
Review Edifier W80
- Rating
Kesimpulan
Edifier W80 merupakan headphone yang sangat menarik bagi pekerja, mereka yang sering bepergian, maupun penikmat musik yang menginginkan perangkat audio dengan daya tahan baterai panjang serta fitur noise cancelling yang mumpuni.
Yang Disukai
- Sangat tahan lama
- ANC ok di kelasnya
- Audio yang balance
- Fitur equalizer yang lebih luas
Yang Tidak Disukai
- Bikin telinga agak panas dalam penggunaan lama
- Ada sedikit latency
Gadgetren – Edifier kembali merilis headphone terbaru di Indonesia yang kali ini bertepatan dengan ulang tahun ke-30 mereka yaitu Edifier W80.
Headphone ini hadir dalam paket spesial yang berisi speaker portabel MP85, kaos, gantungan kunci, stiker, serta pin magnet sebagai bonus.
Harganya pun tergolong menarik dengan bonus sebanyak itu. Edifier W80 dijual seharga Rp1.499.000 untuk 200 unit pertama, sebelum kemudian naik menjadi Rp1.599.000.
Lantas bagaimana kualitas suara dan fitur yang ditawarkan Edifier W80? Simak ulasan berikut.
Desain dan Kenyamanan

Edifier W80 mengusung desain yang cukup sederhana dan tidak mencolok. Varian yang saya gunakan hadir dengan balutan warna hitam yang memberi kesan elegan.
Meski terlihat minimalis, ada beberapa detail yang membuat tampilannya lebih menarik seperti tekstur menyerupai kulit pada cangkang earcup serta aksen berwarna emas.
Bagian headband menggunakan material metal fleksibel dengan warna perak alami. Yang saya suka, permukaannya menggunakan finishing brushed sehingga tidak terlalu mengilap sekaligus tidak mudah terlihat baret.

Panjang headband dapat disesuaikan dan kedua earcup juga bisa diputar agar lebih pas mengikuti bentuk kepala.
Selama digunakan, headphone ini terasa nyaman berkat earpad berbahan memory foam yang empuk. Namun karena materialnya tidak breathable, telinga saya mulai terasa agak hangat saat dipakai dalam waktu lama.
Ketika tidak digunakan, Edifier W80 dapat dilipat dan disimpan ke dalam tas kecil yang sudah disertakan sehingga lebih praktis dibawa bepergian.
Pengoperasian

Edifier menempatkan tombol volume, power, dan pairing di sisi kanan headphone yang masing-masing juga memiliki fungsi tambahan.
Tombol volume dapat ditekan dan ditahan untuk berpindah lagu sedangkan tombol power ditekan sekali untuk memutar maupun menjeda musik. Sementara itu tombol pairing bisa berfungsi untuk mengganti mode suara.
Fungsi tambahan tombol pairing bisa dikustomisasi melalui aplikasi tetapi hanya sebatas menentukan mode suara apa saja yang akan bergantian saat tombol tersebut ditekan.

Di sisi kanan juga terdapat port USB Type-C untuk mengisi daya sedangkan sisi kiri dilengkapi jack audio 3,5 mm.
Menariknya ketika headphone dalam kondisi mati, kita tetap bisa mendengarkan musik menggunakan kabel audio. Hanya saja kualitas suaranya memang tidak sebagus saat headphone dinyalakan.
Kualitas Suara

Untuk kelas harganya, saya bisa bilang kualitas suara Edifier W80 sudah sangat baik. Headphone ini mendukung codec LDAC dengan sampling rate 44,1 kHz atau 48 kHz yang dapat ditingkatkan hingga 96 kHz.
Karakter suaranya cenderung seimbang. Vokal terdengar jelas, sementara bass tetap terasa meski bukan tipe yang menghentak. Dengan kata lain, setelan bawaan headphone ini memang bukan ditujukan bagi pencinta bass berlebihan.
Kabar baiknya, Edifier menyediakan fitur equalizer melalui aplikasi EDIFIER ConneX. Kita bisa mengatur frekuensi suara secara bebas, membuat beberapa profil equalizer, hingga mengimpor atau membagikannya melalui kode QR.

Selama saya gunakan untuk mendengarkan berbagai genre musik, Edifier W80 terasa menyenangkan dengan detail instrumen yang tetap terdengar jelas.
Berkat kombinasi isolasi suara pasif dari desain over-ear dan fitur Active Noise Cancelling (ANC) yang mampu meredam kebisingan hingga -49 dB, suara AC di ruang kerja saya maupun suara anak-anak yang bermain di luar hanya terdengar sayup-sayup.
Jika ingin tetap mendengar suara sekitar, tersedia pula mode Ambient Sound. Mode ini bekerja dengan baik sehingga suara dari luar jadi dapat terdengar cukup jelas.
Didukung Bluetooth 5.4, koneksi headphone ini juga stabil. Saat saya menjauh sekitar 10 meter dari handphone dan terhalang beberapa dinding beton, musik tetap diputar dengan lancar tanpa suara putus-putus.

Edifier W80 juga mendukung multipoint connection sehingga dapat terhubung ke dua perangkat sekaligus. Namun suara hanya akan diputar dari perangkat yang lebih dulu mengeluarkan audio.
Artinya kita tidak bisa mendengarkan musik dari handphone sambil langsung mendengar suara dari laptop. Musik di handphone harus dihentikan terlebih dahulu agar audio dari laptop bisa diputar.
Selama pengujian menggunakan Galaxy S26 Ultra, saya merasakan latensi sekitar 100 milidetik. Untuk mendengarkan musik atau menonton video sebenarnya tidak menjadi masalah, tetapi bagi yang sangat memperhatikan sinkronisasi suara saat bermain game atau menonton film, hal ini mungkin agak mengganggu.
Untuk kualitas mikrofon, hasil rekaman suaranya biasa saja. Suara saya terdengar sedikit pecah sehingga menurut saya lebih cocok digunakan untuk panggilan telepon daripada kebutuhan perekaman suara. Memang pada dasarnya headphone ini lebih difokuskan untuk memberikan pengalaman mendengarkan musik.
Daya Tahan Baterai

Soal daya tahan baterai, Edifier W80 benar-benar membuat saya tidak perlu sering mengecek sisa baterainya.
Dengan ANC aktif pada mode High, baterainya hanya berkurang sekitar 10% setelah digunakan mendengarkan musik secara nonstop selama 8,5 jam.
Edifier sendiri mengklaim headphone ini mampu bertahan hingga 65 jam dengan ANC nonaktif dan sekitar 40 jam saat ANC aktif. Dari pengalaman saya menggunakannya, klaim tersebut terasa cukup masuk akal sehingga pengguna tidak perlu terlalu khawatir soal daya tahan baterainya.
Kesimpulan

Edifier W80 merupakan headphone yang sangat menarik bagi pekerja, mereka yang sering bepergian, maupun penikmat musik yang menginginkan perangkat audio dengan daya tahan baterai panjang serta fitur noise cancelling yang mumpuni.
Desainnya sederhana namun tetap elegan sehingga cocok digunakan sebagai pelengkap outfit sehari-hari. Ditambah lagi harganya masih tergolong kompetitif untuk fitur yang ditawarkan, apalagi hadir dalam paket edisi spesial ulang tahun ke-30 Edifier yang berisi berbagai bonus menarik.
Kekurangannya, material earpad yang kurang breathable membuat telinga terasa lebih hangat saat digunakan dalam waktu lama. Selain itu latensinya juga masih cukup terasa bagi pengguna yang sensitif terhadap sinkronisasi audio saat bermain game atau menonton film.


Tinggalkan Komentar