Review Smartphone

Review ASUS ROG Phone – Gamer Sejati Pasti Pilih Ini

Review ASUS ROG Phone Header

Gadgetren – ROG Phone merupakan penjelajahan baru ASUS dalam pasar gaming yang sudah sangat mereka kuasai melalui lini Republic of Gamers.

Smartphone gaming belakangan ini memang sempat kembali menjadi perbincangan hangat semenjak Razer Phone pertama kali diperkenalkan. Sebagai pemain lama dalam segmen gaming, ASUS sepertinya ingin turut memperlihatkan keahlian mereka.

Lalu bagaimana dengan ROG Phone ini? Apakah memang pantas untuk masuk ke dalam keluarga Republic of Gamers? Berikut review ROG Phone dari saya.

Desain yang Mencerminkan Republic of Gamers

ASUS ROG Phone mempunyai desain yang sangat tidak biasa dari smartphone pada umumnya bahkan jika dibandingkan smartphone gaming lainnya seperti Razer Phone. Menyandang nama Republic of Gamers (ROG), smartphone satu ini mengambil acuan desain dari keluarga laptop ROG.

Tidak mengikuti tren 2018 yang menghadirkan layar penuh berponi, ASUS lebih memilih untuk menyematkan layar beraspek rasio 18:9 dengan bezel tebal di atas dan bawahnya. Untuk memanfaatkan area kosong tersebut, ASUS memberikan stereo speaker beraksen jingga menyala yang berletak simetris. Selain itu di bezel bagian atas juga ada kamera depan dan notifikasi LED.

ROG Phone Depan

Layarnya dilindungi kaca Gorilla Glass 6 yang lebih tahan gores dengan desain 2.5D agar jari dapat menulusur dengan mulus sedangkan pada bagian belakangnya terdapat kaca melengkung 3D yang terasa sangat licin, bahkan saya sedikit kesulitan untuk menempatkan ROG Phone di atas paha saat sedang duduk karena terus menerus merosot.

DNA dari desain perangkat ROG baru terlihat di punggung smartphone. Logo mata dengan backlit RGB yang menjadi ciri khas ROG hadir di pusatnya. Lampu RGB tersebut memiliki beberapa efek yang bisa digunakan, yakni Static, Breathing, Color Cycle, atau Strobing.

Di belakangnya juga nampak bagian luar dari sistem pendingin Vapor Chamber yang ASUS sematkan di dalamnya sekaligus tempat pembuangan hawa panas. Bersamaan dengan itu juga ada sensor pindai jari dan konfigurasi dual kamera dalam area berbentuk jajar genjang. Pilihan desain-desain tersebut membuat ROG Phone punya karakter tersendiri yang tidak ditemukan pada smartphone lainnya.

ROG Phone Cooling

Hal yang menarik dari ROG Phone besutan ASUS ini merupakan adanya dua buah USB Type-C port di samping kiri yang bisa digunakan untuk menghubungkan smartphone ke aksesoris ROG seperti TwinView atau Mobile Desktop Dock. Hanya saja untuk port berwarna jingga menyalan dilarang digunakan seperti biasa, hanya untuk aksesoris saja.

Port tersebut juga mendukung USB 3.1 Gen 1 sehingga lebih cepat dibandingkan dengan port satu lagi yang berada di bagian bawah smartphone. Jadi port tersebut dapat digunakan secara bergantian untuk memudahkan kamu bermain sambil charge baterai.

ROG Phone Port

Selain itu ROG Phone juga mempunyai tiga buah Ultrasonic AirTrigger yang dua di antaranya terletak di sisi kanan smartphone sedangkan satunya lagi berada di sisi kiri bawah. Teknologi ini memungkinkan penggunanya untuk memanfaatkan fitur Squeeze atau remasan Android maupun sebagai input tambahan saat bermain game.

Memang smartphone ini terasa berat dengan bobot mencapai 200 gram, namun saya menyukai secara keseluruhan pilihan-pilihan desain yang ASUS tawarkan pada smartphone ini karena terasa nyaman dan terlihat berbeda tanpa terlalu berlebihan.

Layar dan Audio Optimal Untuk Gaming

ASUS ROG Phone dilengkapi layar berbentang 6 inci berpanel AMOLED dengan resolusi 2160 x 1080 piksel. Dukungan refresh rate hingga 90hz serta waktu respon 1ms merupakan hal yang saya sambut baik sebagai seorang gamer karena akan membuat pergerakan terasa lebih mulus dan tidak blur atau buram saat bergerak cepat karena gambar dapat ditampilkan sebanyak 90 kali setiap detiknya.

Refresh rate tersebut dapat diubah menjadi 60 Hz untuk menghemat baterai jika diinginkan. Selain itu layarnya juga memiliki rasio kontras sebesar 100.000:1 dan cakupan warna 108.6% DCI-P3 (sRGB 145%). Hal ini membuat layar dari ROG Phone mampu menghasilkan gambar yang tajam,detil, dan warna hitam yang pekat sehingga akan memberikan pengalaman konten multimedia yang lebih memuaskan.

ROG Phone Layar

ROG Phone juga memiliki fitur Always On Panel bagi yang menginginkan layar untuk terus menampilkan informasi seperti jam, tanggal, baterai atau lainnya tanpa harus membuka kunci.

Untuk menyempurnakan pengalaman multimedia, ASUS menyematkan dua stereo speaker dengan dual amplifiers yang menghadap ke pengguna sehingga tidak akan mudah tertutup saat bermain game atau menggunakan smartphone dalam mode landscape.

Speakernya juga dilengkapi dengan 24-bit/192KHz audio engine yang mendukung Hi-Res Audio. Suara terdengar sangat lantang dan tetap jernih jika menggunakan dalam volume tinggi sehingga tidak perlu khawatir suara pecah buat kamu yang lebih suka menggunakan speaker saat bermain game.

Tetapi bagi yang lebih suka menggunakan headset atau headphone ada kejutan tambahan. ROG Phone menawarkan teknologi DTS:X 1.0 yang mampu menghasilkan suara secara 7.1 surround sound yang sangat berguna saat bermain game khususnya game Virtual Reality sehingga penggunanya akan lebih hanyut ke dalam suasana.

Saat bermain PUBG Mobile menggunakan headset, saya bisa mendengarkan dengan seksama dari mana arah peluru datang apakah itu di depan atau belakang saya, suara langkah kaki lawan, dan suara ledakan yang lebih menggema. Begitu juga saat menonton film yang punya surround channel, suara yang dikeluaran terasa seperti berada di bioskop.

Sebagai tambahan, ROG Phone juga dikatakan mendukung Qualcomm aptX untuk mentransmisi suara HD melalui konektivitas bluetooth. Namun sayang saya tidak bisa mencobanya karena tidak memiliki headset yang mampu memanfaatkan teknologi tersebut.

Performa Tanpa Kompromi

Sebagai smartphone gaming yang berada di dalam keluarga Republic of Gamers, ASUS pastinya berusaha untuk menghadirkan performa terbaik yang ada pada saat awal peluncurannya.

ROG Phone sendiri diotaki Qualcomm Snapdragon 845 Octa-core, GPU Adreno 630, RAM 8GB LPDDR4X, dan penyimpanan internal 128 GB. Spesifikasi yang sangat tinggi tersebut pastinya akan menjamin pengalaman bermain semaksimal mungkin.

Sebagai permulaan tentu saja saya menjalankan aplikasi benchmark sintetis untuk mengukur kemampuannya. ROG Phone mampu meraih skor AnTuTu sebesar 278.836 serta 2.515 untuk single-core dan 9.359 untuk multi-core pada Geekbench. Angka tersebut terbilang sangat tinggi, mengalahkan Samsung Galaxy Note 9.

ROG Phone Benchmark

Lalu bagaimana saat digunakan bermain game secara nyata?

Berhubung ROG Phone merupakan smartphone gaming, tentu saja saya sedikit ekstra dalam hal melakukan tes kemampuannya untuk menjalankan aplikasi game. Yang pertama tentu saja saya mencoba bermain game populer seperti PUBG Mobile dan Free Fire Battlegrounds.

Tidak mengherankan, kedua game tersebut dapat berjalan dengan sangat lancar dalam pengaturan setinggi mungkin yang bisa dipilih. Tidak pernah sekalipun saya merasakan adanya penurunan performa seperti stutter atau lainnya. Ini pastinya membuat pengalaman bermain saya lebih memuaskan karena game online FPS membutuhkan waktu reaksi secepat mungkin agar unggul dari lawan.

ROG Phone PUBG Free FireKerennya lagi Free Fire Battleground mampu dijalankan oleh ROG Phone hingga 90 FPS. Dengan begitu tidak hanya tanpa lag, pergerakan karakter terlihat jauh lebih mulus dibandingkan biasanya.

Selanjutnya saya beralih ke game bergenre MOBA, yakni Mobile Legends: Bang Bang dan Arena of Valor. Sama halnya seperti dua game sebelumnya, saya dapat mengaktifkan seluruh pengaturan grafis setinggi mungkin termasuk fitur High Frame Rate mode.

ROG Phone Mobile Legends

Setelah mencoba bermain game yang tidak membutuhkan jaringan internet saat bermain dan bukan game multiplayer online karena biasanya dapat lebih memaksimalkan kualitas grafis yang dimiliki. Salah satu game tersebut merupakan Modern Combat 5, Asphalt 9, Implosion dan Mobius Final Fantasy.

Modern Combat 5 dan Asphalt 9 merupakan game yang secara otomatis akan menyesuaikan kualitas grafis dengan kemampuan smartphone sehingga penggunanya dapat bermain secara optimal. Tanpa perlu dilakukan pengaturan sendiri, kualitas grafis sudah langsung diset maksimal dan setelah saya coba bermain, game tetap berjalan dengan lancar saat adegan cepat sekali pun.

ROG Phone Asphat Modern Combat

Begitu juga dengan Implosion dan Mobius Final Fantasy, saya dapat menggunakan kualitas grafis tertinggi tanpa ada kendala sama sekali. Oleh karena itu kemampuan ROG Phone dalam menjalankan aplikasi berat sudah tidak perlu diragukan lagi.

Masih ada beberapa game lagi yang saya coba seperti Cytus untuk melihat respon ketukan, Lineage II Revolution untuk game MMORPG, dan Final Fantasy Exvius untuk game mobile standar. Alhasil semua game yang saya coba dapat berjalan sangat mulus layaknya mobil F1 dan terlihat memukau berkat layarnya yang juga berkualitas.

Namun tidak semua game sudah mendukung layar 90 Hz. Dari beberapa game yang telah saya coba, hanya Free Fire saja yang bisa menyentuh 90 FPS sedangkan game lainnya mentok di 60 FPS sehingga game-game tersebut bisa dikatakan belum mampu memanfaatkan kemampuan maksimal dari ROG Phone.

Saat bermain game, pengguna juga dapat mengaktifkan fitur bernama Game Genie yang dapat mempermudah aktivitas pengguna. Dengan Game Genie ini pengguna dapat melihat informasi realtime perangkat yang berisikan suhu, FPS maupun penggunaan kinerja CPU dan GPU. Selain itu pengguna bisa mengatur fungsi AirTrigger, macro, hingga merekam atau streaming konten gaming melalui Game Genie.

ROG Phone Game Genie

Soal suhu panas, ROG Phone bisa dikatakan mengatasinya secara baik dan tidak secara bersamaan. Smartphone ini terbilang cukup adem saat digunakan bermain game, mungkin sedikit lebih hangat saat bermain dalam waktu lama. Ada kala dimana seluruh bagian terasa sangat hangat saat sedang bekerja keras, namun untungnya tidak sampai ke dalam kategori panas.

Game Center Sebagai Pusat Gaming

ASUS ROG Phone dari pabrikannya langsung menjalankan sistem operasi Android 8.1 Oreo. Tampilan awal dari sistem operasi ini sangat mencerminkan perangkat Republic of Gamers dengan warna merah mendominasi seluruh bagian antar muka.

Tidak terlalu banyak bloatware yang langsung terpasang di dalamnya dan itu merupakan hal yang sangat bagus mengingat perangkat gaming memang seharusnya memfokuskan seluruh kinerja yang ada untuk menjalankan game. Dengan begitu smartphone terasa sangat responsif dan berjalan dengan mulus pada sistem operasi ini.

ROG Phone Game Genie Utama

Sangat banyak sekali fitur yang disediakan, namun yang paling penting menurut saya merupakan Game Center. Aplikasi ini memungkinkan penggunanya untuk melihat informasi mengenai smartphone mulai dari Suhu, penggunaan CPU dan GPU, total RAM yang terpakai, hingga mengaktifkan X Mode.

Di dalam Game Center ini, pengguna dapat membuat profile untuk setiap game yang bisa mengatur berbagai hal mulai dari mode X mode, membersihkan memori, pilihan refresh rate, maupun mematikan notifikasi. Dengan begitu pengguna tidak perlu mematikan atau menghidupkan fitur tersebut satu per satu setiap kali ingin bermain game.

ROG Phone Game Genie Profiles

Aplikasi ini juga bisa mengatur kecepatan kipas dari aksesoris Aero Active Cooler, mensinkronisasikan warna RGB dengan perangkat ASUS lainnya, hingga mengatur fungsi dari AirTrigger. Game Center benar-benar menjadi hub gaming di ROG Phone.

Baterai Tangguh

ROG Phone memang punya bodi yang berat dan besar, namun siapa sangka ternyata di dalamnya hanya terdapat baterai berkapasitas 4.000 mAh saja, bukan 5.000 mAh yang seperti saya harapkan. Walaupun begitu perlu diakui kalau daya tahan beterai yang dimilikinya cukup lumayan.

Pihak ASUS menggadang kalau smartphone ini mampu bertahan selama 7.2 jam saat bermain game dalam koneksi WiFi. Setelah mencoba ROG Phone selama beberapa minggu, saya rasa klaim ASUS tersebut mungkin ada benarnya karena saya belum pernah sama sekali kehabisan baterai di siang hari bahkan beberapa kali mampu bertahan hingga 2 hari saat penggunaan tidak terlalu intensif.

Berhubung saya kurang bisa tahan bermain game mobile seperti PUBG Mobile atau Mobile Legends dalam waktu lama, saya lebih memilih untuk tes kemampuan baterai ROG Phone dengan game Mobius Final Fantasy yang memiliki mode auto dan sesekali menonton video.

Setelah menggunakannya selama 5 jam, baterai dari ROG Phone masih tersisa sekitar 47% yang berarti secara teori dapat menyentuh sekitar 8-9 jam hingga baterai benar-benar habis. Hasil tersebut terbilang melebihi ekspektasi saya karena sering kali daya tahan baterai sebenarnya berada di bawah klaim vendor. Sedangkan untuk hasil benchmark dari Geekbench menunjukan kalau ROG Phone mampu bertahan selama 5 jam 40 menit agar baterai berada di bawah 10%.

Namun perlu saya ingatkan sekali lagi kalau Mobius Final Fantasy memang punya grafis tergolong berat, tetapi hanya sesekali membutuhkan jaringan WiFi saat berpindah level dan saya menggunakan mode auto sepanjang pengetesan. Selain itu saya juga tidak mengaktifkan X Mode yang pastinya akan lebih menguras baterai.

ROG Phone Charging

Jika kebutuhan game kamu melebihi saya, maka tidak perlu khawatir karena ROG Phone juga punya kemampuan isi daya baterai yang di atas rata-rata. Berkat adanya teknologi Qualcomm Quick Charge 4, saya hanya perlu menunggu sekitar 30 menit saja agar baterai terisi hingga 61% dari yang semula tersisa 13%. Sedangkan untuk bisa terisi hingga penuh membutuhkan waktu sekitar 1 jam 24 menit.

Menariknya ASUS juga menyematkan teknologi bernama HyperCharge saat menggunakan charger bawaan. Teknologi tersebut memungkinkan aliran listrik lebih optimal dan suhu smartphone tetap terjaga karena IC berada pada charger bukan di dalam smartphone.

Memang saat melakukan charge seperti biasa smartphone terasa adem, tetapi jika digunakan untuk aktivitas seperti streaming video maka bodi smartphone secara keseluruhan akan menjadi hangat. Satu hal yang perlu diketahui, colokan charger ROG Phone menggunakan kaki 3 layaknya pada laptop.

Kamera Mencukupi

Fotografi memang bukan fokus dari ASUS ROG Phone sebagai smartphone gaming, namun apa salahnya untuk sedikit mengintip kemampuan kameranya. Sebenarnya secara keseluruhan kamera belakang ROG Phone mempunyai kualitas yang lumayan, namun kurang memuaskan jika dibandingkan dengan smartphone lainnya yang punya harga di atas Rp 10 juta.

Saya pribadi sebagai seorang gamer merasa apa yang ditawarkan oleh kamera ROG Phone ini sudah mencukupi untuk bisa mengambil momen-momen penting dengan jelas walaupun tidak fantastis. Bagi yang ingin melihat sendiri bagaimana hasilnya, berikut beberapa contoh foto yang diambil menggunakan ROG Phone.

(klik gambar untuk melihat aslinya)

ASUS ROG Phone Kamera 1

ASUS ROG Phone Kamera 3

ASUS ROG Phone Kamera 4

ASUS ROG Phone Kamera 5

ASUS ROG Phone Kamera 6(mode normal)

ASUS ROG Phone Kamera 7(mode wide angle)

Aksesoris dari ROG Phone

Kelebihan utama ASUS ROG Phone dari smartphone gaming lainnya yang sudah dirilis saat ini merupakan dukungan aksesoris yang cukup banyak. Jejeran aksesoris-aksesoris ini pastinya akan meningkatkan pengalaman bermain pengguna atau mungkin untuk aktivitas lainnya. Ada apa saja aksesorinya?

Aero Active Cooler

ASUS Aero Active Cooler

Aero Active Cooler merupakan aksesoris yang sangat minimalis. Tujuannya hanya satu, yakni mendinginkan smartphone agar kinerja dapat tetap optimal. Perlu diakui kalau memang saat menggunakan aksesoris ini, bodi smartphone terasa lebih adem.

Menariknya udara akan dikeluarkan ke kiri dan kanan sehingga secara tidak langsung “mengipasi” tangan kamu. Kecepatan kipasnya juga dapat diatur melalui aplikasi Game Center.

Gamevice for ROG Phone

Gamevice for ROG Phone

Gamevice for ROG Phone merupakan aksesoris gamepad untuk memaksimalkan pengalaman bermain kamu. Tidak dipungkiri lagi kalau metode input touchpad masih kurang sempurna untuk beberapa game, maka dari itu lebih disarankan menggunakan gamepad fisik.

Dengan menggunakan aksesoris ini kamu bisa mapping sesuka hati setiap tombol dengan aksi di dalam game dan ini merupakan salah satu kelebihan utamanya karena bisa digunakan di semua game walaupun masih Beta. Kalau judul game tersebut sudah masuk ke dalam daftar library Gamevice yang didukung, maka kamu tidak perlu melakukan mapping sendiri karena semua sudah otomatis dan terasa sangat optimal.

Bagian belakang smartphone akan tertutup oleh penghubung antar kedua gamepad sehingga tidak bisa dikombinasikan dengan ActiveCooler. Sumber tenaga juga akan mengambil dari smartphone karena harus terhubung ke USB-C di bawah smartphone.

Aksesoris Gamevice ini terasa cukup nyaman untuk digunakan, namun memang masih belum sekelas controller console. Sayang saja tidak ada case atau tempat penyimpanan saat ingin menyimpannya di dalam tas.

TwinView Dock

ASUS TwinView Dock

TwinView Dock menurut saya merupakan salah satu aksesoris yang lebih menarik dibandingkan gamepad portable. Sesuai namanya, aksesoris ini seperti menghadirkan layar ROG Phone tambahan hanya saha sudah tertanam di gamepad.

Dengan menggunakan TwinView Dock, pengguna dapat menikmati 2 layar sekaligus, 4 speaker, dan tambahan baterai 6.000 mAh yang bisa mengisi daya ROG Phone. Selain itu juga ada sistem pendingin dan dua tombol trigger. Bisa dikatakan TwinView Dock merupakan satu paket aksesoris gaming yang sangat lengkap.

Ada game sudah langsung memanfaatkan layar kedua tersebut seperti pada game Asphalt 9 yang menggunakannya sebagai peta. Namun yang lebih penting, layar tersebut bisa digunakan untuk membuka apa saja seperti aplikasi streaming, chatting, atau bahkan game lain jika kamu menginginkannya.

Bodi dari TwinView Dock ini menurut saya terasa lebih nyaman untuk digenggam dibandingkan gamepad Gamevice dan punya bobot yang pas serasa layaknya console portable. Tambahan speaker juga tentunya sangat diterima dengan baik.

WiGig Display Dock

ASUS WiGig Display Dock

ASUS WiGig Display Dock memungkinkan kamu untuk melakukan mirroring dari ROG Phone ke TV yang mendukung input HDMI. Cukup dengan mengaktifkan WiGi di ROG Phone dan menghubungkannya ke WiGig Display Dock seperti perangkat wireless lainnya, maka sudah siap digunakan. Mudah, cepat, dan tidak merepotkan.

Dengan munculnya seluruh konten ke layar TV yang lebih besar, kamu bisa mengkombinasikannya dengan gamepad Gamevice untuk membuat pengalaman bermain game menjadi lebih asik. WiGig Display Dock ini juga menyediakan sebuah port USB 3.0 jika ingin memindahkan file dari flashdrive ke smartphone atau sebaliknya.

Mobile Desktop Dock

ASUS Mobile Desktop Dock

Aksesoris satu ini menurut saya terbilang cukup “overkill”, kenapa? Mobile Desktop Dock ini memungkinkan ROG Phone digunakan layaknya sebagai komputer desktop lengkap dengan dukungan mouse dan keyboard. Penggunaannya pun cukup mudah, tinggal menghubungkan ROG Phone ke dock melalui port samping.

Mobile Desktop Dock dari ASUS ini mengingatkan saya dengan Samsung DEX hanya saja lebih lengkap karena ASUS menyediakan banyak sekali dukungan konektivitas mulai dari empat buah USB 3.0, DisplayPort, hingga SD Card. Jadi tidak masalah jika ingin digunakan untuk kebutuhan office selama aplikasi tersebut tersedia di Android.

Professional Dock

ASUS Professional Dock

Professional Dock ini bisa dikatakan sebagai versi mini dan portable dari Mobile Desktop Dock. Fungsinya sangat mirip, namun jumlah port yang disediakan jauh lebih sedikit hanya dua port USB 3.0 dan HDMI saja. Namun berkat bentuknya yang kecil membuat aksesoris satu ini mudah untuk dimasukkan ke tas jika ingin di bawa-bawa.

Kesimpulan

Tanpa diragukan lagi ASUS ROG Phone merupakan smartphone gaming terbaik di Indonesia saat ini. Tidak hanya punya performa yang sangat tangguh untuk menjalankan game dengan kualitas grafis tinggi secara lancar tetapi juga memiliki banyak fitur untuk memaksimalkan pengalaman bermain.

Dan itu belum termasuk berbagai aksesoris yang sangat menarik untuk digunakan dalam berbagai skenario yang tidak hanya mencakup soal gaming saja melainkan kebutuhan pada umumnya seperti hiburan atau bahkan pekerjaan office ringan.

ROG Phone benar-benar menunjukan kemahiran ASUS dalam merancang sebuah perangkat gaming. Bertahun-tahun menghadirkan lini Republic of Gamers membuat ASUS tahu apa saja yang diinginkan oleh para gamer yang sering kali tidak ingin berkompromi dalam hal kualitas permainan.

Sebagai smartphone secara keseluruhan memang masih ada yang bisa ditingkatkan lagi seperti kemampuan kameranya, namun sebagai seorang gamer, saya sulit untuk menemukan kekurangan dari ROG Phone selain bobotnya yang sedikit lebih berat dari lainnya.

Akhir kata, ROG Phone menurut saya merupakan smartphone gaming yang sempurna jika memang tujuan utama kamu memilikinya untuk perangkat gaming portable.

Kelebihan

  • Performa tinggi tanpa kompromi
  • Banyak dukungan aksesoris
  • Daya tahan baterai lumayan
  • Layar 90Hz yang sangat nyaman
  • Audio surround memukau

Kekurangan

  • Kamera masih bisa ditingkatkan
  • Bodi cukup berat
ASUS ROG Phone
  • Editor Rating
  • Rated 5 stars
  • 100%

  • ASUS ROG Phone
  • Diulas oleh:
  • Dirilis pada:
  • Terakhir diperbarui: Februari 4, 2019
  • Layar
    Editor: 100%
  • Performa
    Editor: 100%
  • Kamera
    Editor: 70%
  • Baterai
    Editor: 90%
  • Software
    Editor: 100%
  • Desain
    Editor: 100%

Tinggalkan Komentar