Review Smartphone

Review OPPO Reno2 – Generasi Kedua yang Lebih Canggih

Review OPPO Reno2 Header

Gadgetren – Selain Reno2 F, OPPO juga telah meluncurkan Reno2 di Indonesia dengan spesifikasi hardware yang lebih tinggi.

Dibandingkan OPPO Reno generasi pertama, perangkat terbaru ini mempunyai peningkatan di sisi hardware, kamera, dan kapasitas baterai. OPPO Reno2 ini pun mengandalkan Quad-Camera dengan kamera utama 48MP.

Berbeda dengan OPPO Reno generasi pertama yang hanya menggunakan kamera dengan lensa utama dan portrait, OPPO Reno2 dibekali dengan tambahan lensa telephoto, Wide Angle, dan monokromatik sehingga memiliki fungsi lebih beragam.

Sementara performanya bisa dibilang bertenaga berkat penggunaan chipset Qualcomm Snapdragon 730G dan RAM 8GB. Beralih ke sumber energinya, baterai berkapasitas 4.000mAh telah dibenamkan di dalamnya dengan dukungan fitur 20W VOOC Flash Charge 3.0 yang dapat mengisi daya baterai dengan sangat cepat.

Dengan performa dan kemampuan kamera yang ditawarkannya, apakan Reno2 ini mampu bertarung dengan produk premium di Indonesia?

Desain

OPPOReno2 Top Display

Bagian depan OPPO Reno2 dipenuhi dengan layar mempunyai bezel tipis tanpa poni sama sekali. Beralih ke bagian belakangnya, terdapat bodi yang dilapisi dengan kaca anti gores Corning Gorilla Glass 5 yang membuatnya terlihat cantik.

Apalagi saya mendapatkan unit yang mempunyai warna Sunset Pink dengan warna merah muda yang elegan dan akan terlihat seperti perpaduan warna merah muda dan putih ketika terkenal pantulan cahaya.

Meskipun cantik, namun debu dan noda sidik jari mudah menempel pada bagian belakangnya. Untuk itu, kamu dapat menyematkan casing tambahan yang sudah tersedia di dalam paket penjualannya.

Menuju bagian bawahnya, terdapat port jack audio 3,5mm, USB Type-C, dan lubang speaker. Sementara pada bagian kanannya terdapat tombol power dan slot untuk kartu SIM + microSD yang berjenis Hybrid. Selanjutnya, pada bagian kirinya terdapat tombol volume.

Layar

OPPOReno2 Display Video

Reno2 hadir dengan layar yang mempunyai lebar 6,5 inci dengan resolusi Full HD+ (2400 x 1080 piksel), berteknologi AMOLED, dan beraspek rasio 20:9 yang memenuhi bagian depan tanpa hadirnya poni sama sekali.

Bagian poni dapat dihilangkan karena kamera depannya menggunakan sistem Shark Fin Rising Camera sehingga tersimpan di bagian dalam smartphone. Kamera depannya akan naik ke atas apabila kamu melakukan foto selfie atau video call.

Untuk meminimalisir terjadinya goresan, kaca anti gores Corning Gorilla Glass 6 melapisi bagian atas layarnya. Terdapat juga fitur Night Shield dengan sertifikasi TUV Rheinland yang dapat melindungi mata penggunanya dari radiasi sinar biru.

Kamera

OPPOReno2 Quad Cam

OPPO Reno2 ini mempunyai fitur andalan Quad Camera atau empat kamera belakang yang terdiri dari kamera utama 48MP (apertur f/1.7), kamera Wide Angle 8MP (apertur f/2.2), kamera Telephoto (apertur f/2.4), dan kamera monokromatik 2MP (apertur f/2.4).

Kamera utama smartphone ini menggunakan sensor Sony IMX586 yang dapat menghasilkan foto hingga resolusi 48MP. Untuk kestabilan pengambilan foto dan video, terdapat Optical Image Stabilization pada kamera utamanya.

Sementara itu, kamera Wide Angle milik Reno2 mampu menghasilkan foto hingga sudut 116 derajat sehingga mampu memotret area lebih luas, namun dengan minim distorsi sehingga terlihat proporsional.

Selain itu, kamera Wide Angle juga dimanafaatkan oleh Reno2 untuk mengambil foto makro dari jarak 2,25cm dengan mengaktifkan fitur Ultra Macro. Sedangkan kamera Telephoto pada perangkat ini mampu melakukan foto jarak jauh dengan kualitas yang bagus pada 2x hingga 3,2x Optical Zoom.

Setelah lebih dari 3,2x hingga 5x, maka Reno2 akan melakukan Hybrid Zoom yang menggabungkan kamera telephoto, kamera Wide Angle, dan kamera utama sehingga kualitas foto jarak jauhnya masih terjaga.

Nantinya setelah lebih dari 5x hingga 20x maka kamera belakang Reno2 akan melakukan Digital Zoom. Untuk kamera monokromatiknya dapat digunakan untuk menghasilkan foto hitam putih yang akan memberikan nuansa klasik.

Fitur Ultra Night Mode juga telah disematkan pada perangkat ini yang dapat menghasilkan foto di malam hariĀ  lebih terang dan minim noise dibandingkan dengan mode Auto.

Terdapat juga fitur Ultra Dark Mode yang akan aktif ketika kondisi area sekitar hampir gelap atau di bawah 5 lux. Sebagai informasi, 1 lux diibaratkan seterang 1 cahaya lilin.

Setelah kamu mengaktifkan fitur Ultra Night Mode, maka Reno2 mendeteksi apakah cahaya area sekitar di bawah 5 lux atau tidak sebelum menggunakan fitur Ultra Dark Mode. Fitur ini dapat dihadirkan berkat tersematnya NPU (Neural Processing Unit) pada Snapdragon 730G yang dikombinasikan dengan algoritma pendeteksi gelap.

Soal urusan video, OPPO telah membekali Reno2 dengan fitur Ultra Steady Video dan Video Bokeh. Untuk Ultra Steady Video memungkinkan kamu dapat merekam video dengan stabil dan bebas guncangan, meskipun dalam kondisi berjalan, berlari, maupun berkendara.

Fitur Ultra Steady Video dapat dihadirkan berkat kombinasi Gyroscope 800Hz, Electronic Image Stabilization (EIS), Optical Image Stabilization (EIS), dan resolusi Full HD (1080p) 60fps.

Sedangkan Video Bokeh memungkinkan kamu dapat merekam video dengan obyek yang fokus dan latar buram sehingga terlihat unik. Bahkan fitur ini dapat digunakan pada kamera depan dan belakangnya. Apalagi tingkat blur dari bokehnya dapat ditentukan sebelum video diambil.

Menariknya, Reno2 ini mempunyai aplikasi untuk pengeditan video yang bernama SOLOOP. Aplikasi ini memungkinkan kamu dapat mengedit dan memproduksi video secara cepat yang dapat ditambahkan filter, musik, subtitle, hingga smart template.

Beralih ke bagian depannya, terdapat kamera beresolusi 16MP yang berada di dalam Reno2. Kamera ini akan muncul ke atas dengan bentuk Shark Fin Rising Camera ketika digunakan untuk berfoto selfie, wefie, atau video call.

Berikut ini merupakan hasil foto dan video dari kamera belakang dan depan dari OPPO Reno2. (sentuh semua gambar untuk melihat resolusi aslinya)

Kamera belakang

Normal

Reno2-Canvas-48MP48MP

Normal

Reno2-Buah-DazzleColorDazzle Color

Reno2-KBR-NormalNormal

Reno2-KBR-UltrawideWide Angle

Reno2-Gunung-NormalNormal

Reno2-Gunung-UltrawideWide Angle

Reno2-Bromo1-NormalNormal

Reno2-Bromo1-2xOptical2x Optical Zoom

Reno2-Bromo1-5xHybrid5x Hybrid Zoom

Reno2-Pura-NormalNormal

Reno2-Pura-2xOptical2x Optical Zoom

Reno2-Pura-5xHybrid5x Hybrid Zoom

Reno2-Teratai-Macro

Reno2-Kecapi-Macro

Reno2-Bunga-Ultramacro

Reno2-Totoro-Macro

Reno2-JatimPark-NormalNormal

Reno2-JatimPark-UltraNightModeUltra Night

Reno2-JatimPark3z-NormalNormal

Reno2-JatimPark3z-UltraNightModeUltra Night

Reno2-Normal-BromoNormal

Reno2-UltraDarkMode-BromoUltra Dark Mode

Reno2-Hotel-NormalNormal

Reno2-Hotel-UltraDarkModeUltra Dark Mode

Reno2-BW1-R6

Reno2-BW2-R6

Kamera depan

Normal

Reno2-Selfie-BokehSelfie Bokeh + Beauty

Ultra Steady Video

Video Bokeh

Performa

OPPOReno2 Pinggir

OPPO Reno2 hadir dengan chipset Qualcomm Snapdragon 730G Octa-Core (2x inti 2,2 GHz Kryo 470 Gold dan 6x inti 1,8 GHz Kryo 470) berteknologi fabrikasi 8nm yang didampingi dengan RAM 8GB dan storage internal 256GB. Dengan kombinasi hardware tersebut, pihak OPPO mengklaim bahwa perangkat ini mampu menjalankan game atau aplikasi dengan cepat.

Untuk membuktinya, saya pun langsung menjalankan beragam aplikasi yang biasa digunakan untuk aktivitas sehari-hari secara multitasking. Kombinasi RAM berkapasitas besar dan chipset yang cepat membuat Reno2 mampu menjalan aplikasi secara multitasking dengan lancar tanpa lag.

Pada tahap selanjutnya, saya menjalankan beberapa game populer di Indonesia pada Reno2 yang terdiri dari PUBG Mobile, Call of Duty Mobile, Mobile Legends, Arena of Valor, dan Final Fantasy XV Pocket Edition.

Semua game ini mampu saya jalankan dengan lancar meskipun menggunakan grafis dan frame rate yang tinggi. Apalagi pada game Call of Duty, frame rate dan grafisnya mampu diatur hingga Very High.

Pihak OPPO juga menghadirkan fitur Hyper Boost 2.0 pada Reno2 yang dapat meningatkan performanya ketika game sedang dijalankan. Selain itu, Hyper Boost 2.0 ini juga hadir dengan Frame Boost yang mampu menstabilkan frame rate dan Touch Boost yang meningkatkan respon sentuhan ketika game dimainkan.

Untuk mengaktifkan fitur Hyper Boost 2.0 pada game, kamu hanya perlu memasukkan aplikasi atau game ke dalam folder Game Space yang terdapat di home screen. Bahkan kamu pun dapat mengatur performa game menjadi lebih tinggi dengan mengaktifkan Competitive Mode pada Game Space.

Tak ketinggalan, saya juga melakukan benchmark pada Reno2 dengan menggunakan tiga aplikasi yang terdiri dari AnTuTu v8.0.2-OB, Geekbench 4, dan Geekbench 5. Hasilnya, Reno2 mampu menghasilkan skor mencapai 258.598 poin pada AnTuTu.

OPPO Reno2 Benchmark Perform

Sementara pada Geekbench 4, smartphone ini berhasil mendapatkan 2.541 poin untuk Single-Core dan 6.901 poin untuk Multi-Core. Pada Geekbench 5, Reno2 mendapatkan 547 poin untuk Single-Core dan 1.737 poin untuk Multi-Core.

Perbedaan algoritma di sistem pengujian antara Geekbench 4 dan Geekbench 5 menyebabkan juga perbedaan skor yang dihasilkan. Bisa dibilang Geekbench 4 mempunyai skor yang lebih tinggi dibandingkan dengan Geekbench 5.

Namun apabila dilihat pada benchmark yang dihasilkan dari ketiga aplikasi ini membuktikan bahwa Reno2 mempunyai performa yang bertenaga. Dengan kata lain, smartphone ini mampu bersaing dengan smartphone premium lainnya di Indonesia.

Baterai

OPPOReno2 Fingerprint

Smartphone ini hadir dengan baterai berkapasitas 4.000mAh yang diklaim oleh pihak OPPO mampu bertahan lama dalam pemakaian normal. Untuk itu, saya pun langsung menjalankan benchmark menggunakan aplikasi PCMark for Android Benchmark.

Saya melakukan pengujian dengan fitur Work 2.0 Battery Life karena PCMark akan menjalankan simulasi pemakaian sehari-hari. Selain itu, pengujian dilakukan dengan kondisi baterai dari 100% pada tingkat kecerahan 50%.

Hasilnya, OPPO Reno2 mampu mendapatkan waktu PCMark for Android Benchmark yang mencapai 14 jam 16 menit. Selain itu, saya pun menjalankan beragam aktivitas sehari-hari untuk mengujinya secara langsung.

OPPO Reno2 Benchmark

Aktivitas sehari-hari yang saya jalankan terdiri dari telepon, chat, SMS, editor dokumen, media sosial, pemutar musik sesekali, hingga pemutar video. Terlihat bahwa Reno2 mampu bertahan selama 28 jam dengan Screen on Time 6 jam 18 menit.

Tentu saja daya tahannya juga akan lebih rendah ketika Screen on Time yang digunakan lebih banyak. Sementara itu, saya juga menggunakan dua kartu SIM pada saat pengujian dilakukan.

Hasil di atas memperlihatkan bahwa OPPO Reno2 mampu membuat konsumsi daya baterainya lebih efisien sehingga memiliki daya tahan baterai yang lama. Sementara itu, Reno2 juga dibekali dengan VOOC Flash Charge 3.0 yang diklaim OPPO mampu mengisi daya baterai dari kondisi 0% ke 100% hanya dalam waktu 80 menit.

Pada saat saya mengisi daya baterai OPPO Reno2 dari kondisi 7% ke 100%, VOOC Flash Charge 3.0 mampu mengisinya dengan cepat hanya dalam waktu 95 menit. Bisa dibilang pengujian nyatanya hampir mendekati klaim dari pihak OPPO.

In-Display Fingerprint dan Face Unlock

OPPOReno2 Shark Fin

Berkat penggunaan teknologi AMOLED, sensor fingerprint dapat disematkan di dalam layar perangkat ini. Pada saat saya mencobanya, sensor ini mampu mengenali sidik jari dengan cepat.

OPPO Reno2 mengizinkan hingga lima sidik jari berbeda untuk didaftarkan pada sensor ini. Sebagai alternatifnya, telah disematkan juga fitur Face Unlock yang memungkinkan saya dapat membuka kunci layar hanya menggunakan wajah.

Setelah saya menghadapkan wajah di depan layar, Reno2 langsung membuka kamera depannya dari bagian dalam dan langsung mendeteksi wajah dengan cepat. Hanya satu wajah yang diizinkan untuk didaftarkan pada fitur Face Unlock.

Sementara itu, Reno2 akan membuat layarnya menjadi lebih terang untuk mengakali pemindaian wajah pada kondisi minim cahaya atau gelap. Selain untuk membuka kunci layar smartphone, fitur Face Unlock dan sensor fingerprint ini dapat digunakan untuk membuka aplikasi yang telah dikunci dengan fitur bawaan ColorOS 6.1.

ColorOS 6.1

OPPO Reno2 ColorOS 6 1

Reno2 sudah langsung ditanamkan ColorOS 6.1 berbasiskan sistem operasi Android 9 Pie. Tampilan antarmuka dan navigasi yang dihadirkan pada ColorOS 6.1 ini lebih simpel dan mudah dibandingkan ColorOS generasi sebelumnya.

ColorOS 6.1 ini sendiri membawa dua tampilan home screen yang terdiri dari Drawer dan tanpa Drawer. Secara bawaannya, OPPO Reno2 akan menggunakan home screen dengan tampilan Standar Mode tanpa Drawer.

Penggunaan Drawer atau tanpa Drawer sendiri tergantung dari selera penggunanya masing-masing. Namun apabila kamu menyukai tampilan home screen dengan Drawer, maka dapat mengaktifkan Drawer Mode pada menu Settings di Reno2.

ColorOS 6.1 ini sendiri hadir dengan beberapa fitur menarik yang sering saya gunakan seperti App Cloner, App Split-Screen, Smart Assistant, dan Screenshot dengan 3 jari.

App Split-Screen ini memungkinkan saya untuk dapat menjalankan dua aplikasi sekaligus dalam satu layar. Misalnya saja, saya dapat menjalankan YouTube sekaligus WhatsApp secara bersamaan.

Sementara, App Cloner memungkinkan saya dapat menyematkan dua akun media sosial sekaligus. Misalnya saya menggandakan aplikasi Facebook atau WhatsApp pada Reno2 sehingga dapat memasukkan dua akun berbeda.

Screenshot 3 jari merupakan fitur yang sering saya gunakan pada OPPO Reno2, dimana saya cukup menyapu atau swipe dengan 3 jari yang dirapatkan dari bagian atas layar ke tengah. Bisa dibilang fitur ini lebih cepat dibandingkan menggunakan kombinasi tombol fisik untuk screenshot.

Selanjutnya, Smart Assistant merupakan fitur yang akan memberikan informasi secara pintar bagi penggunanya mulai dari cuaca, kalender, langkah kaki, foto-foto, kotak favorit, dan pintasan aplikasi populer.

Kesimpulan

OPPO Reno2 Film

Saya merasa puas ketika menggunakan OPPO Reno2 dalam waktu beberapa minggu, terutama berkat performa yang bertenaga, fitur Quad Camera, dan daya tahan baterainya.

Saya dapat menjalankan game atau aplikasi sehari-hari secara lancar tanpa hambatan. Sedangkan Quad Camera dengan kamera utama, Wide Angle, Telephoto, dan monokromatik mampu membuat saya bebas bereksperimen menghasilkan foto yang menarik.

Bahkan terdapat juga fitur Ultra Steady Video yang membuat saya mampu merekam video dengan stabil, meskipun sedang bergerak. Sedangkan fitur Video Bokeh dapat menghasilkan video yang mempunyai efek bokeh dengan rapi.

Selama penggunaan sehari-hari, saya pun merasa bahwa OPPO Reno2 ini memiliki daya tahan baterai yang lama sehingga memungkinkan saya hanya perlu melakukan sekali cas setiap harinya.

Meskipun bodinya memiliki desain dan warna yang cantik, namun debu dan noda sidik jari mudah menempel sehingga sebaiknya menyematkan casing tambahan agar membuatnya tetap aman.

Produk ini sendiri hadir dengan fitur NFC yang memungkinkan saya dapat mengecek atau mengisi e-money maupun mentransfer data. Dengan fitur dan kemampuan yang ditawarkan, saya rasa OPPO Reno2 ini mampu menjadi salah satu smartphone pilihan pada harga Rp 7.999.000.

Kelebihan

  • Hasil foto kamera depan dan belakang bagus
  • Ultra Steady Video + Video Bokeh
  • Performa bertenaga
  • Daya tahan baterai lama
  • NFC
  • Pengisian daya baterai cepat

Kekurangan

  • Slot kartu Hybrid
  • Debu dan Noda sidik jari mudah menempel
OPPO Reno2
  • Editor Rating
  • Rated 4.5 stars
  • 80%

  • OPPO Reno2
  • Diulas oleh:
  • Dirilis pada:
  • Terakhir diperbarui: November 21, 2019
  • Layar
    Editor: 90%
  • Performa
    Editor: 90%
  • Kamera
    Editor: 90%
  • Baterai
    Editor: 80%
  • Software
    Editor: 80%
  • Desain
    Editor: 90%

Tinggalkan Komentar