ASUS ZenBook Pro 14 Duo OLED UX8402
Review Laptop / PC

Review Lenovo Legion Slim 5 16APH8 – Laptop Gaming Ngebut Tapi Adem

Review Lenovo Legion Slim 5 16APH8

Lenovo Legion Slim 5 16APH8
  • Layar - 8/10
    8/10
  • Performa - 9/10
    9/10
  • Baterai - 7/10
    7/10
  • Software - 8/10
    8/10
  • Desain - 9/10
    9/10
8.2/10

Kesimpulan

Lenovo Legion Slim 5 16APH8 adalah laptop gaming yang mengesankan di mana menghadirkan performa gegas, keyboard lengkap dan besar, dan pengisian daya baterai cepat. Sistem pendinginan yang diusung laptop ini pun canggih dan layarnya mampu menampilkan gambar beresolusi tinggi dengan cepat.

Yang Disukai

  • Performa sangat gegas
  • Keyboard lengkap dan nyaman
  • Sistem pendingan mumpuni
  • Layar besar dan cepat
  • Pengisian daya baterai cepat

Yang Tidak Disukai

  • Kecerahan layar agak kurang
  • Bug di software
  • Tidak ada fitur otentikasi tambahan

Gadgetren  – Jika sedang mencari laptop gaming yang mampu melibas game AAA terbaru, ada yang menarik dilirik yaitu Lenovo Legion Slim 5 16APH8.

Laptop yang satu ini nggak tanggung-tanggung mengusung prosesor Ryzen 7 7840HS dan GeForce RTX 4060 terkini yang membuatnya sangat gegas untuk menjalankan berbagai game.

Dengan spesifikasi yang tinggi ini membuat pembeli perlu merogoh kocek yang agak dalam untuk memilikinya karena Legion Slim 5 16APH8 dijual dengan harga mulai dari Rp23.999.000.



Desain

Lenovo Legion Slim 5 16APH8

Legion Slim 5 memiliki ukuran yang besar dan cukup berat mencapai 2,4kg sehingga membuatnya tidak mudah untuk dibawa ke mana-mana. Laptop ini tampaknya lebih cocok untuk penggunaan di satu tempat dan sesekali dipindah, bukan untuk sehari-hari dibawa dalam tas, bisa encok pinggang.

Sebagai perangkat yang ditujukan untuk gaming, desain laptop ini tergolong kalem bahkan satu-satunya yang menunjukkan kesan gaming adalah lampu RGB untuk pencahayaan keyboard-nya saja yang bisa kelap kelip.

Seluruh bagian laptop ini dibalut warna hitam dengan material aluminium untuk bagian atas dan polikarbonat untuk bagian bawah yang terasa kokoh.

Bagian atas penutup laptop ini agak sedikit mencuat ke luar untuk menempatkan webcam dan membuat bezel layar menjadi agak tipis. Menariknya tonjolan ini juga bisa saya gunakan untuk membuka layar laptop dengan lebih mudah.

Lenovo Legion Slim 5 16APH8

Di sisi kiri laptop ini terdapat dua port USB-C 3.2 Gen 2 yang salah satunya mendukung Power Delivery 140W dan headphone jack. Di sisi kanannya terdapat saklar pengatur webcam dan slot SD Card.

Tidak seperti laptop pada umumnya yang hanya mendukung kartu microSD, slot yang lebih besar ini sangat bermanfaat buat mereka yang aktif menggunakan kamera karena tidak perlu adaptor untuk memasukkan kartu.

Uniknya Lenovo juga memanfaatkan bagian belakang laptop ini untuk menempatkan dua port USB 3.2 Gen 2 yang salah satunya mendukung pengisian daya perangkat lain bahkan ketika laptop nonaktif namun ini perlu diset di BIOS. Selain itu terdapat konektor RJ45, HDMI, dan konektor daya.

Keyboard dan Touchpad

Lenovo Legion Slim 5 16APH8

Memanfaatkan ukurannya yang besar, Legion Slim 5 menghadirkan area keyboard yang luas dan bahkan ada number pad-nya. Tiap tombol keyboard memiliki bentuk unik khas Lenovo di mana melengkung di bagian bawahnya.

Pengalaman mengetik menggunakan laptop ini terasa sangat nyaman. Ukuran tiap tombol dan juga feedback yang dihasilkan terasa memuaskan, rasanya tidak kalah ketika menggunakan keyboard eksternal.

Jejeran tombol function di laptop ini bisa diubah apakah akan mengaktifkan fungsi alternatif ketika dipencet seperti mengatur volume atau mengaktifkan fungsi biasa. Setelan apapun yang digunakan, fungsi lain dari jejeran tombol function ini tetap bisa diakses melalui kombinasi dengan tombol Fn.

Untuk area number pad-nya bisa dinonaktifkan jika tidak diinginkan dan dengan itu beberapa tombol di number pad akan berubah fungsinya menjadi seperti Page Down dan Page Up di mana lebih bermanfaat untuk model penggunaan saya.

Seperti yang sudah disebut sebelumnya, keyboard laptop ini dapat diiluminasikan dengan pencahayaan RGB. Ada 3 konfigurasi lampu RGB yang bisa disetel melalui aplikasi bawaan Lenovo Vantage, saya tinggal memencent kombinasi tombol Fn dan Space untuk mengganti-ganti profil warnanya.

Lenovo Legion Slim 5 16APH8

Untuk tombol power, Lenovo menempatkannya di atas keyboard yang dikelilingi oleh lubang speaker. Saya suka dengan posisi tombol power seperti ini karena hampir tidak mungkin saya memencet tombolnya ketika mengetik secara tidak sengaja.

Soal touchpad di Legion Slim 5 sebetulnya tidak ada yang spesial, tapi dia dapat melakukan tugasnya dengan baik. Permukaan touchpad terasa lembut di jari dan juga cukup responsif.

Menariknya Lenovo memberikan bonus mouse gaming Legion M300 dalam boks laptop ini yang mana tentu sangat bermanfaat ketika digunakan untuk bermain game.

Layar

Lenovo Legion Slim 5 16APH8

Di sektor layar, Legion Slim 5 mengusung panel IPS berukuran 16″ dengan resolusi mencapai 2560 x 1600 piksel, lapisan anti glare, 100% sRGB, dan refresh rate 165Hz. Laptop ini pun mendukung teknologi Dolby Vision, FreeSync, G-SYNC, dan Low Blue Light.

Kualitas tampilan layarnya cukup memuaskan mata hanya saja saya merasa agak kurang terang di mana model laptop yang saya gunakan tingkat kecerahannya hanya 300 nit.

Seringkali ketika saya memainkan game di area-area yang gelap sembari duduk dekat jendela kamar, saya agak kesulitan untuk melihat konten di layar.

Kekurangan layar laptop ini sedikit terobati dengan resolusi dan refresh ratenya yang tinggi. Animasi pada game bisa terlihat sangat mulus selama tentu saja tidak terpentok oleh performa.

Performa

Lenovo Legion Slim 5 16APH8

Varian Legion Slim 5 yang direview ini menggunakan prosesor Ryzen 7 7840HS dan NVIDIA GeForce RTX 4060. Spesifikasi tersebut dikombinasikan dengan RAM DDR5 berkapasitas 16GB dan penyimpanan internal M.2 2280 SSD berkapasitas 512GB yang bisa diupgrade.

Saya ada dua kata untuk mendeskripsikan performa laptop ini: ngebut banget. Mau itu multitasking pekerjaan ataupun bermain game-game terbaru, laptop yang satu ini mampu melibasnya dengan mudah.

Ketika saya gunakan bermain game Lies of P dengan setelan grafis Best, resolusi 2560 x 1600 piksel, dan DLSS Quality, saya bisa mendapatkan rata-rata framerate 114 FPS.

Tak hanya performanya gegas, laptop ini juga tergolong adem di mana setelah saya memainkan game tersebut selama 1 jam, suhu laptop di bagian bawah keyboard hanya di kisaran 33° sedangkan suhu di area sisi keyboard mencapai 42°. Suhu terpanas tercatat sekitar 52° di area kecil tengah atas keyboard.

Bagian keyboard laptop yang terkena telapak tangan saya masih terasa nyaman suhunya, nggak terlalu panas, dan bagian bawahnya malah terasa adem. Terjaganya suhu laptop ini tak lepas dari sistem pendinginan Legion Coldfront 5.0 dan lubang-lubang ventilasi di berbagai sisi laptop.

Legion Slim 5 juga memanfaatkan chip kecerdasan buatan LA1 yang mengoptimalkan secara dinamis suhu Legion Coldfront 5.0 agar performa terjaga dengan suara yang diminimalisir.

Lenovo Legion Slim 5 16APH8 - Cyberpunk

Ketika saya tes laptop ini dengan game yang menuntut kinerja lebih tinggi seperti Cyberpunk 2077, canggihnya laptop ini bisa mendapatkan rata-rata 32 FPS di setelan grafis RT Overdrive, DLSS Quality, resolusi 1920 x 1200.

Nah salah satu keunggulan dari prosesor grafis seri GeForce RTX 40 adalah adanya fitur frame generation. Ketika fitur ini saya aktifkan di Cyberpunk 2077 dengan setelan yang sama, rata-rata framerate meningkat jauh menjadi 50 FPS.

Tapi perlu dicatat, fitur ini ada kemungkinan akan memperparah input latency terutama jika framerate sebelum frame generation diaktifkan terlalu rendah.

Selain performanya yang gegas, Legion Slim 5 juga menyediakan speaker stereo yang kualitas keluaran suaranya cukup memuaskan. Tapi tentu saja ini masih tidak sebaik jika menggunakan speaker ataupun headphone eksternal jika ingin mendengar audio dengan lebih imersif.

Software dan Fitur

Lenovo Legion Slim 5 16APH8

Jika membeli Legion Slim 5 ini, tidak perlu pusing-pusing soal membeli software karena secara bawaan laptop ini sudah menggunakan sistem operasi Windows 11 Home Edition dan diberikan lisensi gratis Microsoft Office Home & Student 2021.

Masih terasa kurang? Lenovo juga memberikan gratis langganan Xbox Game Pass selama 3 bulan. Game Lies of P yang dibahas sebelumnya saya mainkan secara gratis berkat Xbox Game Pass ini.

Untuk mengoptimalkan performa laptop, terdapat fitur MUX Switch di mana laptop ini dapat otomatis memilih prosesor grafis mana yang digunakan, apakah itu bawaan dari Ryzen 7 7840HS atau GeForce RTX 4060.

Tentunya ketika hanya untuk sekedar browsing atau menggunakan aplikasi office, secara otomatis sistem ini akan memilih untuk menggunakan prosesor grafis bawaan Ryzen 7 7840HS. Sedangkan ketika bermain game baru diubah menjadi GeForce RTX 4060.

Namun begitu ada satu hal menyebalkan yang mana bug dari prosesor grafis bawaan Ryzen 7 7840HS yakni kursor mouse terkadang warnanya sama dengan warna latar yang cerah jadi susah terlihat. Sebetulnya bug ini sudah lama muncul dan sayangnya AMD belum memperbaiki bug ini.

Jika ingin bug ini hilang, solusi sementara ini adalah mengeset prosesor grafis yang digunakan secara manual ke GeForce RTX 4060 dengan efek samping penggunaan daya laptop akan meningkat.

Satu lagi masalah yang saya temukan ketika menggunakan laptop ini adalah seringkali layar laptop tidak menyala ketika laptop diaktifkan, padahal mesin laptop terdengar sudah aktif dan lampu keyboard pun nyala.

Lenovo Legion Slim 5 16APH8 - Lenovo Vantage

Ketika masalah ini muncul, saya biasanya menekan agak lama tombol power untuk mematikan laptop lalu kemudian menyalakannya lagi. Masalah ini saya temukan juga di beberapa forum online seperti ini, ini, dan ini. Solusi yang saya temukan adalah dengan mengeset di BIOS laptop untuk menggunakan prosesor grafis diskritnya.

Untuk keperluan komunikasi virtual, terdapat webcam di bagian atas layar Legion Slim 5 yang mendukung perekaman hingga resolusi 1920 x 1080 piksel. Hasil rekamannya untuk sebuah laptop cukup baik.

Selain itu juga terdapat mikrofon yang dilengkapi dengan teknologi noise cancelling untuk meredam suara sekitar. Ini bisa dilakukan melalui aplikasi Lenovo Vantage bawaan laptop. Aplikasi tersebut juga memberikan akses ke beberapa fitur lain seperti misalnya mengontrol proses pengecasan, overclocking, hingga tuning suara keluaran speaker.

Baterai

Lenovo Legion Slim 5 16APH8

Untuk menyuplai daya ke Legion Slim 5, Lenovo menggunakan baterai berkapasitas 80Wh. Tentunya melihat ini adalah laptop gaming, ketahanan daya baterainya tergolong kurang di mana saya hanya bisa mendapatkan waktu penggunaan selama 2 jam 34 menit dari baterai 100% ke 10%.

Itu untuk penggunaan kerja saya sehari-hari tanpa bermain game dengan kecerahan layar di level 70%, lampu keyboard nonaktif, resolusi layar di 2560 x 1600, dan refresh rate 165Hz. Jika ingin daya baterai lebih lama, bisa dengan menyetel resolusi dan refresh rate ke lebih rendah.

Untuk melihat lebih jauh ketahanan daya baterai laptop ini, saya mengetesnya menggunakan aplikasi PCMark 8 dengan setelan refresh rate 60Hz, resolusi 1920 x 1200, dan kecerahan layar 50% yang mana menghasilkan skor 4 jam 26 menit.

Ketika saya uja coba lagi dengan tes yang sama namun refresh rate di 165Hz, skor ketahanan daya baterainya hanya 3 jam 7 menit. Hasil ini memang kurang bagus jika dibandingkan dengan laptop lain pada umumnya, tapi ya namanya juga laptop gaming.

Yang membuat saya tercengang adalah kecepatan pengisian daya baterainya. Hanya diperlukan waktu 1 jam 2 menit untuk mengisi daya dari level 5% ke 100%. Ini berkat charger bawaannya yang mencapai 230W, namun ini membuat chargernya menjadi sangat besar dan berat.

Kesimpulan

Lenovo Legion Slim 5 16APH8

Lenovo Legion Slim 5 16APH8 adalah sebuah laptop gaming yang mengesankan di mana menghadirkan performa gegas, keyboard lengkap dan besar, dan pengisian daya baterai cepat.

Sistem pendinginan yang diusung laptop ini pun sukses membuatnya tetap terasa cukup adem dalam penggunaan berat. Selain itu layarnya mampu menampilkan gambar dengan cepat dan beresolusi tinggi.

Hanya saja kecerahan layar yang disajikan terasa agak kurang dan terdapat beberapa bug software yang sedikit menyebalkan. Satu lagi yang saya kurang suka adalah tidak adanya fitur otentikasi seperti pemindai sidik jari ataupun kamera inframerah untuk Windows Hello.

Tentang penulis

Firman Nugraha

Editor-in-Chief Gadgetren yang sudah belasan tahun berpengalaman di dunia teknologi khususnya handphone. Awalnya ia pernah menjadi developer aplikasi Android di Nexian dan kini terjun ke dunia media.

Tinggalkan Komentar