Berita

Gojek Kembangkan Teknologi Kecerdasan Buatan Untuk Cegah Pelecehan Seksual

Perempuan-Aman-Bersama-Gojek-fix

Gadgetren – Masih dalam rangka Hari Perempuan Internasional yang jatuh pada 8 Maret lalu, Gojek memperkenalkan kembali fitur keamanan dari layanan transportasi online mereka melalui pilar teknologi untuk keamanan perempuan yang terdiri dari Teknologi, Proteksi dan Edukasi.

Kabarnya juga fitur keamanan ini sudah digunakan sebanyak rata-rata 200 kali per bulan dari 60% jumlah pengguna. Pada awal kemunculan, Gojek kerap mendapatkan feedback atau masukan dari penggunanya yang masih merasa tidak aman dan tenang jika menggunakan transportasi online Gojek, terutama pada malam hari.

Gojek pun berinisiatif untuk menjaga rasa aman dan meningkatkan kepercayaan para pelanggan, khususnya memastikan pelanggan yang bekerja jauh dari kecemasan saat berpergian atau pulang dari berkarya di pusat kota seluruh Indonesia.

Menurut survey yang dilakukan oleh Gojek, sebanyak 55% perjalanan malam hari terbukti dilakukan oleh perempuan yang pulang larut malam ketika lembur dari bekerja. Lalu apa sajakah teknologi yang mendukung pilar-pilar tersebut?

Pilar pertama adalah teknologi dimana Gojek telah memanfaatkan  Artificial Intelligence atau Kecerdasan Buatan dalam Interface Gojek yang dikenal sebagai Gojek Shield.

Tim Gadgetren pun mengonfirmasi kepada Monita Moerdani selaku SVP Transport Marketing Gojek setelah acara konferensi pers bahwa fitur keamanan sudah dikembangkan sejak awal aplikasi Gojek diunduh di Google Play Store.

“Karena ingin kita perkenalkan lagi, yang paling penting kita harus mention orang (supaya) aware sih. Saat kita sudah menyediakan toolsnya, orang gak aware cara pakainya itu sama saja bohong,” ujarnya.

3 Pilar Gojek

Fitur yang telah dikembangkan antara lain tombol darurat, bagikan perjalanan, dan penyamaran nomor telepon. Fitur tombol darurat bisa kamu gunakan sebagai pencegahan untuk menghadapi pelecehan. Fitur ini terhubung dengan unit darurat layanan Gojek 24 jam dan layanan ambulan.

Fitur kedua adalah bagikan perjalanan yang mana Gojek memberikan perlindungan kepada pengguna dengan fitur bagikan perjalanan (Share My Trip) ke orang terdekat yang memungkinkan kamu memberitahukan dimana posisi berada secara aktif.

Tim Gadgetren mendapat informasi bahwa fitur-fitur keamanan ini ke depannya akan dapat memetakan wilayah kejahatan yang tersebar di Indonesia dan Gojek akan membantu pihak kepolisian dalam mencegah tindak kriminalitas.

Monita menanggapi bahwa fitur ini semoga saja jangan sampai terpakai karena fokus Gojek adalah di pencegahan sehingga semakin sedikit yang menggunakan fitur ini semakin bagus.

Teuku Parvinanda Handriawan selaku Head of Regional Corporate Affairs mengatakan bahwa yang perlu ditanamkan adalah fungsi dari fitur keamanan tersebut dan penanganan holistiknya.

“Karena setiap kali Gojek membuat inovasi dalam teknologi, pasti feedback datang dari customer juga. Kita lihat kebutuhan itu jadi penekanan kami, setiap fitur baru bisa menjawab secara maksimal. Melihat zona akan ditempatkan dimana, share lokasi, tentunya fitur itu akan berjalan seiring berjalan dengan waktu, kami masih terlalu dini untuk mengatakan bahwa Gojek akan bisa mendeteksi lokasi pelecehan atau kejahatan dan membantu polisi secara besar,” jelasnya secara detail.

Sementara pada fitur ketiga ialah penyamaran nomor telepon dimana ketika kamu sebelum melakukan perjalanan, GoJek sudah mulai melindungi pengguna dengan fitur penyamaran nomor telepon.

Sementara untuk pilar kedua yakni Proteksi, Gojek memberikan perlindungan tambahan bagi perempuan dalam pencegahan pelecehan seksual dengan nama Zona Aman Bersama Gojek dengan hastag Perempuan #AmanBersamaGojek.

Zona Aman Gojek

“Sejumlah shelter Gojek kita taruh di beberapa lokasi strategis. Di tempat itu kita kasih standar UN Women, kalau perempuan tunggu gak akan takut dan terkeskpos. Area yang nyaman dengan kursi, charger station bisa ngecharge, dan yang gak kalah penting gimana kita bisa sebagai sarana edukasi mengenai apa yang tergolong pelecehan seksual dan bagaimana langkah awal yang harus dilakukan,” jelas Monita.

Mengenai jumlah Zona Aman Bersama Gojek masih sendiri dalam tahap pengembangan dan pihak Gojek belum bisa menjelaskan lebih rinci. Pilar Proteksi ini dikembangkan dengan mengacu kepada kajian “After Dark: Encouraging Safe Transit for Women Traveling at Night” oleh UN Women dan Pulse Lab Jakarta.

Pilar terakhir ialah Edukasi, dimana Gojek mempunyai semangat untuk mempelopori edukasi publik tentang pelecehan seksual. Pada pilar ini Gojek telah bekerjasama dengan UN Women, KPPA, dan LSM untuk membuat materi aplikasi apa yang akan diterapkan dalam kanal-kanal Gojek sekaligus mengikuti kampanye UN Women.

Selain itu, kepastian keamanan pengguna Gojek dijelaskan oleh Monita juga didukung oleh asuransi Alliance. Kemudian rekruitmen driver dipastikan sesuai dengan SOP yang berlaku di Gojek yang mana setiap driver diharuskan mencek SKCK secara berkala, edukasi driver dengan Taktikjek (Kode Etik Gojek), dan memberikan pelatihan berkelanjutan.

Leave a Comment