ASUS ROG G22CH
Review Handphone

Review ASUS Zenfone 10 – Hape Mungil yang Makin Tangguh

Review ASUS Zenfone 10 - Hape Mungil yang Makin Tangguh

Gadgetren – Setelah sekian lama menggunakan handphone berukuran besar, saya menjadi lupa apa yang membuat handphone berukuran kecil berkesan. Kini memori saya kembali mengemuka dengan hadirnya ASUS Zenfone 10.

ASUS tampaknya tetap teguh dalam merilis Zenfone 10 di saat handphone berukuran kecil semakin langka. Ini sebuah keputusan yang patut diacungi jempol karena saya yakin tidak semua orang ingin handphone berukuran besar.

Ya memang handphone besar biasanya memiliki keunggulan dapat menampilkan konten pada layar dengan lebih luas. Namun berkat ukurannya yang mungil, Zenfone 10 memiliki keunggulan lain yakni kemudahan penggunaan.

ASUS Zenfone 10
  • Layar - 8/10
    8/10
  • Performa - 9/10
    9/10
  • Kamera - 8/10
    8/10
  • Baterai - 9/10
    9/10
  • Software - 9/10
    9/10
  • Desain - 9/10
    9/10
8.7/10

Ringkasan

Zenfone 10 bisa dibilang adalah handphone impian buat yang senang handphone berukuran kecil. Di balik keringkasannya, handphone ini tetap menghadirkan performa yang gegas, baterai tahan lama, dan kamera yang mumpuni.

Yang Disukai

  • Ukuran yang pas di tangan
  • Performa gegas
  • Baterai tahan lama
  • Stabilisasi kamera yang canggih
  • Speaker kencang
  • Ada headphone jack

Yang Tidak Disukai

  • Bezel layar masih agak besar


Desain

ASUS Zenfone 10

Dibandingkan dengan pendahulunya, Zenfone 10 masih mengusung desain yang sangat mirip. Perbedaan paling mencolok adalah posisi tulisan “ASUS Zenfone” yang kini diletakkan di bawah kamera dan adanya logo ASUS baru.

Bagian frame handphone ini menggunakan material aluminium yang terasa premium sedangkan bagian belakangnya menggunakan material plastik. Bagian belakang ini masih mengusung tekstur yang mirip dengan Zenfone 9 di mana ketika disentuh memberikan kesan unik seperti kertas bertekstur yang sering saya temukan di toko buku.

Desain belakang ini juga punya keunggulan tersendiri yakni bebas dari sidik jari yang menempel. Namun begitu perlu dicatat, pada model sebelumnya saya menemukan desain belakangnya ini mudah memudar. Nah kali ini di Zenfone 10 saya belum menemukan kasus tersebut dan semoga saja tidak kembali terjadi.

Dimensi handphone ini hanya 68,1 mm untuk lebarnya dan 146,5 mm untuk tingginya. Ditambah dengan ketebalan 9,4 mm dan berat 172g membuatnya dapat dengan mudah dioperasikan dengan satu tangan. Sebagai seseorang yang sering naik kereta di mana satu tangan sibuk gelayutan di pegangan gerbong, ukuran Zenfone 10 ini pas sekali.

Di bagian sisi Zenfone 10 terdapat komponen standar handphone tapi menariknya terdapat headphone jack yang mana sudah menjadi semakin langka di zaman sekarang. Handphone ini juga sudah tersetifikasi IP68 sehingga tidak perlu khawatir menggunakannya di area yang basah.

Layar

ASUS Zenfone 10

Tentunya sebagai handphone berukuran kecil, layarnya pun demikian di mana hanya 5,9″ dengan panel AMOLED beresolusi 2.400 x 1.080 dan mengusung perlindungan layar Corning Gorilla Glass Victus.

Kecerahan layar maksimalnya mencapai 1.100 nits yang mana sudah cukup terang untuk penggunaan sehari-hari. Sedangkan untuk kualitas tampilan layarnya sendiri cukup memanjakan mata.

Ya memang kalau untuk kebutuhan multimedia seperti bermain game atau menonton film, rasanya agak sedikit kekecilan layar handphone ini. Apalagi buat yang saya sudah terbiasa dengan layar handphone besar.

Soal refresh rate, layar Zenfone 10 mendukung hingga 144Hz namun mode ini hanya dapat digunakan melalui fitur Game Genie ketika bermain game. Mayoritas refresh rate yang digunakan akan mentok di 120Hz yang mana tidak masalah juga sebetulnya karena tampilan animasi pada layar sudah terlihat sangat mulus.

Ada satu hal yang saya kurang suka dari layar Zenfone 10 yakni bezelnya yang masih tergolong agak besar. Ini sebetulnya tidak mengganggu fungsi handphone namun secara estetika terasa agak kurang saja.

Fitur

ASUS Zenfone 10

Tak hanya ukurannya yang mungil, ASUS pun terlihat mendesain antarmuka handphonenya untuk mendukung penggunaan dengan satu tangan. Misal untuk folder aplikasi, peletakan icon aplikasinya dijajarkan dari bawah sehingga lebih mudah dipencet. Begitu juga dengan input untuk memasukkan kata pencarian aplikasi diletakkan di area bawah layar.

Selain itu area notifikasi ketika dimunculkan pun terlihat agak menggeser ke bawah agar lebih mudah diakses. Kesemuanya ini membuat Zenfone 10 menjadi sangat mudah untuk penggunaan satu tangan. Hilang sudah masa-masa saya harus berakrobat jari mengoperasikan handphone selama menggunakan Zenfone 10.

Tampilan antarmuka yang diusung Zenfone 10 pun terlihat menarik berkat sistem operasi Android 13 yang dimodifikasi. Uniknya diberikan pilihan apakah ingin menggunakan tampilan mendekati stock Android atau ingin menggunakan yang sudah dioptimalkan ASUS.

Bloatware yang disajikan oleh Zenfone 10 tergolong sangat minim, hanya ada sedikit aplikasi eksternal yang dapat dengan mudah dihapus jika tidak diinginkan.

Handphone ini juga memiliki beberapa fitur menarik seperti Edge Tool untuk mengakses aplikasi dan fungsi handphone dengan cepat serta Game Genie untuk mengontrol performa dan pengalaman bermain game dengan lebih baik.

Ada juga fitur unik yakni ZenTouch di mana tombol power dapat diusap secara vertikal untuk melakukan aksi tertentu seperti misalnya menampilkan atau menyembunyikan panel notifikasi.

Walaupun Zenfone 10 berukuran kecil, masih disediakan fitur One-handed Mode. Ya memang untuk beberapa kasus jempol saya masih agak kesulitan untuk menggapai area tertentu pada layar handphone.

Fitur One-handed Mode ini akan menarik ke bawah antarmuka handphone sehingga bagian atasnya menjadi lebih mudah dipencet. Sayang fitur ini terasa agak terlalu sensitif, seringkali ketika saya lagi memencet keyboard bagian bawah malah mengaktifkan fiturnya. Masalah ini masih terjadi ketika sensitivitas fiturnya saya set ke terendah.

Untuk pembaruan sistem operasi, ASUS mengatakan Zenfone 10 akan mendapatkan 2 update generasi Android dan 4 tahun update keamanan. Walaupun update Androidnya tergolong agak kurang untuk standar sekarang di mana kebanyakan mencapai lebih dari 3 generasi Android, namun jangka waktu update keamanannya cukup baik.

Performa

ASUS Zenfone 10

Biasanya handphone berukuran mungil mengorbankan spesifikasi lain seperti performa, namun tidak dengan Zenfone 10. Handphone ini mengusung chipset kelas flagship terkini yaitu Qualcomm Snapdragon 8 Gen 2 yang dikombinasikan dengan RAM LPDDR5X 8/16GB dan penyimpanan internal UFS4.0 128/512GB.

Performanya sangat gegas untuk aplikasi sehari-hari yang saya gunakan. Ketika dites menggunakan aplikasi AnTuTu pun handphone ini meraih skor tinggi yakni 1.499.316. Sedangkan di aplikasi Geekbench mendapatkan skor 1.919 untuk single-core dan 5.419 untuk multi-core.

Namun begitu ketika digunakan untuk tugas yang berat dalam waktu lama seperti bermain Genshin Impact di setelan grafis maksimal, handphone ini agak kewalahan. Wajar mengingat ukurannya yang ringkas kemungkinan besar memiliki kendala di sistem pendinginan.

Awal-awal memainkan Genshin Impact, FPS-nya masih stabil di kisaran 57-59. Namun setelah 20 menitan, FPS-nya menurun ke kisaran 40-an dan suhu luar handphone tercatat paling panas di 45°. Sepertinya performa handphone kena throttle untuk menjaga suhu handphone agar tidak terlalu panas.

Tapi kembali lagi, Zenfone 10 memang bukan handphone yang didesain untuk bermain game. Untuk itu ada saudaranya yakni ROG Phone 7 yang lebih tangguh untuk urusan bermain game.

Refresh rate tinggi yang ada pada layar handphone ini baru bisa dimanfaatkan ketika bermain game dan sudah disetel melalui Game Genie. Fitur ini cocok untuk game seperti Real Racing 3 di mana animasi balapannya menjadi terlihat lebih mulus lagi.

Ketangguhan performa dari Zenfone 10 dibarengi dengan speaker stereo yang kualitas keluaran suaranya sangat baik untuk sebuah handphone. Ketika mendengarkan musik di volume tinggi, vokal terdengar tetap halus tidak kresek-kresek.

Baterai

ASUS Zenfone 10

Di sektor baterai, Zenfone 10 hanya menggunakan baterai berkapasitas 4.300mAh tapi secara mengejutkan ketahanan daya tergolong tahan lama. Saya bisa menggunakan handphone ini seharian tanpa perlu mengisi daya baterai dengan screen on time sekitar 5 jam hingga baterai 10%. Ini untuk penggunaan harian saya ditambah sering melakukan pemotretan dan perekaman video.

Ketika dites secara sintetis menggunakan PCMark pun hasilnya mencengangkan di mana mencapai 21 jam 55 menit dengan parameter pengetesan refresh rate 60hz, baterai dari 100%, dan kecerahan layar 50%. Tes yang sama dengan refresh rate di 120Hz hasilnya 15 jam 54 menit.

Untuk pengisian daya baterainya mendukung teknologi fast charging 30W yang mana tidak cepat-cepat amat untuk zaman sekarang. Diperlukan waktu sekitar 1 jam 26 menit untuk mengisi daya baterai dari level 10% ke 100% menggunakan charger bawaan. Menariknya Zenfone 10 kini mendukung pengisian daya secara nirkabel dengan daya hingga 15W.

Kamera

ASUS Zenfone 10

Untuk kameranya, terdapat kamera belakang terdiri dari lensa utama 50MP dan lensa ultrawide 13MP. Jumlah lensa ini terlihat sedikit tapi sebetulnya tidak masalah daripada hanya memenuhi bagian belakang dengan lensa kamera yang kurang mumpuni.

Untuk kualitas jepretan fotonya sendiri terlihat memuaskan baik untuk kamera utama dan ultrawidenya. Namun ketika memfoto dengan subjek manusia, beberapa kali saya temukan warna fotonya agak condong ke hangat.

Selain itu ketika saya menjepret kameranya, terlihat seperti ada jeda sepersekian milidetik sebelum foto selesai diproses persis seperti yang saya temukan ketika mengulas Zenfone 9. Ini tidak seperti handphone lain di kelasnya yang biasanya instan.

ASUS Zenfone 10 - Hasil Foto

ASUS Zenfone 10 - Hasil Foto

ASUS Zenfone 10 - Hasil Foto

ASUS Zenfone 10 - Hasil Foto

ASUS Zenfone 10 - Hasil Foto

ASUS Zenfone 10 - Hasil Foto

ASUS Zenfone 10 - Hasil Foto

Ultrawide

ASUS Zenfone 10 - Hasil Foto

Ultrawide

ASUS Zenfone 10 - Hasil Foto

Ultrawide

ASUS Zenfone 10 - Hasil Foto

Ultrawide

Untuk kamera depannya, Zenfone 10 mengusung lensa 32 MP yang mampu merekam wajah dengan baik di kondisi siang maupun malam hari. Hasil foto portraitnya pun terlihat cukup rapih efek bokehnya.

ASUS Zenfone 10 - Hasil Foto

ASUS Zenfone 10 - Hasil Foto

Menariknya kamera utama Zenfone 10 mengusung 6-Axis Hybrid Gimbal Stabilizer 2.0 yang mana dapat menstabilkan kamera ketika terjadi gerakan. Fitur ini lebih terasa manfaatnya ketika sedang merekam video.

Ada dua mode stabilisasi yang dapat digunakan yakni Adaptive dan HyperSteady. Mode Adaptive terlihat cukup dapat menstabilisasikan video dan hanya sedikit mengkrop area video. Mode HyperSteady bisa menstabilkan lebih jauh lagi namun dengan krop video yang lebih besar.



Kesimpulan

ASUS Zenfone 10

Zenfone 10 bisa dibilang adalah handphone impian buat yang senang handphone berukuran kecil. Di balik keringkasannya, handphone ini tetap menghadirkan performa yang gegas, baterai tahan lama, dan kamera yang mumpuni. Apalagi ditambah dengan harganya yang ramah kantong yakni hanya Rp8.999.000 untuk varian terendahnya.

Sebagai gantinya, tentu Zenfone 10 tidak dapat menampilkan konten dengan luas. Di penggunaan berat pun handphone ini kurang maksimal sistem pendinginannya tapi untuk penggunaan biasa untungnya saya belum merasa ada masalah.

Saya pribadi berharap ASUS kedepannya tetap konsisten merilis handphone berukuran kecil namun tetap tangguh karena tentunya tidak semua orang ingin handphone berukuran besar.

Harga dan Spesifikasi ASUS Zenfone 10

Dimensi & Berat146,5 x 68,1 x 9,4 mm; 172g
WarnaMidnight Black, Comet White, Eclipse Red, Aurora Green, Starry Blue
LayarAMOLED 5,9″ 2400 x 1080 piksel, refresh rate 144Hz, kecerahan layar maksimal 1.100 nit
112% DCI-P3, 107% NTSC, 151.9% sRGB, Corning Gorilla Glass Victus
Sistem OperasiAndroid 13
Memori RAM LPDDR5X 8/16GB
Penyimpanan UFS 4.0 128/512GB
ChipsetQualcomm Snapdragon 8 Gen 2
Kamera BelakangUtama: 50MP, 1/1.56″, f/1.9, 6-Axis Hybrid Gimbal Stabilizer 2.0
Ultrawide: 13MP, bidang pandang 120°
Kamera Depan32MP
Baterai4.300mAh, fast charging 30W, wireless charging 15W
Konektivitas5G, Wi-Fi 7, NFC, Bluetooth 5.3
KonektorUSB Type-C
SensorAkselerometer, kompas, sensor jarak, sensor cahaya sekitar, giroskop, hall sensor, pemindai jari fisik
GPSGPS, Glonass, Galileo, BeiDou, QZSS, NavIC(L5)
SpeakerSpeaker stereo
FiturDirac HD Sound, ZenTouch 2.0
Harga8/128GB – Rp8.999.000
16/512GB – Rp11.999.000

Tentang penulis

Firman Nugraha

Editor-in-Chief Gadgetren yang sudah belasan tahun berpengalaman di dunia teknologi khususnya handphone. Awalnya ia pernah menjadi developer aplikasi Android di Nexian dan kini terjun ke dunia media.

Tinggalkan Komentar