
Review CMF Clip Pro
- Rating
Kesimpulan
CMF Clip Pro adalah earbud nirkabel yang sangat baik bagi mereka yang ingin mendengarkan musik sambil tetap awas dengan kondisi di sekitar atau bagi mereka yang tidak suka menggunakan earbud yang masuk ke dalam telinga.
Yang Disukai
- Desain minimalis dan menarik
- Nyaman digunakan berjam-jam
- Baterai tahan lama
- Kontrol mudah digunakan
Yang Tidak Disukai
- Pengaturan equalizer terbatas
- Fitur anti-leakage menurunkan kualitas audio
Gadgetren – Tidak semua orang suka dengan desain earbud yang menyumpal telinga. Karena itu earbud jenis open ear bisa menjadi alternatif menarik seperti CMF Clip Pro.
Earbud open ear belakangan ini memang sedang naik daun karena selain terasa lebih nyaman, jenis ini juga memungkinkan kita tetap awas dengan lingkungan sekitar.
Di tengah persaingan earbud open ear belakang yang semakin ramai, apakah CMF Clip Pro layak untuk dibeli? Berikut reviewnya.
Desain
Earbud nirkabel terbaru dari CMF ini membawa desain minimalis yang menarik, mulai dari case berbentuk blok silinder hingga earbudnya yang unik.
Sejujurnya, case CMF Clip Pro adalah salah satu case earbud yang sangat saya suka. Warna putih lembut yang dipadukan dengan aksen perak pada varian yang saya gunakan semakin menguatkan kesan minimalis dan modern.

Walaupun berwarna putih, finishing matte membuat case ini tidak mudah kotor dan mudah dibersihkan. Permukaannya pun terasa lembut saat disentuh.
Di bagian depan case terdapat sebuah lampu indikator sedangkan di belakangnya terdapat port USB Type-C. Di bagian atasnya terdapat dial yang bisa diputar untuk mengoperasikan earbud.
Membuka case ini pun terasa memuaskan. Tutupnya mudah dibuka dengan satu jari, sementara engselnya terasa kokoh.
Di dalamnya, sepasang earbud diletakkan pada posisi yang sudah didesain sedemikian rupa sehingga kecil kemungkinan salah meletakkan posisi earbud. Terdapat pula sistem magnetik agar earbud dan case terpasang dengan sempurna sekaligus mengisi daya.

Earbudnya sendiri, sesuai jenisnya yakni open ear, punya bentuk yang tidak biasa dibandingkan earbud pada umumnya. Materialnya menggunakan plastik TPU dan sudah mengantongi sertifikasi IP54 yang membuatnya tahan debu serta cipratan air.
Earbud ini punya desain klip dengan tiga bagian utama yakni bola speaker yang ditempatkan di dalam daun telinga, comfort pod yang berada di belakang daun telinga, serta kabel titanium fleksibel yang menghubungkan keduanya.
Saat digunakan, CMF Clip Pro dapat terpasang dengan baik di telinga tanpa terasa menekan. Bahkan telinga saya tetap terasa nyaman dan hampir tidak merasa sedang menggunakan earbud ini meskipun digunakan untuk mendengarkan musik selama berjam-jam sambil bekerja.
Kualitas Suara

Salah satu pertanyaan utama ketika menggunakan earbud open ear kemungkinan besar adalah kualitas suaranya. Apakah desain seperti ini membuat kualitas audio menjadi kurang baik?
Nah saya bisa bilang CMF Clip Pro mampu memberikan kualitas audio yang memuaskan berkat driver 10,8mm di dalamnya serta dukungan codec AAC dan LDAC.
Suara vokal dan instrumen musik dapat terdengar dengan baik di berbagai genre. Tidak ada suara kresek-kresek yang mengganggu saat saya mendengarkan musik dalam volume tinggi.
Namun karena desainnya open ear, hentakan bass memang kurang terasa dan detail-detail kecil dalam musik agak sulit didengarkan. Suara seperti hentakan drum masih terdengar, hanya saja kurang greget.
Di sisi lain, desain open ear membuat saya tetap bisa mendengarkan musik sambil awas dengan kondisi sekitar. Misalnya saat rekan kerja bertanya, saya bisa langsung merespons tanpa perlu melepas earbud.
Efek sampingnya, tentu saja adalah isolasi suara yang kurang baik dan tidak adanya fitur noise cancelling. Suara berisik seperti orang berteriak atau dengungan mesin masih akan terdengar dengan jelas.
Jelas earbud ini bukan ditujukan bagi mereka yang ingin benar-benar menghayati musik tanpa gangguan suara dari luar. CMF Clip Pro lebih cocok bagi mereka yang ingin mendengarkan musik sambil tetap awas dengan lingkungan sekitar.

Satu lagi kekurangan desain open ear adalah suara dari earbud bisa terdengar oleh orang lain terutama di volume tinggi. Untuk mengatasinya, tersedia mode Anti-leakage yang bisa diakses melalui aplikasi Nothing X.
Saat saya tes, orang yang duduk di sebelah saya memang tidak bisa mendengar musik yang sedang saya dengarkan meskipun volume sudah tinggi. Fitur ini cukup efektif mengurangi kebocoran suara tetapi kualitas audio ikut berkurang cukup signifikan.
Untuk perekaman suara, CMF Clip Pro mampu menangkap suara saya dengan cukup jelas. Kualitasnya memang bukan yang ok banget, tetapi sudah cukup untuk sekadar berbicara saat melakukan panggilan telepon.
Kustomisasi Melalui Nothing X

Karena CMF merupakan brand di bawah naungan Nothing, pengaturan earbud ini secara lebih mendalam dilakukan melalui aplikasi Nothing X.
Melalui aplikasi ini, kita bisa mengaktifkan berbagai fitur yang salah satunya Spatial Audio untuk membuat keluaran suara terasa lebih imersif misalnya saat menonton film.
Namun mungkin karena desainnya open ear, efek Spatial Audio ini tidak begitu terasa dibandingkan saat saya menggunakan Nothing Ear (3a) sebelumnya.
Selain itu terdapat fitur Bass Enhancement yang sesuai namanya bisa digunakan untuk meningkatkan hentakan bass jika diinginkan.
Untuk equalizer, sayangnya fitur ini tidak selengkap headphone keluaran Nothing lainnya. Kita hanya bisa memilih beberapa template atau mengatur tiga jenis frekuensi suara secara manual yakni bass, mid, dan treble.
Konektivitas dan Kontrol

CMF Clip Pro mendukung konektivitas ganda melalui Bluetooth 5.4. Dengan begitu saya bisa berganti-ganti perangkat yang tersambung ke earbud ini dengan instan.
Konektivitasnya juga cukup baik. Saat berada sekitar 10 meter dari perangkat, saya masih bisa mendengarkan musik dengan lancar.
Ada sedikit latency di kisaran 200–300 milidetik saat menggunakan earbud ini. Masih cukup wajar untuk sebuah earbud nirkabel.
Untuk mengontrol perangkat ini tanpa menggunakan aplikasi Nothing X, ada dua cara. Pertama melalui tombol yang terdapat di bagian sisi comfort pod.
Tombol ini benar-benar berupa tombol fisik yang bisa ditekan sehingga lebih mudah dioperasikan dibandingkan metode sentuhan yang biasanya ditemukan pada earbud lain.
Selain itu dial yang terdapat pada case juga bisa digunakan untuk mengontrol earbud. Namun kita perlu mengatur terlebih dahulu melalui aplikasi Nothing X aksi yang dilakukan dari setiap gerakan dial.
Metode ini lebih praktis saat sedang menggunakan earbud sambil duduk di depan meja dengan case berada di depan. Namun saat sedang berjalan, tentunya lebih praktis menggunakan tombol pada earbud.
Baterai

Untuk daya tahan baterai, CMF Clip Pro sangat memuaskan. Saya bisa menggunakan earbud ini selama 9 jam 16 menit secara nonstop dari baterai 100% hingga tersisa 5%.
Untuk mengisi daya earbud hingga penuh, dibutuhkan waktu yang agak lama yakni 2 jam 7 menit dari 5% hingga penuh.
Setelah pengisian penuh tersebut, baterai pada case masih tersisa 70%. Artinya saya masih bisa melakukan sekitar dua kali pengisian penuh lagi sebelum case perlu kembali diisi dayanya.
Kesimpulan

CMF Clip Pro adalah earbud nirkabel yang sangat baik bagi mereka yang ingin mendengarkan musik sambil tetap awas dengan kondisi di sekitar atau bagi mereka yang tidak suka menggunakan earbud yang masuk ke dalam telinga.
Desainnya yang minimalis dan modern juga membuatnya cocok digunakan dalam berbagai situasi baik saat bekerja, berolahraga, maupun bepergian.
Sayangnya fitur-fitur pendampingnya masih belum benar-benar meningkatkan pengalaman menggunakan perangkat ini.
Dengan harga jual mencapai Rp1.699.000, earbud ini tentu tidak bisa dibilang murah. Namun bagi mereka yang menginginkan keseimbangan antara kenyamanan di telinga dan kualitas audio, CMF Clip Pro adalah pilihan yang sangat menarik untuk dipertimbangkan.


Tinggalkan Komentar