Smartphone

Apa Itu Harmony OS besutan Huawei? Sudah Ada Yang Menggunakannya?

Harmony OS Feature

Gadgetren – Pada tanggal 9 Agustus 2019 silam, Huawei mengadakan acara besar yang bernama Huawei Developer Conference di Tiongkok.

Dalam ajang tersebut, Huawei secara resmi meluncurkan sistem operasi buatannya sendiri yang bernama Harmony OS. Berdasarkan bocoran yang beredar sebelumnya, sistem operasi ini akan digunakan untuk menggantikan sistem operasi Android terkait masalah antara Huawei dengan Amerika Serikat.

Sebelum muncul permasalahan antara Amerika Serikat dan Huawei, ternyata perusahaan asal Tiongkok ini tengah mengembangkan Harmony OS atau disebut Hongmeng dalam bahasa Mandarin dari sejak tahun 2017.

Namun nyatanya, Harmony OS besutan Huawei ini merupakan sistem operasi ringan yang cerdas untuk beragam perangkat mulai dari smartphone, televisi, mobil, smartwatch, speaker, wearable, smarthome, dan perangkat Internet of Things (IoT).

Dengan integrasi terhadap banyak perangkat ini menjadikan Harmony OS sebagai sistem operasi yang serba bisa. Menurut Richard Yu selaku CEO dari Huawei Consumer Business Group, alasan Harmony OS dikembangkan dikarenakan kini sudah mulai memasuki era cerdas sehingga orang-orang memerlukan pengalaman menyeluruh dari semua perangkat yang ada.

Hal ini pun mendorong Huawei dalam mengembangkan Harmony OS sebagai sebuah sistem operasi yang dapat terus berimprovisasi sehingga mendukung semua kebutuhan di berbagai perangkat dan platform sehingga dapat memenuhi kebutuhan penggunanya dengan tingkat keamanan yang bagus.

Huawei juga bertujuan menghadirkan ekosistem perangkat yang terintegrasi dengan aman, cerdas, dan dapat diandalkan untuk memudahkan penggunanya dalam melakukan aktivitas sehari-hari.

Harmony OS ini mempunyai Inter Process Communication (IPC) dan Deterministic Latency Engine bekecepatan tinggi sehingga sumber daya perangkat yang menggunakan sistem operasi ini akan memprioritaskan tugas ke aplikasi yang sedang berjalan dan membutuhkan kinerja tinggi.

Harmony OS ini menggunakan basis mikrokernel yang berbeda dengan Android berbasis Linux. Dengan kata lain, Harmony OS lebih tepat dikatakan bersaing dengan sistem operasi Google Fuchsia yang sama-sama menggunakan mikrokernel.

Untuk menghindari masalah keamanan di masa mendatang, pihak Huawei pun menegaskan bahwa Harmony OS ini tidak akan memberikan akses root kepada penggunanya. Hal ini dilakukan agar Harmony OS nasibnya tidak seperti Android yang mudah terserang malware karena akses root diaktifkan.

Huawei menyematkan sistem operasi ini pertama kali bukan pada smartphone melainkan Smart TV Honor Vision. Televisi pintar ini mempunyai lebar layar 55 inci dengan bezel tipis yang mampu membuat nilai screen-to-body mencapai 94 persen sehingga layarnya terlihat sangat lega hampir tidak ada tepi.

Selain cerdas, smart TV Honor Vision ini memiliki fitur untuk memutar video beresolusi 4K 60fps, mendukung pemrosesan gambar hingga 64 MP, asisten virtual, noise reduction, dan masih banyak lagi

Namun kita belum mengetahui ke depannya perangkat mana saja yang akan Huawei implementasikan Harmony OS. Bisa saja Huawei akan mencoba sistem operasi ini pada smartphone seri Mate 30 yang beberapa bulan lagi dirilis.

Menurut kamu, apakah Harmony OS ini mampu menjadi sistem operasi utama dari semua produk Huawei di masa mendatang?

Tinggalkan Komentar