Berita Smartphone

IDC: Pasar Handphone di Indonesia Melesu, Pangsa Pasar Handphone Samsung Tetap Tumbuh

Erafone-Sency-2

Gadgetren –  Pasar handphone di Indonesia sempat membaik di akhir tahun 2020, namun kini dikabarkan mengalami penurunan performa. Hal ini disampaikan oleh lembaga riset International Data Corporation (IDC) dalam sebuah analisis terbarunya yang melaporkan performa pasar handphone Indonesia pada kuartal tiga tahun 2022.

Dalam data laporannya tersebut, pasar handphone di Indonesia dikabarkan mengalami penurunan pengiriman sebesar 12,4 persen dibandingkan tahun lalu.

Secara keseluruhan pada kuartal tiga tahun 2022, pengiriman handphone di Indonesia telah mencapai sekitar 8,1 juta unit. Ini lebih kecil bila dibandingkan dengan kuartal tiga tahun 2021 lalu yang mana 9,3 juta unit handphone berhasil dipasarkan di Indonesia.

Namun begitu produsen Samsung menariknya justru tidak mengalami penurunan performa pengiriman produk handphone mereka. Meskipun ada di posisi kedua setelah OPPO, Samsung mendapatkan pertumbuhan sebesar 14,6 persen di mana pada kuartal tiga tahun 2022 Samsung melakukan pengiriman 1,8 juta unit.

Menurut IDC, performa Samsung ini berkat kehadiran dari produk kelas atasnya yakni Galaxy Z Fold4 and Galaxy Z Flip4 yang mana hampir memperoleh tiga kali lipat pengiriman pada perangkat foldable.

Di samping itu Samsung juga bertumbuh pada pasar kelas pemula melalui handphone Galaxy A13 dan A03 dengan pangsa pasar sebesar 64,6 persen pada kuartal tiga tahun 2022 dibandingkan 50,6 persen di kuartal tiga tahun 2021.

Samsung juga turut mendorong pengiriman produk 5G sebesar 24,4 persen dibandingkan 8,7 persen di kuartal tiga tahun 2021. Hal ini disebutkan IDC membuat Samsung menjadi pemain teratas untuk menyediakan produk handphone 5G di Indonesia.

IDC-Indonesia-Smartphone-2022-Q3

Untuk penurunan pengiriman yang paling rendah diraih oleh OPPO sehingga produsen teknologi tersebut berada di posisi teratas. Pada tabel yang dilaporkan IDC, OPPO masih merajai pasar handphone dengan penurunan pengiriman sebesar -5,7 persen.

Di posisi ketiga ada vivo dengan penurunan pengiriman sebesar -20,2 persen pada kuartal tiga tahun 2022. Perusahaan lainnya seperti realme dan Xiaomi ada di posisi paling akhir di mana Xiaomi mendapatkan penurunan pengiriman sekitar -28,9 persen dan realme dengan penurunan -23,6 persen dibandingkan jumlah pengiriman tahun lalu.

Vanessa Aurelia selaku Associate Market Analyst di IDC Indonesia mengungkapkan bahwa dari laporan tersebut diketahui handphone kelas pemula menjadi produk yang paling terdampak pada penurunan pengiriman di Indonesia dibandingkan kelas menengah dan atas.

“Tekanan lebih besar dirasakan oleh segmen di harga di bawah 100 USD  sampai 200 USD sehingga kedua segmen ini berkontribusi atas penurunan pangsa pasar sebesar 75 persen di kuartal tiga tahun 2022 dibanding kuartal tiga tahun 2021 sebesar 81 persen. Sementara kelas pemula di harga antara 200 sampai 400 USD terhitung stabil,” ujarnya.

Tinggalkan Komentar