Berita Tekno

Jaringan 5G Telkomsel Tersedia Terbatas di Beberapa Lokasi, Apa Alasannya?

Telkomsel-5G-Unlock-The-Future

Gadgetren – Pemerintah bersama operator seluler Telkomsel dan stakeholder lainnya telah menghadirkan jaringan 5G di Indonesia di enam lokasi residensial terpilih dan sembilan kota besar.

Sebelumnya Johnny G Plate selaku Menteri Komunikasi dan Informatika telah mengatakan bahwa penyelenggaraan 5G dilaksanakan secara bertahap pada pita frekuensi 2300 MHz. Di kesempatan lain, Pengamat Telekomunikasi Indonesia bernama Nonot Harsono menanggapi bahwa enam lokasi yang menjangkau 5G merupakan strategi uji coba yang baik dari pemerintah dan Telkomsel.

“Telkomsel baru uji coba komersial di enam lokasi perumahan elit, mungkin karena penduduknya mudah membeli perangkat handphone 5G dan mudah membayar tagihan atau membeli paket kuuota data. Setelah itu mungkin akan menggelar di kota-kota besar,” ujarnya kepada tim Gadgetren.

Diketahui bawah enam lokasi residensial yang terkover jaringan 5G antara lain Pondok Indah, PIK, Kelapa Gading, dan Widya Chandra di DKI Jakarta serta Alam Sutera dan BSD di Tangerang Banten. Selain di lokasi perumahan, jaringan 5G Telkomsel juga dapat diakses di delapan GraPARI Telkomsel di pusat kota besar Indonesiada dalam bentuk Hotspot.

Di antaranya GraPARI GTG Medan, GraPARI Batam Centre, GraPARI Terminal 3 Soekarno Hatta, GraPARI Solo, GraPARI Pemuda Surabaya, GraPARI Renon Denpasar, GraPARI Balikpapan, dan GraPARI Pettarani Makassar.

Area kampus pun tak terlewat dari jaringan 5G Telkomsel seperti di Institut Teknologi Bandung (ITB) Jawa Barat dan Telkom University Jawa Barat. Kemudian tak lupa kantor Telkomsel Smart Office DKI Jakarta.

Handphone OPPO 5G

Sementara itu, alasan pemerintah hanya mengkover 5G di lokasi kota tertentu dijelaskan Nonot bahwa 5G memiliki kapasitas jaringan seluler yang besar dan membutuhkan banyak sekali BTS sehingga menurut Nonot masyarakat di area kota sudah siap dibandingkan di lokasi lainnya.

Nonot mengungkapkan bahwa jaringan 5G yang sedang diuji coba operator seluler Telkomsel masih  menggunakan lebar pita 50MHz pada pita frekuensi 2300 MHz dimana kurang dari kebutuhan minimal untuk pencapaian maksimal BTS jaringan 5G, yakni antara rentang pita 80 – 100MHz.

Telkomsel sendiri kebagian pita frekuensi 5G tambahan dari pemerintah pada 50MHz, maka dalam hemat Nonot hal tersebut digunakan seluruhnya untuk saluran trafik data. Kemudian untuk kepentingan kendali jaringan, Nonot mengatakan bahwa jaringan 5G menggunakan sebagian pita 4G pada pita 1800MHz.

Tinggalkan Komentar