ASUS Zenbook S14 OLED UX5406AA
Smartphone

7 Kelebihan dan Kekurangan Samsung Galaxy S26+ – Masih Layak Dilirik!

Gadgetren – Jika mempertimbangkan harganya yang kini semakin mahal, Samsung Galaxy S26+ seharusnya bisa menjadi barometer baru saat pengguna sedang mencari sebuah ponsel kelas flagship.

Hanya saja, spesifikasi yang ditawarkan sayang berkata sebaliknya. Ponsel flagship terbaru Samsung ini memiliki sejumlah kekurangan di balik berbagai macam keunggulan yang dibawanya.

Meskipun begitu, perangkat ini masih layak untuk dipertimbangkan oleh pengguna yang memerlukan perangkat mumpuni untuk beraktivitas. Terlebih lagi jika Kamu memang penggemar ponsel Samsung.

Kelebihan Samsung Galaxy S26+

1. Dapur Pacu Sangat Bisa Diandalkan

Meluncur sebagai sebuah ponsel kelas atas, kinerja Galaxy S26+ tentunya tak boleh diragukan. Perangkat ini apalagi memang dipersenjatai dengan chipset flagship termutakhir Samsung sebagai dapur pacu.

Chipset tersebut adalah Samsung Exynos 2600. Dengannya, pengguna dapat menangani berbagai macam tugas mulai dari sekadar berselancar di media sosial, bermain game, hingga memroses sistem kecerdasan buatan tanpa kendala.

Exynos 2600 merupakan chipset sepuluh inti yang sudah dikembangkan berdasarkan arsitektur keluarga ARM C1 berkecepatan maksimal hingga 3,80GHz. Dengan manufaktur 2nm, Samsung mengombinasikannya bersama pemrosesan grafis Samsung Xclipse 960.

Berdasarkan klaim dari pihak Samsung, Exynos 2600 menawarkan pemrosesan grafis 23 persen lebih mulus sekaligus kinerja kecerdasan buatan 38 persen lebih mumpuni jika dibandingkan chipset yang digunakan oleh perangkat sebelumnya.

Sebagai penunjang chipset tersebut, Samsung apalagi kini menyematkan Vapor Chamber yang menawarkan penyebaran panas lebih efisien. Perangkat dapat mempertahankan kinerja puncaknya dalam waktu lama secara stabil.

Konfigurasi memori yang diusung Galaxy S26+ juga terbilang mumpuni. Dengan RAM berkapasitas sebesar 12GB, perangkat ini tersedia dengan penyimpanan yang dapat dipilih antara 256GB atau 512GB.

2. Layar yang Memesona

Sama seperti pendahulunya, Galaxy S26+ turut dibekali layar yang memesona. Perangkat ini membawa panel Dynamic AMOLED 2X yang mampu menampilkan konten secara jelas dan tajam.

Samsung secara khusus telah memakai panel yang mampu menangani gambar dengan resolusi maksimal Quad HD+ (3120 x 1440 piksel). Jadi, berbagai konten dapat ditampilkan secara lebih mendetail.

Panel Dynamic AMOLED 2X sendiri sudah terbukti mempunyai produksi warna, kontras, maupun kecerahan yang sangat baik. Teknologi layar tersebut mampu menghadirkan tayangan gambar yang memanjakan mata.

Ditambah lagi, Samsung secara khusus telah menyematkan teknologi mobile Digital Natural Image engine (mDNIe) dan ProScaler yang mampu mendongkrak pengalaman visual pada Galaxy S26+.

Menawarkan pemrosesan gambar empat kali lebih presisi dari sebelumnya, teknologi mDNIe mampu menghadirkan tampilan warna yang lebih kaya. Berbagai konten pun dapat terlihat lebih hidup.

Sementara dengan ProScaler, Galaxy S26+ dapat secara cerdas meningkatkan detail dan ketajaman gambar. Foto maupun video pun nantinya dapat tampil secara lebih jernih dan tajam.

Di sisi lain, ukurannya juga sangat luas di mana mencapai 6,7 inci. Layar Galaxy S26+ pun telah menggunakan teknologi LTPO yang membawa dukungan animasi sangat luas dengan refresh rate mulai dai 1Hz hingga 120Hz.

Kelebihan dan Kekurangan Samsung Galaxy S26+ - Header

3. Semakin Cerdas dan Canggih

Lewat Galaxy S26+, Samsung kembali mengunggulkan kemampuan Samsung Galaxy AI. Sistem kecerdasan buatan tersebut kini hadir secara lebih lengkap dan canggih untuk membantu pengguna dalam beraktivitas.

Selain beberapa dukungan Galaxy AI yang sudah ada sebelumnya, Galaxy S26+ kini salah satunya turut dilengkapi dengan fitur baru bernama Now Nudge. Pengguna dapat memakainya untuk memperoleh rekomendasi hingga pintasan aksi berdasarkan konteks tampilan layar.

Dengan fitur tersebut, layar misalnya akan langsung menampilkan berbagai konten dari galeri saat orang lain meminta foto lewat pesan. Perangkat juga akan secara otomatis memeriksa kalender saat menerima undangan rapat untuk memastikan apakah ada agenda yang bertabrakan atau tidak.

Now Brief yang sudah tersedia sejak generasi sebelumnya juga mengalami peningkatan. Fitur tersebut kini dapat secara proaktif dan personal melacak kebiasaan pengguna lalu memakainya untuk menampilkan berbagai rekomendasi yang tepat.

Fitur Audio Eraser kini dapat digunakan pada aplikasi pihak ketiga seperti Netflix, YouTube, dan Instagram. Pengguna dapat memanfaatkan dukungan tersebut untuk menikmati berbagai konten dengan suara yang lebih jernih dan jelas.

Sebagaimana pembaruan yang ditawarkan lewat antarmuka One UI 8.5, asisten virtual Bixby kini dapat memahami percakapan secara lebih natural. Pengguna dapat memakainya untuk mengontrol ponsel secara lebih intuitif.

Bukan hanya sistem kecerdasan buatan yang semakin lengkap, Galaxy S26+ turut membawa dukungan canggih di sektor kamera. Perangkat ini memperkenalkan fitur Horizontal Lock terbaru.

Memanfaatkan sudut optik yang diperluas dengan sensor gyro dan akselerasi untuk mengenali arah gravitasi, Horizontal Lock dapat menjaga bidikan kamera agar tetap sejajar dengan tanah. Video yang dihasilkan bisa tetap halus tanpa guncangan bahkan saat perangkat diputar 360 derajat.

4. Desain yang Segar

Pada seri keluarga Galaxy S26, Samsung kembali menggunakan desain yang seragam untuk semua perangkat yang diperkenalkan. Panel belakangnya hanya saja kini memang membawa tampilan yang lebih segar.

Bagian kameranya kini mengadopsi desain Ambient Island. Masih menampilkan cincin-cincin lensa dengan tonjolan terpisah, modulnya dibuat lebih menonjol dengan bingkai berbentuk kapsul.

Galaxy S26+ juga hadir dengan pilihan warna yang lebih segar. Di Indonesia, perangkat ini tersedia dalam balutan warna Cobalt Violet, Sky Blue, Black, White, Silver Shadow, maupun Pink Gold.

Tampil dengan desain baru, bodi Galaxy S26+ menariknya tetap membawa keandalan pemakaian yang tinggi. Perangkat ini memadukan kekuatan Armor Aluminum dan kaca pelindung Corning Gorilla Glass Victus 2 serta sertifikasi IP68.

Kekurangan Samsung Galaxy S26+

1. Teknologi Baterai yang Ketinggalan

Berbagai keunggulan Galaxy S26+ sayangnya diikuti dengan penggunaan baterai yang sudah mulai ketinggalan zaman. Perangkat flagship ini masih bertahan dengan teknologi litium saat kebanyakan ponsel menengah-atas memakai silikon-karbon.

Bodi Galaxy S26+ makanya hanya dapat mengemas baterai berkapasitas 4.900mAh. Padahal jika menggunakan teknologi silikon-karbon yang menawarkan tingkat kepadatan energi tinggi, perangkat ini dapat membawa tampungan penyimpanan daya lebih besar tanpa khawatir ketebalan dan bobotnya meningkat.

Kabar baiknya dengan kombinasi peranti keras dan lunak yang menawarkan efisiensi daya tinggi, daya tahan baterainya masih tergolong mumpuni. Galaxy S26+ diklaim masih dapat digunakan untuk menonton video secara nonstop hingga selama 31 jam.

2. Pengisian Daya yang Tergolong Lambat

Dibanderol dengan harga mendekati angka Rp20 juta, teknologi pengisian daya Galaxy S26+ termasuk ketinggalan. Samsung masih mengandalkan teknologi 45W Super Fast Charging saat berbagai ponsel papan atas disokong dengan teknologi berdaya lebih dari 60W.

Oleh karena itulah, pengguna akan memerlukan waktu yang lebih lama saat mengisi daya. Perangkat ini bahkan hanya akan terisi hingga kapasitas 69 persen dengan pengisian selama 30 menit.

3. Konfigurasi Kamera yang Tidak Berubah

Sektor kamera juga menjadi catatan tersendiri. Meskipun hadir dengan berbagai dukungan tambahan yang membuatnya semakin canggih, konfigurasi lensa yang dibawa Galaxy S26+ masih sama seperti pendahulunya.

Kamera belakangnya masih memakai sensor beresolusi 50MP yang dikombinasikan bersama lensa ultrawide 12MP dan telefoto 10MP. Kamera depannya pun masih mengandalkan sensor yang mampu menangani hingga 12MP saja.

Jika mempertimbangkan harganya yang mencapai Rp19.499.000, hal tersebut sangat disayangkan. Lensa telefoto misalnya belum menggunakan teknologi periskop atau menggandeng berbagai perusahaan optik ternama seperti ponsel lain di kelasnya.

ASUS Zenbook S14 OLED UX5406AA

Tentang penulis

Sukindar

Penulis Gadgetren yang aktif membuat konten tentang panduan teknologi mulai dari cara menggunakan hingga membahas istilah-istilah khusus di dalamnya.

Tinggalkan Komentar