
Gadgetren – Signify yang sebelumnya dikenal dengan nama Phillips Lighting telah mengadakan Signify Innovation Day 2026 yang membawa tagline Light The Future.
Dalam acara ini, Signify mengumpulkan para ahli dan praktisi dari beragam sektor mulai dari properti hingga green building untuk membahas topik yang bertajuk Achieving Sustainability Goals and Business Growth Through Future-Ready Buildings.
Signify berupaya untuk menciptakan ruang lingkup yang aman, nyaman, mobilitas lebih baik, dan infrastruktur yang dapat mendukung aktivitas masyarakat untuk mendorong ekonomi lewat transformasi kota yang lebih pintar.
Diskusi yang berlangsung dalam ajang Signify Innovation Day 2026 mencakup bagaimana tren dan regulasi untuk bangunan yang tergolong future-ready hingga melakukan integrasi strategi bisnis dan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) untuk jangka panjang.

Tidak hanya itu saja, Signify juga mendorong kebijakan Net Zero Emission pada tahun 2060 dengan tujuan konservasi energi lewat mengubah energi fossil ke energi terbarukan. Signify berupaya untuk menghadirkan solusi pencahayaan yang bisa membawa Indonesia lebih maju, pintar, dan keberlanjutan.
Maka dari itu beralih ke pencahayaan berbasis LED disebut dapat menghemat konsumsi daya hingga 50%. Bahkan untuk pencahayaan pintar seperti Smart LED berpotensi untuk meningkat efisiensi lagi hingga sebesar 20%.
Salah satu kendala yang kerap dihadapi terletak perbedaan pandangan antara sektor privat dan publik yang menyebabkan eksekusi berjalan kurang baik. Oleh karena itu memiliki data yang bisa dijadikan acuan disebut dapat menjadi titik temu antar keduanya dalam menyelaraskan perencanaan.

Selain itu kendala juga ditemukan saat pelanggan ada yang ingin berpindah ke teknologi terbaru, namun tidak memiliki dana untuk melakukannya. Signify pun menghadirkan konsep Light as Service sebagai solusi untuk membantu transformasi berkelanjutan. Contohnya seperti yang ada di Jakarta dengan konsep circularity lighting dimana melakukan retrofit pada kepala lampu yang sudah ada supaya tidak menjadi limbah.
Nantinya Signify akan menjadi pihak yang membuat investasi awal dalam membantu pelanggan migrasi dari lampu konvensional ke lampu LED. Nantinya hasil penghematan dari efisiensi dan turunnya konsumsi akan dibagi ke Signify sesuai kesepakatan. Setelahnya pelanggan dapat menikmati keuntungan dalam jangka panjang.
Signify percaya bahwa saat ini ada perubahan tren sehingga tidak lagi hanya sekadar menjual perangkat keras melainkan menjual pencahayaan itu sendiri atau biasanya diukur dalam satuan Lumens sehingga pelanggan bisa lebih jelas mengetahui apa yang didapatkannya.

Tidak hanya sesi pemaparan, Signify Innovation Day 2026 juga memiliki sesi demo untuk ragam solusi pencahayaan dari Signify yang dapat diaplikasikan untuk berbagai kebutuhan mulai dari perkantoran, industri, lanskap, stadion, penerangan jalan, hingga hotel.
Sebelumnya Signify sendiri lewat program CSR bernama Kampung Terang Hemat Energi telah memberikan penerangan lebih dari 130 ribu orang di daerah-daerah terpencil. Penerangan tenaga surya membantu mobilitas warga dan medis hingga membuka pula peluang aktivitas warga di malam hari.
Indonesia sendiri disebut berkontribusi hingga sepertiga dari pasar Signify di Asia Tenggara sehingga menjadi wilayah penting bagi Signify. Apalagi potensinya masih terus berkembang dimana salah satunya lewat langkah berani yang diambil pemerintah Indonesia untuk menghadirkan teknologi terbaru untuk bisa mencapai Net Zero Emission pada tahun 2060.


Tinggalkan Komentar