Gadgetren – Pada saat menggunakan akun Google, layanan Google Maps bisa merekam aktivitas pergerakan dari waktu ke waktu dalam bentuk riwayat linimasa.
Sebenarnya Google menghadirkan fitur timeline di Google Maps untuk memudahkan kamu dalam merekam dan menyimpan riwayat perjalanan, aktivitas, dan lokasi yang pernah kamu kunjungi secara otomatis sehingga dapat dijadikan arsip aktivitas perjalanan, mengevaluasi waktu serta kunjungan, mendokumentasikan aktivitas, dan lainnya.
Pada saat timeline aktif, tentunya kamu masih dapat mengakses kembali foto, peta, maupun lokasi yang dikunjungi beberapa bulan sebelumnya. Namun untuk membuatnya lebih menarik, kamu dapat membuat animasi pergerakan aktivitas di Google Maps dengan menggunakan Timeline Visualizer yang kini sedang populer.
1. Ekspor Timeline Lokasi
- Buka aplikasi Settings di ponsel
- Pilih menu Location
- Tekan menu Location services
- Klik opsi Timeline
- Pilih akun Google yang ingin divisualisasikan linimasanya
- Pada halaman Timeline, tekan tombol Export Timeline data
- Pada menu pop-up yang muncul, tekan tombol Continue
- Beri nama Timeline.json dan tekan tombol Save untuk disimpan ke ponsel
2. Buat Visualisasi Google Maps
- Kunjungi situs https://www.timelinevisualizer.net/ dengan browser
- Pada halaman utama, tekan tombol Choose Timeline.json
- Cari dan memilih file Timeline.json
- Selanjutnya, kamu akan diperlihatkan mengenai timeline tanggal Google Maps
- Kamu dapat memilih rentang waktu timeline Google Maps, tentukan judul, tentukan aspect rasio, kualita video, frame rate video, durasi, kamera, lagu, dan lainnya
- Centang tulisan Load the map background dan tekan tombol Create video
- Setelah video timeline visualizer berhasil dibuat, maka kamu dapat langsung mengunggahnya ke media sosial atau lainnya
Nantinya video yang dihasilkan Time Visualizer akan berupa sebuah timeline atau garis waktu perjalanan dari satu lokasi ke lokasi lainnya di dalam sebuah peta dalam rentang waktu yang telah ditentukan tadi.
Biasanya kamu dapat menentukan periode rentang waktu aktivitas di Google Maps dengan memilih bulan awal di bagian From dan bulan akhir di bagian To. Misalnya Januari 2026 hingga Juni 2026.
Sementara pada bagian Title, kamu dapat memberikan judul mengenai video timeline visualizer yang akan dibuat, misalnya Perjalanan di Tahun 2026. Kamu juga dapat menentukan Aspect ratio video yang ingin dibuat menggunakan 9:16, 1:1, atau 16:9. Biasanya 9:16 mengacu pada format video vertikal di Reels, TikTok, Story, dan lainnya.
Sementara 16:9 akan menghadirkan format video horizontal yang memanjang ke samping sedangkan 1:1 akan menghasilkan video dengan bentuk kotak yang proporsional.
Pada bagian Quality, kamu dapat menentukan resolusi video dengan pilihan HD (720p), Full HD (1080p), 2K (1440p), atau 4K (2160p). Semakin tinggi resolusi, tentunya akan membuat kualitas video semakin bagus dan membuat ukuran file menjadi lebih besar.
Sementara untuk frame rate video yang dihasilkan dapat dipilih antara 24fps, 30fps, dan 60fps. Namun perlu dicatat bahwa resolusi 2K dan 4K serta frame rate 60fps masuk ke kategori Pro sehingga kamu harus berlangganan premium ketika ingin mencobanya.
Pada bagian Duration, kamu dapat memilih seberapa lama waktu timeline visual akan ditampilkan pada video. Selain itu, kamu juga dapat memilih lagu yang diinginkan agar dapat menambah seru video visual yang akan dibuat.
Menurut saya, fitur Timeline Visual dapat memvisualkan pergerakan aktivitas dari waktu ke waktu di peta dengan lebih menarik. Namun kamu perlu hati-hati karena terkadang ada orang tidak bertanggung jawab yang memantau aktivitas melalui Google Maps sehingga gunakan timeline visual dengan bijak.


Tinggalkan Komentar