Tips dan Trik

Bahaya! Pakai Aplikasi Sadap WhatsApp Cukup Berisiko

Aplikasi Sadap WhatsApp Bahaya Header

Gadgetren – Menyadap percakapan dalam layanan WhatsApp sejatinya bukan langkah yang bijak meskipun dilakukan kepada orang-orang terdekat dengan tujuan untuk mengetahui rekam jejak mereka.

Pasalnya, setiap pengguna tentu saja mempunyai sejumlah privasi yang tersimpan di dalam percakapan-percakapan pada platform pesan singkat tersebut. Yang mana seharusnya tak boleh diketahui oleh orang lain termasuk keluarga maupun sahabat terdekatnya.

Apalagi saat melakukan penyadapan, kita umumnya memerlukan aplikasi maupun layanan dari pihak ketiga yang belum teruji keamanannya sehingga justru malah dapat membahayakannya.

Selain itu, beberapa aplikasi tersebut pun tak jarang menyebar dengan membawa malware atau sekedar kode jahat yang juga berbahaya untuk keamanan dalam perangkat milik kita sendiri.

Alih-alih ingin memastikan orang-orang terdekat aman, kita justru dapat membahayakan mereka sekaligus diri kita sendiri saat menggunakan aplikasi atau layanan penyadapan pesan WhatsApp.

Meskipun belum tentu semua aplikasi penyadap WhatsApp berbahaya, tetapi berhati-hati sangat penting agar dapat menghindari bermacam hal yang tidak kita harapkan. Apalagi di sisi lain, WhatsApp telah menjadi layanan utama sebagian besar orang dan menemukan layanan yang bisa dipercaya cukup sulit untuk dilakukan.

Menghindari berbagai macam aplikasi tersebut tentu bisa menjadi sebuah pilihan bijak. Selain dapat meminimalisir risiko pemakaiannya, kita dapat menghormati privasi orang lain dengan hal tersebut.

Bagi kamu yang masih ragu-ragu apakah aplikasi untuk menyadap WhatsApp memang berbahaya atau tidak, berikut sejumlah alasan yang bisa kamu pertimbangkan sebelum menggunakannya.

Kenapa Aplikasi Sadap WhatsApp Bisa Berbahaya Bagi Pengguna?

Berasal Dari Pihak Ketiga

Meskipun sempat menjadi polemik, syarat dan ketentuan yang berlaku di dalam layanan WhatsApp memastikan bahwa data maupun privasi milik para penggunanya akan tetap aman.

Namun saat menggunakan aplikasi pihak ketiga, kamu pun harus menyetujui beberapa hal yang berlaku di luar syarat dan ketentuan tersebut dimana tak menutup kemungkinan justru dapat membuka celah keamanan.

Nahasnya, membaca syarat dan ketentuan sebuah layanan belum menjadi kebiasaan bagi sebagian besar orang termasuk di Indonesia. Banyak orang masih asal klik tombol I Agree saat menggunakan layanan tertentu.

Padahal di dalam syarat dan ketentuan tersebut biasanya terdapat opsi mengenai penggunaan data. Bisa jadi saat orang-orang luput mengeceknya, aplikasi penyadap WhatsApp memanfaatkan hal itu untuk keuntungan pribadi.

Sederhananya, aplikasi tersebut dalam hal ini bisa saja menerapkan kebijakan untuk mengambil data para pengguna lalu menjualnya atau minimal mengeksploitasinya guna menyampaikan iklan di dalam layanan.

Syarat dan ketentuan aplikasi ini hanya sebagian celah kecil dari keamanan privasi pengguna. Karena di sisi lain, pengembangnya pun dapat memanfaatkan kerentanan dari layanan seperti apa yang bisa terjadi di dalam WhatsApp Mod.

Berbentuk Modifikasi

Untuk mengoperasikan layanannya, WhatsApp sebenarnya menerapkan sistem enkripsi end-to-end yang dapat mengamankan pertukaran informasi sebelum pesan dikirim hingga diterima di dalam percakapan para pengguna.

Aplikasi pihak ketiga seperti WhatsApp Mod atau penyadap pesan memang tidak akan langsung dapat menjebol keamanan tersebut dengan mudah, tetapi perlu diingat bahwa mereka bisa melakukannya sebelum pesan terkirim atau sesudah diterima.

Dengan begitu, ada potensi besar aplikasi-aplikasi penyadap WhatsApp pun membawa protokol khusus untuk melakukan hal tersebut sehingga data-data orang yang kita sadap juga bocor ke mereka.

Di sisi lain, aplikasi penyadap WhatsApp juga berpotensi  membawa kode berbahaya yang mampu mengeksploitasi perangkat kita. Tak hanya data saja, sumber dayanya juga bisa menjadi incaran.

Saat mengoperasikan layanan pertama kali, aplikasi biasanya akan meminta beberapa akses ke berbagai hal seperti memori, kontak, telepon, hingga lokasi. Kalau tak berhati-hati, hal tersebut pun bisa dimanfaatkan oleh orang tak bertanggung jawab.

Ditambah lagi, potensi bahaya pemakaian aplikasi sadap WhatsApp pun tak hanya muncul dari para pengembang melainkan juga tempat menyebarkannya karena biasanya tidak melalui toko aplikasi atau web resmi.

Banyak yang Berasal dari Sumber Tak Terpercaya

Agar dapat memasarkan aplikasi melalui toko resmi seperti Google Play Store maupun Apple Apps Store, pengembang perlu mengikuti prosedur, syarat, dan kebijakan ketat yang berlaku di dalamnya.

Banyak aplikasi penyadap WhatsApp tidak memenuhi berbagai macam hal tersebut sehingga mereka harus menempuh jalur lain agar bisa sampai ke tangan para pengguna.

Yang sangat menakutkan, sebagian aplikasi penyadap WhatsApp menyebar melalui sumber yang tidak bisa dipercaya sehingga berpotensi membawa malware atau kode berbahaya saat kita mengunduhnya.

Malware atau kode berbahaya ini yang patut diwaspadai karena dapat merugikan pengguna dan perangkatnya meskipun aplikasi penyadap WhatsApp yang kita pilih aman digunakan.

Sebenarnya, kita tidak bisa menggeneralisasi bahwa semua aplikasi penyadap WhatsApp berbahaya. Namun, ada baiknya untuk menghindari hal tersebut karena dapat merugikan orang lain.

Tinggalkan Komentar