Gadgetren – Tersedia secara resmi di Indonesia dengan label harga Rp3.599.000, vivo Y31d mungkin belum membawa spesifikasi dan dukungan yang mampu memenuhi harapan seluruh pengguna.
Ponsel kelas entri besutan vivo ini masih mempunyai sejumlah kekurangan yang ikut hadir bersama berbagai keunggulannya. Supaya tidak menyesal setelah membelinya, pengguna perlu menimbangnya secara matang-matang.
Meskipun bukan perangkat yang sempurna, vivo Y31d sebenarnya masih sangat layak untuk dipertimbangkan. Pengguna secara khusus dapat memilihnya apabila memerlukan sebuah ponsel yang nyaman untuk beraktivitas.
Kelebihan vivo Y31d
1. Desain Cantik dengan Keandalan yang Sangat Tinggi
Hadir menyasar segmen entri, vivo Y31d tampil cantik dalam sentuhan khas ponsel vivo. Bodinya membawa desain panel sederhana dengan lengkungan yang memancarkan kesan premium pada keempat sudutnya.
Panelnya terlihat sempurna dalam balutan desain Satin 3D yang secara khusus hadir lewat varian warna putih satin. Terdapat juga varian warna hitam permata yang memancarkan kesan lebih elegan.
Penggunaan cincin dengan aksen metalik pada modul kamera belakang turut memperkuat daya tarik desainnya. Di samping itu, sentuhan premium tersebut membuat lensanya terlihat lebih solid.
Apalagi bukan hanya sekadar cantik, bodi vivo Y31d juga menawarkan tingkat keandalan pemakaian yang luar biasa. Berbagai uji ketahanan ekstrem telah berhasil dilewatinya tanpa kendala.

Ketangguhan bodinya sudah terbukti melalui sertifikasi ketahanan bintang lima dari SGS maupun ketahanan guncangan tingkat militer berdasarkan standar GJB 150. Bahkan dalam klaimnya, ponsel ini dapat bertahan dengan baik setelah dijatuhkan dari ketinggian 15 meter di atas permukaan rumput.
Untuk melengkapi ketangguhan yang ditawarkan, vivo Y31d turut dilengkapi dengan case pelindung tahan benturan. Aksesori tambahan tersebut membawa teknologi airspring yang mampu meredam guncangan serta ketahanan gores yang mumpuni.
Sama seperti model Pro yang meluncur lebih dulu, ketangguhan bodinya semakin lengkap dengan perlindungan air dan debu yang menyeluruh. Perangkat ini berhasil mengemas IP69+ yang mana menunjukkan bahwa ketahanannya telah memenuhi peringkat IP68 dan IP69 sekaligus.
Peringkat IP68 secara khusus menunjukkan bahwa ponsel telah berhasil melewati uji perendaman dengan kedalaman hingga 1,5 meter selama 30 menit. Sementara di sisi lain, peringkat IP69 mengindikasikan bahwa perangkat memiliki ketahanan yang baik terhadap semprotan bertekanan tinggi maupun air panas.
2. Baterai Berkapasitas Jumbo
Sektor daya turut melengkapi keunggulan yang ditawarkan oleh vivo Y31d. Ketahanan baterai miliknya tergolong sangat tinggi sesuai dengan tagar #gakhabishabis yang digunakan dalam peluncurannya.
Dimensi bodinya memang tidak menunjukkan bahwa ponsel ini mengemas kapasitas penyimpanan daya yang besar. Hanya saja dengan teknologi BlueVolt yang menawarkan kepadatan tinggi, baterainya ternyata mampu menampung hingga 7.200mAh.
Dengan kapasitas tersebut, pengguna dapat menjalani berbagai rutinitas tanpa perlu khawatir cepat kehabisan daya. Baterai bahkan diklaim mampu menyala hingga 14 hari dalam mode siaga, 72 jam untuk mendengar musik, atau 45 jam untuk menonton video secara nonstop.
Baterainya pun bukan hanya sekadar berkapasitas besar tetapi juga menawarkan usia pemakaian yang panjang. Pengguna dapat memakainya selama bertahun-tahun tanpa khawatir kinerja penyimpanan dayanya menurun drastis.
Bahkan dalam klaimnya, baterai vivo Y31d bakalan mampu mempertahankan 80% kemampuannya setelah lebih dari 1.600 siklus pengisian daya penuh atau setara dengan 6 tahun penggunaan.
3. Pengisian Daya Unggulan
Ketahanan daya vivo Y31d semakin lengkap dengan hadirnya teknologi pengisian 44W FlashCharge. Dengan dukungan tersebut, pengguna bisa beraktivitas kembali tanpa perlu menunggu terlalu lama.
Teknologi pengisian tersebut memungkinkan baterai perangkat terisi secara lebih cepat. Pengguna diklaim hanya memerlukan waktu sekitar 43 menit untuk mengisi hingga kapasitas 50%.

Buat pengguna yang tetap perlu menggunakan perangkat saat baterainya habis, vivo Y31d juga sudah dilengkapi dengan teknologi Bypass Charging. Pengguna bisa beraktivitas sembari memakai adaptor pengisi daya.
Dapat meneruskan arus langsung dari adaptor ke mesin utama, Bypass Charging akan membuat baterai menjadi lebih awet. Kinerja perangkat pun bisa tetap terjaga karena peningkatan panas dari pengisian akan berkurang.
4. OriginOS yang Kaya Fitur
Dukungan mutakhir dari sisi peranti lunak membuat vivo Y31d bakalan terasa makin nyaman untuk digunakan. Sejak pertama kali dinyalakan, ponsel ini akan menjalankan antarmuka sistem OriginOS generasi terbaru.
Menjalankan sistem berbasis Android 16, OriginOS bukan hanya relevan untuk pemakaian di masa sekarang. Antarmuka tersebut turut dilengkapi dengan berbagai fitur kecerdasan buatan sebagai penunjang.
Pengguna di antaranya dapat menjumpai fitur vivo DocMaster yang dapat digunakan untuk mengolah dokumen hingga gambar, AI Creation untuk mengelola tulisan, AI Transcript Assist untuk mengubah rekaman menjadi teks, maupun AI Captions menampilkan teks percakapan dalam panggilan.
Fitur cerdas juga hadir pada fungsi pengeditan gambar, di mana termasuk AI Magic Move yang berguna untuk memindahkan obyek, AI Erase 2.0 untuk menghapus gangguan, serta AI Photo Enhance untuk meningkatkan kualitas foto.
Selain fitur cerdas, OriginOS juga memperkenalkan Origin Island yang berfungsi selayaknya Dynamic Island milik iPhone, Drag & Go untuk menyimpan atau membagikan berbagai jenis konten secara praktis, serta Spring Animation untuk menghadirkan tampilan animasi yang lebih interaktif.
5. Sudah Dilengkapi Speaker Ganda
Dibanderol dengan harga Rp3 jutaan, vivo Y31d menawarkan dukungan audio berkualitas lewat penggunaan speaker ganda. Pengguna dapat memakainya untuk menikmati alunan berbagai musik, video, hingga game secara lebih imersif.
Ditambah lagi, speaker yang digunakan turut disokong dengan fitur Audio Booster. Pengguna dapat mendengar berbagai konten secara jelas di berbagai macam kondisi dengan pengaturan volume suara hingga 400%.
Kekurangan vivo Y31d
1. Konfigurasi Mesin yang Ketinggalan
Seperti apa yang sudah disinggung di bagian awal, vivo Y31d sayangnya memiliki sejumlah keterbatasan yang perlu diperhatikan. Salah satu di antaranya terletak pada konfigurasi mesin yang digunakan.
Ditenagai dengan Qualcomm Snapdragon 685, kinerja perangkat sebenarnya sudah mencukupi untuk menjalani rutinitas sehari-hari secara lancar. Pengguna sudah dapat memakainya untuk menjalankan berbagai macam aplikasi dan game tanpa hambatan.
Sayangnya dengan harga lebih dari Rp3 juta, Snapdragon 685 bukan pilihan yang menarik. Chipset tersebut tergolong rendah karena beberapa perangkat sekelasnya sudah membawa dapur pacu yang lebih mumpuni.
Diperkenalkan pada tahun 2023 silam, Snapdragon 685 di sisi lain termasuk chipset yang sangat ketinggalan. Basis intinya masih memakai arsitektur ARM Cortex-A73 dan Cortex-A53.
Chipset bermanufaktur 6nm tersebut juga masih mengunggulkan konektivitas jaringan 4G. Padahal dengan harga lebih dari Rp3 juta, kebanyakan perangkat sudah mendukung teknologi 5G.
2. RAM Cukup Terbatas
Seolah ikut terkena dampak kelangkaan memori, vivo Y31d meluncur ke Indonesia dengan dukungan RAM yang cukup terbatas. Kedua varian miliknya hanya membawa kapasitas sebesar 4GB.
RAM padahal memegang peranan penting dalam pengelolaan data yang dibutuhkan dalam pemrosesan. Dengan kapasitas 4GB, sebuah ponsel bisa kewalahan saat perlu menangani aplikasi yang berat atau banyak tugas secara bersamaan.
Untungnya sebagai penunjang, vivo Y31d masih dilengkapi fitur Extended RAM yang dapat digunakan untuk memperluas kapasitas RAM dengan tambahan memori virtual hingga 4GB.
Extended RAM memang akan menggunakan sebagian penyimpanan pada ponsel. Hanya saja, pengguna tak perlu khawatir kehabisan ruang kosong karena media internal perangkat ini tergolong besar di mana berkapasitas hingga 128GB.
3. Layar Masih HD+
Tampil menggoda dengan ukuran seluas 6,75 inci, sektor layar turut menjadi catatan tersendiri. Resolusi yang didukung soalnya tergolong rendah jika dibandingkan dengan kebanyakan ponsel di kelasnya.
Dilabeli dengan harga lebih dari Rp3 juta, sebuah ponsel biasanya sudah menggunakan panel dengan resolusi Full HD+ atau lebih tinggi. Hal tersebut sayangnya tidak berlaku untuk vivo Y31d.
Layarnya hanya mendukung gambar dengan resolusi tampilan hingga HD+ (1570 x 720 piksel). Dengan ukuran panel yang tergolong luas, berbagai konten bakal terlihat kurang maksimal.
Di balik resolusinya yang tergolong rendah, vivo Y31d untungnya masih dilengkapi dengan dukungan animasi yang baik. Layar masih didukung dengan pengaturan refresh rate hingga 120Hz.


Tinggalkan Komentar