ASUS Vivobook X BAPE
Review Laptop / PC

Review Acer Predator Helios Neo 16 – Performa Tinggi, Desain Futuristik, dan Tetap Adem

Review Acer Predator Helios Neo 16 Header

Gadgetren – Acer Predator menjadi lini perangkat gaming yang kerap menawarkan ragam fitur canggih dan spesifikasi terdepan.

Salah satu produk terbarunya merupakan Acer Predator Helios Neo 16, laptop gaming dengan Intel Core 13th Gen dan NVIDIA 4000 series yang dapat memberikan performa tinggi untuk segala aktivitas.

Penasaran seperti apa kinerjanya terutama saat dibawa bermain game? Ini pengalaman tim Gadgetren selama menggunakan Predator Helios Neo 16 dalam keseharian.

Review Acer Predator Helios Neo 16
  • Layar - 9/10
    9/10
  • Performa - 9/10
    9/10
  • Baterai - 8/10
    8/10
  • Fitur - 8/10
    8/10
  • Desain - 9/10
    9/10
8.6/10

Kesimpulan

Acer Predator Helios Neo 16 memang punya ukuran yang cukup besar, namun setimpal dengan performa tinggi dan desain unik yang ditawarkan sambil tetap terasa adem saat digunakan.

Yang Disukai

  • Kinerja tangguh dan cepat
  • Terasa adem digunakan
  • Layar IPS 165Hz
  • Dukungan konektivitas modern

Yang Tidak Disukai

  • Bodi dan charger berat
  • Turbo mode cukup berisik


Tidak dapat dipungkiri bahwa Acer Predator Helios Neo 16 menyajikan desain yang tidak biasa. Bahkan saat pertama kali melihat akan langsung memberikan kesan kalau laptop ini bakal memiliki kinerja dan fitur mutakhir.

Pada bagian penutupnya bahkan tidak hanya terdapat logo Acer Predator yang ikonik, melainkan juga berbagai ukiran kode dan sandi yang memberikan gaya futuristik pada laptop ini. Bodinya juga memiliki lekukan industrial yang sangat presisi.

Predator Helios Neo 16 memiliki dukungan yang terbilang cukup bervariasi mulai dari dua port USB 3.2 Gen2 di samping kanan serta sebuah USB 3.2 Gen1, microSD, dan 3,5mm audio jack di samping kiri. Selain itu juga ada dua port Thunderbolt 4, HDMI 2.1, dan power-in di bagian belakang untuk mengurangi lalu lalang kabel.

Acer Predator Helios Neo 16 (6)

Tak ketinggalan untuk konektivitas ada WiFi 6, Gigabit Ethernet, dan Bluetooth 5.1. Predator Helios Neo 16 pun memiliki ventilasi udara yang sangat banyak baik di bagian samping dan belakang untuk pembuangan panas serta di bawah untuk mendapatkan udara segar yang ditarik oleh dua kipas AeroBlade.

Masuk ke dalam kategori laptop 16 inci, layar luas dengan bezel tipis terlihat menghiasi Predator Helios Neo 16 yang mana membuatnya terlihat semakin modern. Pada bagian atas layar terdapat webcam dengan kualitas memadai yang bisa digunakan untuk video call.

Menariknya lagi, laptop ini menghadirkan keyboard penuh termasuk numpad yang terasa cukup nyaman digunakan mengetik. Keyboard tersebut pun dilengkapi lampu pencahayaan RGB dengan empat zona sehingga bisa disesuaikan dengan gaya maupun suasana yang diinginkan baik itu membuat mood untuk bermain atau bekerja.

Acer Predator Helios Neo 16 (7)

Tombol WASD mendapatkan aksen yang sedikit berbeda agar tersorot secara jelas layaknya laptop gaming pada umumnya. Tentu terdapat juga tombol pintasan untuk lebih praktis mengakses berbagai perintah seperti kontrol media, mengatur pencahayaan RGB, hingga membuka aplikasi PredatorSense.

PredatorSense sendiri berfungsi sebagai hub untuk melihat informasi umum dari sistem maupun menu pengaturan dari fitur-fitur Predator Helios Neo 16. Salah satunya opsi untuk mengubah mode pengoperasian seperti Quiet, Balanced, Performance, atau Turbo untuk menyesuaikan dengan kebutuhan dan aktivitas yang dilakukan.

Pilihan mode tersebut juga dapat diubah dengan sangat praktis lewat tombol Hotkey yang tersedia di atas keyboard. Awalnya tombol tersebut mungkin dikira tombol Power, namun saat ditekan akan membuat sistem berganti mode secara berurutan atau bisa juga diatur untuk mengaktifkan mode Turbo.

Acer Predator Helios Neo 16 (2)

Sementara itu di bawah keyboard terdapat touchpad yang memiliki area yang luas sehingga memungkinkan jari menelusur dengan bebas dan menggerakkan kursor dari ujung ke ujung tanpa perlu mengatur ulang posisi jari. Jadi tetap bisa diandalkan saat tidak ingin menggunakan mouse eksternal.

Dengan permukaan sebesar itu, touchpad laptop ini untungnya memiliki sensor palm rejection yang cukup baik. Walaupun terkadang kursor masih bisa bergerak tiba-tiba atau klik sendiri sehingga ada baiknya untuk tetap mematikan touchpad saat bermain game menggunakan mouse eksternal.

Seluruh dukungan yang dibawanya tentu bukan tanpa pengorbanan. Predator Helios Neo 16 memiliki dimensi yang cukup besar tepatnya 360,1 x 279,9 x 28,25 mm dengan bobot mencapai 2,8 kg. Dengan begitu membawa laptop ini saat bepergian bakal membutuhkan sedikit usaha lebih.

Untungnya hal tersebut terobati berkat performa yang dibawa oleh Predator Helios Neo 16. Pada pusat dapur pacunya terbenam prosesor Intel Core i7-13700HX yang memiliki 8 Core dan 16 Threads dengan kecepatan maksimal 2,1 GHz.

Acer Predator Helios Neo 16 HWiNFO

Prosesor tersebut ditemani NVIDIA GeForce RTX 4060 dengan VRAM 8GB yang telah mendukung berbagai teknologi modern seperti NVIDIA DLSS3 yang mengandalkan AI lewat Tensor Core dan Ray Tracing untuk menghasilkan grafis dengan pencahayaan yang lebih nyata.

GPU ini pun menggunakan teknologi NVIDIA Max-Q yang mana berarti telah dioptimalkan secara khusus untuk menghadirkan performa sebaik mungkin dengan efisiensi tinggi. Bahkan RTX 4060 yang ada di dalam laptop ini tercatat memiliki Maximum Graphic Power (MGP) mencapai 140W.

Untuk menunjang berbagai aplikasi modern masa kini, terdapat juga RAM DDR5 16GB dalam konfigurasi Quad Channel dengan penyimpanan NVMe SSD berkapasitas 2TB dan sudah langsung menjalankan Windows 11 Home sebagai sistem operasinya.

Dengan kombinasi tersebut, Predator Helios Neo 16 terlihat punya kinerja yang menjanjikan. Untuk memastikan kemampuannya lebih jauh, laptop ini kemudian diuji dalam berbagai skenario. Salah satunya menjalankan aplikasi benchmark seperti PCMark 10 dan 3DMark.

PengujianSkor
PCMark 8 Work5.689
PCMark 106.635
3DMark Night Raid58.074
3DMark Fire Strike22.322
3DMark Time Spy10.422
Cinebench R23 Single Core1.699
Cinebench R23 Multi Core10.008

Hasilnya laptop ini pun mendapatkan skor yang cukup tinggi. Kemampuan RTX 4060 dalam menjalankan grafis 3D modern tidak perlu diragukan lagi. Ditambah lagi Core i7-13700HX pun mendapatkan skor 1.699 poin untuk Single Core dan 10.008 poin untuk Multi Code ketika dipada Cinebench R23 yang mana sangat tinggi untuk prosesor kelas laptop.

Sementara saat diajak bermain game, Predator Helios Neo 16 mampu menjalankan game kelas AAA yang punya kualitas visual memukau termasuk dukungan Ray Tracing dengan baik. Selama pengujian, mode Turbo diaktifkan dan laptop terhubung pada sumber listrik untuk mendapatkan performa maksimal.

Review Acer Predator Helios Neo 16 - Tomb Raider

Pada Shadow of The Tomb Raider, laptop ini berhasil menjalankannya pada kisaran 102 FPS untuk pengaturan grafis Highest dengan resolusi 2560 x 1600 piksel dan mencapai 75 FPS jika mengaktifkan fitur Ray Tracing. Angka yang pastinya sudah memberikan pengalaman bermain yang sangat mulus.

Hal yang serupa juga terlihat untuk game Cyberpunk 2077 yang mana Predator Helios Neo 16 mampu memberikan pengalaman bermain yang lancar. Pada skenario yang sama dengan resolusi native dan mode Performance aktif, laptop ini berhasil menjalankannya di rata-rata 41 FPS di setelan grafis Ray Tracing Ultra.

Menariknya jika menggunakan fitur DLSS dan Frame Generation dari NVIDIA, maka rata-rata FPS yang didapat bisa meningkat hingga 60 FPS dengan Ray Tracing Ultra. Tentunya ini berarti menjelajahi indahnya gemerlap kota Night City bakal terasa semakin imersif karena tidak masalah jika ingin menggunakan fitur Ray Tracing selama mengaktifkan juga DLSS.

Acer Predator Helios Neo 16 Valorant

Sementara untuk game kelas eSport yang lebih ringan, Valorant yang cukup populer saat ini menjadi perwakilan dari genre tersebut. Tentunya Predator Helios Neo 16 secara tidak mengejutkan mampu melibas Valorant pada pengaturan grafis maksimal sekalipun karena bisa dinikmati antara 200 hingga 400 FPS tergantung situasi pertandingan.

Menariknya, permukaan laptop ini tergolong tidak panas sama sekali pada saat penggunaan. Bahkan dalam mode Turbo sekalipun hanya area di sekitar sebelah kanan keyboard saja yang sedikit hangat dan terasa masih sangat nyaman untuk tangan.

Memang kipas terdengar sangat kencang seperti hembusan angin hebat, namun terdengar halus tanpa adanya coil whine mengganggu. Kecepatan kipas pun dapat diatur melalui PredatorSense dengan pilihan Auto, Max, atau Custom

Kemampuan solusi pendingin Predator Helios Neo 6 yang menggunakan kipas AeroBlade dengan 89 bilah dan Termal Logam Cair pun dibuktikan dari suhu CPU yang tercatat rata-rata berada di kisaran 77°C dan GPU yang di kisaran 85°C saat kerja berat seperti bermain game. Sementara pada penggunaan normal rata-rata antara 35-50°C untuk kedua komponen tersebut.

Acer Predator Helios Neo 16 PredatorSense

Agar dapat menikmati pengalaman bermain game maupun menikmati konten lainnya secara maksimal, Predator Helios Neo 16 pun telah dibekali layar IPS 16 inci dengan resolusi 2560 x 1600 piksel, aspek rasio 16:10, dan sRGB 100%.

Layar laptop ini pun sudah mendukung refresh rate hingga 165Hz lengkap dengan NVIDIA G-Sync sehingga dapat memanfaatkan secara maksimal kinerja yang dihadirkan CPU dan GPU dalam memberikan gerakan yang lebih mulus dan responsif tanpa adanya screen tearing.

Menariknya lagi, terdapat juga NVIDIA Advance Optimus yang dapat mengatur tingkat refresh rate secara dinamis menjadi 85Hz atau 165Hz sesuai konten yang ditampilkan untuk memberikan keseimbangan dalam hal konsumsi daya dan kinerja. Hanya saja sistem akan tidak responsif sebentar saat berpindah refresh rate yang mana mungkin terasa mengganggu untuk sebagian orang.

Acer Predator Helios Neo 16 (5)

Sementara di sisi audio, speaker yang dimiliki oleh Predator Helios Neo 16 pun mampu menghadirkan suara yang lantang saat menikmati berbagai konten. Suara efek hingga dialog dapat terdengar dengan jelas bahkan saat volume tinggi sekali pun.

Dibekali baterai besar berkapasitas 90 Whr, Predator Helios Neo 16 memiliki daya tahan yang tidak boleh dihiraukan. Pasalnya ketika diuji menggunakan PCMark 8 dalam mode Work berhasil mendapatkan skor 3 jam 42 menit untuk refresh rate 165Hz dan 3 jam 57 menit untuk refresh rate 60Hz. Tidak jauh berbeda untuk kedua mode tersebut.

Acer Predator Helios Neo 16 Baterai 165Hz

Tes baterai 165Hz

Namun angka yang cukup lumayan untuk sebuah laptop gaming di kelas ini yang mana biasanya kesulitan untuk mencapai 2 jam. Setidaknya dengan daya tahan lebih dari 3 jam, laptop ini tetap bisa diandalkan untuk melakukan kegiatan ringan maupun menonton film saat tidak terhubung ke sumber listrik.

Acer Predator Helios Neo 16 Baterai 60Hz

Tes Baterai 60Hz

Yang tidak kalah menarik, baterainya pun dapat terisi dengan cepat dimana hanya membutuhkan waktu 23 menit untuk mencapai 50% atau 80 menit untuk kembali penuh dari yang tadinya hanya tinggal tersisa 10% saja. Jadi tidak perlu khawatir jika tidak punya waktu banyak untuk mengisi daya baterai.

Namun sebagai gantinya charger yang disediakan dalam paket penjualan punya ukuran yang bisa dikatakan jumbo. Tentu ini perlu jadi pertimbangan jika ingin sering membawa laptop yang sudah besar ini ketika harus bepergian.

Secara keseluruhan Predator Helios Neo 16 yang dibanderol seharga Rp27.999.000 bisa menjadi laptop andalan bagi kamu yang suka bermain game maupun menikmati konten hiburan lainnya seperti nonton film. Performa tangguh yang ditemani audio visual menawan tentunya memberikan pengalaman yang sangat memuaskan.

Desain yang sangat gaming dan futuristik namun tetap fungsional yang dimilikinya juga akan menjadi pusat perhatian. Hanya saja memang bodi maupun charger bakal sangat memakan ruang ketika dimasukkan ke dalam tas. Pastinya laptop ini menjadi paket lengkap bagi yang mengedepankan performa dan desain.

ASUS Zenfone 10

Tentang penulis

Fauzi Rasyad

Editor Gadgetren yang telah berkecimpung sebagai penulis seputar teknologi sejak tahun 2015. Dunia komputer hingga smartphone sudah cukup lama ia geluti karena memang tertarik melihat perkembangan teknologi yang semakin canggih dari tahun ke tahun.

Tinggalkan Komentar