ASUS ZenBook Pro 14 Duo OLED UX8402
Review Handphone

Review Samsung Galaxy S24 Ultra – Naik Kelas Makin Cerdas

Samsung Galaxy S24 Ultra

Review Samsung Galaxy S24 Ultra
  • Skor
4.5

Kesimpulan

Samsung Galaxy S24 Ultra bisa dibilang adalah handphone tercanggih saat ini dengan berbagai spesifikasi yang tangguh dan bodi titanium baru yang terasa premium. Selain itu tedapat beragam fitur AI yang bermanfaat untuk sehari-hari.

Yang Disukai

  • Banyak fitur AI
  • Kamera serbaguna yang ok
  • Frame titanium
  • Performa ngebut
  • Layar memanjakan mata
  • Baterai tahan lama

Yang Tidak Disukai

  • Tidak ada charger bawaan
  • Masih stuck di charging 45W
  • Semakin mahal

Gadgetren – Flagship terbaru Samsung yang juga paling canggih yakni Galaxy S24 Ultra mungkin sekilas terlihat tidak ada perbedaan. Namun sebenarnya ada berbagai pembaruan di berbagai sektor dalam handphone ini.

Untuk pertama kalinya Samsung menggunakan material titanium di handphone mereka khususnya Galaxy S24 Ultra. Selain itu Samsung juga membenamkan berbagai fitur kecerdasan buatan (AI) yang bisa bermanfaat untuk sehari-hari.

Sayangnya selain ada peningkatan di sisi teknis dan fitur, Galaxy S24 Ultra juga mengalami peningkatan harga yang cukup signifikan yakni 2 juta rupiah lebih mahal dibandingkan pendahulunya. Meskipun harganya semakin tinggi, Galaxy S24 Ultra tetap layak dipinang bagi mereka yang menginginkan smartphone terbaik saat ini.



Desain

Samsung Galaxy S24 Ultra

Galaxy S24 Ultra masih mengusung gaya desain yang mirip dengan pendahulunya tapi ada satu perbedaan yang mencolok yakni Galaxy S24 Ultra tampil dengan desain rata baik di bagian depan maupun belakang. Untungnya bagian sisi handphone masih agak sedikit melengkung sehingga ketika digenggam tetap terasa nyaman walau berukuran besar.

Material titanium baru yang digunakan oleh Galaxy S24 Ultra memang terasa berbeda di tangan dan semakin terasa premium. Sebetulnya agak susah mendeskripsikannya tanpa mencoba langsung, yang pasti rasanya berbeda dibanding handphone berbahan aluminium. Bagian frame ini juga memiliki lapisan luar yang bertekstur sehingga memberikan kesan tersendiri.

Varian warna dari Galaxy S24 Ultra yang saya gunakan adalah Titanium Purple yang sejujurnya di awal-awal ketika melihat gambar promosinya saya kurang suka. Namun setelah saya lihat dan pegang langsung, saya malah jatuh cinta dengan warna ini.

Warna ungunya terlihat agak gelap dan terkadang malah bisa terlihat seperti biru gelap atau hitam keabu-abuan tergantung cahaya. Kombinasi warna ungu ini dengan frame abu abu keperakan membuat Galaxy S24 Ultra terlihat mewah.

Untuk desain S Pen-nya hampir tidak ada perubahan yang berarti, tetap tampil seperti pensil langsing yang lebih cocok untuk penggunaan sesaat. Warna S Pen ini pun mengikuti warna dari frame Galaxy S24 Ultra yakni abu-abu.

Samsung Galaxy S24 Ultra

Menemani desainnya yang menawan, Samsung juga menyediakan bermacam-macam aksesoris case terpisah. Saya sendiri berkesempatan mencoba 4 case dari Samsung yakni Standing Grip Case, Vegan Leather Case, Clear Gadget Case, dan Shield Case.

Casing favorit saya adalah Vegan Leather Case di mana ini membuat handphone tampilnya semakin premium dengan tekstur kulit. Bagian dalamnya pun seperti ada lapisan kain microfiber yang lembut. Ini memang bukan case yang protektif banget tapi ini adalah yang paling ganteng.

Jika ingin casing yang lebih protektif, ada Shield Case yang dimana terbuat dari material polikarbonat kokoh. Tiap sisi handphone pun terlindungi oleh casing ini sehingga meminimalisir kerusakan handphone jika jatuh atau terbentur.

Samsung Galaxy S24 Ultra Case

Kalau ingin casing yang multifungsi, Standing Grip Case bisa dilirik karena bagian belakangnya terdapat tali strap untuk memudahkan telapak tangan ketika memegang handphone ini ataupun jika handphonenya ingin didudukkan.

Casing yang juga memiliki fungsi yang mirip namun lebih canggih adalah Clear Gadget Case di mana bagian belakangnya terdapat cincin untuk diselipkan jari sehingga handphone lebih mudah digenggam.

Cincin ini juga bisa berfungsi sebagai kickstand handphone dan juga dicopot untuk diganti dengan aksesoris lain seperti tali agar handphonenya bisa dikalungkan di pergelangan tangan.

Layar

Samsung Galaxy S24 Ultra

Berkat layarnya yang kini datar total, seluruh area layar terasa lebih mudah untuk dimanfaatkan dibanding layar melengkung. Selain itu juga berkat layar datar ini, jika ingin menempelkan pelindung layar tambahan jadi lebih mudah.

Satu hal yang menarik adalah layarnya kini dilindungi oleh Corning Gorilla Glass Armor terbaru yang berdasarkan hasil tes dari JerryRigEverything memang lebih tahan baretan. Selain itu layarnya kini menjadi tidak begitu reflektif yang mana meningkatkan kenyamanan ketika melihat konten di layar terutama yang gelap.

Layarnya sendiri menggunakan panel Dynamic AMOLED 2X berukuran 6,8” dengan resolusi 3120 x 1440 piksel, refresh rate 120Hz, dan menariknya kecerahan layar hingga 2600 nit. Ini membuat layarnya jadi sangat cerah dan bisa digunakan di berbagai situasi tanpa mengurangi kualitas tampilan.

Layarnya yang kotak dan datar ini membuat nonton film atau video YouTube di Galaxy S24 Ultra jadi puas banget, tidak terpotong oleh sudut melengkung. Apalagi ditambah dengan tampilan warna yang memukau mata dan kecerahan tinggi serta speaker yang mumpuni.

Performa

Samsung Galaxy S24 Ultra

Samsung di seri Galaxy S24 ini membuat sebuah keputusan yang menarik di mana hanya Galaxy S24 Ultra yang menggunakan chipset Snapdragon 8 Gen 3 sedangkan model lainnya menggunakan Exynos 2400.

Seperti yang saya harapkan dari chipset flagship buatan Qualcomm, performa handphone ini tidak perlu ditanya lagi sangat ngebut untuk berbagai keperluan mau itu menggunakan aplikasi produktivitas, foto-foto, maupun bermain game.

Chipset tersebut dikombinasikan dengan kapasitas penyimpanan internal hingga 1TB dan RAM melimpah 12GB. Kapasitas RAM-nya sendiri secara bawaan sudah diperluas secara virtual hingga 20GB yang mana menurut saya tidak perlu karena RAM fisiknya sudah cukup.

Pada pengetesan menggunakan AnTuTu, handphone ini meraih skor impresif mencapai 1.750.342. Memang bukan yang tercepat saat ini skornya tapi sudah sangat lebih dari cukup. Sedangkan di aplikasi Geekbench handphone ini mendapatkan skor 2.204 untuk single core dan 6.615 untuk multi core.

Untuk bermain game berat seperti Genshin Impact, handphone ini bisa melibasnya dengan mudah di setelan grafis tertinggi. Performanya terasa mulus baik itu ketika saya sekedar berkelana di dunia Teyvat ataupun berantem dengan musuh yang memperlihatkan berbagai efek animasi. FPS yang saya dapatkan rata-rata berada di kisaran 50-an.

Setelah setengah jam lebih handphone ini saya gunakan bermain Genshin Impact di ruangan tidak ber-AC, panas yang dihasilkan oleh handphone masih tergolong tidak terlalu panas. Pada bagian bawah handphone rata-rata suhu berkisar di angka 35° sedangkan di area dekat kamera paling panas tercatat suhu 42°.

Baterai

Samsung Galaxy S24 Ultra

Tak hanya performanya yang ganas, Galaxy S24 Ultra pun menghadirkan peningkatan di sektor baterai. Walaupun kapasitasnya belum berubah sejak beberapa tahun lalu yakni masih 5.000mAh, namun saya merasa penggunaan daya baterainya lebih irit.

Dalam penggunaan sehari-hari saya di mode refresh rate dan kecerahan otomatis, saya mendapatkan Screen On Time selama 5 jam 11 menit dari baterai level 100 ke 10%. Angka yang tergolong bagus untuk sebuah handphone flagship.

Agar mengetahui lebih lanjut ketahanan daya baterai handphone ini, saya menggunakan aplikasi PCMark dengan setelan baterai dari 100%, kecerahan layar 50%, dan refresh rate 60Hz yang mana dihasilkan skor 17 jam 45 menit. Tes yang sama namun di refresh dinamis hasilnya 15 jam 39 menit.

Skor ini sangat memuaskan dan lumayan meningkat dibanding generasi sebelumnya. Berdasarkan hasil pengetesan tim Gadgetren sejak Galaxy S Ultra pertama, selalu ada peningkatan ketahanan daya baterai walau kapasitas baterainya sama yang mana kemungkinan besar karena efek dari efisiensi chipset dan sistem operasi.

Yang disayangkan adalah Samsung masih saja terjebak di teknologi pengisian daya 45W dan ditambah tidak ada charger bawaan. Menggunakan charger Ugreen GaN 65W yang saya miliki, perlu waktu 1 jam 10 menit untuk mengisi daya baterai dari level 10% ke 100%.

Kamera

Samsung Galaxy S24 Ultra

Galaxy S24 Ultra menggunakan konfigurasi 4 kamera belakang dengan lensa utama 200MP, lensa ultrawide 12MP, serta lensa telefoto ganda 10MP dan 50MP. Ada satu perubahan di sistem kamera Galaxy S24 Ultra yakni Samsung menggunakan lensa telefoto dengan perbesaran optik 5x, tidak seperti pendahulunya yang mana perbesaran optik 10x.

Namun begitu berkat resolusi kamera telefotonya yang lebih besar, hasil jepretan foto di perbesaran 10x bahkan terlihat sedikit lebih baik. Dan berkat kamera baru ini juga foto-foto malam hari dengan perbesaran 5x terlihat tajam. Dikombinasikan dengan lensa telefoto 3x, kapabilitas perbesaran foto ini sudah sangat mumpuni untuk berbagai situasi.

Samsung Galaxy S24 Ultra - Hasil Kamera

Zoom 3x

Samsung Galaxy S24 Ultra - Hasil Kamera

Zoom 5x

Samsung Galaxy S24 Ultra - Zoom 10x

Samsung Galaxy S24 Ultra – Zoom 10x

Samsung Galaxy S22 Ultra - Zoom 10x

Samsung Galaxy S22 Ultra – Zoom 10x

Hasil jepretan lensa kamera utamanya sangat memuaskan di mana detail pada foto terekam dengan sangat baik di berbagai sisi dan pada foto portrait pun efek bokehnya terlihat rapi. Di malam hari, hasil jepretan fotonya pun tidak kalah bagus apalagi jika menggunakan mode Night di aplikasi kamera bawaannya.

Samsung Galaxy S24 Ultra - Hasil Kamera

Samsung Galaxy S24 Ultra - Hasil Kamera

Samsung Galaxy S24 Ultra - Hasil Kamera

Samsung Galaxy S24 Ultra - Hasil Kamera

Untuk lensa ultrawidenya dengan bidang pandang 120° membuat saya bisa menangkap pemandangan luas dengan lebih mudah. Bagian sisi foto yang biasanya buram jika menggunakan lensa ultrawide pada handphone menariknya tetap terlihat cukup tajam di Galaxy S24 Ultra.

Samsung Galaxy S24 Ultra - Hasil Kamera

Samsung Galaxy S24 Ultra - Hasil Kamera

Untuk kamera depannya, Samsung masih menggunakan lensa 12MP seperti yang ditemukan pada generasi sebelumnya. Hasil tangkapan kamera terlihat dapat merekam wajah dengan baik dan ketika digunakan untuk foto portrait pun efek bokehnya terlihat halus.

Samsung Galaxy S24 Ultra - Hasil Kamera

Samsung Galaxy S24 Ultra - Hasil Kamera

Soal perekaman video, saya bisa bilang Galaxy S24 Ultra kualitas perekamannya sangat baik dan juga stabil tanpa perlu menggunakan fitur tambahan. Jika ingin video yang lebih stabil terutama ketika misal berlari atau menaiki tangga, terdapat fitur Ultra Steady dengan efek samping videonya akan dikrop.

Kamera utama handphone ini bisa merekam hingga resolusi 8K 30FPS yang mana cukup impresif untuk sebuah handphone. Namun saya sendiri merasa 4K di 60FPS saja sudah cukup untuk kebutuhan sehari-hari.

Di malam hari, hasil perekaman videonya tetap memuaskan dan sejauh ini baru sekali saya menemukan jitter pada video itupun tidak begitu kentara. Proses berganti lensa ketika merekam video pun terasa mulus sehingga membuat saya bebas ganti lensa setiap saat jika diperlukan.

Untuk kamera depannya juga mampu merekam video dengan baik dan stabil hingga resolusi 4K dan 60FPS. Di malam hasil rekaman videonya masih cukup jelas walau noise bermunculan di sana ini.

Fitur

Samsung Galaxy S24 Ultra - Circle to Search

Kekuatan utama dari Galaxy S24 Ultra sebetulnya terletak pada softwarenya. Pertama, handphone ini sudah menggunakan One UI 6.1 berbasis Android 14 terbaru. Kedua, Samsung disebut akan memberikan pembaruan Android sebanyak 7 generasi dan update keamanan selama 7 tahun. Bagi yang ingin menggunakan handphone ini untuk jangka panjang tentu ini sangat menarik.

Dan tentunya yang tak dilupakan adalah Galaxy AI. Ada banyak sekali sebetulnya fitur AI yang menarik di handphone ini, namun untuk review ini saya akan membahas beberapa fitur yang paling saya sukai dan untuk lengkapnya akan dibahas di artikel selanjutnya.

Nah salah satu fitur paling menarik dari Galaxy AI adalah Circle to Search with Google yang mana hasil kolaborasi antara Samsung dengan Google. Dengan fitur ini saya bisa mencari informasi lebih dalam tentang objek di sekitar ataupun dari gambar di handphone.

Saya bisa dengan mudah mencari harga dari sebuah pakaian yang digunakan oleh seseorang dan bahkan fitur ini bisa dengan tepat memberikan informasi di mana foto jalan-jalan saya dijepret.

Memang fitur ini sebetulnya mirip dengan Google Lens, namun Samsung membuat fungsinya menjadi lebih sederhana karena saya hanya perlu menekan lama tombol Home atau garis Gesture Hint lalu melingkari objek yang ingin dicari.

Efek negatifnya, garis Gesture Hint kini tidak bisa disembunyikan, ya karena digunakan untuk fitur Circle to Search. Jadi buat yang menggunakan sistem navigasi handphone dengan gesture seperti saya, kini mau tidak mau di bagian bawah handphone akan ada garis abu-abu.

Samsung Galaxy S24 Ultra - Chat Assist

Fitur lain yang sangat bermanfaat adalah Writing Assist di mana Galaxy S24 Ultra bisa menerjemahkan chat secara langsung. Ini bakal bermanfaat banget ketika saya sedang mengontak seseorang di negara lain yang bahasanya tidak saya mengerti seperti misalnya Spanyol atau Korea Selatan.

Saya bisa mengetik chat WhatsApp dalam bahasa Inggris dan secara otomatis handphone akan menerjemahkannya ke bahasa yang dituju. Lawan bicara saya pun teks chatnya akan ditampilkan versi terjemahannya berbarengan dengan teks original. Sayangnya untuk saat ini belum ada dukungan bahasa Indonesia.

Kemampuan lain dari Writing Assistant adalah mengubah gaya bahasa dan mengecek pengejaan. Menariknya bahasa Indonesia sudah didukung untuk fitur ini walau saya merasa hasil keluaran bahasanya terasa kurang natural.

Untuk yang kerjaannya mencatat hasil rapat atau interview orang, ada fitur Transcribe Assist di aplikasi Voice Recorder bawaan Samsung Galaxy S24 Ultra. Secara otomatis handphone ini dapat mengubah hasil rekaman suara menjadi bentuk teks yang hasilnya cukup akurat selama suara pembicara terdengar jelas dan logat mudah dimengerti.

Menariknya lagi, hasil transkrip rekaman juga bisa dibuat ringkasannya sehingga saya bisa mendapatkan garis besar rekaman dengan cepat. Sayang fitur ini juga masih belum mendukung bahasa Indonesia. Kabarnya Samsung baru akan memasukkan dukungan bahasa Indonesia di Galaxy AI pada kuartal kedua tahun 2024 ini.

Samsung Galaxy S24 Ultra - Remove Object

Untuk yang sering mengedit konten, Galaxy AI pun menyediakan fitur menarik yakni Generative Edit di mana saya bisa dengan mudah menghapus objek yang mengganggu atau menggeser dan mengubah ukurannya dari sebuah foto. Area yang kosong setelah itu akan ditambal dengan gambar yang dihasilkan oleh AI agar foto tetap terlihat sempurna.

Selain itu dengan Generative Edit, saya bisa meluruskan gambar yang terlihat miring dan bagian sisinya yang kosong akan diisi dengan gambar buatan AI. Ya memang gambar yang dihasilkan oleh Generative Edit terkadang masih ada yang aneh terutama ketika gambarnya diperbesar. Tapi untuk sekedar dibagikan di jejaring sosial, fitur ini sudah cukup banget dan tidak merepotkan.

Kesimpulan

Samsung Galaxy S24 Ultra

Jika ingin mencari handphone tercanggih saat ini, tidak perlu pusing-pusing karena saya bisa bilang Samsung Galaxy S24 Ultra adalah pilihan yang tepat. Performanya ngebut, kamera yang ok baik itu untuk foto-foto maupun merekam video, layar memanjakan mata, hingga material titanium yang terasa premium.

Apalagi ditambah dengan fiturnya yang sangat melimpah berkat Galaxy AI di mana sangat membantu buat yang sering mengedit konten, berbicara dengan orang asing, ataupun mencari informasi dari objek di sekitar dengan cepat.

Sayangnya Samsung masih saja belum beranjak dari pengisian daya baterai 45W yang tergolong lambat untuk handphone jaman sekarang. Ditambah lagi kenaikan harga sebesar 2 juta rupiah dibanding generasi sebelumnya tergolong cukup tinggi sehingga perlu merogoh kocek lebih dalam untuk memiliki handphone ini.

Tentang penulis

Firman Nugraha

Editor-in-Chief Gadgetren yang sudah belasan tahun berpengalaman di dunia teknologi khususnya handphone. Awalnya ia pernah menjadi developer aplikasi Android di Nexian dan kini terjun ke dunia media.

Tinggalkan Komentar