Gadgetren – Setelah melakukan pembaruan sistem HyperOS, cukup wajar apabila konsumsi daya baterai pada sebuah ponsel buatan Xiaomi terasa sedikit lebih boros dari penggunaan sebelumnya.
Selama 1-3 hari pertama, sistem baru soalnya memerlukan proses adaptasi terlebih dulu. HyperOS perlu mempelajari kebiasaan pengguna, menyesuaikan performa perangkat, mengindeks ulang data, hingga mengoptimalkan aplikasi di latar belakang yang memang akan mengonsumsi lebih banyak daya.
Namun jika konsumsi baterai masih terasa boros setelah beberapa hari penggunaan, ada kemungkinan ponsel memang sedang bermasalah. Berikut berbagai langkah yang bisa dicoba apabila Kamu sedang mengalaminya.
1. Muat Ulang Ponsel Beberapa Kali
- Tekan dan tahan tombol Power.
- Lepaskan setelah menu pengelola daya terbuka.
- Pilih opsi Reboot.
- Konfirmasi dengan mengetuk Tap to reboot.
- Biarkan ponsel menyala hingga normal.
Saat ponsel masih terasa boros setelah beberapa hari digunakan, melakukan muat ulang menjadi langkah pertama yang bisa dicoba. Cara sederhana ini akan memaksa sistem untuk menata kembali struktur data dan membersihkan memori yang tersisa dari pemrosesan sebelumnya.
Langkah ini memang dapat menjadi solusi untuk mengatasi berbagai permasalahan teknis yang muncul pada perangkat. Namun, ada kemungkinan bahwa pengguna perlu melakukan beberapa kali proses muat ulang agar mendapatkan hasil yang optimal.
2. Hapus Cache Layanan Xiaomi
- Buka halaman Settings.
- Masuk ke bagian Apps.
- Pilih menu Manage apps.
- Ketuk More (ikon titik tiga) di pojok kanan atas.
- Pilih opsi Show System Apps.
- Cari dan pilih layanan Xiaomi yang ingin dibersihkan.
- Ketuk tombol Clear data yang terdapat di bar menu bawah.
- Pilih Clear cache.
- Ulangi untuk berbagai aplikasi yang lain.
Proses pembaruan pada sebuah ponsel sering kali diikuti dengan migrasi data dari sistem lama ke baru. Sayangnya jika terdapat ketidaksesuaian, sejumlah masalah teknis bisa muncul dan mengganggu pengoperasian perangkat.
Konsumsi baterai yang semakin boros pun termasuk salah satu di antaranya. Oleh karena itu saat mengalami permasalahan ini, pengguna bisa mencoba membersihkan berkas sementara pada perangkat untuk mengatasinya.
Dalam hal ini, pengguna dapat secara khusus membersihkan berkas sementara dari berbagai aplikasi bawaan ponsel Xiaomi seperti Security, System UI, Package Installer, App Vault, hingga Settings Storage.
3. Perbarui Setiap Aplikasi
- Kunjungi halaman Settings.
- Masuk ke menu System apps updater.
- Ketuk tombol Update all.
Selain berkaitan dengan data sementara, konsumsi baterai bisa menjadi lebih boros karena sejumlah layanan belum mampu bekerja secara optimal pada sistem terbaru. Melakukan pembaruan untuk setiap aplikasi yang terpasang makanya bisa menjadi solusi berikutnya.
Untuk aplikasi sistem atau layanan bawaan antarmuka HyperOS, pengguna dapat melakukan pembaruan melalui halaman pengaturan. Sementara untuk layanan pihak ketiga, bisa dilakukan langsung melalui layanan Google Play Store.
4. Periksa Layanan yang Membuat Baterai Boros
- Masuk ke halaman Settings.
- Buka menu pengaturan Battery.
- Cek penggunaan baterai pada bagian Battery usage.
- Ketuk More app untuk melihat lebih banyak aplikasi.
- Cari aplikasi yang membuat konsumsi baterai menjadi boros.
- Pilih aplikasi tersebut.
- Ketuk menu Details.
- Buka pengaturan Battery saver.
- Ubah pengaturan latar belakang ke Restrict Background Activity.
- Ulangi untuk berbagai aplikasi yang lain.
Apabila pembaruan belum membuat aplikasi berjalan secara optimal, memeriksa penggunaan baterai bisa menjadi langkah berikutnya. Pengguna bisa melakukannya untuk melihat aplikasi apa saja yang menyebabkan konsumsi baterai menjadi lebih boros.
Perlu diingat bahwa sejumlah layanan seperti media sosial, pesan instan, pelacak lokasi, hingga aplikasi pihak ketiga lainnya memang dirancang agar dapat berjalan di latar belakang. Hanya saja tanpa pengoptimalan yang baik, sebagian di antaranya dapat menyebabkan daya ponsel terkuras lebih cepat.
Khusus untuk berbagai layanan yang terbukti mengonsumsi banyak daya meski tidak sedang dibuka, pengguna pun dapat secara manual membatasi aktivitas latar belakang dari aplikasi yang bersangkutan.
5. Tunggu dan Pasang Pembaruan Sistem
- Buka halaman Settings.
- Masuk ke pengaturan About phone.
- Periksa ketersediaan pembaruan dengan mengetuk logo HyperOS.
- Lakukan pembaruan sistem jika tersedia.
Meski dirancang untuk menghadirkan beragam peningkatan dan fitur baru, pembaruan HyperOS terkadang membawa sejumlah bug yang mengganggu. Konsumsi baterai ponsel yang semakin boros pun bisa disebabkan oleh masalah pengembangan tersebut.
Sebagai solusinya, pengguna pun harus bersabar menunggu rilis pembaruan yang berikutnya. Xiaomi tentunya akan menyiapkan sejumlah perbaikan melalui pembaruan HyperOS jika bug ditemukan oleh pengguna pada versi lawas.
6. Reset Ulang Perangkat
- Buka kembali pengaturan About phone.
- Cari dan pilih menu Factory reset.
- Ketuk tombol Erase all data.
- Pilih opsi Backup apabila ingin melakukan pencadangan data terlebih dulu.
- Pilih opsi Factory reset untuk melanjutkan proses reset.
- Ikuti petunjuk yang muncul di layar.
- Jangan lupa menggunakan kunci layar jika diminta.
Solusi terakhir yang dapat dicoba oleh pengguna untuk mengatasi peningkatan konsumsi daya ponsel Xiaomi setelah pembaruan adalah melakukan reset ulang. Langkah ini mampu menghapus berbagai faktor teknis yang membuat sistem bermasalah.
Hanya saja, reset ulang perangkat bakal menghapus seluruh data, aplikasi, hingga pengaturan yang tersimpan di perangkat. Pengguna makanya perlu mencadangkan ponsel terlebih dulu untuk berjaga-jaga sebelum melakukannya.


Tinggalkan Komentar