
Review Nothing Headphone (1)
- Rating
Kesimpulan
Headphone perdana dari Nothing ini terasa nyaman, kualitas suaranya memuaskan, kontrolnya intuitif, ANC bekerja dengan baik, baterainya tahan lama, dan kaya fitur. Desainnya memang bisa memecah pendapat, tapi justru di situlah daya tariknya.
Yang Disukai
- Desain unik
- Fitur equalizer yang wah
- Kualitas suara ok
- ANC bekerja dengan baik
- Fitur melimpah
- Baterai tahan lama
Yang Tidak Disukai
- Kedua earcup rentan terbentur
- Headband tidak bisa ditekuk
Gadgetren – Produk-produk Nothing kini semakin banyak beredar di Indonesia. Yang terbaru adalah headphone over-ear perdana mereka, Nothing Headphone (1).
Sekilas, hal paling mencolok dari headphone ini tentu ada pada desainnya yang tidak biasa. Earcup berbentuk kotak dengan bagian luar akrilik transparan yang memperlihatkan sebagian komponen internalnya langsung membuat siapa pun yang melihatnya menoleh.
Desain kotak ini terasa retro, namun tetap terlihat futuristik berkat pendekatan desain Nothing yang khas. Memang desainnya bisa memecah opini, ada yang suka, ada juga yang tidak. Namun secara pribadi, saya menyukainya. Yang jelas tampilannya benar-benar beda dari headphone lain di pasaran.
Bagian luar earcup headphone ini menggunakan material aluminium dengan finishing matte yang terlihat dan terasa premium. Sayangnya ada satu hal yang sedikit mengganjal yaitu kedua earcup rentan saling bergesekan saat dilipat yang berpotensi menyebabkan baret pada material aluminium di kemudian hari.
Untuk menghindari hal tersebut, saya selalu menyimpan headphone ini di dalam tas cover bawaannya atau meletakkannya dengan posisi earcup sejajar dengan headband.
Headband-nya sendiri bisa dipanjangkan agar sesuai dengan bentuk kepala namun tidak bisa ditekuk. Oleh karena itu ukuran headphone ini terasa agak memakan tempat saat dibawa bepergian.

Saat digunakan, Nothing Headphone (1) terasa nyaman di kepala saya. Bantalan telinganya menggunakan material kulit sintetis dengan isian memory foam yang membuat telinga tidak terasa tertekan. Bahkan saat dipakai berjam-jam, telinga saya tetap terasa nyaman dan tidak panas.
Menariknya lagi, headphone ini sudah mengantongi sertifikasi IP52 yang berarti tahan terhadap debu dan tetesan air seperti keringat.
Jika desain bodinya bisa memecah selera, maka untuk urusan desain tombol saya bisa bilang Nothing Headphone (1) sangat baik. Seluruh kontrol menggunakan tombol fisik, bukan sentuhan kapasitif, yang menurut saya jauh lebih praktis dan minim salah pencet.
Semua tombol terletak di sisi kanan earcup dan terasa memuaskan saat digunakan. Tombol power menggunakan model switch dengan indikator warna untuk menandakan status aktif headphone.

Pengaturan volume menggunakan model roller yang bisa diputar secara intuitif. Roller ini juga bisa ditekan untuk memutar atau menjeda musik serta ditekan dan ditahan untuk mengganti mode noise cancelling atau transparency.
Selain itu terdapat tombol berbentuk paddle untuk berpindah lagu. Jika ditahan, tombol ini juga bisa digunakan untuk mempercepat atau memutar ulang konten misalnya saat menonton Netflix.
Di bagian dalam earcup kanan terdapat tombol khusus untuk mengaktifkan mode pairing sementara di bagian luar terdapat tombol untuk memanggil asisten pintar dari handphone yang terhubung.
Beberapa fungsi tombol tersebut bisa dikustomisasi melalui aplikasi Nothing X yang tersedia untuk Android maupun iOS.
Untuk konektivitas, Nothing Headphone (1) mendukung penggunaan kabel 3,5mm maupun koneksi nirkabel melalui Bluetooth 5.3. Koneksi nirkabelnya terasa sangat stabil bahkan ketika digunakan di ruangan berbeda yang terhalang tembok beton. Latensinya juga minim sehingga nyaman untuk menonton film atau bermain game.
Headphone ini juga mendukung konektivitas ganda yang memungkinkan terhubung ke dua perangkat sekaligus. Fitur ini perlu diaktifkan terlebih dahulu melalui aplikasi Nothing X. Meski begitu suara tetap hanya keluar dari satu perangkat yang sedang aktif memutar audio.
Dari sisi codec, Nothing Headphone (1) mendukung SBC, AAC, dan LDAC untuk kualitas audio tertinggi. Dikombinasikan dengan driver dinamis 40mm di setiap earcup, kualitas suara yang dihasilkan terasa memuaskan.

Setelan suara bawaan mungkin terasa kurang pas bagi sebagian orang. Untungnya headphone ini dibekali fitur equalizer yang sangat lengkap. Bahkan menurut saya, pengaturan equalizer di Nothing X adalah salah satu yang terbaik dari berbagai headphone yang pernah saya review.
Melalui aplikasi Nothing X, saya bisa memilih preset yang tersedia atau mengatur bass, mid, dan treble dengan cepat. Jika ingin lebih detail, level tiap rentang frekuensi juga bisa diatur secara manual.
Yang membuatnya semakin menarik, saya bisa menyimpan banyak profil equalizer sekaligus dan bahkan mengimpor setelan buatan pengguna lain dengan mudah. Dengan begitu karakter suara headphone ini bisa disesuaikan sepenuhnya dengan preferensi pribadi.
Berkat fleksibilitas ini, mendengarkan berbagai genre musik, menonton film penuh aksi, hingga bermain game terasa sangat imersif. Saking detailnya suara yang dihasilkan, saya sempat mengira suara tetesan air di dalam game berasal dari dalam rumah saya.
Untuk penggemar bass, tersedia fitur bass enhancement dengan lima level pengaturan agar dentuman terasa lebih kuat sesuai selera.
Headphone ini juga mendukung fitur noise cancellation dengan tingkat kekuatan yang bisa diatur. Pada setelan tertinggi, ANC-nya mampu meredam suara sekitar seperti knalpot kendaraan dan percakapan orang dengan cukup efektif.

Sebaliknya jika ingin tetap waspada dengan lingkungan sekitar, tersedia mode Transparency yang mampu menghadirkan suara sekitar dengan sangat natural, hampir seperti saat tidak menggunakan headphone.
Nothing Headphone (1) juga dibekali fitur spatial audio yang memberikan sensasi suara seolah datang dari berbagai arah, membuat pengalaman menonton film atau bermain game terasa lebih hidup.
Di dalam aplikasi Nothing X masih ada beberapa fitur tambahan lain seperti Low Lag Mode, personalisasi profil suara otomatis, hingga fitur auto play dan auto pause saat headphone dipasang atau dilepas.
Untuk komunikasi, headphone ini dilengkapi mikrofon yang bisa digunakan untuk panggilan telepon maupun perekaman suara. Kualitasnya sudah cukup baik dan lawan bicara saya dapat mendengar suara dengan jelas saat menelepon.
Dari sisi daya, Nothing Headphone (1) dibekali baterai berkapasitas 1.040mAh. Baterainya diklaim bisa bertahan hingga 80 jam dengan ANC nonaktif dan codec AAC atau sekitar 35 jam saat ANC aktif.
Dalam penggunaan saya mendengarkan musik nonstop selama 12 jam dengan ANC aktif dan codec AAC hanya menghabiskan sekitar 25% baterai. Pengisian dayanya sendiri dilakukan melalui port USB Type-C.

Secara keseluruhan, saya sangat puas menggunakan Nothing Headphone (1). Headphonenya nyaman, kualitas suaranya memuaskan, kontrolnya intuitif, ANC bekerja dengan baik, baterainya tahan lama, dan aplikasi pendampingnya kaya fitur.
Desainnya memang bisa memecah pendapat, tapi justru di situlah daya tariknya. Headphone ini jelas tampil unik dan mudah menarik perhatian.
Nothing Headphone (1) dijual di Indonesia dengan harga Rp4.199.000. Dengan segala keunggulan yang ditawarkan serta kualitas material yang premium, menurut saya harga tersebut terasa sepadan.


Tinggalkan Komentar