ASUS Vivobook 14 Flip TP3407
Review Laptop / PC

Review Axioo Pongo 725 v2 – Performa Solid untuk Gamer dengan Budget Terbatas

Review Axioo Pongo 725 V2 (2)

Review Axioo Pongo 725 v2
  • Rating
4

Kesimpulan

Axioo Pongo 725 v2 merupakan laptop gaming yang menawarkan nilai cukup kompetitif di kelasnya dan patut masuk ke daftar pertimbangan berkat spesifikasi yang memberikan performa memadai untuk aktivitas keseharian dan bisa diajak bermain game dalam batasan tertentu.

Yang Disukai

  • Performa memadai dan bisa diandalkan
  • Layar IPS sudah 144Hz
  • Mudah upgrade SSD dan RAM
  • Port yang cukup lengkap
  • Garansi sampai 3 tahun

Yang Tidak Disukai

  • Speaker yang kurang memuaskan

Gadgetren – Axioo cukup rajin menghadirkan laptop gaming yang punya harga dan performa cukup kompetitif di pasar Tanah Air. Salah satunya merupakan Axioo Pongo 725 v2.

Dijual dengan harga mulai dari Rp 13 jutaan di berbagai e-commerce saat review ini ditulis, Pongo 725 v2 hadir dengan spesifikasi yang cukup menarik dengan prosesor Intel Core i7-13620H serta NVIDIA GeForce RTX 2050.

Kamu tertarik dengan laptop ini? Tim Gadgetren pun berkesempatan untuk merasakan langsung pengalaman penggunaan yang ditawarkan oleh Pongo 725v2, dan berikut ini ulasannya.

Desain

Pongo 725 v2 tampil dengan gaya yang sudah terlihat modern untuk ukuran laptop gaming serta bodi yang punya potongan simetris sehingga memberikan kesan minimalis tanpa mengurangi aksen gaming yang dimilikinya.

Laptop ini memiliki dimensi 359,5 x 238 x 22,7 mm dengan bobot 1,99 kg.Untuk sebuah laptop gaming, dimensi ini tergolong standar. Untuk bobotnya, bisa dibilang tergolong enteng untuk ukuran laptop dengan performa tinggi.

Review Axioo Pongo 725 V2 (4)

Tidak terlalu banyak pernak-pernik pada laptop ini selain logo ikonik Pongo dengan gambar orangutan berwarna merah terang di bagian penutup. Sementara bodi secara keseluruhan memiliki warna hitam matte yang terlihat low profile sehingga tidak terlalu mencolok saat dibawa ke WFC atau ke kampus. Konstruksi bodinya sendiri terbuat dari material polikarbonat yang terasa padat dan kokoh.

Aksen gaming terlihat pada bagian ventilasi udara yang punya pola segitiga di bagian samping dan belakang. Begitu pula untuk port konektivitas yang dihadirkan karena tidak hanya di samping melainkan juga ada di belakang layaknya laptop gaming kelas atas.

Di sisi kiri laptop terdapat USB-A 2.0 dan USB-A 3.1 Gen 1, microphone jack, dan 2-in-1 audio jack (headphone/microphone), sementara di sisi kanan ada port microSD, USB-C 3.2 Gen 2, dan RJ45 GigaBit LAN.

Review Axioo Pongo 725 V2 (9)

Cukup menarik melihat laptop ini memiliki port microphone jack terpisah di samping audio combo jack, yang berarti Axioo mengerti akan kebutuhan para kreator seperti streamer atau kreator konten video yang kerap menggunakan mikrofon eksternal untuk suara vokal yang lebih jelas.

Di bagian belakangnya terdapat USB-C 3.2 Gen 2, HDMI 1.4b, Mini DisplayPort 1.4, dan DC-in jack. Dengan begitu, laptop ini dapat terhubung ke layar eksternal dengan mudah buat kamu yang ingin meningkatkan produktivitas.

Review Axioo Pongo 725 V2 (3)

Hadirnya port di belakang, khususnya DC-in untuk daya, tentunya akan membuat setup terlihat lebih rapi karena kabel tidak lalu lalang dari samping. Hanya saja, saya berharap RJ45 juga seharusnya sekalian di belakang saja.

Secara keseluruhan, saya cukup suka dengan desain yang ditawarkan Pongo 725 v2; tidak aneh-aneh dan fungsional. Bisa dikatakan bodi dan desain yang dimiliki oleh Pongo 725 v2 sangat identik dengan Pongo 735 yang sebelumnya juga telah direview oleh tim Gadgetren.

Layar dan Audio

Pongo 725 v2 menyajikan layar dengan panel IPS berukuran 15,6 inci yang mampu menyajikan gambar dalam resolusi FHD 1920×1080 piksel dan refresh rate mencapai 144 Hz. Kombinasi yang menurut saya optimal untuk laptop gaming di kelas ini.

Resolusi tersebut tentunya memberikan pengalaman visual yang sudah tajam saat menikmati berbagai jenis konten mulai dari gaming hingga nonton video. Sementara refresh rate tinggi akan membuat setiap gerakan terasa mulus dan responsif.

Review Axioo Pongo 725 V2 (5)

Ukuran layarnya yang mencapai 15,6 inci turut menghadirkan ruang visual yang terasa luas sehingga konten bisa dinikmati dengan lebih imersif tanpa adanya distorsi warna ketika dilihat dari berbagai sudut.

Kualitas gambar yang dihadirkan pun sudah sangat memadai dengan warna dan detail yang baik. Karena ini layar IPS , jadi minim pantulan cahaya pada layar agar konten tetap terlihat dengan nyaman dan jelas di berbagai kondisi. Dengan refresh rate di 144 Hz menjamin pengalaman gaming jadi lebih smooth terutama untuk penggunaan gaming kompetitif, ini sudah memenuhi standart layar untuk gaming. Satu hal yang kurang adalah layarnya masih belum 100% sRGB, jadi masih belum akurat untuk kebutuhan color grading. Pengguna yang membutuhkan tingkat akurasi warna 100% sRGB bisa menggunakan monitor tambahan.

Bersamaan dengan itu, Pongo 725 v2 dibekali speaker stereo yang ditembakkan ke bawah dari kedua sisi serta ditenagai oleh SoundBlaster Studio. Kualitas suaranya sendiri menurut saya hanya cukup untuk kebutuhan kasual saja saat ingin sekadar ada suara yang keluar.

Review Axioo Pongo 725 V2 (1)

Bass yang tidak terasa kuat dan suara vokal yang juga kurang jernih membuat konten jadi kurang bisa dinikmati secara maksimal. Ada baiknya menggunakan headphone saja untuk mendapatkan pengalaman yang lebih imersif.

Selain itu, saat volume cukup kencang, permukaan, khususnya area palm, jadi terasa bergetar yang mungkin akan mengganggu sebagian orang. Jadi saya menyetel volume hanya di kisaran antara 20-30% untuk menjaga suara tidak terlalu pecah dan hanya untuk konten-konten ringan seperti nonton YouTube.

Keyboard dan Touchpad

Pongo 725 v2 memiliki keyboard dengan layout penuh yang berarti sudah termasuk tombol Numpad di sisi kanan. Sebagai pengguna yang sering melakukan input angka, saya sangat menyukai kehadiran Numpad karena membuat proses lebih praktis dan natural.

Mengetik pun terasa cukup nyaman dengan setiap tuts terbilang cukup sunyi ketika ditekan, sehingga tidak akan terlalu mengganggu orang lain ketika berada di tempat publik. Memang terasa empuk ketika ditekan, namun tuts memiliki kestabilan yang baik, sehingga dapat membantu baik dalam akurasi pengetikan maupun input.

Review Axioo Pongo 725 V2 (6)

Keyboard ini juga dibekali dengan lampu backlit RGB dengan berbagai pilihan preset warna yang akan mengubah pencahayaan untuk seluruh tuts. Lampu backlit tidak akan terlalu terlihat di siang hari, namun akan tetap terlihat keren ketika berada di ruang dengan cahaya redup.

Di bawah keyboard tentunya terdapat touchpad dengan ukuran yang cukup luas. Letak touchpad berada di bawah spacebar sehingga tidak benar-benar di tengah, yang menurut saya cukup pas karena memang posisi tangan akan sedikit ke kiri saat mengetik pada layout keyboard seperti ini.

Touchpad tersebut dapat merespons sentuhan jari saya dengan baik dan ukurannya yang luas membuat saya dapat menggerakkan kursor dari ujung ke ujung tanpa mengangkat jari. Klik kiri dan kanan pun terasa renyah sehingga memberikan kepastian bahwa memang sudah tertekan.

Performa

Review Axioo Pongo 725 V2 Tes Benchmark (9)

Soal dapur pacunya, Pongo 725 v2 tidak mengecewakan karena sudah ditenagai oleh prosesor Intel Core i7-13620H yang memiliki 10 core dan 16 thread dengan TDP 45 W, sehingga dipastikan akan memberikan performa yang bisa diandalkan.

Prosesor tersebut kemudian ditemani oleh RAM DDR4 16 GB dalam konfigurasi Dual-Channel. Sementara penyimpanannya sudah menggunakan NVMe SSD Gen 4 dengan kapasitas 512 GB untuk menyimpan berbagai data hingga game.

Ditambah lagi, Axioo juga membenamkan GPU NVIDIA GeForce RTX 2050 dengan VRAM 4 GB untuk kebutuhan pengolahan grafis. Seharusnya kombinasi tersebut akan mampu menjalankan berbagai game dengan cukup baik selama menjaga ekspektasi.

Review Axioo Pongo 725 V2 (7)

Jika merasa RAM atau penyimpanannya kurang, upgrade pada laptop ini terbilang mudah karena tinggal membuka bagian bawah tanpa ada sekrup tersembunyi. Terdapat dua slot untuk M.2 SSD dan dua slot SODIMM RAM yang tersedia di dalamnya.

Review Axioo Pongo 725 V2 Tes Benchmark (1)

Sebagai pembuka, saya pun menguji prosesornya menggunakan Cinebench 2026. Hasilnya, prosesor yang dimiliki oleh Pongo 725 v2 mendapatkan skor 571 poin untuk Single Core, 437 poin untuk Single Thread, dan 3.114 poin untuk Multiple Threads.

Angka yang masih tergolong sangat kompetitif di tahun 2026 khususnya pada Single Core yang mana penting untuk banyak sekali aplikasi termasuk game. Maka dari itu, prosesor ini dapat memberikan kinerja yang bisa diandalkan untuk ragam kebutuhan masa kini.

Review Axioo Pongo 725 V2 Tes Benchmark (8)

Selanjutnya untuk penyimpanan SSD pada laptop ini juga memiliki skor yang tinggi ketika diuji menggunakan Crystal Disk Mark 9.0.3. Untuk sekuensial, mencatatkan skor 7.046,69 MB/s untuk Read dan 4.762,20 MB/s untuk Write.

Dengan begitu, sistem akan terasa responsif dan manajemen file dapat berlangsung secara cepat, khususnya untuk file-file berukuran besar. Memuat game pun akan semakin optimal, apalagi kini semakin banyak game yang membutuhkan SSD.

Review Axioo Pongo 725 V2 Tes Benchmark (2)

Sementara pengujian sistem secara keseluruhan, PCMark 10 yang mensimulasikan penggunaan pada umumnya memberikan total skor mencapai 6.746 poin yang terbagi menjadi 10.686 poin untuk Essentials, 9.957 poin untuk Productivity, dan 7.832 poin untuk Digital Content Creation.

Setelah merasakan langsung Pongo 725 v2 dalam keseharian, saya bisa mengatakan bahwa performanya memang memberikan pengalaman yang lancar secara menyeluruh. Saya tidak merasakan ada lag sama sekali saat menggunakannya untuk bekerja, mulai dari proses boot yang cepat hingga multitasking dengan banyak aplikasi berjalan.

Lalu bagaimana ketika Pongo 725 v2 diajak untuk bermain game? Tentu ini menjadi pertanyaan utama buat kamu yang ingin menikmati game-game di waktu luang setelah beraktivitas.

Review Axioo Pongo 725 V2 Tes Benchmark (7)

Pada game Shadow of Tomb Raider, laptop ini mampu menjalankannya dengan cukup lancar, dengan skor 54 FPS pada pengaturan grafis preset High, resolusi 1080p, dan RTX DLSS di Quality. Dengan begitu, saya dapat menikmati kualitas visual yang memukau dengan animasi yang tetap terasa mulus.

Tentunya game ini masih bisa dinikmati di 60 FPS buat kamu yang mementingkan hal tersebut dengan menurunkan kualitas setidaknya di preset Medium dan mengaktifkan DLSS di mode Performance.

Review Axioo Pongo 725 V2 Tes Benchmark (6)

Lalu, game yang lebih berat seperti Cyberpunk 2077 pun mampu dijalankan dengan rata-rata 30 FPS pada preset Ray Tracing: Low atau 52 FPS pada preset Medium. Keduanya dijalankan pada resolusi 1080p dan DLSS di Transformer Model.

Game ini sudah dapat dimainkan dengan cukup lancar sebenarnya di preset Medium, namun kamu yang ingin mendapatkan FPS lebih tinggi dan stabil lagi bisa sedikit menurunkan kualitas grafis untuk tekstur, bayangan, detail, serta menggunakan model konvolusional untuk DLSS.

Review Axioo Pongo 725 V2 Tes Benchmark (4)

Sementara untuk game seperti Wuthering Waves juga dapat dijalankan dengan baik karena bisa mencapai 60 FPS dengan pengaturan grafis Balanced. Angka tersebut khususnya terlihat pada area-area seperti Boss Fight, sehingga dapat bertarung dengan optimal.

Sementara saat eksplorasi seperti di region terbaru Mengzhou akan mengalami FPS yang fluktuatif antara 30-60 FPS dengan rata-rata lebih sering di atas 40 FPS tergantung pada adegan yang tengah berlangsung, jumlah karakter atau musuh, hingga kepadatan lingkungan.

Jadi, kalau kamu ingin mendapatkan FPS yang jauh lebih stabil lagi, mungkin bisa menurunkan preset grafis atau menggunakan DLSS di Performance, yang dalam pengujian saya bisa selalu mendekati 60 FPS di berbagai tempat.

Performa yang dihadirkannya, saya rasa, sudah mencukupi untuk game-game single player. Tentunya FPS bisa jadi lebih tinggi lagi dengan menyesuaikan pengaturan lanjutan untuk grafis jika diinginkan, namun tetap perlu menjaga ekspektasi.

Seluruh pengujian tersebut dilakukan dalam kondisi laptop terhubung ke sumber daya dan mode Performance untuk memastikan sistem dapat bekerja semaksimal mungkin. Suhu permukaan keyboard, khususnya WASD, pun hanya sebatas hangat, namun suara kipas terdengar berhembus kencang.

Baterai

Membawa baterai hanya 54 Wh, jujur saja, saya tidak banyak berharap mengenai daya tahan baterainya. Apalagi, Pongo 725 v2 termasuk laptop gaming dengan spesifikasi yang cenderung mengonsumsi daya lebih tinggi ketimbang laptop mainstream.

Oleh karena itu, tidak heran jika pengujian baterai menggunakan PCMark 10 mencatatkan skor 2 jam 38 menit pada mode performa Entertainment, kecerahan layar 50%, dan backlit keyboard mati.

Skor yang sebenarnya masih wajar saja untuk laptop gaming karena rata-rata masih di kisaran 2 jam, sehingga tidak bisa dibandingkan dengan laptop mainstream karena memang beda segmen.

Review Axioo Pongo 725 V2 Tes Benchmark (3)

Angka tersebut pun sejalan dengan pengalaman saya saat menggunakan laptop ini untuk bekerja yang mana sekitar 3 jam dengan baterai tersisa di bawah 10% dengan kondisi backlit keyboard mati dan kecerahan layar dinamis namun tidak pernah lebih dari 75%.

Untuk pengisian baterainya sendiri, saya perlu menunggu sekitar 1 jam 40 menit untuk mengisi daya dari 9% menjadi 99%. Sementara pengisian selama 30 menit dapat membuat baterai kembali terisi dari 9% ke 54%.

Fitur Tambahan

Axioo menghadirkan Pongo 725 v2 dalam dua opsi berupa DOS atau Windows yang tentunya memiliki harga berbeda. Unit yang saya uji ini sudah langsung terpasang Windows 11 Pro secara bawaan.

Tidak hanya itu saja, Axioo juga memberikan LibreOffice untuk kebutuhan dokumen maupun sejenisnya yang bermanfaat untuk para pekerja maupun yang masih di jenjang pendidikan.

Review Axioo Pongo 725 V2 (8)

Sementara itu, juga terdapat Control Center yang bisa digunakan untuk mengatur berbagai hal pada laptop, termasuk mode kinerja seperti Performance, Entertainment, Power Saving, dan Quiet yang bisa disesuaikan dengan kebutuhan.

Pada Control Center pun terdapat berbagai informasi untuk memonitor sistem dan pintasan untuk mengatur berbagai fungsi sistem. Pengaturan lampu latar keyboard juga dapat dilakukan melalui aplikasi ini.

Review Axioo Pongo 725 V2 Tes Benchmark (5)

Yang tidak kalah penting, Axioo juga memberikan opsi untuk mengatur pengisian daya supaya kesehatan baterai lebih terjaga. Selain opsi maksimal dan batas 80% seperti kebanyakan laptop, Control Center menghadirkan opsi kustom di mana batas atas dan bawah pengisian bisa diatur sendiri.

Untuk konektivitas nirkabel, Pongo 725 v2 dilengkapi dengan Intel AX101NGW untuk Wi-Fi dan Bluetooth 5.2 untuk menghadirkan jaringan yang optimal untuk perangkat modern.

Kesimpulan

Axioo Pongo 725 v2 merupakan laptop gaming yang menawarkan nilai cukup kompetitif dan wajib masuk ke daftar pertimbangan di kelasnya. Spesifikasi yang dibawanya punya performa memadai untuk digunakan dalam aktivitas keseharian dan bisa diajak bermain game dalam batasan tertentu.

Layar luas yang dikombinasikan dengan keyboard nyaman membuat laptop ini juga cocok untuk digunakan bekerja jika tidak terlalu masalah dengan bodinya yang cenderung besar. Hanya saja memang jangan terlalu berharap banyak dari speaker bawaan untuk soal audio.

Pongo 725 v2 ini cocok buat kamu yang mencari laptop gaming dengan performa tinggi di budget 13 jutaan, seperti mahasiswa baru, khususnya buat mahasiswa jurusan teknik atau informatika. Atau kamu yang mau mulai jadi konten kreator dan butuh laptop entry level dengan performa yang tinggi.

In this economy, di mana harga RAM dan SSD fluktuatif, Axioo Pongo 725 v2 menjadi salah satu solusi alternatif yang memberikan harga bersahabat di pasar tanpa mengorbankan performa.

Axioo pun memberikan garansi selama 3 tahun untuk ketersediaan suku cadang, 1 tahun garansi baterai, dan juga Accidental Damage Protection atau ADP 3Xtra dengan durasi 3 tahun yang akan melindungi laptop kamu dari berbagai kerusakan yang tidak terduga, seperti terjatuh, tumpahan cairan, terkena korslet listrik, ledakan, bencana alam, dan lain-lain. Hal tentunya akan memberikan rasa lebih aman jika terjadi sesuatu yang tidak diinginkan terhadap Pongo 725 v2 yang digunakan. Apalagi, saat ini harga berbagai produk elektronik semakin mahal sehingga memiliki garansi yang lama menjadi nilai tambah tersendiri.

ASUS Vivobook 14 Flip TP3407

Tentang penulis

Fauzi Rasyad

Editor Gadgetren yang telah berkecimpung sebagai penulis seputar teknologi sejak tahun 2015. Dunia komputer hingga smartphone sudah cukup lama ia geluti karena memang tertarik melihat perkembangan teknologi yang semakin canggih dari tahun ke tahun.

Tinggalkan Komentar