Berita Smartwatch

Lawan Perilaku Rebahan, Xiaomi Beri Rekomendasi Langkah Kaki dan Durasi Olahraga

Xiaomi Mi Watch Basket

Gadgetren – Selain virus Corona yang belum berhenti melanda Indonesia, Xiaomi melalui seorang pakar kesehatan olahraga menemukan adanya risiko baru yang akan dapat menurunkan imunitas tubuh masyarakat.

Risiko tersebut dinamakan Sedentary Lifestyle atau gaya hidup tidak aktif. Sedentary Lifestyle juga disebut ‘kaum rebahan’ atau ‘malas gerak’ (mager). Dr. Sophia Hage SpKO selaku Sport Medicine Specialist mengungkapkan bahwa sedentary atau perilaku tidak aktif selama pandemi telah terjadi peningkatan.

Oleh karenanya, ia menyarankan ada baiknya melakukan relaksasi singkat setiap dua jam setelah duduk di depan laptop agar otot-otot leher dan pinggang tidak mudah kaku.

Selain lewat relaksasi sederhana, alternatif lain ialah dengan menggunakan smartwatch untuk menemani aktivitas sehari-hari yang mampu mendeteksi rincian kesehatan seperti detak jantung, langkah kaki, tingkat stres, dan masih banyak lagi.

Seperti dua perangkat wearable terbaru Xiaomi Mi Watch dan Mi Watch Lite yang telah dipasarkan secara pre-order di Indonesia. Penjualan Mi Watch seharga Rp 1.499.000 dan Mi Watch Lite seharga Rp 799.000 akan dilaksanakan mulai tanggal 22 Desember pukul 13.00 WIB di Shopee, Mi.com, dan Mi Store.

Stephanie Sicilia selaku Head of PR Xiaomi Indonesia menuturkan bahwa Mi Watch dan Mi Watch Lite merupakan produk yang sengaja dipasarkan dalam situasi pandemi lantaran pihaknya telah melihat perubahan kebiasaan masyarakat yang lebih banyak di rumah.

Mi-Watch-Lite-dua

“Kami hadirkan produk yang membantu meningkatkan keaktifan pengguna. Selain ada Mi Smart Band 5, Mi Watch dan Mi Watch Lite membawa teknologi baru untuk meningkatkan produktivitas hidup pengguna,” ujarnya kepada tim Gadgetren.

Dengan menggunakan bantuan jam tangan pintar, dr. Sophia mengatakan bahwa pengguna bisa menghitung langkah kaki yang telah direkomendasikan para pakar kesehatan dan menggunakan fitur olahraga yang disediakan untuk menjaga kebugaran tubuh.

Jumlah langkah yang dibutuhkan untuk mencegah Sedentary Lifestyle ternyata cukup di angka 7.500-10.000. Sementara untuk aktivitas olahraga saat pandemi, dr. Sophia menyarankan agar melakukan olahraga dengan intensitas sedang.

dr-Sophia-Hage-SpKO-Sport-Medicine-Specialistdr. Sophia Hage SpKO

“Rekomendasi olahraga aktivitas fisik lebih ke durasi aktivitas dengan intensitas sedang dengan total durasi 150 menit seminggu. Intensitas sedang bisa dipilih 30 menit 5x seminggu, 40 menit 4x seminggu, atau 50 menit 3x seminggu,” tambahnya.

Dalam jangka panjang, jika perilaku rebahan tidak bisa dicegah maka tak hanya berdampak pada kesehatan fisik berupa menurunnya imunitas tetapi juga risiko memicu gejala depresi sehingga akan menimbulkan penurunan produktivitas dalam bekerja.

Tinggalkan Komentar