manual untuk hasil yang lebih presisi.

ASUS ZenFone 6 Kamera

Zenfone 6 - Kamera Outdoor 01

Zenfone 6 - Kamera Outdoor 03

Zenfone 6 - Kamera Outdoor 05

Zenfone 6 - Kamera Indoor 02

Zenfone 6 - Kamera Indoor 03

Zenfone 6 - Kamera WA 03Normal

Zenfone 6 - Kamera WA 03 WideangleWide-angle

Zenfone 6 - Kamera Outdoor Malam 03

Zenfone 6 - Kamera Outdoor Malam 01

Zenfone 6 - Kamera WA 01Normal

Zenfone 6 - Kamera WA 01 WideangleWide-angle

ZenFone 6 SelfieSelfie Normal

ZenFone 6 Selfie PotraitSelfie Potrait

ASUS Zenfone 6 - Headphone Jack

Agar performanya kencang, ZenFone 6 menggunakan chipset Snapdragon 855 yang dikombinasikan dengan RAM sebesar 6 GB / 8 GB. Untuk ulasan ini, varian ZenFone 6 yang saya gunakan adalah yang RAM 6 GB.

Dengan kombinasi seperti itu, ZenFone 6 mampu memainkan berbagai game yang ada dengan lancar. Untuk aktivitas sehari-hari pun performanya lancar dan jarang sekali ditemukan lag atau animasi yang tidak halus.

Speaker di ZenFone 6 terdengar agak kurang bagus di volume yang agak tinggi. Untungnya untuk urusan audio, disediakan earphone bawaan yang cukup ok dari sisi kualitas bahan dan keluaran audionya. Untuk kualitas panggilan suara di ponselnya sudah cukup jernih sehingga obrolan melalui telepon terasa lancar.

Untuk urusan koneksi seluler, secara keseluruhan koneksinya sudah cukup baik namun kadang jaringan internet di ZenFone 6 tiba-tiba terputus koneksinya dan perlu menunggu beberapa saat untuk menjadi normal kembali.

Zenfone 6 - Zen UI

Satu hal menarik lainnya dari ZenFone 6 adalah antarmuka penggunanya. Antarmuka di ZenFone 6 menggunakan Zen UI 6 terbaru dengan tampilan yang sangat mirip dengan stock Android sehingga mungkin akan cocok untuk kamu yang lebih senang tampilan antarmuka Android original.

Walau tampilan antarmukanya menyerupai stock Android, ASUS tetap melakukan beberapa perubahan untuk membuat ponselnya unik dan menambahkan fitur fitur menarik tambahan seperti mode gelap, Optiflex, dan Instant Key untuk mengaktifkan Google Assistant.

Fitur terdahulu di Zen UI yang lebih bermanfaat seperti AI Boost dan PowerMaster tetap ada. Namun fitur Selfie Master dan Zenimoji kini tidak ditemukan di ZenUI 6 untuk mengurangi bloatware. Saya pribadi senang akhirnya ASUS menghilangkan gimmick yang kurang bermanfaat tersebut.

Fitur PowerMaster juga kembali hadir di ZenFone 6. Berkat PowerMaster, penggunaan baterai di ZenFone 6 menjadi cukup hemat. Namun perlu dicatat bahwa secara bawaan beberapa aplikasi yang diinstal akan dilarang oleh PowerMaster untuk otomatis berjalan sehingga mungkin akan membuat bingung pengguna awam ketika beberapa fungsi aplikasi tidak berjalan seperti semestinya terutama widget yang tidak otomatis terupdate.

Hal tersebut dapat diatasi dengan mengatur secara manual aplikasi mana yang diperbolehkan untuk otomatis berjalan sendiri dan dapat menggunakan sumber daya baterai ketika di belakang layar dan mana yang tidak boleh.

ASUS Zenfone 6 - Ketebalan

Dengan kapasitas baterai yang sangat besar yaitu 5.000 mAh, ZenFone 6 dapat saya gunakan untuk aktivitas sehari-hari tanpa bermain game selama 2 hari lebih hingga level baterai mencapai 15% tanpa perlu dicas ulang baterainya. Total screen on time yang saya dapatkan pun tinggi yaitu 7 jam 24 menit.

Jika digunakan untuk bermain game tentu daya tahan baterainya akan lebih singkat. Ketika dites baterainya dengan aplikasi pengetesan PC Mark dengan level pencahayaan layar diset ke 50%, ZenFone 6 mendapatkan skor 20 jam 1 menit.

Untuk waktu pengecasannya sendiri bisa dibilang lumayan cepat. Hanya butuh waktu 2 jam 2 menit untuk mengisi daya baterai dari level 15% ke 100%. Kecepatan pengisian daya baterai di ZenFone 6 terbantu berkat adanya teknologi Quick Charge 4.0.

ASUS Zenfone 6 - Bodi Belakang

Jika ZenFone 4 sebelumnya terasa agak aneh karena fokus di selfie dan ZenFone 5 dengan baterai yang kurang tahan lama dan tidak ada sesuatu yang wow, ASUS kini bisa dibilang kembali menampilkan taringnya di ZenFone 6.

ZenFone 6 menghadirkan baterai yang besar dan tahan lama, kamera yang mumpuni dan inovatif, serta performa yang gegas. Semuanya disajikan dengan harga yang ekonomis untuk sebuah ponsel kelas flagship.

Nasib ponsel ZenFone 6 kini berada di tangan ASUS, apakah akan kembali melakukan kesalahan di ZenFone 5 dengan telat dirilis di Indonesia atau tidak. Jika ZenFone 6 dirilis dengan harga dan tanggal yang pas, ZenFone 6 bisa menjadi ponsel yang sangat direkomendasikan untuk dibeli.

Kelebihan

  • Layar penuh tanpa poni
  • Baterai besar dan tahan lama
  • Performa gegas
  • Minim bloatware

Kekurangan

  • Terasa agak berat
  • Kamera kadang jadi overeksposur
  • Rotasi kamera agak berisik dan bergetar
ASUS ZenFone 6
  • Editor Rating
  • Rated 4.5 stars
  • 80%

  • ASUS ZenFone 6
  • Diulas oleh:
  • Dirilis pada:
  • Terakhir diperbarui: Agustus 13, 2019
  • Layar
    Editor: 80%
  • Performa
    Editor: 90%
  • Kamera
    Editor: 80%
  • Baterai
    Editor: 90%
  • Software
    Editor: 90%
  • Desain
    Editor: 80%

Tinggalkan Komentar