Mading

Apa Itu TV Analog? Ini Alasan Kenapa Perlu Ganti ke TV Digital

Apa Itu TV Analog dan Alasan Ganti ke TV Digital Header[Ilustrasi Oleh Pixabay]

Gadgetren – Rencana pemerintah menyetop siaran televisi (TV) analog dan beralih sepenuhnya ke digital sudah berada tepat di depan mata. Kita pun perlu segera mempersiapkan diri.

TV analog soalnya mempunyai teknologi yang sangat berbeda dengan digital. Jika tidak mau ketinggalan acara atau tayangan yang kita suka dari berbagai macam saluran maka perlu ikut menyesuaikan perubahan ini.

Lalu mengapa kita perlu beralih ke TV digital? Kenapa pemerintah memutuskan untuk mematikan siaran analog? Buat kamu yang masih bingung bisa berkenalan dengan teknologi-teknologi ini dalam penjelasan berikut.

Apa Itu TV Analog?

Sesuai dengan namanya, TV analog merupakan teknologi siaran yang masih memanfaatkan sinyal analog dengan perubahan data kontinu (berkesinambungan) dalam mentransmisikan suara maupun gambar.

Siaran TV analog akan menggunakan perubahan amplitudo, frekuensi, dan fase dari sinyal yang ditransmisikan untuk menghasilkan kecerahan, warna, maupun suara menyesuaikan dengan konten tayangan.

Untuk transmisi siaran sendiri, TV analog mengandalkan dua buah sinyal. Data gambar dalam hal ini dipancarkan menggunakan gelombang AM (Amplitude Modulation) sementara suaranya memakai FM (Frequency Modulation).

Dengan rentang data yang bersifat kontinu, TV analog sayangnya rentan terhadap interferensi (gangguan dari gelombang lain). Jadi kualitas tayangan yang dihasilkan bisa bervariasi di mana tak hanya bergantung pada kekuatan sinyal melainkan juga kondisi geografis sekitar.

Alasan Kenapa Perlu Ganti ke TV Digital

Berbeda dengan analog, TV digital memanfaatkan enkode digital yang umumnya menggunakan data biner (hanya bernilai antara 1 dan 0) dalam mentransmisikan siaran. Jadi secara sederhana tayangan hanya akan benar-benar jernih atau tidak muncul sama sekali.

Dalam hal ini, kualitas siaran akan tetap jernih selama kekuatan sinyal memenuhi ambang batas. Sementara jika berada di bawahnya, maka televisi sama sekali tidak akan dapat menayangkan gambar maupun suara.

Tingkat interferensi dari TV digital juga sangat rendah dibandingkan analog karena datanya berbentuk diskrit. Artinya, kualitas siaran pun tidak akan mudah terpengaruh oleh jarak maupun kondisi geografis sebuah wilayah.

Di samping itu, transmisi sinyal TV digital juga lebih hemat. Bandwidth yang dibutuhkan soalnya lebih kecil di mana setiap frekuensi pun mampu mengakomodasi hingga tujuh saluran. Tidak seperti TV analog yang hanya bisa satu saja untuk setiap frekuensi.

Transmisi TV digital juga bisa mengakomodasi siaran HDTV (High-Definition Television) yang mana umumnya mempunyai resolusi gambar lebih tinggi. Selain itu juga mendukung hingga lima saluran audio dengan tambahan sebuah subwoofer seperti DVD saat TV analog maksimal hanya dua saluran.

Tinggalkan Komentar