ASUS Zenbook S14 OLED UX5406AA
Smartphone

8 Kelebihan dan Kekurangan OPPO A6c, Bukan untuk Semua Orang!

Gadgetren – Sama halnya manufaktur lain, OPPO kini masih berusaha untuk meluncurkan berbagai ponsel baru ke Indonesia meskipun dengan sejumlah penyesuaian. OPPO A6c menjadi salah satu buktinya.

Dibandingkan dengan perangkat beberapa generasi sebelumnya, OPPO A6c yang baru saja meluncur mengalami sejumlah penurunan. Harganya juga menjadi lebih mahal jika mempertimbangkan berbagai dukungan yang diusungnya.

Perangkat ini mungkin tidak cocok buat semua orang. Hanya saja, OPPO A6c untungnya masih membawa sejumlah keunggulan yang membuatnya tetap layak dipertimbangkan saat pengguna sedang membutuhkan ponsel baru.

Kelebihan OPPO A6c

1. Baterai Berkapasitas Sangat Besar

OPPO A6c salah satu di antaranya bisa menjadi pilihan ideal bagi mereka yang sedang mencari ponsel dengan ketahanan daya tinggi. Seperti saudara-saudaranya, perangkat ini membawa baterai berkapasitas sangat besar.

Saat banyak ponsel masih mengandalkan baterai kurang dari 5.000mAh, perangkat ini meluncur dengan kapasitas penyimpanan daya hingga 7.000mAh. Pengguna diklaim sudah bisa memakainya untuk beraktivitas hingga selama 3 hari hanya dengan satu kali pengisian.

Berdasarkan hasil pengujian laboratorium internal perusahaan, baterainya sudah mencukupi untuk menonton video secara daring hingga selama 26,8 jam atau bermain game Mobile Legends: Bang Bang sampai 11,6 jam.

Kelebihan dan Kekurangan OPPO A6c - 3

Dengan kapasitas baterainya yang sangat besar, pengguna pun dapat menggunakan OPPO A6c sebagai sebuah powerbank. Ponsel satu ini mempunyai fitur Reverse Wired Charging yang memungkinkan pengguna mengisi daya perangkat lain.

Bukan hanya berkapasitas besar, baterainya turut dilengkapi dengan berbagai teknologi yang bakal mampu menjaga kinerja penyimpanan daya supaya tetap optimal dalam waktu lama. OPPO bahkan menyebut bahwa kesehatannya masih akan berada di atas angka 80% setelah 6 tahun pemakaian.

2. Layar Dengan Animasi Tinggi

Bermain game hingga menikmati berbagai konten juga bakal dimanjakan dengan tampilan animasi yang benar-benar mulus. OPPO membekali perangkat buatannya dengan layar yang mendukung tingkat refresh rate sangat tinggi.

Untuk berbagai aplikasi dan konten yang mendukungnya, layar OPPO A6c dapat menangani pengaturan hingga 120Hz. Perangkat dengan refresh rate sampai 90Hz padahal sudah terasa mewah di rentang harganya.

Layar dengan refresh rate hingga 120Hz dapat memberikan pengalaman visual yang jauh lebih mulus. Setiap gerakan saat menggulirkan layar, bermain game, hingga menonton video dapat terlihat lebih nyaman di mata.

Membahas soal layar, OPPO A6c di sisi lain menawarkan ukuran yang tergolong cukup besar sehingga pengguna bisa menikmati berbagai konten secara leluasa. Perangkat ini mempunyai panel yang membentang hingga 6,75 inci.

3. Desain Modern yang Tahan Air

Keunggulan OPPO A6c juga terlihat pada sektor desain. Tampil trendi selayaknya berbagai ponsel modern di masa sekarang, perangkat ini dapat digunakan untuk menjalani rutinitas dengan penuh percaya diri.

Hadir dalam balutan Feather Textured Finish yang menampilkan efek 3D Dynamic Glow, panel belakangnya membawa kesan mahal. Modul kameranya tampil menonjol dengan lingkaran besar dengan sudut-sudut bodi berdesain R-Corner yang membulat.

Kelebihan dan Kekurangan OPPO A6c - 1

Di Indonesia, perangkat ini tersedia khusus dalam tiga balutan warna yang terinspirasi dari kecantikan alam. Pengguna dapat memilih antara Feather purple, Feather white, atau Stone brown.

Dirancang untuk menemani pengguna menjalani rutinitas secara penuh percaya diri, bodinya sudah membawa perlindungan terhadap air dan debu. Perangkat ini sudah mengemas peringkat IP64.

Ketahanan air dan debu tersebut sudah sepenuhnya mendukung berbagai aktivitas harian. Pengguna tidak perlu khawatir OPPO A6c akan cepat rusak saat terkena cipratan dari segala arah maupun hujan.

Kekurangan OPPO A6c

1. Chipset Bisa Lebih Baik

Dibanderol dengan harga lebih dari Rp2 juta, OPPO A6c sayangnya bukan perangkat yang tepat apabila pengguna memerlukan ponsel berkinerja tinggi. Chipset Unisoc T7250 yang diusung bahkan tergolong rendah untuk kelasnya.

Dibangun berdasarkan arsitektur lawas ARM Cortex-A75 dan Cortex-A55, basis intinya hanya dapat dipacu dengan kecepatan hingga 1,8GHz. Unisoc pun hanya menyematkan ARM Mali-G57 sebagai pemroses grafis.

Idealnya dengan kinerja yang ditawarkan, Unisoc T7250 bakalan cocok untuk ponsel-ponsel yang menyasar pasar entri dengan harga Rp1-2 jutaan. OPPO A6c bakal terasa kemahalan saat hanya mengandalkan chipset tersebut.

Meski begitu, bukan berarti bahwa kinerjanya benar-benar kurang. Chipset tersebut secara teknis sudah cukup mumpuni untuk mengerjakan berbagai macam aktivitas seperti membuka media sosial, menikmati konten hiburan, hingga bermain game kasual.

Bahkan dalam klaim Pihak OPPO, perangkat buatan mereka bakalan masih bisa digunakan secara lancar dalam waktu yang lama. OPPO A6c telah mendapat sertifikasi Fluency Protection untuk kelancaran pemakaian hingga 4 tahun.

2. Kapasitas RAM Terbatas

Sebagai ponsel yang menyasar harga Rp2 jutaan, OPPO A6c juga mempunyai dukungan RAM yang terbatas. Perangkat ini tampaknya ikut terdampak oleh kelangkaan memori yang kini sedang terjadi.

Tersedia di Indonesia dalam dua varian penyimpanan yang dapat dipilih antara 64GB atau 128GB, perangkat ini hanya membawa RAM berkapasitas sebesar 4GB. Ada kemungkinan ponsel akan kewalahan saat perlu menangani terlalu banyak pemrosesan atau memroses tugas yang berat.

Kelebihan dan Kekurangan OPPO A6c - 2

Untungnya saat kebanyakan ponsel di kelasnya mulai kembali menggunakan penyimpanan berjenis eMMC, OPPO A6c masih menggunakan UFS 2.2. Perangkat masih bisa menulis dan membaca data secara cepat saat melakukan pemrosesan.

3. Pengisian Daya Kurang Memadai

Mengusung kapasitas baterai sangat besar, OPPO A6c sayangnya hanya dilengkapi dengan teknologi pengisian standar. Pengguna bakal memerlukan waktu yang lama saat perlu mengisi daya.

Dalam hal ini, OPPO A6c hanya mendukung teknologi 15W. Pengisian selama 30 menit hanya akan membuat baterai terisi hingga kapasitas 21 persen. Pengguna memerlukan sekitar 2 jam 52 menit untuk mengisi hingga penuh.

Padahal jika mempertimbangkan banderol harga perangkat, sudah ada banyak ponsel yang membawa dukungan pengisian lebih tinggi. Pengguna bahkan sudah bisa menjumpai beberapa perangkat dengan kecepatan lebih dari 25W.

4. Kamera Depan Tergolong Rendah

Sektor kamera juga menjadi catatan tersendiri. Khususnya untuk kamera depan, OPPO A6c membawa sensor yang tergolong rendah untuk sebuah ponsel dengan banderol harga lebih dari Rp2 juta.

Kamera depannya hanya mengemas sensor yang mampu menangani pengambilan gambar hingga resolusi 5MP. Kemampuannya sudah mencukupi untuk sekadar melakukan panggilan video atau mengabadikan momen penting, tetapi bakal kurang mumpuni untuk fotografi serius.

Kemampuan perekaman videonya juga terlihat di bawah rata-rata. Saat perangkat di kelasnya mendukung resolusi lebih dari 1080p, kamera depan OPPO A6c hanya sanggup menangani hingga 720p.

Kelebihan dan Kekurangan OPPO A6c - Header

Berkaitan dengan perekaman video, perangkat ini juga mempunyai frame rate terbatas. Kamera depan maupun belakangnya hanya dapat menangani video hingga 30fps.

5. Resolusi Layar Masih HD+

Selaras dengan kameranya, layar OPPO A6c juga mempunyai resolusi yang tergolong sangat rendah. Perangkat dengan harga lebih dari Rp2 juta ini hanya membawa panel yang dapat menampilkan gambar hingga HD+ (1570 x 720 piksel).

Tampilan gambar layarnya bakal terlihat kurang maksimal. Dengan ukuran layar yang mencapai 6,75 inci, resolusinya bakal membuat titik-titik piksel lebih kelihatan sehingga akhirnya sejumlah konten bisa tampak kurang jelas.

Seharusnya dengan harga lebih dari Rp2 juta, layarnya mendukung resolusi lebih tinggi. Kebanyakan ponsel di kelasnya sudah membawa layar yang mendukung tampilan minimal Full HD+.

Selain itu, desain layar OPPO A6c juga lumayan ketinggalan. Panelnya masih memakai poni kecil sebagai tempat kamera saat beberapa ponsel dengan harga serupa sudah memakai punch hole yang terlihat lebih mutakhir.

ASUS Zenbook S14 OLED UX5406AA

Tentang penulis

Sukindar

Penulis Gadgetren yang aktif membuat konten tentang panduan teknologi mulai dari cara menggunakan hingga membahas istilah-istilah khusus di dalamnya.

Tinggalkan Komentar