Berita Game

Game Lokal Rocky Rampage Sabet GooglePlay Best of 2020, Yuk Kenalan dengan Pembuatnya

Rocky-Rampage-GooglePlay-Best-2020

Gadgetren – Secara sekilas tak banyak yang mengetahui bahwa game bernama Rocky Rampage adalah buatan asli anak bangsa. Dari visualnya yang memanjakan mata, game bergenre Arcade ini telah mendapatkan penghargaan dari Google.

Masuk dalam kategori Best Casual Games di region Indonesia, Thailand, Singapura, dan Malaysia untuk GooglePlay Best of 2020 pada 1 Desember 2020 kemarin, Rocky Rampage telah membuktikan bahwa game lokal juga bisa setara dengan game-game global lainnya.

Menyambut kabar baik ini, tim Gadgetren pun telah mewawancara Bernardus Boy Dozan Poerniawan selaku Chieftain & Founder Joyseed Gametribe, pembuat game Rocky Rampage. Boy mengungkapkan bahwa penghargaan tersebut merupakan salah satu pencapaian yang paling besar bersama timnya di Joyseed.

“Sebenarnya kami nggak tahu, kenapa Google pilih kami. Ada salah satu user choice itu player bisa vote tapi untuk kategori lainnya Google yang pilih. Tiba-tiba dapat email yang memberi tahu bahwa game kami Rocky Rampage dapat penghargaan itu. Setelah kami lihat, kami satu-satunya game Indonesia yang bisa masuk award itu,” ujarnya kepada tim Gadgetren (02/12/2020).

Rocky Rampage yang telah dirilis bulan April 2020 silam merupakan game yang digodok dari idenya sendiri pada tahun 2015. Kemudian ia mengajak 10 orang teman-temannya untuk bergabung mengembangkan game tersebut.

Rocky-Rampage-Won-Best-Casual-Games-2020

Boy bersama tim pada awalnya ingin menghidupkan kembali game arcade di perangkat mobile yang terinspirasi dari game-game flash lawas seperti Plant vs Zombie dan game Big Foot dimana pada zamannya masih dimainkan di komputer. Sementara, referensi terbesar game Rocky Rampage dibuat, diakui Boy diambil dari game asing bernama Burrito Bison.

“Jadi tokoh utamanya kerajaan batu melawan gunting yang gelinding. Akhirnya kami bikinlah game Rocky Rampage. Selama 6 bulan pertama, game ini masuk dalam early akses di Google hingga sampai bulan April 2020. Jadi satu tahun produksi. Sampai sekarang masih kami update dan sudah jalan 2 tahun,” terangnya.

Bernardus-Boy-Dozan-Poerniawan-selaku-Chieftain-Founder-Joyseed-Gametribe

Bagi Boy, jika ingin masuk ke industri game, para pengembang lokal harus siap bersaing dengan game-game yang ada di luar negeri lantaran Google Play Store menjadi sumber yang paling banyak dicari orang Indonesia.

“Google Play Store dan Apple App Store itu pun langsung kompetisinya dengan game-game yang ada di luar sana. Mau nggak mau kualitas kita harus disamain dengan kualitas global dan dengan menang award ini menandakan sebenarnya kita punya potensi itu. Indonesia besar nggak cuma di konsumennya aja, tapi juga produsen,” jelasnya.

Rocky-Rampage-Tablet
Hingga kini, game Rocky Rampage telah diunduh hampir 500 ribu pengguna baik di Google Play Store maupun di Apple Apps Store. Sementara untuk pengguna aktif, Boy membeberkan tiap bulannya ada sekitar 50.000 – 100.000 yang bermain.

“Harapannya semoga kita lebih besar lagi dan bikin lapangan kerja yang memang tertarik di industri ini juga. Karyawan di tempat kita juga bisa hidupnya sejahtera dan besar,” tutupnya.

Sebagai tambahan informasi, Boy telah menghabiskan waktu selama 7 tahun di Industri Game dengan mengembangkan beberapa mobile games dan board games seperti Monas Rush, Hollywhoot, Rocky Rampage, dan Kingdomtopia. Bahkan Joyseed pun kini telah diakuisisi oleh perusahaan dari Australia bernama iCandy Interactive pada tahun 2018.

Tinggalkan Komentar